Lompat ke isi

Mark Rutte

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Mark Rutte
Rutte pada tahun 2023
Sekretaris Jenderal NATO
Mulai menjabat
1 Oktober 2024
Sebelum
Pengganti
Petahana
Sebelum
Perdana Menteri Kerajaan Belanda
Masa jabatan
14 Oktober 2010  2 Juli 2024
Penguasa monarkiBeatrix
Willem-Alexander
WakilKabinet Rutte I:
Maxime Verhagen (2010–2012)
Kabinet Rutte II:
Lodewijk Asscher (2012–2017)
Kabinet Rutte III:
Hugo de Jonge (2017–2022)
Kajsa Ollongren (2017–2022)
Carola Schouten (2017–2022)
Kabinet Rutte IV:
Sigrid Kaag (2022–)
Wopke Hoekstra (2022–2023)
Karien van Gennip (2023–)
Carola Schouten (2022–)
Pemimpin Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi di Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
29 Juni 2006  13 Oktober 2011
Sebelum
Pengganti
Stef Blok
Sebelum
Sekretaris Negara untuk Pendidikan, Budaya dan Sains
Masa jabatan
17 Juni 2004  27 Juni 2006
Perdana MenteriJan Peter Balkenende
Sebelum
Pendahulu
Annette Nijs
Pengganti
Bruno Bruins
Sebelum
Sekretaris Negara untuk Sosial dan Tenaga Kerja
Masa jabatan
22 Juli 2002  17 Juni 2004
Perdana MenteriJan Peter Balkenende
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
28 Juni 2006  13 Oktober 2011
Informasi pribadi
Lahir14 Februari 1967 (umur 58)
Den Haag, Belanda
Partai politikPartai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi (VVD)
AlmamaterUniversitas Leiden
Tanda tangan
Situs webwww.markrutte.nl
IMDB: nm2265302 Facebook: markrutte X: markrutte Instagram: markopinsta LinkedIn: mark-rutte Youtube: UCz7YL5iM1BEAC3gwvxDvXlQ Flickr: 51135196@N05 Musicbrainz: 58b5875c-ce12-4a1e-b78f-354dc9d22591 Modifica els identificadors a Wikidata
Sunting kotak info
Sunting kotak info L B
Bantuan penggunaan templat ini

Mark Rutte (Belanda: [ˈmɑr(ə)k ˈrʏtə] ; lahir 14 Februari 1967) adalah politikus Belanda yang menjabat sebagai Sekretaris jenderal NATO mulai 1 Oktober 2024.[1] Ia sebelumnya menjabat sebagai Perdana Menteri Belanda dari 2010 hingga 2024 dan pemimpin Partai Kebebasan dan Demokrasi Rakyat (VVD) dari tahun 2006 hingga 2023. Dengan masa jabatan hampir 14 tahun, Rutte menjadi perdana menteri terlama dalam sejarah Belanda.

Awalnya berkarier di bidang manajemen bisnis di Unilever, Rutte masuk dunia perpolitikan nasional pada 2002 sebagai anggota kabinet Jan Peter Balkenende. Ia memenangkan pemilihan ketua VVD tahun 2006 dan memimpin partai itu meraih kemenangan pada pemilu 2010. Setelah negosiasi koalisi panjang, ia menjadi perdana menteri liberal Belanda pertama yang menjabat dalam 92 tahun terakhir.[2]

Kebuntuan dalam negosiasi anggaran membuat pemerintahannya runtuh lebih awal pada April 2012, namun kemenangan VVD di pemilu berikutnya membuat Rutte kembali memimpin kabinet kedua bersama Partai Buruh (PvdA), yang menjadi kabinet pertama sejak 1998 yang menyelesaikan masa jabatan penuh empat tahun. Meski VVD kehilangan kursi di pemilu 2017, partai tersebut tetap terbesar. Setelah proses pembentukan terpanjang dalam sejarah, Rutte memimpin kabinet ketiga bersama CDA, D66, dan CU.

Rutte dan kabinetnya sempat mengundurkan diri karena skandal tunjangan anak,[3][4][5] tetapi VVD kembali menang di pemilu 2021.[6] Ia memulai masa jabatan keempat pada 2022 setelah pembentukan kabinet yang juga berlangsung lama. Pada 7 Juli 2023, ia mengumumkan pengunduran diri pemerintahannya setelah gagal mencapai kesepakatan soal kebijakan imigrasi.[7][8] Kabinet Rutte IV kemudian menjalankan fungsi pemerintahan sementara hingga kabinet Schoof dilantik pada 2 Juli 2024.[9]

Karena kemampuannya bertahan di tengah berbagai skandal politik hingga 2023,[10] Rutte dijuluki "Teflon Mark" karena "tak ada yang bisa menempel padanya".[11] Kolumnis Caroline De Gruyter dari Foreign Policy menyebutnya sebagai sosok yang fleksibel dan pragmatis, mampu menyesuaikan diri dengan berbagai faksi politik,[12] sementara Jon Henley dari The Guardian menilainya sebagai "pemimpin yang lebih bersifat manajerial daripada visioner."[13]

Masa kecil dan pendidikan awal

[sunting | sunting sumber]

Rutte lahir di Den Haag, provinsi Holland Selatan,[14] dalam keluarga Gereja Reformasi Belanda. Ia merupakan anak bungsu dari Izaäk Rutte (5 Oktober 1909 – 22 April 1988), seorang pedagang, dan istri keduanya, Hermina Cornelia Dilling (13 November 1923 – 13 Mei 2020), seorang sekretaris. Izaäk Rutte pernah bekerja di perusahaan dagang; awalnya sebagai importir di Hindia Belanda, lalu mengelola dealer mobil.[15] Istri keduanya adalah saudari dari istri pertamanya, Petronella Hermanna Dilling (17 Maret 1910 – 20 Juli 1945), yang meninggal di kamp tawanan perang Cideng di Batavia (kini Jakarta, Indonesia) selama Perang Dunia II.[16] Pada tahun 1957, keluarga tersebut meninggalkan Indonesia ketika pemerintah Soekarno menasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda pada tanggal 5 Desember 1957.[17] Dari dua pernikahan ayahnya, Rutte memiliki tujuh saudara kandung. Salah satu kakaknya meninggal karena AIDS pada 1980-an, peristiwa yang kemudian ia sebut sangat memengaruhi hidupnya.[18][19]

Rutte bersekolah di Maerlant Lyceum dari 1979 hingga 1985,[20] mengambil jurusan seni. Awalnya ia bercita-cita masuk konservatori dan menjadi pianis konser,[21] tetapi kemudian memilih kuliah sejarah di Universitas Leiden dan meraih gelar MA pada 1992.[22] Selama kuliah, ia aktif di Organisasi Pemuda Kebebasan dan Demokrasi (JOVD), sayap pemuda Partai Kebebasan dan Demokrasi Rakyat (VVD), dan menjabat sebagai ketuanya dari 1988 hingga 1991.[23]

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana dan pascasarjana di universitas, Mark Rutte bekerja di Unilever dan Calve sebagai manajer. Kemudian ia dipromosikan ke departemen sumber daya manusia. Masih di Unilever, ia memimpin anak perusahaan Van den Bergh Nederland dan IgloMora Groep. Bertepatan dengan karier di IgloMora, anak perusahaan Unilever, Rutte terpilih sebagai anggota Partai VVD. Dengan ini, ia berkesempatan menjabat wakil menteri di Kementerian Urusan Sosial dan Tenaga Kerja. Ia bekerja di sana hingga tanggal 17 Juni 2004. Selanjutnya ia menjabat sebagai sekretaris di Kementerian Pendidikan, Budaya dan Sains menggantikan Annette Nijs hingga tanggal 27 Juni 2006.

Pada tahun 2006, partai Rutte kalah dalam pemilihan munisipalitas. Pemimpin partai itu mengundurkan diri lantas membuka jalan bagi Rutte untuk bersaing dengan Rita Verdonk dan Jelleke Veenendaal menuju kursi kepemimpinan. Akhirnya ia memenangkan pemilihan dengan 51,5 % suara dan mendapatkan peluang besar untuk ikut dalam pemilihan umum tahun 2006.

Pemilihan umum tahun 2006

[sunting | sunting sumber]

Dengan VVD, Rutte berkampanye untuk Pemilihan Umum tahun 2006. Awalnya tidak berjalan dengan mulus, Rutte mendapatkan banyak kritik dari dalam partai.[24] Rutte juga dibayangi oleh dua anggota partai Rita Verdonk dan Gerrit Zalm. Ia dianggap tak mampu untuk mengalahkan Wouter Bos dan Jan Peter Balkenende, yang banyak dipastikan akan menjadi kandidat utama perdana menteri. Pada tanggal 27 November, perolehan suara Rita Verdonk telah melebihi Mark Rutte. Rutte mendapat 553.200 suara dibanding Verdonk yang mencapai 620.555 suara.[24][25]

Setelah mendapat kritikan berulang kali dari Rita Verdonk atas kebijakannya dalam Partai VVD, Rutte memecatnya dari partai pada tanggal 14 September 2007.[26]

Pemilihan umum tahun 2010

[sunting | sunting sumber]

Dalam pemilihan umum tahun 2010, Rutte sekali lagi berkampanye dengan VVD. VVD memenangkan 31 kursi dan menjadi partai terbesar di Dewan Perwakilan Rakyat untuk pertama kalinya. Negosiasi panjang terjadi dengan beberapa orang saling bersaing untuk menjabat informateur, atau orang yang ditunjuk oleh Ratu Beatrix untuk mencari koalisi apa yang bisa dibentuk. Upaya untuk membentuk koalisi liberal, demokrat-Kristen dan sosialis gagal. Yang paling memungkinkan adalah munculnya koalisi liberal dan demokrat-Kristen dengan dukungan luar dari PVV pimpinan Geert Wilders.

Perdana Menteri Belanda

[sunting | sunting sumber]

Masa jabatan pertama

[sunting | sunting sumber]
Rutte memperkenalkan kabinet pertamanya bersama Wakil Perdana Menteri Maxime Verhagen (CDA) dan mitra koalisi Geert Wilders (PVV)

Pada pemilihan umum tahun 2012, Mark Rutte dan Partai VVD yang berhaluan kanan liberal berhasil memenangkan pemilu. Partai VVD memenangkan 30 persen lebih suara, atau 41 kursi parlemen. Partai untuk Kebebasan (PVV) dan pemimpinnya Geert Wilders kalah.[27] Pada usia 43 tahun, ia juga menjadi perdana menteri termuda kedua dalam sejarah Belanda, setelah Ruud Lubbers.[28]

Pada bulan Maret 2012, dalam upaya memenuhi persyaratan Uni Eropa untuk mengurangi defisit negara, Rutte memulai perundingan dengan mitra koalisinya mengenai anggaran yang akan memangkas pengeluaran pemerintah sebesar 16 miliar euro. Namun, pemimpin PVV, Geert Wilders, menarik dukungan informal partainya dari pemerintah pada tanggal 21 April, dengan menyatakan bahwa anggaran yang diusulkan akan menghambat pertumbuhan ekonomi.[29] Hal ini menyebabkan runtuhnya pemerintahan lebih awal dan Rutte mengajukan pengunduran dirinya kepada Ratu Beatrix pada sore hari tanggal 23 April.[30] Pemerintahannya berlangsung selama 558 hari, menjadikannya salah satu kabinet Belanda terpendek sejak Perang Dunia II.[29]

Masa jabatan kedua

[sunting | sunting sumber]
Rutte dan Presiden AS Barack Obama dalam konferensi pers di Rijksmuseum, 24 Maret 2014

Menjelang pemilihan umum 2012, Rutte kembali ditunjuk sebagai kandidat utama VVD untuk ketiga kalinya. Pada pemilu September, VVD memperoleh tambahan 10 kursi dan tetap menjadi partai terbesar di DPR, sementara CDA dan PVV mengalami penurunan besar dalam jumlah kursi.[31] VVD kemudian dengan cepat membentuk koalisi dengan Partai Buruh, dan Rutte kembali menjabat sebagai perdana menteri dalam kabinet Rutte II pada 5 November 2012.[32]

Pada 2014, Den Haag menjadi tuan rumah pertemuan khusus G7 setelah pesawat Malaysia Airlines Penerbangan 17 ditembak jatuh di Ukraina dengan 193 warga Belanda di dalamnya.[butuh rujukan]

Pada April 2016, Rutte diangkat oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim sebagai anggota Panel Tingkat Tinggi tentang Air, yang diketuai oleh Presiden Mauritius Ameenah Gurib dan Presiden Meksiko Enrique Peña Nieto. Panel ini dibentuk untuk mempercepat penerapan Sustainable Development Goal 6 (SDG 6).[33] Pada bulan yang sama juga diadakan referendum kontroversial terkait Perjanjian Asosiasi Ukraina–Uni Eropa 2016, yang hasilnya ditolak. Pada November 2016, DPR menyetujui larangan penggunaan burqa di ruang publik seperti sekolah dan rumah sakit dengan 132 suara mendukung dan 18 menolak, yang didukung oleh VVD.[34]

Kabinet Rutte II menyelesaikan masa jabatan empat tahun penuh tanpa runtuh atau kehilangan mosi tidak percaya, menjadikannya kabinet pertama yang berhasil melakukannya sejak kabinet Kok I (1994–1998).[35]

Masa jabatan ketiga

[sunting | sunting sumber]
Mark Rute dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memamerkan ponsel Nokia lama mereka pada tahun 2019

Pada pemilihan umum tahun 2017 Mark Rutte kembali menang dan kembali memimpin belanda untuk yang ketiga kalinya.[36]

Hasil penghitungan 93% suara menunjukkan partai Rutte memenangi 31 dari 150 kursi di parlemen, menjadikan mereka sebagai pemegang kursi terbesar.[36]

Hasil itu menjadi pukulan bagi populisme yang tengah menguat di Eropa dan Amerika Serikat.[36]

Penantang utama Partai Libe­ral, Partai untuk Kebebasan (PVV), yang dipim­pin politikus anti-pengungsi dan anti-Islam Geert Wilders kalah karena hanya mampu meraup 19 kursi.[36]

Pada Juli 2018, Rutte menjadi topik berita internasional karena apa yang dianggap sebagai "keterusterangan tipikal Belanda", dengan menyela dan secara eksplisit menentang presiden Amerika Serikat Donald Trump selama pertemuan dengan pers di Kantor Oval di Gedung Putih.[37][38]

Pemerintah ketiga Rutte menyediakan bahan-bahan untuk kelompok pemberontak Front Levant di Suriah.[39] Pada September 2018, departemen kejaksaan Belanda menyatakan Front Levant sebagai "organisasi kriminal cenderung teroris", menggambarkannya sebagai kelompok "salafi dan jihad" yang "berjuang untuk mendirikan kekhalifahan".[40]

Pada 21 Maret 2018, diadakan referendum Undang-Undang Dinas Intelijen dan Keamanan Belanda. Itu mengakibatkan penolakan. Pada pemilihan provinsi 2019, VVD Rutte mengalami pukulan menyusul kemenangan pendatang baru populis sayap kanan Forum untuk Demokrasi (FvD).

Rutte dan Presiden AS Joe Biden di KTT G20 Roma, 31 Oktober 2021

Selama negosiasi untuk dana pemulihan COVID-19 di Uni Eropa, Rutte dianggap sebagai pemimpin tidak resmi dari Frugal Four,[41] menuntut pinjaman alih-alih hibah dan lebih banyak persyaratan untuk mereka.

Selama debat parlementer pada 9 September 2020, Rutte menyarankan agar UE dapat dibubarkan dan dibentuk kembali tanpa Polandia dan Hungaria, karena dia menganggap pemerintah negara-negara ini membongkar rule of law.[42][43][44]

Pada 15 Januari 2021, kabinet Rutte ketiga mengundurkan diri secara kolektif setelah publikasi penelitian seputar skandal subsidi pengasuhan anak di Belanda.[45] Rutte mengajukan pengunduran dirinya kepada Raja, menerima tanggung jawab atas skandal tersebut.[46]

Masa jabatan keempat

[sunting | sunting sumber]
Rutte bertemu dengan PM Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada 2 Februari 2022, tepat 22 hari sebelum invasi Rusia ke Ukraina

Setelah pemilihan umum Belanda 2021, partai VVD Rutte memegang 34 dari 150 kursi dan diperkirakan akan membentuk pemerintahan koalisi baru.[47] Setelah menjadi perdana menteri sementara selama proses pembentukan terlama dalam sejarah Belanda, pada 15 Desember 2021 ia mengajukan kesepakatan koalisi dengan D66, CDA dan CU, kombinasi yang sama dengan pemerintahan sebelumnya.[48]

Pada Oktober 2022, Rutte menyerukan penyelidikan atas dugaan kejahatan perang dan pelanggaran HAM dalam perang Armenia–Azerbaijan di Nagorno-Karabakh.[49]

Selama masa jabatan keempatnya, Rutte tersandung skandal "Nokiagate" karena diketahui menghapus sebagian besar pesan SMS di ponsel Nokianya selama bertahun-tahun, melanggar hukum kearsipan.[50] Ia beralasan memori ponselnya cepat penuh, tetapi alasan ini ditolak oleh para menteri lain.[51] Skandal ini merusak citra pemerintahannya yang berjanji memulihkan kepercayaan publik dan memperbaiki tata kelola, termasuk modernisasi hukum arsip dan transparansi informasi.[51]

Pada Januari 2023, AS, Jepang, dan Belanda sepakat membatasi ekspor chip canggih ke Tiongkok.[52] Pemerintah Belanda kemudian menerapkan pembatasan pada Maret 2023 untuk alasan keamanan nasional, yang berdampak pada perusahaan semikonduktor besar ASML.[53] Pada Januari 2024, pembatasan tambahan diberlakukan,[54] tetapi pada 27 Maret 2024, Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan bahwa "tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan kemajuan teknologi Tiongkok".[55]

Rutte bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, dan Presiden Tunisia Kais Saied, 16 Juli 2023

Perbedaan pandangan soal imigrasi memecah koalisi empat partai ini—VVD dan CDA ingin membatasi, sedangkan D66 dan CU menolak. Pada 7 Juli 2023, mereka gagal mencapai kesepakatan dan sepakat bubar. Rutte pun langsung mengajukan pengunduran diri pemerintahannya.[56][57] Raja meminta Rutte tetap menjalankan tugas sebagai pemerintahan sementara.[58] Tiga hari kemudian, Rutte mengumumkan mundur dari politik setelah kabinet baru terbentuk.[59][60]

Sebagai perdana menteri sementara, Rutte mengecam serangan 7 Oktober 2023 dan menyatakan dukungan kepada Israel.[61][62] Ia menjadi pemimpin asing pertama yang berbicara dengan PM Israel Netanyahu, dan kemudian berkunjung ke Yerusalem untuk menunjukkan solidaritas.[63] Ia menolak gencatan senjata di Gaza tetapi mendukung "jeda kemanusiaan".[64][65] Meski Belanda memberi bantuan militer ke Israel, pengadilan Belanda memerintahkan penghentian ekspor suku cadang jet tempur F-35 ke Israel pada Februari 2024.[66]

Pemilu dini digelar pada 22 November 2023 dengan Dilan Yeşilgöz memimpin VVD.

Pada Februari 2024, Rutte mengunjungi Arab Saudi dan bertemu Putra Mahkota Mohammed bin Salman membahas kerja sama luas.[67] Ia kemudian hadir di Paris dalam KTT darurat tentang Ukraina, di mana ia menyumbang €100 juta untuk pembelian amunisi bagi Ukraina[68][69] dan meningkatkan dukungan menjadi €250 juta saat mengunjungi Kharkiv bersama Zelensky, sekaligus menandatangani perjanjian keamanan bilateral.[70][71]

Rutte mengunjungi rumah sakit militer di Kharkiv, Ukraina, 1 Maret 2024

Bulan itu juga, Rutte memperingatkan Israel akan sanksi jika melancarkan invasi besar ke Rafah,[72] dan bertemu Xi Jinping membahas invasi Rusia ke Ukraina. Ia mendesak Tiongkok menggunakan pengaruhnya terhadap Rusia, dengan menegaskan bahwa keberhasilan Rusia di Ukraina akan mengancam seluruh Eropa.[73]

Pada 14 April 2024, Rutte mengecam serangan Iran terhadap Israel dan menyerukan sanksi terhadap Iran serta memasukkan IRGC ke daftar teroris Uni Eropa.[74]

Pemerintah Rutte mengizinkan Ukraina menggunakan jet tempur F-16 buatan Belanda untuk menyerang target di Rusia pada Mei 2024,[75][76] dan ia menghadiri KTT perdamaian Ukraina pada Juni 2024, menilai tawaran damai Putin sebagai tanda kepanikan.[77]

Masa jabatan keempat Rutte berakhir dengan pelantikan kabinet Schoof, dipimpin oleh Dick Schoof, mantan Sekjen Kementerian Kehakiman dan Keamanan.[78]

Sekretaris Jenderal NATO

[sunting | sunting sumber]
Rutte sebagai Sekretaris Jenderal NATO bertemu dengan PM Polandia Donald Tusk di Warsawa, 13 November 2024

Rutte menggantikan Jens Stoltenberg sebagai Sekretaris Jenderal NATO pada 1 Oktober 2024.[79][80][81] Meskipun sebelumnya ia mengatakan ingin menjadi guru SMA setelah menjabat perdana menteri, ia mengumumkan pencalonannya pada Oktober 2023. Pencalonan ini didukung oleh AS, Inggris, Jerman, dan Prancis pada Februari 2024.[82][83][84][85] Rutte kemudian berhasil mengatasi penolakan dari Turki, Hungaria, Slovakia, dan Rumania, setelah pesaingnya, Presiden Rumania Klaus Iohannis, mundur seminggu sebelum penunjukannya resmi pada 26 Juni 2024.[82][86][87]

Pada Oktober 2024, Rutte menyebut lebih dari 600.000 tentara Rusia tewas atau terluka dalam perang melawan Ukraina.[88]

Sebagai Sekjen NATO, ia menyerukan negara anggota untuk meningkatkan anggaran dan produksi pertahanan, dengan menekankan perlunya "mentalitas masa perang" demi menjamin pertahanan kolektif dan mencegah serangan Rusia.[89]

Rutte berulang kali mendesak agar lebih banyak senjata dikirim ke Ukraina,[90][91] dan menegaskan bahwa perundingan damai di masa depan harus dipimpin Ukraina dari posisi kuat.[92]

Ia juga mengkritik sikap Tiongkok terhadap Taiwan, dengan menyatakan bahwa "Tiongkok menindas Taiwan dan berusaha mengakses infrastruktur vital kita dengan cara yang dapat melumpuhkan masyarakat kita." Ia menambahkan, "Rusia, Tiongkok, Korea Utara, dan Iran berusaha melemahkan Amerika Utara dan Eropa demi membentuk tatanan dunia sesuai kepentingan mereka sendiri."[93][94]

Rutte bersama Presiden AS Donald Trump pada 13 Maret 2025

Pada Maret 2025, setelah pemerintahan baru Trump menyatakan tidak mendukung keanggotaan Ukraina di NATO,[95] Rutte menegaskan bahwa Ukraina memang tidak pernah dijanjikan keanggotaan NATO dalam negosiasi damai,[96][97] serta menyatakan bahwa Eropa dan AS pada akhirnya perlu menormalkan kembali hubungan dengan Rusia setelah tercapai perdamaian.[98]

KTT NATO 2025 di Den Haag, yang menjadi KTT pertama Rutte sebagai Sekretaris Jenderal dan berlangsung di kota kelahirannya, diperkirakan akan menjadi ajang penyeimbang antara Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.[99][100][101]

Pada Juni 2025, Rutte menyatakan dukungan terhadap serangan AS ke fasilitas nuklir Iran; dalam pesan pribadi yang dipublikasikan Trump,[102][103] Rutte memuji dan berterima kasih atas "tindakan tegas" tersebut, menyebutnya sebagai sesuatu yang "luar biasa dan tak ada pemimpin lain yang berani melakukannya."[104]

Kehidupan pribadi

[sunting | sunting sumber]

Rutte masih lajang.[14][105] Ia adalah anggota Gereja Protestan Belanda.[106] Pada tahun 2021, Rutte masih mengajar IPS selama dua jam seminggu di Johan de Witt College, sebuah sekolah menengah di Den Haag.[22][107] Rutte dikenal sebagai penggemar berat tulisan Robert Caro, terutama bukunya tahun 1974 tentang Robert Moses, The Power Broker.[108] Dia mengendarai mobil lanjar Saab 9-3 tua.[109] Sebelum pindah ke Brussel pada tahun 2024 setelah diangkat sebagai Sekretaris Jenderal NATO, dia tinggal di sebuah apartemen di Benoordenhout, Den Haag, selama beberapa dekade.[110][111]

Penghargaan

[sunting | sunting sumber]

Sejarah elektoral

[sunting | sunting sumber]
Electoral history of Mark Rutte
Pemilu Badan Partai Pos. Jumlah suara Hasil Ref.
Kursi partai Individu
2003 Dewan Perwakilan Rakyat Partai Kebebasan dan Demokrasi Rakyat 11 4.297 28 Menang
2006 1 553.200 22 Menang
2010 1 1.617.636 31 Menang
2012 1 2.129.000 41 Menang
2017 1 1.760.117 33 Menang
2021 1 1.977.651 34 Menang [120]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. https://www.nato.int/cps/en/natohq/news_227064.htm
  2. "Mark Rutte: eerste liberale premier sinds 1918" (dalam bahasa Belanda). eenvandaag.nl. 7 October 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 26 May 2012. Diakses tanggal 23 April 2012.
  3. "Dutch PM Rutte and his government quit over child welfare scandal". Al Jazeera. 15 January 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 January 2021. Diakses tanggal 16 January 2021.
  4. "The buck stops here: Dutch govt quits over welfare scandal". Associated Press. 15 January 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 January 2021. Diakses tanggal 16 January 2021.
  5. "Dutch Prime Minister Mark Rutte and his entire Cabinet resign over child welfare scandal". CBS News. 15 January 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 January 2021. Diakses tanggal 16 January 2021.
  6. Henley, Jon (18 March 2021). "Netherlands election: Mark Rutte claims fourth term with 'overwhelming' victory". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 March 2021. Diakses tanggal 15 July 2023.
  7. "Mark Rutte resigns as Dutch PM amid migration dispute – National | Globalnews.ca", Global News, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 July 2023, diakses tanggal 7 July 2023
  8. Corder, Mike (7 July 2023). "Dutch premier resigns because of deadlock on thorny issue of migration, paving way for new elections". Associated Press. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 July 2023. Diakses tanggal 7 July 2023.
  9. Moses, Claire; Bilefsky, Dan (7 July 2023). "Dutch Government Collapses Over Plan to Further Limit Immigration". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 July 2023. Diakses tanggal 7 July 2023.
  10. "Dutch PM Rutte narrowly survives no-confidence vote". 2 April 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 April 2021. Diakses tanggal 25 June 2025.
  11. Henley, Jon (14 December 2021). "'Teflon' Mark Rutte set for fourth Dutch term after record-breaking talks". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 December 2021. Diakses tanggal 11 February 2024.
  12. de Gruyter, Caroline (28 June 2024). "NATO's New Leader Was Planning This the Whole Time". Foreign Policy. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 June 2024. Diakses tanggal 23 June 2024.
  13. Henley, Jon (10 July 2023). "Mark Rutte: the everyman Dutch PM whose 'Teflon' powers finally waned". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 July 2023. Diakses tanggal 25 June 2025.
  14. 1 2 (dalam bahasa Belanda) Drs. M. (Mark) Rutte, Parlement & Politiek. Retrieved 2 August 2014.
  15. Couglin, Con (26 June 2024). "Mark Rutte: Meet NATO's new secretary-general". Al Majalla. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 June 2024.
  16. "El primer ministro holandés respeta el confinamiento y no se despide de su madre enferma". Diario ABC (dalam bahasa Spanyol). 26 May 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 May 2020.
  17. Boersema, Wendelmoet. "25 Mei 2020". Trouw. Diakses tanggal 26 Mei 2020.
  18. "Rutte on Zomergasten: Wilders, multiculturalism and the 'last taboo'". Dutch News. 5 September 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 August 2020. Diakses tanggal 17 September 2024.
  19. O'Leary, Naomi (8 June 2018). "Mark Rutte: North's quiet rebel". Politico. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 June 2018. Diakses tanggal 17 September 2024.
  20. "Rutte opent Maerlant-Lyceum Den Haag". Hart van Nederland (dalam bahasa Belanda). 16 February 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 10 June 2020. Diakses tanggal 10 June 2020.
  21. "Rutte had pianoleraar kunnen zijn". De Pers. Diarsipkan dari asli tanggal 11 March 2012. Diakses tanggal 23 April 2012.
  22. 1 2 "CV | Mark Rutte". rijksoverheid.nl. Diarsipkan dari asli tanggal 20 March 2012. Diakses tanggal 23 April 2012.
  23. "Mark Rutte" (dalam bahasa Belanda). VVD. Diarsipkan dari asli tanggal 26 July 2014. Diakses tanggal 22 July 2014.
  24. 1 2 (Belanda)"Onvrede binnen VVD over Rutte," Algemeen Dagblad (31 October 2006). Retrieved 14 May 2014.
  25. "Tension mounts as VVD waits for Verdonk's reaction to voters' support". dutchnews.nl. 28 November 2006.
  26. (Belanda) Oranje, Joost and Guus Valk, "Kamp: VVD moet Rutte nu steunen," Diarsipkan 2014-05-15 di Wayback Machine. NRC Handelsblad (15 September 2007). Retrieved 14 May 2014. Literal English translation: "Verdonk was yesterday by Mark Rutte formally expelled from the VVD's parliamentary party in the House of Representatives after she had again voiced criticism of the party in the press." Dutch original: "Verdonk werd gisteren formeel door Mark Rutte uit de Tweede Kamerfractie van de VVD gezet, nadat zij in de pers opnieuw kritiek had geuit op de fractie."
  27. (Indonesia)Rutte Menang Lagi dalam Pemilu Belanda, www.dw.com. 17-04-2017
  28. "Rutte wordt niet jongste premier" (dalam bahasa Belanda). 13 August 2010. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 May 2021.
  29. 1 2 "Dutch government falls in budget crisis". BBC News. 23 April 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 April 2012. Diakses tanggal 24 April 2012.
  30. Gilbert Kreijger and Thomas Escritt (23 April 2012). "Dutch Prime Minister resigns in budget cuts row". Reuters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 August 2016. Diakses tanggal 24 April 2012.
  31. "Volg de verkiezingen 2014 live". De Volkskrant. Diarsipkan dari asli tanggal 15 September 2012.
  32. Baalen, C. C. van; Kessel, Alexander van, ed. (2016). Kabinetsformaties 1977-2012 [Cabinet Formations 1977-2012] (dalam bahasa Belanda). Amsterdam: Boom. hlm. 511–523. ISBN 978-94-6105-466-1.
  33. "United Nations Secretary-General, World Bank Group President Appoint High-Level Panel on Water". United Nations. 21 April 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 May 2016.
  34. "The Netherlands votes for partial restrictions of the burqa in public space]". The Independent. 29 November 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 November 2016.
  35. "Kabinet-Rutte II verslaat Lubbers III: langstzittende kabinet". NOS (dalam bahasa Belanda). 20 August 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 August 2017. Diakses tanggal 17 October 2017.
  36. 1 2 3 4 (Indonesia)Kemenangan Rutte Pupuskan Populisme, mediaindonesia.com. 17-04-2017
  37. "Trump got a dose of Dutch bluntness from visiting prime minister". The Washington Post. Diakses tanggal 29 January 2021.
  38. Rutte interrupts Trump! 4 Things that happened at the Rutte – Trump meeting
  39. "Dutch govt under fire for Syria opposition support". MSN. 11 September 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 1 February 2019. Diakses tanggal 8 February 2019.
  40. "Dutch funded 'jihadist' group in Syria, terror trial may now falter". Dutch News. 11 September 2018. Diakses tanggal 16 September 2018.
  41. Dodman, Benjamin (20 July 2020). "Dutch PM Mark Rutte, the thrifty europhile holding Europe hostage". France 24. Reuters, AFP. Diakses tanggal 21 July 2020.
  42. "[Opinion] Could we found a new EU without Hungary and Poland?". EUobserver (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 25 September 2020.
  43. "The frugal blues: An underappreciated threat to the European project". ECFR (dalam bahasa Inggris). 15 September 2020. Diakses tanggal 25 September 2020.
  44. "Plenaire verslagen". www.tweedekamer.nl (dalam bahasa Belanda). 9 September 2020. Diarsipkan dari asli tanggal 21 January 2021. Diakses tanggal 25 September 2020. Je moet gaan nadenken: kun je een begroting maken via een intergouvernementeel verdrag of kun je nu een Europese Unie oprichten zonder Hongarije en Polen?
  45. Erdbrink, Thomas (15 January 2021). "Government in Netherlands Resigns After Benefit Scandal". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-12-28. Diakses tanggal 16 January 2021.
  46. van den Berg, Stephanie (15 January 2021). "Dutch government resigns over childcare subsidies scandal". Reuters. Diakses tanggal 15 January 2021.
  47. "Dutch election: PM Mark Rutte claims victory and fourth term". BBC News. 18 March 2021. Diakses tanggal 17 April 2021.
  48. "Coalition agreement presented today after record long formation process". NL Times (dalam bahasa Inggris). ANP. 15 December 2021. Diakses tanggal 15 December 2021.
  49. "Mark Rutte: Azerbaijani war crimes must be investigated". NEWS.am. 6 October 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 October 2022.
  50. "Premier Rutte wiste jarenlang iedere dag zijn sms'jes". de Volkskrant (dalam bahasa Belanda). 18 May 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 May 2022. Diakses tanggal 10 July 2023.
  51. 1 2 Valk, Guus (18 May 2022). "Rutte bepaalde zélf welke sms'jes belangrijk waren en welke niet – en dat wringt". NRC (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 May 2022. Diakses tanggal 10 July 2023.
  52. "U.S. secures deal with Netherlands, Japan on China chip export limit – Bloomberg". Reuters (dalam bahasa Inggris). 27 January 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 January 2023.
  53. "US-China chip war: Netherlands moves to restrict some exports". BBC News. 9 March 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 March 2023.
  54. Madhok, Diksha (2 January 2024). "ASML forced to suspend some China exports after US escalates tech battle | CNN Business". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 January 2024.
  55. "Xi tells Dutch prime minister: No force can stop China's tech advance". CNBC. 28 March 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 March 2024.
  56. "Dutch PM Mark Rutte resigns after collapse of coalition government". Sky News. 8 July 2023. Diarsipkan dari asli tanggal 3 December 2023. Diakses tanggal 3 December 2023.
  57. "Mark Rutte hands in resignation to the king after coalition collapse". Euronews. 7 July 2023. Diarsipkan dari asli tanggal 3 December 2023. Diakses tanggal 3 December 2023.
  58. "Prime Minister Rutte tenders government's resignation". Government of the Netherlands. 8 July 2023. Diarsipkan dari asli tanggal 3 December 2023. Diakses tanggal 3 December 2023.
  59. "VVD-leider Mark Rutte stopt, kondigt vertrek uit politiek aan". nos.nl (dalam bahasa Belanda). 10 July 2023. Diakses tanggal 10 July 2023.
  60. Boztas, Senay (10 July 2023). "Dutch PM Mark Rutte to leave politics after collapse of government". The Guardian. Diarsipkan dari asli tanggal 3 December 2023. Diakses tanggal 3 December 2023.
  61. ""Israel has every right to defend itself," says Dutch PM". Dutch News. 8 October 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 October 2023.
  62. "The prime minister's diaries: This is what Netanyahu did on October 7". The Jerusalem Post. 4 April 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 April 2024.
  63. Berman, Lazar (23 October 2023). "Netanyahu to Dutch leader: This war is civilization vs. barbarism". The Times of Israel. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 October 2023. Diakses tanggal 17 September 2024.
  64. "Western countries oppose cease-fire in Gaza as humanitarian crisis unfolds". Anadolu Agency. 27 October 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 October 2023.
  65. "Rutte covering up negative info about Israel to protect future NATO job, officials say". NL Times. 22 January 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 January 2024.
  66. "Netherlands to challenge court ruling blocking F-35 spare part exports to Israel". NL Times. 12 February 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 July 2025.
  67. "The Tweede Kamer urges members of the Cabinet not to travel to World Cup in Saudi Arabia". NL Times. 16 February 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 July 2025.
  68. "EU seeks more ammunition for Ukraine to reverse Putin's advance". Luxembourg Times. 26 February 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 February 2024. Diakses tanggal 17 September 2024.
  69. Rose, Michel; Irish, John (27 February 2024). "France's Macron does not rule out Europeans sending troops to Ukraine". Reuters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 February 2024. Diakses tanggal 17 September 2024.
  70. "Rutte pledges more cash for Ukrainian ammunition during visit". Dutch News. 1 March 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 March 2024. Diakses tanggal 17 September 2024.
  71. "Netherlands' Rutte Signs Security Deal in Ukraine, Promising Artillery Funding". U.S. News & World Report. Reuters. 1 March 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 March 2024. Diakses tanggal 17 September 2024.
  72. ""Sanctions not excluded" if Israel opens large-scale attack on Rafah: Dutch PM Rutte". NL Times. 20 March 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 July 2025.
  73. "Chinese Leader to Dutch PM: Restricting Technology Access Won't Stop China's Advance". VOA News. 27 March 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 March 2024.
  74. "EU plans sanctions, urges calm after Iran strikes Israel". Deutsche Welle. 18 April 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 April 2024.
  75. "NATO chief reiterates Ukraine's right to strike 'legitimate military targets' inside Russia". Anadolu Agency. 31 May 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 31 May 2024.
  76. "Ukraine can strike Russian targets with Dutch F-16s". Politico. 3 June 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 June 2024.
  77. "Putin's 'peace talks' statement shows panic – Dutch PM Mark Rutte". NV (dalam bahasa Inggris). 16 Juni 2024. Wikidata Q126689515. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 June 2024.
  78. "Ministers en staatssecretarissen kabinet-Schoof beëdigd" [Ministers and state secretaries of Schoof cabinet sworn in]. NOS (dalam bahasa Belanda). 2 July 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 July 2024. Diakses tanggal 2 July 2024.
  79. "Mark Rutte takes over as NATO chief". Le Monde. 1 October 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 October 2024. Diakses tanggal 1 October 2024.
  80. Rankin, Jennifer (1 October 2024). "Mark Rutte takes charge of Nato at a perilous moment for Ukraine". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 September 2024. Diakses tanggal 1 October 2024.
  81. "NATO's new chief makes Ukraine support a top priority and says he will work with any US president". AP News. 3 October 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 October 2024. Diakses tanggal 3 October 2024.
  82. 1 2 De Koning, Petra; Aharouay, Lamyae (5 June 2024). "NAVO-secretaris-generaal Stoltenberg gaat naar Boedapest om Rutte te helpen" [NATO Secretary General Stoltenberg will visit Budapest to help Rutte]. NRC (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 June 2024. Diakses tanggal 6 June 2024.
  83. "UK backs outgoing Dutch PM as next Nato chief". BBC. 22 February 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 February 2024.
  84. Lange, Laurens (23 February 2024). "Rutte heeft unanieme steun nodig – sommige NAVO-landen zien liever andere baas" [Rutte needs unanimous support – some NATO members would rather have another boss]. RTL Nieuws (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 February 2024. Diakses tanggal 23 February 2024.
  85. "Mark Rutte weigerde in januari 2023 nog om NAVO-baas te worden" [Mark Rutte refused to become NATO leader in January 2023]. NU.nl (dalam bahasa Belanda). 25 June 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 June 2024. Diakses tanggal 25 June 2024.
  86. "Rutte over nieuwe baan: 'Drie maanden vrij en dan hard werken'" [Rutte about new job: 'Three months of vacation and hard work thereafter']. NOS (dalam bahasa Belanda). 20 June 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 June 2024. Diakses tanggal 20 June 2024.
  87. "Mark Rutte officieel benoemd tot nieuwe secretaris-generaal NAVO" [Mark Rutte officially appoint new Secretary General of NATO]. RTL Nieuws (dalam bahasa Belanda). 26 June 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 June 2024. Diakses tanggal 26 June 2024.
  88. "Russia has suffered 600,000 casualties in Ukraine war, says Nato". The Telegraph. 28 October 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 October 2024.
  89. Brouwers, Arnout (12 December 2024). "Rutte roept Navolanden op tot veel snellere verhoging van defensiebudget: 'De turbo moet erop'" [Rutte calls on NATO member nations to quickly raise defense budgets: 'We should turbo charge']. de Volkskrant (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 December 2024. Diakses tanggal 15 December 2024.
  90. "Rutte Urges More NATO Arms as Ukraine Spending Goal in Sight". Bloomberg. 16 October 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 October 2024.
  91. "Nato's Rutte says Ukraine needs more weapons, not new ideas". Financial Times. 3 December 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 October 2024.
  92. "NATO wants to put Ukraine in a position of strength for any Russia peace talks". Euronews. 18 December 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 December 2024.
  93. "China is bullying Taiwan: NATO Secy General Mark Rutte, condemns lack of transparency in nuclear expansion". The Economic Times. 15 December 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 December 2024.
  94. "Nato chief says it must build Indo-Pacific ties to meet China's military challenge". South China Morning Post. 10 June 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 June 2025. Diakses tanggal 12 June 2025.
  95. Mpoke-Bigg, Matthew; Chutel, Lynsey; Troianovski, Anton (14 March 2025). "Why Isn't Ukraine in NATO and What Has Trump Said?". New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 February 2025. Diakses tanggal 16 March 2025.
  96. Pugnet, Aurélie (14 March 2025). "Ukraine's NATO membership never guaranteed in peace deal, Rutte clarifies". EURACTIV. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 February 2025. Diakses tanggal 16 March 2025.
  97. "Rutte: Issue of Ukraine's accession to NATO removed from negotiating table". Interfax-Ukraine. 14 March 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 March 2025. Diakses tanggal 16 March 2025.
  98. Körömi, Csongor (13 March 2025). "NATO chief opens door to restoring Russia relations after Ukraine war". POLITICO. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 March 2025. Diakses tanggal 16 March 2025.
  99. Anthony Deutsch (23 June 2025). "Rutte aims to steer NATO summit around Trump turbulence". Reuters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 June 2025. Diakses tanggal 23 June 2025.
  100. Corder, Mike (23 June 2025). "NATO chief says Ukraine remains vital at summit despite Zelenskyy's absence from leaders' meeting". AP News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 June 2025. Diakses tanggal 25 June 2025.
  101. Gozzi, Laura; Kirby, Paul (25 June 2025). "Leaders gather in Hague as Nato chief Rutte says higher spending top priority". BBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 June 2025. Diakses tanggal 25 June 2025.
  102. "Flatterer-in-chief: How NATO's Rutte worked to win over Trump". France 24. 24 June 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 June 2025. Diakses tanggal 25 June 2025.
  103. Sabbagh, Dan (24 June 2025). "'Another big success': Nato leader flatters Trump before The Hague summit". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 June 2025. Diakses tanggal 25 June 2025.
  104. Sanger, David E. (24 June 2025). "Live Updates: Shaky Cease-Fire Takes Hold, Under Pressure From Trump". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 June 2025. Diakses tanggal 24 June 2025.
  105. "Ten things you didn't know about prime minister Mark Rutte". Dutch News. 3 November 2015. Diakses tanggal 14 March 2017.
  106. "Rutte: Het geloof blijft een worsteling voor mij". RD.nl (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 30 October 2019.
  107. "Mark Rutte als leraar: 'Hij is grappig, beetje streng en neemt nooit zijn telefoon op'". RTL Nieuws (dalam bahasa Belanda). 8 October 2016. Diakses tanggal 10 June 2020.
  108. "The Dutch Prime Minister Is a Big Fan of Robert Caro". The New York Times. 13 May 2016. Diakses tanggal 31 March 2017.
  109. "Mark Rutte ( the prime minister of the Netherlands) Continues to Drive Saab". Saab Planet. 1 June 2020. Diakses tanggal 1 June 2020.
  110. Rubio, Ilah (10 July 2023). "Gemengde gevoelens over vertrek Mark Rutte in zijn eigen buurt: 'Op wie moet ik nu stemmen?'" [Mixed feelings about Mark Rutte's departure in his own neighbourhood: 'Who should I vote for now?']. Algemeen Dagblad (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 July 2023. Diakses tanggal 20 July 2023.
  111. Conradi, Peter (26 July 2020). "Holland's 'Mr No' Mark Rutte sees off EU but risks putting Eurosceptics in saddle". The Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 April 2025. Diakses tanggal 20 July 2023.
  112. 2019-S8 – Honorary Companion (AC) in General Division (9 October 2019) Diarsipkan 15 October 2019 di Wayback Machine.
  113. "Besluit van 2 juli 2024, nr. 2024001724, houdende verlening van een onderscheiding aan oud-Minister-President Mark Rutte". Staatscourant. 4 July 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 July 2024.
  114. "Oud-premier Rutte krijgt hoge onderscheiding van koning". Nederlandse Omroep Stichting. 5 July 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 September 2024.
  115. "Le onorificenze della Repubblica Italiana". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 December 2024.
  116. @LucFrieden (June 7, 2024). "Very happy to welcome my friend, Prime Minister Mark Rutte in Luxembourg..." (Tweet). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 June 2024 via X.
  117. "[DNF] Fotoarchief Denieuwsfoto". www.ppe-agency.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 July 2023.
  118. Про відзначення державними нагородами України – official website of the Parliament of Ukraine Diarsipkan 3 December 2024 di Wayback Machine.
  119. Van de Ven, Liam (30 November 2024). "Op het VVD-congres worden de critici vakkundig doodgeknuffeld" [At the VVD convention, critics are expertly hugged to death]. NRC (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 November 2024. Diakses tanggal 1 December 2024.
  120. "Proces-verbaal verkiezingsuitslag Tweede Kamer 2021" [Report of the election results House of Representatives 2021] (PDF). Dutch Electoral Council (dalam bahasa Belanda). 29 March 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 April 2021.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Didahului oleh:
Jan Peter Balkenende
Perdana Menteri Belanda
2010–Sekarang
Petahana
Menteri Urusan Umum
2010–Sekarang