Kepolisian Daerah Jambi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kepolisian Daerah Jambi
Lambang Polda Jambi.png
SingkatanPolda Jambi
Yurisdiksi hukumProvinsi Jambi
Markas besarKota Jambi

Pejabat eksekutif
Situs web
jambi.polri.go.id

Kepolisian Daerah Jambi atau Polda Jambi (dulu bernama Komando Daerah Kepolisian (Komdak atau Kodak) V/Jambi) adalah pelaksana tugas Kepolisian RI di wilayah Provinsi Jambi. Polda Jambi tergolong polda tipe A karena itu dipimpin oleh seorang kepala kepolisian daerah yang berpangkat bintang dua atau (Inspektur Jenderal Polisi).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah panjang bangsa Indonesia telah tertoreh dalam sejarah kebangsaan dan perjuangan Bangsa Indonesia, yang tentunya tidak terlepas didalamnya peran insan - insan Bhayangkara. Sebagaimana diketahui bahwa Patih Majapahit, Gajah Mada merupakan embrio Bhayangkara di negeri ini.

Pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, satuan Polisi dibentuk untuk kepentingan pemerintah penjajah, namun pada waktu di Proklamirkan kemerdekaan Bangsa Indonesia satuan - satuan Polisi Istimewa yang telah memiliki senjata dengan heroik memproklamirkan diri sebagai Polisi Nasional Indonesia, bersama - sama rakyat dan unsur bersenjata lainnya dengan segenap kekuatan yang ada berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia, tidak terkecuali didaerah Jambi, disamping turut serta mengusir penjajah satuan Polisi tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam menjaga keutuhan kedaulatan wilayah Republik Indonesia, Polda Jambi telah turut berperan di dalam memelihara kamtibmas di wilayah konflik antara lain di Aceh, Kalimantan dan Timtim.

Karena Polisi merupakan bagian prasyarat suatu negara, Polri secara berkelanjutan dari waktu ke waktu terus berbenah memperbaiki kinerjanya selaku pelindung, pengayom, pelayan masyarakat dan penegak hukum, sehingga Polda Jambi mengalami perubahan – perubahan bentuk organisasi searah kebijaksanaan pimpinan guna menjawab tantangan kedepan.

Polda Jambi sejak diresmikan oleh Kapolri Letnan Jenderal Polisi Drs. Dibyo Widodo tanggal 2 Oktober 1996 yang merupakan penjabaran likuidasi Polda Sumbagsel, dimana sebelumnya merupakan kesatuan kewilayahan setingkat Polwil dengan kesatuan wilayah 1 (satu) Polresta, 6 (enam) Polres yaitu Polresta Jambi, Polres Batanghari, Polres Tanjung Jabung, Polres Bungo Tebo, Polres Sarolangun Bangko dan Polres Kerinci.

Validasi Polwil Jambi menjadi Polda Jambi merupakan hasil pertimbangan strategis pimpinan ABRI setelah melalui berbagai usul, saran dan masukan serta pertimbangan- pertimbangan pimpinan Polri serta pihak - pihak lain diluar Polri guna mengantisipasi berbagai perkembangan lingkungan dan kebutuhan organisasi Polri kedepan dalam menjawab perkembangan tantangan tugasnya dan menuntut pelayanan Polri yang semakin baik dan meningkat.

Hari Jadi Polda Jambi (hari jadi kesatuan) merupakan momentum peringatan terhadap nilai-nilai perjuangan kesatuan untuk dijadikan kaji ulang dan perbaikan pada masa yang akan datang.

Pada dasarnya Polda Jambi dengan dukungan sarana dan prasarana yang relatif terbatas, tetap dan selalu berupaya berkiprah meningkatkan pelaksanaan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakat sesuai eksistensinya sebagai Kepolisian Daerah.

Dengan keyakinan kebersamaan hubungan kerja yang diwarnai oleh azas - azas kemitraan Polri, maka Polda Jambi bertekad untuk mampu memenuhi tuntutan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat serta selaku alat negara penegak hukum yang senantiasa menjunjung tinggi kebenaran, keadilan dan kemanusiaan sesuai dengan kemandirian Polri dan selalu meningkatkan profesionalisme guna memenuhi tuntutan masyarakat yang menginginkan ketentraman di dalam mewujudkan kamtibmas.

Lintas Sejarah Perjuangan Kepolisian Daerah Jambi[sunting | sunting sumber]

Setelah berita Proklamasi secara resmi di terima dan disebarkan di kota Jambi, maka tindakan pertama kali dilakukan anggota Kepolisian bersama - sama pemuda dan rakyat kota Jambi adalah penaikan bendera Sang Merah Putih disertai penurunan semua bendera Jepang “ HINOMARU “. Anggota Kepolisian mempelopori penaikan bendera Merah Putih di semua tempat strategis.

Tanggal 11 Februari 1946[sunting | sunting sumber]

Dalam lintasan sejarahnya, embrio kesatuan Kepolisian Daerah berbentuk Kepolisian Keresidenan Jambi pada tahun 1946. pada masa ini tercatat pada buku sejarah “Perjuangan Kemerdekaan RI 1945 – 1949 di Propinsi Jambi“, yang disusun oleh Dewan Harian Angkatan 45 Propinsi Jambi Bahwa:

“Dari hasil rapat TKR tanggal 11 Februari 1946 ” yang dilakukan di Sarolangun, ditetapkan pembentukan Tri Resimen II Divisi II / Jambi, yang pada saat itu dijabat oleh KEISI TEUKU MOCHAMAD INSYA sebagai Komandannya, dengan penyesuaian pangkat menjadi LETNAN KOLONEL.

Tahun 1958[sunting | sunting sumber]

Kepolisian Daerah Jambi bernama Komisariat Kepolisian Jambi. Kepala Polisi Komisariat (KPKOM) Jambi yang pertama adalah Ajun Komisaris Besar Polisi Teuku Abdul Azis dan wakilnya Ajun Komisaris Besar Polisi R. Otong Wirahadi yang kemudian digantikan oleh Ajun Komisaris Besar Polisi R. Moedjoko Koesoemodirdjo dan wakilnya Ajun Komisaris Besar Polisi R. Ng. Manto Pranoto.

Tahun 1964[sunting | sunting sumber]

Sebelum Kepolisian Komisariat (KP Kom) diubah nama menjadi Komando Daerah Kepolisian (Komdak) V/Jambi, Markas Komando (Mako) terletak di Jalan Untung Surapati yaitu Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi Jalan Raden Matthaher sekarang. Pangdak V Jambi adalah sebagai berikut:

  1. Ajun Komisaris Besar Polisi R. Soetio Atmohadikoesoemo (1964–1965)
  2. Komisaris Besar Polisi Teoekoe Soelaiman Mahmoed (1965– 1969)

Tanggal 17 Juni 1969[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 17 Juni 1969 Komdak V/Jambi berubah menjadi Kodak V/Jambi, Pangdak dijabat oleh Komisaris Besar Polisi Soenardjo (1970–1973). Kemudian Komisaris Besar Polisi Soenardjo digantikan oleh Komisaris Besar Polisi Koer Hidayat (1971 – 1973), pada masa akhir jabatannya Kodak V/Jambi dilikuidasi dan bergabung dengan Kodak VI/Sumbagsek (Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu dan Jambi) dan Kepolisian Jambi menjadi Pengendali Antar Polres (Daltares) dengan dan Daltares Kolonel Polisi M. Ali Hanafiah.

Tahun 1974 – 1996[sunting | sunting sumber]

Tahun 1974 Daltares berubah menjadi Komando Antar Resor dengan wilayah meliputi Resort Kota (Resta) 631/Jambi, Resort 632/Batang Hari, Resort 633/Sarolangun Bangko. Komtares pada era Dantaresnya yaitu Kolonel Polisi Drs. Sri Wiyono berubah nama menjadi Komando Wilayah (Komwil) dan kemudian berubah kembali menjadi Kowil dan terakhir menjadi Kepolisian Wilayah (Polwil) dan dilanjutkan oleh beberapa Kapolwil penerus estafet kepemimpinan sebagai berikut:

  1. Kolonel Polisi Drs. Johni Haryono (1982–1984)
  2. Kolonel Polisi Drs. Sariaman Panjaitan (1984–1987)
  3. Kolonel Polisi Drs. Usman Ibrahim (1987–1989)
  4. Kolonel Polisi Drs. Syamsir Amiruddin (1989–1991)
  5. Kolonel Polisi Drs. Syahrel Achmad (1991–1993)
  6. Kolonel Polisi Drs. Soeyono (1993–1994)
  7. Kolonel Polisi Drs. H. Syaiful Arsat (1994–1996)
  8. Kolonel Polisi Drs. Solihin (1996

Pejabat[sunting | sunting sumber]

KAPOLDA

No Kapolda Awal Menjabat Akhir Jabatan Ket.
Komandan Tri Resimen II Komando Divisi II/Jambi (1946–1958)
1.
AKBP.
Teuku Mochamad Insya
1946
KPKOM Jambi (1958–1964)
2.
AKBP.
Teuku Abdul Azis
1958
3.
AKBP.
R. Moerdjoko Koesoemodirjo
Pangdak V Jambi (1964–1973)
4.
AKBP.
R. Soetio Atmohadikoesoemo
1964
1965
5.
Kombes. Pol.
Teoekoe Soelaiman Mahmoed
1965
1969
6.
Kombes. Pol.
Soenardjo
1969
1971
7.
Kombes. Pol.
Koer Hidayat
1971
1973
Dan Daltares Jambi (1973–1974)
8.
Kolonel Pol.
M. Ali Hanafiah
1973
1974
Kapolwil Jambi (1974–1996)
9.
Kolonel Pol.
Drs. Sri Yuwono
1974
1982
10
Kolonel Pol.
Drs. Johni Haryono
1982
1984
11.
Kolonel Pol.
Drs. Sariaman Panjaitan
1984
1987
12.
Kolonel Pol.
Drs. Usman Ibrahim
1987
1989
13.
Kolonel Pol.
Drs. Syamsir Amiruddin
1989
1991
14.
Kolonel Pol.
Drs. Syahrel Achmad
1991
1993
15.
Kolonel Pol.
Drs. Soeyono
1993
1994
16.
Kolonel Pol.
Drs. H. Syaiful Arsat
1994
1996
17
Kolonel Pol.
Drs. Solihin
1996
1996
Kapolda Jambi (1996–Sekarang)
18.
Brigjen. Pol.
Drs. Toto Senarjo Soewali
2001
2002
19.
Brigjen. Pol.
Drs. Mudjianto
2002
2004
20.
Brigjen. Pol.
Drs. Suwaji
2004
16 September 2005
21.
Brigjen. Pol.
Drs. Carel Risakotta
16 September 2005
14 Januari 2008
22.
Brigjen. Pol.

Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si.

14 Januari 2008
31 Oktober 2009
23.
Brigjen. Pol.
Drs. Raden Sulistiyono, M.Si.
31 Oktober 2009
8 Juni 2010
24.
Brigjen. Pol.
Drs. Dadang Garhadi Karnasaputra
8 Juni 2010
5 Agustus 2010
25.
Brigjen. Pol.
Drs. Bambang Suparsono
5 Agustus 2010
19 Oktober 2011
26.
Brigjen. Pol.
Dr. Anang Iskandar, S.H., M.H.
19 Oktober 2011
27 Juni 2012
27.
Brigjen. Pol.
Drs. Ade Husen Kartadipura, S.H.
27 Juni 2012
12 Juni 2013
28.
Brigjen. Pol.
Drs. Satriya Hari Prasetya, S.H.
12 Juni 2013
1 September 2014
29.
Brigjen. Pol.
Drs. Bambang Sudarisman, S.H., M.H.
1 September 2014
5 Juni 2015
30.
Brigjen. Pol.
Drs. Lutfi Lubihanto, M.M.
5 Juni 2015
31 Desember 2015
31.
Brigjen. Pol.
Drs. Musyafak, S.H., M.M.
31 Desember 2015
27 Mei 2016
32.
Brigjen. Pol.
Drs. H. Yazid Fanani, M.Si.
27 Mei 2016
18 April 2017
33.
Brigjen. Pol.
Drs. Priyo Widyanto, M.M.
18 April 2017
5 Januari 2018
34.
Irjen. Pol.
Drs. Muchlis, M.H.
5 Januari 2018
3 Februari 2020
35.
Irjen. Pol.
Drs. Firman Santyabudi, M.Si.
3 Februari 2020
16 November 2020
36.
Irjen. Pol.
Albertus Rachmad Wibowo, S.I.K., M.I.K.
16 November 2020
Petahana

WAKAPOLDA

No Wakapolda Awal Menjabat Akhir Jabatan Ket.
1.
Kombes. Pol.
Drs. Robby Kaligis
2010
24 Februari 2012
2.
Kombes. Pol.
Drs. Rachmad Fudail, M.H.
24 Februari 2012
24 November 2013
3.
Kombes. Pol.
Drs. Slamet Riyanto, S.H.
24 November 2013
14 Juli 2014
4.
Kombes. Pol.
Drs. Suprayitno, S.H.
14 Juli 2014
5 Juni 2015
5.
Kombes. Pol.
Drs. Nana Sujana, M.M.
5 Juni 2015
28 April 2016
6.
Kombes. Pol.
Drs. Nugroho Aji Wijayanto, S.H., M.H.
28 April 2016
18 April 2017
7.
Kombes. Pol.
Drs. Muchlis, M.H.
18 April 2017
7 Mei 2017
8
Brigjen. Pol.
Drs. Ahmad Haydar, S.H., M.M.
7 Mei 2017
2 Agustus 2019
9
Brigjen. Pol.
Drs. Charles Bonardo Sadatua Nasution, M.Si.
2 Agustus 2019
2 Desember 2019
10
Brigjen. Pol.
Drs. Dul Alim, M.H.
2 Desember 2019
13 Oktober 2020
11.
Brigjen. Pol.
Drs. Yudawan Roswinarso, S.H., M.H.
13 Oktober 2020
Petahana

Pranala luar[sunting | sunting sumber]