Konsonan tak desis gesek dwibibir bersuara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Konsonan tak desis gesek dwibibir bersuara

Konsonan tak desis gesek dwibibir bersuara ([b͡β]) dalam Alfabet Fonetis Internasional (IPA) merupakan konsonan getar yang jarang dijumpai. Suara ini dihasilkan dengan menghasilkan "Konsonan letup dwibibir bersuara" atau bilabial stop [b] dan dilepaskan sebagai Konsonan desis dwibibir bersuara atau Voiced bilabial fricative [β]. Dan belum terdapat laporan penggunaan fonetis tersebut dalam bahasa yang diketahui.

Karakteristik Konsonan[sunting | sunting sumber]

Karakteristik konsonan dwibibir gesek tak bersuara:

  • Cara artikulasinya adalah africate (gesekan:, yang berarti menghasilkan suara dengan terlebih dahulu menghentikan aliran udara seluruhnya, kemudian membiarkan aliran udara melalui saluran yang menyempit di tempat artikulasi, menyebabkan turbulensi.
  • Tempat artikulasinya adalah bilabial, artinya diartikulasikan dengan kedua bibir.
  • Fonasinya bersuara, yang berarti dihasilkan dengan getaran pita suara.
  • Ini adalah konsonan lisan, yang berarti udara diperbolehkan keluar melalui mulut saja.
  • Ini adalah konsonan pusat, yang berarti dihasilkan dengan mengarahkan aliran udara di sepanjang bagian tengah lidah, bukan ke samping.
  • Mekanisme aliran udara adalah pulmonal, yang berarti diartikulasikan dengan mendorong udara hanya dengan paru-paru dan diafragma, seperti pada kebanyakan suara

Penggunaan[sunting | sunting sumber]

Bahasa Kata IPA Arti
Banjun[1] Templat:Contoh diperlukan
Inggris Broad Cockney[2] rub [ˈɹ̠ɐˑb͡β] 'mengusap'
Pengucapan[3]
Scouse[4] [ˈɹ̠ʊˑb͡β]
Shipibo[5] boko [ˈb͡βo̽ko̽] 'Intensitas kecil'
Ngiti[6] abvɔ [āb͡βɔ̄] 'Akar melintang'

Konsonan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ https://phoible.org/inventories/view/1384
  2. ^ Wells (1982), hlm. 322-323.
  3. ^ Gimson (2014), hlm. 172.
  4. ^ Wells (1982), hlm. 372.
  5. ^ Valenzuela, Márquez Pinedo & Maddieson (2001).
  6. ^ Kutsch Lojenga (1992), hlm. 31.