Kebajikan teologal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Kebajikan teologal (bahasa Inggris: theological virtues), atau disebut juga kebajikan ilahi, dalam teologi dan filsafat Kristen adalah kualitas karakter yang dikaitkan dengan keselamatan, dihasilkan dari rahmat Allah, yang mana menerangi budi manusia.[1]

Dalam Kitab Suci[sunting | sunting sumber]

Terdapat tiga kebajikan teologal:

  • Iman: kepercayaan pada Allah, dan dalam kebenaran wahyu-Nya sebagaimana ketaatan kepada-Nya (lih. Roma 1:5, 16:26)[2][3]
  • Harapan: pengharapan dan hasrat untuk menerima; menjauhkan diri dari keputusasaan dan presumsi yang salah. Keyakinan bahwa Allah senantiasa hadir dalam setiap aspek kehidupan manusia, dan tidak pernah berhenti mengharapkan cinta kasih-Nya.
  • Kasih: suatu kebajikan adikodrati yang membantu manusia untuk mengasihi Allah dan orang lain, lebih daripada dirinya sendiri.

Kebajikan-kebajikan ini diberikan kepada manusia melalui pembaptisan (1 Timotius 2:4, Yohanes 3:5) dan membantu setiap orang bertumbuh dalam hubungannya dengan Allah dalam setiap tindakan yang mencerminkan kebajikan-kebajikan ini.

Teologi Katolik[sunting | sunting sumber]

Simbolisme Ketiga Kebajikan di Bom Jesus, Braga, Portugal.

Dalam teologi Katolik, dinyatakan bahwa kebajikan-kebajikan ini berbeda dengan kebajikan pokok karena kebajikan-kebajikan ini tidak dapat diperoleh dengan usaha manusia. Seseorang hanya memilikinya melalui rahmat Ilahi yang "menanam"-nya di dalam diri orang tersebut.

Dinamakan kebajikan teologal karena objek kebajikan-kebajikan ini adalah makhluk ilahi (theos). Kebajikan lainnya memiliki keburukan atau cacat cela di sisi-sisi ekstremnya, dan hanya merupakan kebajikan jika dipertahankan di antara kedua sisi ekstrem yang berlawanan. Dalam kasus Kebajikan Teologal, tidak menjadikannya cacat cela pada sisi ekstrem positif; bukanlah suatu keburukan jika memiliki iman, harapan, atau kasih yang tanpa batas ketika Allah merupakan objek kebajikan-kebajikan ini.

Masing-masing kebajikan teologal dapat saja memiliki lebih dari satu cacat cela yang berlawanan dengan kebajikan tersebut:

Paus Benediktus XVI menulis tiga ensiklik tentang kebajikan-kebajikan teologal ini: Deus caritas est (mengenai kasih), Spe Salvi (mengenai harapan), dan Lumen fidei (mengenai iman: ensiklik ini ditulis bersama oleh Paus Benediktus XVI dan Paus Fransiskus).[4]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Inggris) Second Council of Orange ch. 5–7; H.J. Denzinger Enchiridion Symbolorum et Definitionum, 375–377
  2. ^ (Inggris) Pickar, C. H. (1981) [1967]. "Faith". The New Catholic Encyclopedia. 5. Washington D.C. hlm. 792. 
  3. ^ Katekismus Gereja Katolik n. 2087
  4. ^ (Inggris) Speciale, Alessandro (4 July 2013), "The light of faith: origin, history and horizon of the christianism", La Stampa, Turin, diakses tanggal 19 October 2013 

Bacaan lanjuta[sunting | sunting sumber]

  • Paradise Restored: The Social Ethics of Francis of Assisi, A Commentary on Francis's "Salutation of the Virtues", by Jan Hoebrichts, Franciscan Institute Publications, 2004. ISBN 978-0-8199-1008-0.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]