Olimpias

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Olimpias
Medali Romawi bergambar wajah Olimpias, Museum Tesalonika
Medali Romawi bergambar wajah Olimpias, Museum Tesalonika
Permaisuri Makedonia
Periode ca. 357–316 SM
Lahir 375 SM
Epiros, Yunani Kuno
Mangkat 316 SM (pada usia 59 tahun)
Makedonia, Yunani Kuno
Wangsa Molosos
Ayah Neoptolemos I dari Epiros
Pasangan Raja Makedonia, Filipos II
Anak
Aleksander Agung
Kleopatra dari Makedonia
Agama Kepercayaan Yunani Kuno

Olimpias (bahasa Yunani: Ὀλυμπιάς, Olimpiás, ca. 375–316 SM[1]) adalah putri Raja Neoptolemos I dari Epiros, kakak Raja Aleksandros I dari Epiros, istri keempat Raja Filipos II dari Makedonia, dan ibu Aleksander Agung. Menurut keterangan Plutarkos, penulis riwayat hidup Aleksander Agung pada abad pertama tarikh Masehi, Olimpias adalah seorang pengikut aliran pemuja dewa Dionisos yang mempraktikan upacara penyembahan orgiastis sambil bermain ular, bahkan konon ia pun tidur bersama ular-ular di atas ranjangnya.[2]

Asal usul[sunting | sunting sumber]

Olimpias adalah putri dari Neoptolemos I, Raja Orang Molosos, suku Yunani Kuno di Epiros, dan kakak dari Aleksandros I. Keluarganya tergolong dalam puak Aiakidai, puak terpandang di Epiros yang mengaku keturunan dari putra Akiles yang bernama Neoptolemos. Dalam karya tulisnya, Moralia, Plutarkos meriwayatkan bahwa nama asli Olimpia adalah Poliksena, dan sebelum menikah dengan Filipos II dari Makedonia ia berganti nama menjadi Mirtale sebagai prasyarat menjadi anggota aliran kepercayaan rahasia yang tidak diketahui secara jelas.[3]

"Olimpias" adalah nama ketiga dari empat nama yang pernah digunakan untuk menyebut dirinya. Nama ini mungkin ia pakai sebagai wujud penghargaan atas kemenangan Filipos dalam Kejuaraan Olimpiade 356 SM, yang diwartakan bertepatan dengan kelahiran Aleksander.[4] Nama terakhirnya adalah Stratonike, yang kemungkinan besar adalah julukan bagi dirinya setelah menang melawan Euridike pada 317 SM.[3]

Permaisuri Makedonia[sunting | sunting sumber]

Cassandre et Olympias (Kasandra dan Olimpias), karya Jean-Joseph Taillasson (1745-1809)

Ketika Neoptolemos I mangkat pada 360 SM, saudaranya Arimbas naik takhta Molosos menggantikannya. Pada 358 SM, Arimbas menyepakati sebuah perjanjian dengan Raja Makedonia yang baru, Filipos II, dan Orang Molosos pun menjadi sekutu Orang Makedonia. Persekutuan ini diperkukuh dengan pernikahan diplomatik tatkala kemenakan Arimbas, Olimpias, menjadi istri Filipos pada 357 SM, dan oleh karena itu juga menjadi Permaisuri Makedonia. Filipos pertama kali jatuh cinta pada Olimpias sewaktu bersama-sama dibaiat menjadi penganut agama rahasia Kabeiroi di Suaka Dewa-Dewa Agung, Pulau Samotraki.[5]

Reruntuhan Kuil Apolo.

Setahun kemudian, pada 356 SM, kuda pacuan Filipos menang di ajang Kejuaraan Olimpiade; atas kemenangan ini istrinya, yang kala itu dikenal dengan nama Mirtale, dianugerahi nama Olimpias. Pada musim panas tahun itu juga, Olimpias melahirkan anak sulungnya, Aleksander. Orang Yunani Kuno percaya bahwa kelahiran seorang tokoh besar disertai oleh pertanda-pertanda. Plutarkos meriwayatkan bahwa, semalam menjelang kedua mempelai berseketiduran, Olimpias bermimpi petir menyambar rahimnya dan menimbulkan kobaran api yang berpancaran kemudian padam. Seusai menikah, Filipos bermimpi memeteraikan rahim istrinya dengan meterai bergambar seekor singa. Aristander menafsirkannya sebagai pertanda bahwa Olimpias sedang mengandung seorang putra pemberani dan berwatak singa.[6] Filipos dan Olimpias juga memperanakkan seorang putri, Kleopatra.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Olympias Queen of Macedonia". www.american-pictures.com. Diakses tanggal 2009-07-30. 
  2. ^ Menurut Robin Lane Fox dalam bukunya Alexander the Great 1973:26 dan catatan penjelasan hlm. 504, "omong kosong perihal ular-ular ini" bersumber dari Riwayat Aleksander karya Plutarkos (2.6). Robin Lane Fox berpendapat bahwa yang dimaksud dengan "bermain ular" ini sebenarnya adalah stuprum (bermukah) yang disebut-sebut dalam tulisan Yustinus 9.5.9.
  3. ^ a b "Review of Elizabeth Carney's Olympias, Mother of Alexander the Great by Michael D. Dixon" (PDF). classicaljournal.org. Diakses tanggal 2014-06-16. 
  4. ^ (Plut. Aleksander 3.8)Heckel 2006, hlm. 181
  5. ^ Plutarkhos, Aleksander, 2.1
  6. ^ Plutarkhos, Aleksander, 2.2–2.3

Kepustakaan[sunting | sunting sumber]

Sumber primer

Sumber sekunder

Pranala luar[sunting | sunting sumber]