Pemasaran Afiliasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Pemasaran Afiliasi (Bahasa Inggris : Affiliate Marketing) adalah salah satu metode Pemasaran digital di mana seseorang yang disebut Affiliate Marketer akan dibayar ketika produk atau jasa yang ia pasarkan melalui link tersebut berhasil terjadinya sales.

Posisi Affiliate Marketer di sini adalah sebagai orang yang tidak memiliki produk maupun jasa untuk dijual, maka Affiliate Marketer dapat membantu seorang merchant tersebut dalam memasarkan produk/jasanya, dan tentunya ia akan mendapatkan komisi atas penjualan yang ia lakukan.[1]

Cara Kerja Pemasaran Afiliasi[sunting | sunting sumber]

Berikut langkah-langkah yang ditempuh untuk melakukan afiliasi

1. Daftar Program Afiliasi

Mendaftar program afiliasi dari perusahaan tertentu.

2. Promosi Produk

Mempromosikan produk dari perusahaan tersebut di blog dan media sosial yang kita miliki. Jangan lupa untuk menyisipkan kode referral di konten yang sudah dibuat.

3. Orang-Orang Menggunakan Kode Referral

Ada orang yang membeli produk menggunakan kode referral yang telah kita letakkan di media promosi kita. Biasanya orang yang menggunakan kode referral akan mendapatkan diskon tambahan

4. Dapatkan Komisi

Setelah itu, Kita akan mendapatkan komisi jika ada orang yang membeli melalui link yang telah kita letakkan di blog dan media sosial Kita.

Kelebihan dan Kekurangan Affiliate Marketing[sunting | sunting sumber]

Adapun kelebihan dari affiliate marketing adalah:

  1. Modal kecil, bahkan tidak membutuhkan modal sama sekali.
  2. Sangat mudah untuk dimulai.
  3. Industri dengan keuntungan yang sangat besar.
  4. Fleksibel.
  5. Kesempatan untuk mendapatkan penghasilan yang besar.
  6. Kerja dari mana saja.
  7. Banyak produk yang bisa ditawarkan.

Sedangkan kekurangan atau kelemahan dari afilliate marketing adalah:

  1. Penghasilan berasal dari komisi sehingga pemasukan tidak tetap.
  2. Butuh kesabaran dan kerja keras agar sukses.
  3. Harus bersaing dengan affiliate marketer lain.
  4. Tidak mudah memilih produk yang sesuai.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Affiliate Marketing: Pengertian dan Tips Sukses Affiliate".