Kisah Para Rasul 11

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
pasal 10       Kisah Para Rasul 11       pasal 12
Papyrus 127, 5th century

Sebuah lembaran dari Papirus 127 (abad ke-5). Naskah ini memuat bagian-bagian Kisah Para Rasul 10-12 dan 15-17.
Kitab: Kisah Para Rasul
Bagian Alkitab: Perjanjian Baru
Kitab ke- 5
Kategori: Sejarah gereja

Kisah Para Rasul 11 (disingkat "Kis 11") adalah bagian Kitab Kisah Para Rasul dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Ditulis oleh Lukas, seorang Kristen yang merupakan teman seperjalanan Rasul Paulus.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Tempat[sunting | sunting sumber]

Tempat-tempat yang didatangi oleh Simon Petrus (merah) dan Saulus (=Paulus) (biru). Garis-garis merah merupakan batasan negara-negara modern sekarang.

Peristiwa-peristiwa yang dicatat dalam pasal ini terjadi di beberapa tempat mengikuti perjalanan tokoh-tokoh utamanya.

Ayat 26[sunting | sunting sumber]

Kisah Para Rasul 11:26b: Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Orang-orang yang percaya kepada Kristus (=Mesias atau "yang diurapi") disebut Kristen. Sejarawan asal Yahudi, Flavius Yosefus menyebut mereka "dari suku Kristen". Tacitus, sejarawan Romawi, menyebut mereka "Kristen, nama yang berasal dari Kristus". Asalnya mereka disebut pengikut "Jalan itu" (The Way). Kemudian, mereka menyebut diri sebagai orang-orang Kristen, meskipun mula-mula istilah itu merupakan suatu ejekan.[3] Kata "Kristen" (bahasa Yunani "christianos") hanya digunakan tiga kali dalam Alkitab dan hanya di bagian Perjanjian Baru (Kis 11:26; 26:28; 1Pet 4:16). Pada mulanya istilah ini berarti "seorang hamba atau pengikut Kristus". Dewasa ini telah menjadi istilah umum yang kehilangan arti aslinya dari Perjanjian Baru. Nama ini seharusnya menunjuk kepada nama Sang Penebus, yaitu Yesus Kristus (Rom 3:24), ide tentang hubungan intim orang percaya dengan Kristus (Rom 8:38-39) dan pikiran bahwa orang percaya menerima Dia sebagai Tuhan mereka (Rom 5:1) dan sumber keselamatan kekal (Ibr 5:9). Mengaku nama "Kristen" berarti bahwa Kristus dan Firman-Nya telah menjadi kekuasaan utama dan satu-satunya sumber pengharapan orang percaya untuk masa depan (Kol 1:5,27).[4]

Ayat 28[sunting | sunting sumber]

{Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius.[5]

Klaudius memerintah sebagai kaisar Romawi dari tahun 41-54 M. Bencana kelaparan terjadi pada tahun 47-48 M.[6]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN:9789794159219.
  2. ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN:9794159050.
  3. ^ The Nelson Study Bible. Thomas Nelson, Inc. 1997
  4. ^ The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  5. ^ Kisah Para Rasul 11:28
  6. ^ Bible Study Tools - Acts 11

Pranala luar[sunting | sunting sumber]