Kota Tainan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Tainan
臺南
—  Munisipalitas pusat  —
Kota Tainan • 臺南市

Bendera

Lambang
Nama lain: Kota Selatan (南市)
Kota Pemerintah (府城),[1]
Negara  Republik Tiongkok
Wilayah Taiwan Barat Daya
Pusat pemerintahan Distrik Anping (安平區) Distrik Xinying (新營區)
Pemerintahan
 • Wali kota William Lai (賴清德)
Luas(Peringkat 7 dari 22)
 • Total 2,191.6.531 km2 (846.2.020 mil²)
Populasi (Desember 2010)
 • Total 1.873,794
 • Kepadatan 854,97/km2 (221,440/sq mi)
  Populasi peringkat 6 dari 22
Distrik 37
Burung Pica hudsonia[2]
Bunga Delonix regia
Pohon Delonix regia
Situs web Bahasa Inggris Bahasa Mandarin

Kota Tainan (Hanzi: 臺南市, Bahasa Minnan: Tailam Chi) adalah kota tertua yang didiami oleh bangsa Han di Taiwan dalam sejarahnya.[3] Pertama dipilih Belanda sebagai benteng pertahanannya di Taiwan dengan mendirikan Port Zeelandia di Anping sekarang pada tahun 1634.[4]

Kota Tainan yang sekarang adalah hasil penggabungan dari Kota Tainan dan Kabupaten Tainan menjadi minusipalitas setingkat provinsi pada tanggal 25 Desember 2010. Penggabungan ini berdasarkan keputusan Eksekutif Yuan pada tanggal 29 Juni 2009 yang juga menetapkan keputusan penggabungan Kota Taichung dan Kabupaten Taichung, Kota Kaohsiung dan Kabupaten Kaohsiung serta penaikan status Kabupaten Taipei menjadi daerah administrasi setingkat provinsi.

Setelah penggabungan ini, kota Tainan menjadi kota terbesar peringkat kelima di Taiwan dalam hal populasi, setelah New Taipei, Kaoshiung, Taichung dan Taipei.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Tainan adalah kota tertua di Taiwan, menyebabkan kota ini kaya akan peninggalan bersejarah. Tainan juga merupakan ibukota pemerintahan Taiwan di zaman Dinasti Qing sampai pada tahun 1895 sewaktu Jepang memindahkan pusat pemerintahan ke Kota Taipei di utara.

Zaman Pendudukan Belanda (1622 - 1662)[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1622, Tainan diduduki oleh Belanda yang mundur dari Pescadores setelah diusir oleh armada Dinasti Ming. Belanda kemudian mendirikan benteng pertahanan yang semula dinamakan Port Orange, kemudian berganti nama menjadi Port Zeelandia di wilayah Anping sekarang. Port Zeelandia sekarang telah berganti nama menjadi Kastil Kuno Anping. Belanda juga membangun jalan yang menghubungkan antara wilayah Anping dengan Kompleks Provintia di pusat kota Tainan, menjadi apa yang dikenal sebagai Gedung Chihkan sekarang.

Negeri Belanda meletakkan administrasi Formosa di bawah penguasaan VOC yang berkedudukan di Batavia. Jadi secara tidak langsung, Formosa pada zaman pendudukan Belanda adalah termasuk wilayah Hindia Belanda. Namun kekuasaan mereka tidak bertahan lama yang diakhiri dengan penyerahan tanpa syarat kepada Jenderal Koxinga, seorang jenderal Ming yang menyerang Tainan pada tahun 1661.

Zaman Dinasti Ming (1662 - 1682)[sunting | sunting sumber]

Pintu Gerbang Kuil Kongtzu di Jalan Nanmen, Tainan

Setelah pengusiran Belanda oleh Koxinga pada tahun 1661, Koxinga kemudian bertekad meneruskan Dinasti Ming di Tainan karena Dinasti Qing telah menguasai hampir seluruh Tiongkok pada masa itu. Koxinga kemudian mendirikan Karesidenan Chengtian yang berpusat di Kompleks Provintia. Kompleks Provintia kemudian berganti nama menjadi Gedung Chihkan sampai sekarang (Hanzi: 赤崁樓).

Ia juga menggantikan nama Fort Zeelandia menjadi Anping. Ia mendirikan Kuil Kongtzu (Hanzi: 孔子廟) di Tainan dan menjadikannya yang pertama di Taiwan yang sebenarnya berfungsi utama sebagai sekolah pada tahun 1665.[5] Ia juga menjalankan kebijakan moderat terhadap kaum aborigin yang merasa terdesak oleh pendatang sejak masa pendudukan Belanda. Koxinga juga membangun sistem irigasi dan memperluas sistem pertanian, menjadikan Tainan sebuah surga baru bagi orang Han.

Sepeninggal Koxinga, ia digantikan oleh anaknya, Zheng Jing. Zheng Jing melanjutkan kebijakan pemerintahan ayahnya. Ia juga mengangkat Chen Yonghua sebagai penasehatnya. Pada tahun 1682, Pemerintah Qing yang telah menguasai seluruh Tiongkok melancarkan serangan untuk menaklukkan Tainan. Mereka kemudian berhasil mengakhiri Dinasti Ming secara menyeluruh setelah menaklukkan Zheng Jing.

Zaman Dinasti Qing (1683 - 1895)[sunting | sunting sumber]

Pemerintah Qing mengubah Karesidenan Chengtian menjadi Karesidenan Taiwan di bawah administrasi Provinsi Fujian. Dinasti Qing juga memperbolehkan Inggris mendirikan perwakilan dagang di Anping. Membangun Kastil Emas Abadi (Hanzi: 億載金城) yang berfungsi sebagai kastil pertahanan bagi wilayah Tainan. Gedung Chihkan juga direnovasi menjadi bentuknya sekarang dengan arsitektur Tiongkok.

Tahun 1885, Karesidenan Taiwan dinaikkan statusnya menjadi Provinsi Taiwan. Pada waktu yang bersamaan, Tainan juga ditingkatkan statusnya menjadi Karesidenan Tainan dan menjadi ibukota Provinsi Taiwan.

Masa Pendudukan Jepang (1895 - 1945)[sunting | sunting sumber]

Peperangan Jiawu pada tahun 1894 yang berakibat kekalahan Qing dari Jepang menjadikan Taiwan, Pescadores, Senkaku dan Ryukyu harus diberikan kepada Jepang tanpa syarat. Pada saat ini, status Tainan sebagai ibukota digantikan oleh Kota Taipei di utara Taiwan yang secara geografis letaknya lebih dekat dengan Jepang.

Depot dagang Inggris ditutup oleh Jepang. Stasiun KA Tainan dibangun dan status Tainan dinaikkan menjadi kotamadya setingkat di bawah Prefektur Taiwan. Tainan di bawah pemerintahan Jepang mendapatkan wajah modernnya sekarang.

Zaman Republik China[sunting | sunting sumber]

Tahun 1945, Jepang kalah Perang Dunia II dan menyerah tanpa syarat. Taiwan, Pescadores dan Senkaku dikembalikan ke pemerintahan nasionalis yang menjadi pemerintah resmi Tiongkok waktu itu. Tainan mendapatkan status sebagai kotamadya setingkat di bawah Provinsi Taiwan. Tainan pada mulanya tetap merupakan kota terbesar kedua di Taiwan, namun selanjutnya karena pembangunan pesat di kota-kota lainnya menjadikan Tainan kehilangan daya saing dalam bidang perekonomian. Untuk selanjutnya, Tainan menjadi kota terbesar keempat di bawah Kota Taipei, Kota Kaohsiung dan Kota Taichung.

Pada tanggal 25 Desember 2010, Kota Tainan bersama dengan Kabupaten Tainan bergabung dan ditingkatkan statusnya menjadi munisipalitas setingkat provinsi.

Letak geografis dan temperatur[sunting | sunting sumber]

Kota Tainan terletak di barat daya Taiwan. Di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Chiayi, timur dan selatan berbatasan dengan Kota Kaohsiung, di sebelah Barat berbatasan dengan Selat Taiwan.

Sebagian besar wilayah Tainan terletak di Dataran Rendah Chianan yang juga meliputi Kabupaten Yunlin, Kabupaten Chiayi, Kota Chiayi.

Sungai terbesar dan terpanjang yang melewati Kota Tainan adalah Sungai Zengwun yang merupakan sungai terpanjang keempat di Taiwan. Sungai ini praktis membelah Tainan menjadi bagian utara dan selatan.

Kota Tainan terletak di daerah iklim sub-tropis, suhu rata-rata per tahunnya adalah 23,8 derajat Celcius. Suhu terendah muncul pada bulan Januari 17.1 derajat Celsius sedangkan suhu tertinggi 29 derajat biasanya datang pada bulan Juli setiap tahunnya. Curah hujan sangat tidak rata sepanjang tahun, 80% dari curah hujan per tahunnya biasanya jatuh pada musim penghujan antara bulan Mei sampai September.

Politik[sunting | sunting sumber]

Walikota Tainan sekarang adalah William Lai, yang merupakan wali kota dari Partai Progresif Demokratik yang terpilih sejak tahun 2010. Walikota dipilih secara langsung 4 tahun sekali. William Lai merupakan wali kota pertama setelah status Tainan ditingkatkan menjadi munisipalitas pusat.

Dewan Perwakilan Kota Tainan adalah sebuah dewan perwakilan rakyat daerah yang bertugas mengawasi jalannya pemerintahan kota. Anggota dewan dipilih 4 tahun sekali, terakhir dipilih pada tahun 2010. Jumlah anggota dewan adalah 57 orang yang mewakili masing-masing distrik sesuai komposisi penduduk tiap distrik. Pada pemilihan terakhir, komposisi kursi perwakilan partai di dewan kota adalah KMT 13 kursi, DPP 27 kursi dan 17 kursi dari wakil non-partisan.

Pembagian administrasi[sunting | sunting sumber]

Kota Tainan terbagi atas 37 distrik, terdiri daripada 6 distrik yang semula dan 31 kota dan kecamatan bagian dari kabupaten Tainan. Keseluruhan wilayah administrasi ini menjadi distrik di dalam kota Tainan yang baru.

Daftar distrik di Kota Tainan[sunting | sunting sumber]

Pembagian distrik di Kota Tainan yang baru

Berikut adalah daftar distrik di Kota Tainan (diurut menurut nomor kode pos):

  1. Distrik Tengah-Barat
  2. Distrik Timur
  3. Distrik Selatan
  4. Distrik Utara
  5. Distrik Anping
  6. Distrik Annan
  7. Distrik Yongkang
  8. Distrik Guiren
  9. Distrik Xinhua
  10. Distrik Zhuozhen
  11. Distrik Yujing
  12. Distrik Nanxi
  13. Distrik Nanhua
  14. Distrik Rende
  15. Distrik Guanmiao
  16. Distrik Longqi
  17. Distrik Guantian
  18. Distrik Madou
  19. Distrik Jiali
  20. Distrik Xigang
  21. Distrik Qigu
  22. Distrik Jiangjun
  23. Distrik Xuejia
  24. Distrik Beimen
  25. Distrik Xinying
  26. Distrik Houbi
  27. Distrik Baihe
  28. Distrik Dongshan
  29. Distrik Liujia
  30. Distrik Xiaying
  31. Distrik Liuying
  32. Distrik Yanshui
  33. Distrik Shanhua
  34. Distrik Danei
  35. Distrik Shanshang
  36. Distrik Xinshi
  37. Distrik Anding

Distrik Tengah dan Barat semulanya merupakan 2 distrik terpisah, namun pada tahun 2004 atas dasar kemudahan administrasi kedua distrik tadi digabung menjadi satu.

Setelah penggabungan Kota Tainan dan Kabupaten Tainan, pusat pemerintahan tidak digabung menjadi satu karena pertimbangan lokasi dan pelayanan penduduk. Pemerintahan Kota Tainan yang baru terpisah di dua pusat pemerintahan semula. Pusat pemerintahan Kota Tainan yang lama kemudian diganti namanya menjadi Pusat Pemerintahan Yonghua (永華市政中心), berlokasi di Distrik Anping. Sedangkan pusat pemerintahan Kabupaten Tainan yang bekedudukan di Distrik Xinying berganti nama menjadi Pusat Pemerintahan Minzhi (民治市政中心).

Pemandangan malam hari pusat Kota Tainan

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Industri[sunting | sunting sumber]

Kota Tainan selain sebagai pusat kebudayaan juga mempunyai kawasan industri dan perkantoran yang menjadi pusat mata pencaharian bagi penduduk Kota Tainan dan sekitarnya.

Kawasan industri di Kota Tainan di antaranya adalah:

Komersial[sunting | sunting sumber]

Selain itu, Kota Tainan juga terkenal akan penganan kecil tradisionalnya. Ini juga menyebabkan seluruh di pelosok kota dapat ditemukan toko-toko menjual penganan tradisional khas Tainan dan merupakan salah satu kontribusi perputaran roda ekonomi yang penting.

Kawasan perkantoran terutama berlokasi di pusat Kota Tainan. Kawasan bisnis di sekitar Universitas Nasional Cheng Kung dan Stasiun Kereta Api Tainan juga merupakan pusat komersial selain kawasan bisnis Chungcheng.

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Pertanian merupakan mata pencaharian utama penduduk Kota Tainan di wilayah pedesaan. Ini dikarenakan Kota Tainan terletak di dataran Chianan yang luas dan relatif subur. Hasil pertanian dari Kota Tainan terkenal di seluruh Taiwan bahkan sampai ke luar negeri seperti Jepang, di antaranya:

Demografi[sunting | sunting sumber]

Peta kepadatan penduduk di Kota Tainan pada Desember 2009

Kota Tainan merupakan salah satu kota terpadat di Taiwan, hampir dua per tiga dari total populasi terkonsentrasi di wilayah selatan Sungai Zengwun. Beberapa alasan fenomena ini adalah dikarenakan industri dan bisnis komersial terpusat terutama di wilayah ini, sedangkan sebelah utara Sungai Zengwun merupakan wilayah pertanian dan budi daya perikanan.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sekolah tinggi[sunting | sunting sumber]

Pemandangan sekitar Universitas Nasional Cheng Kung di malam hari

Kota Tainan merupakan kota pendidikan ditandai dengan Kuil Kongtzu yang berumur 300 tahun lebih merupakan sekolah pertama di seluruh Taiwan.

Ada 5 universitas dan sekolah tinggi di Kota Tainan:

Universitas Nasional Cheng Kung dan Sekolah Menengah Atas Pertama Tainan yang berlokasi di Distrik Timur menjadikan distrik ini terkenal sebagai distrik pendidikan. Universitas Nasional Cheng Kung merupakan universitas yang terbuka bagi pengunjung luar.

Perpustakaan[sunting | sunting sumber]

Perpustakaan Kota Tainan berpusat di sebelah Taman Tainan. Di beberapa distrik, juga ada cabang perpustakaan kota yang melayani penduduk masing-masing distrik. Di samping itu, Perpustakaan Universitas Nasional Cheng Kung selain melayani mahasiswa universitas sendiri, juga melayani secara terbatas pengunjung-pengunjung luar sekolah yang ingin mencari informasi yang lebih lengkap.

Sosial Budaya[sunting | sunting sumber]

Pemandangan musim gugur di Jalan Dongfong, Tainan

Kota Tainan mempunyai beberapa gedung pusat kebudayaan di antaranya:

Di bidang olahraga, ada sebuah Stadion Bisbol Kota Tainan yang beralamat di Jalan Jiankang.[6] Beberapa kolam renang pemerintah maupun swasta melayani kebutuhan penduduk di pelosok Kota Tainan.

Kota Tainan sebagai pusat kebudayaan tradisional di Taiwan masih kental akan kebudayaan dan cara hidup tradisional sesuai Konfusianisme. Di bidang religius, mayoritas penduduk masih memeluk kepercayaan tradisional yang merupakan sinkretisme antara Taoisme, Buddhisme dan Konfusianisme dari zaman Ming. Di Tainan banyak sekali kelenteng-kelenteng yang menjadi pusat religius maupun wisata, beberapa di antaranya bahkan merupakan kelenteng tertua di Taiwan.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Letak Kota Tainan yang strategis menjadikannya sebagai tempat transit utama berbagai sistem lalu lintas Taiwan.

Transportasi darat[sunting | sunting sumber]

Stasiun bus Universitas Nasional Cheng Kung

Tainan memiliki jalan bebas hambatan sebesar 142.9 km, termasuk jalan bebas hambatan nasional, lokal dan pedalaman.[7] Jalan Negara Nomor 1 merupakan jalan bebas hambatan yang menghubungkan Kota Keelung dengan Kota Kaohsiung. Jalan ini membuka 2 pintu khusus untuk Kota Tainan. Di samping itu, ada pula sejumlah stasiun bus antar kota yang berpusat di sekitar Stasiun KA Tainan. Selain itu, juga ada Jalan Negara Nomor 8, Jalan Express Nomor 61 dan Jalan Express Nomor 86.

Kota Tainan juga dilewati oleh beberapa jalan provinsi seperti Jalan Provinsi Nomor 1, Nomor 17, Nomor 19 dan Nomor 20.

Untuk dalam kota Tainan, Perusahaan Bus Dalam Kota Tainan mempunyai 11 rute yang menghubungkan pelosok kota. Ada pula Perusahaan Bus Hsingnan yang melayani rute Kota Tainan dengan Kabupaten Tainan.

Stasiun KA Tainan juga merupakan salah satu stasiun utama di dalam rute KA Taiwan. Stasiun KA yang bertetangga dengan Universitas Nasional Cheng Kung menjadikan kawasan sekitarnya menjadi sebuah kawasan bisnis. Stasiun Kereta Api Express Taiwan untuk Tainan dibangun di daerah Guanmiao, Kabupaten Tainan. Sistem Kereta Api Express ini direncanakan akan mulai beroperasi mulai Oktober 2005. Di samping itu, terdapat rencana untuk sistem MRT Tainan. Namun, tidak ada perkembangan mengenai isu ini.[8]

Transportasi udara[sunting | sunting sumber]

Kota Tainan mempunyai satu bandara domestik yang menghubungkannya dengan beberapa kota besar di seluruh Taiwan. Bandara Domestik Tainan berlokasi di Distrik Selatan, merupakan sebuah bandar udara sipil yang meminjam fasilitas kepada pangkalan militer. Bandara Tainan kini mengoperasikan penerbangan ke Kinmen dan Makung.[9] Sebelumnya juga terdapat pelayanan ke Bandara Songshan di Taipei, tetapi pendapatannya jatuh (umumnya disetujui sebagai akibat dari operasi kerata api kecepatan tinggi dan meningkatnya harga bahan bakar).[10]

Transportasi laut[sunting | sunting sumber]

Kota Tainan mempunyai sebuah pelabuhan laut, Pelabuhan Anping yang melayani rute laut domestik ke Penghu dan Kaohsiung.

Objek pariwisata[sunting | sunting sumber]

Patung Dewi Matzu di Taman Sejarah Nasional Pelabuhan Anping, Tainan di malam hari
Masjid Tainan

Kota Tainan mempunyai banyak sekali situs pariwisata yang merupakan warisan budaya dan sejarah. Banyak di antaranya telah ditetapkan sebagai Peninggalan Sejarah Kategori 1 yang merupakan kategori tertinggi dan menikmati perlindungan dari pemerintah kota.

Situs sejarah dan wisata[sunting | sunting sumber]

Situs-situs sejarah yang juga merupakan situs wisata terkenal adalah:

Situs-situs wisata terkenal misalnya:

Di samping itu, Kota Tainan juga terkenal akan atraksi pasar malam yang hampir ada setiap malam. Pasar malam yang besar dan terkenal misalnya:

  • Pasar Malam Tatung (setiap Senin, Selasa dan Jumat)
  • Pasar Malam Hsiaopei (setiap Selasa dan Jumat)
  • Pasar Malam Huayuan (setiap Rabu dan Sabtu)
  • Pasar Malam Wusheng (setiap Rabu dan Sabtu)
  • Pasar Malam Yunghua (setiap Kamis dan Minggu)

Penganan tradisional[sunting | sunting sumber]

Kota Tainan juga terkenal akan penganan tradisionalnya, banyak pengunjung dari luar kota datang berpesiar ke Kota Tainan hanya demi menikmati penganan tradisional tersebut. Penganan terkenal seperti:

Akomodasi[sunting | sunting sumber]

Kota Tainan mempunyai beberapa hotel berbintang yang menjadi pilihan pebisnis luar negeri yang mengunjungi Taman Sains Tainan di Kabupaten Tainan ataupun turis yang mengunjungi Kota Tainan.

Hotel-hotel berbintang di Kota Tainan:

  • Hotel Tayih Landis
  • Hotel Tainan
  • Hotel Asia
  • Hotel JR Plaza
  • Hotel Cambrigde

Tokoh-tokoh terkenal dari Tainan[sunting | sunting sumber]

Kota-kota kembar[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah kota kembar Tainan:[12]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Tainan University of Technology official site
  2. ^ [1]
  3. ^ 《教育部重編國語辭典修訂本》,http://140.111.34.46/cgi-bin/newDict/dict.sh?idx=dict.idx&cond=%BBO%ABn%A5%AB&pieceLen=50&fld=1&cat=&imgFont=1 臺南市
  4. ^ "Anping Harbor National Historical Park". Tainan City Government. Diakses 2008-08-19. 
  5. ^ "Tainan Confucian Temple". Council for Cultural Affairs. Diakses 2008-08-19. 
  6. ^ "Parking near the Municipal Stadium" (dalam bahasa Chinese). Uni-President Lions. Diakses 2008-08-20. 
  7. ^ "2005 statistics". Tainan City Government. Diakses 2008-08-19. 
  8. ^ "MRT Plans" (dalam bahasa Chinese). Bureau of High Speed Rail. Diakses 2008-08-20. 
  9. ^ "Airlines". Tainan National Airport. Diakses 2008-08-20. 
  10. ^ "FAT to sell investments to cover costs". Taipei Times. 2008-03-01. Diakses 2008-08-20. 
  11. ^ "Inventor of the Week: Momofuku Ando". MIT. Diakses 2008-08-19. 
  12. ^ "Sister Cities". Tainan City Government. Diakses 2008-08-19. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]