Lambang Sulawesi Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Lambang Sulawesi Barat
Perangko Lambang Provinsi Sulawesi Barat

Lambang Sulawesi Barat terdiri dari beberapa bagian yaitu: Pola Meander Kalumpang Tegak berwarna emas, daratan dan lautan, gugusan gunung, persawahan, perahu sandeq, ombak, padi, bunga melati, sutera, trisula, payung, bintang bersudut lima, bendera merah putih yang bertuliskan motto provinsi, dan Balenga Lita'.[1]

Tiap bagian memiliki makna masing-masing:

  1. Lambang berupa Balenga Leta' atau periuk berwarna putih yang melambangkan semua hal dari Sulawesi Barat adalah hasil yang baik dan berciri khas Sulawesi Barat.
  2. Ditengah lambang ada artefak meander kalumpang tegak yang berwarna emas, jumlahnya 14 baik di sisi dalam maupun luar yang saling bertautan, melambangkan Sulawesi Barat yang pada masa kolonial disebut Afdeeling Mandar terdapat 14 bekas kerajaan suku Mandar yang diharapkan sampai sekarang akan tetap bersatu padu baik didalam maupun diluar Sulawesi Barat. Warna emas itu sendiri bermakna kesejahteraan, keagungan, dan ketentraman.
  3. Daratan dan Lautan menggambarkan geografi Sulawesi Barat yang terdiri dari daratan dan lautan yang di dalamnya kaya akan sumber daya alam. Warna hijau sendiri menggambarkan kesuburan, sedangkan warna biru menggambarkan kedalaman.
  4. Gunung dan Sawah menggambarkan provinsi ini yang memiliki gugusan gunung dan persawahan yang luas.
  5. Perahu sandeq adalah perahu tradisional suku Mandar dengan posisi menghadap depan melambangkan orang Mandar harus terus maju. Warna putih pada perahu melambangkan niat dan keikhlasan untuk berubah ke arah yang lebih baik.
  6. Ombak berjumlah lima melambangkan lima kabupaten yang ada saat provinsi ini terbentuk, yaitu Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Mamasa, Kabupaten Polewali Mandar, dan Kabupaten Mamuju Utara yang sekarang disebut Kabupaten Pasangkayu. Sejak provinsi ini terbentuk terjadi pemekaran wilayah sehingga terbentuk Kabupaten Mamuju Tengah.
  7. Padi sebagai makanan pokok masyarakat Sulawesi Barat melambangkan kesejahteraan, sedangkan bunga melati melambangkan keharuman, kesucian, keterbukaan, dan keanggunan. Kedua tangkainya disilangkan melambangkan orang Mandar yang mengerti tata krama dan sopan santun, serta diikat dengan sutera berwarna merah yang melambangkan keberanian.
  8. Trisula atau Doe Pakka memiliki tiga ujung yang tajam, masing-masing bermakna Awaraniang, Amatadangan, dan Asugiang atau berarti keberanian, pikiran tajam, dan kaya ilmu. Senjata ini berdiri tegak dan kokoh melambangkan kejujuran, sedangkan warna hitamnya melambangkan kebersahajaan.
  9. Payung melambangkan perlindungan. Warna emasnya melambangkan kejayaan, kesejahteraan, dan ketentraman.
  10. Bintang melambangkan cita-cita yang tinggi, selain itu bintang juga merupakan lambang sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan.
  11. Bendera merah putih adalah Bendera Indonesia dan didalamnya bertuliskan motto "Mellete Diatonganan" yang berarti Meniti Kebenaran.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Peraturan Daerah Sulawesi Barat Nomor 8 Tahun 2006" (PDF). jdih.setjen.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2019-04-08. Diakses tanggal 2019-04-13.