Lompat ke isi

Jalur trem Indramayu–Jatibarang–Karangampel

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jalur trem Indramayu–Jatibarang–Karangampel
Peta Indramayu pada tahun 1940, yang menunjukkan lokasi Stasiun Indramayu
Ikhtisar
JenisJalur lintas cabang
SistemJalur trem
StatusTidak beroperasi
TerminusIndramayu
Jatibarang
Karangampel
Stasiun16
Operasi
Dibangun olehStaatsspoorwegen
Legalitas pembangunanWet 30 Desember 1910 Staatblad 1911 No. 175 (Jatibarang–Indramayu)
Wet 28 Februari 1920 Staatblad No.150 (Jatibarang–Karangampel)
Dibuka15 September 1912
Ditutup1 Oktober 1932 (Jatibarang–Karangampel)
21 Juli 1973 (Jatibarang–Indramayu)
PemilikPT Kereta Api Indonesia
DepoJatibarang
Data teknis
Panjang rel36,7 km (22,8 mi)
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Peta rute
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter

18+574
Indramayu
17+420
Karangturi
17+216
Pasaranyar
16+380
Indramayu Pasar
15+565
Cimanuk
12+390
Pekandangan
11+582
Karangsembung
9+614
Lobener
7+360
Kalikrasak
3+925
Pawidean
ke Telagasari
(Left arrow CKP–CN–KYA)
JTB–KRP
0+000
Jatibarang
+8 M
ke Kertasemaya
(Down arrow CKP–CN–KYA)
Majasih
Sliyeg
1+617
Gadingan
Segeran
Juntikebon
Mundu
18+123
Karangampel



 
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter

Jalur trem Indramayu–Jatibarang–Karangampel adalah jalur trem nonaktif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat yang termasuk dalam pengelolaan Wilayah Penjagaan Aset III Cirebon dengan panjang lintas 36,7 kilometer (22,8 mi). Jalur ini terbagi menjadi dua segmen, yakni segmen Jatibarang–Indramayu dengan panjang 18,6 kilometer (11,6 mi) dan Jatibarang–Karangampel sepanjang 18,2 kilometer (11,3 mi). Seluruh jalur ini menggunakan normaalspoor atau 1.067 mm (3 ft 6 in).

Jatibarang–Indramayu

[sunting | sunting sumber]

Segmen pertama dari jalur trem ini, Jatibarang–Indramayu, dibangun bersamaan dengan pembangunan lintas utama segmen Cikampek–Cirebon. Pada masa itu, Staatsspoorwegen (SS) menetapkan bahwa lokasi stasiun pusat untuk Kabupaten Indramayu adalah di Jatibarang. Hal ini dikarenakan letak Jatibarang yang strategis, dilalui oleh Jalan Raya Pantura, juga komoditas perdagangan yang diunggulkan di kawasan tersebut adalah beras. Oleh karena itu, di kawasan sekitar stasiun ini terdapat penggilingan beras, yang nantinya akan diangkut menggunakan lori ke Stasiun Jatibarang.[1]

Setelah mengesahkan Undang-Undang tertanggal 14 Juni 1909 (Indische Staatsblad No. 477), SS segera membangun segmen Cikampek–Cirebon, yang selesai pada 3 Juni 1912.[2]:69 Namun, karena jarak antara Jatibarang ke Indramayu terpaut 19 kilometer (12 mi), Pemerintah membuat undang-undang baru lagi, yang disahkan 30 Desember 1910 (Staatsblad 1911 No. 175), untuk membuat jalur stoomtram cabang Jatibarang–Indramayu. Jalur tersebut bahkan dikerjakan saat lintas Cikampek–Cirebon belum rampung, kemudian lintas ini baru dapat dibuka pada tanggal 15 September 1912.[2]:69 dan 107

Semasa aktifnya, trem di lintas ini akan melalui 10 perhentian, yaitu Pawidean, Kalikrasak, Lobener, Karangsembung, Pekandangan, Cimanuk, Indramayu Pasar, Pasaranyar, Karangturi, dan Indramayu. Perhentian-perhentian di lintas ini kebanyakan tidak tetap, artinya tidak memiliki bangunan permanen, atau trem akan berhenti jika ada permintaan. Waktu tempuh perjalanan trem Indramayu adalah sekitar 50 menit.[3]

Jatibarang–Karangampel

[sunting | sunting sumber]

Segmen Jatibarang–Karangampel sejauh 18 kilometer (11 mi) mulai digagas sekitar delapan tahun setelah selesainya jalur cabang Jatibarang–Indramayu. Alasan pembangunan jalur kereta api ini hampir sama dengan sebelumnya, yaitu untuk mengakomodasi angkutan padi dan beras.[4] Segmen ini dibangun berdasarkan Undang-Undang tanggal 28 Februari 1920 (Staatsblad No. 150), setelah merancang segmen Dayeuhkolot–Majalaya. Dalam undang-undang tersebut, direncanakan ada dua jalur kereta api, yaitu Jatibarang–Karangampel dan Jatibarang–Eretan. Jalur yang menuju Karangampel dibuka 1 Mei 1926, sedangkan Jatibarang–Eretan justru batal dibangun.[2]:73

Penutupan

[sunting | sunting sumber]

Selang beberapa tahun pengoperasinnya, segmen Jatibarang–Karangampel akhirnya ditutup oleh Staatsspoorwegen per 1 Oktober 1932 sebagai akibat dari krisis depresi besar.[5] Sementara pada segmen Jatibarang–Indramayu, menurut versi dokumen lintas cabang yang masih aktif dan tidak aktif yang diterbitkan oleh KAI, jalur trem tersebut ditutup mulai 21 Juli 1973,[6] sehingga tidak tercatat dalam daftar lintas cabang yang dibuat oleh DE-Consult tahun 1973.

Pada segmen Jatibarang–Karangampel, jejak yang tersisa hanyalah bekas abutment jembatan kereta api Majasari, sementara sisa-sisa stasiun dan railbed sudah tidak ditemukan lagi.[7] Sementara pada lintas Jatibarang–Indramayu, bekas relnya terkena pelebaran jalan raya Jatibarang–Indramayu dan menyisakan dua stasiun dan halte yang masih berdiri, yakni Halte Lobener dan Stasiun Indramayu.[8]

Jalur terhubung

[sunting | sunting sumber]

Lintas aktif

[sunting | sunting sumber]

Cikampek–Cirebon–Kroya

Daftar stasiun

[sunting | sunting sumber]

Jatibarang–Indramayu

[sunting | sunting sumber]
NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas JatibarangIndramayu
Diresmikan pada tanggal 15 September 1912
oleh Staatsspoorwegen
Termasuk dalam Daerah Operasi III Cirebon
0919JatibarangJTBJalan Mayor Sangun, Jatibarang, Jatibarang, Indramayukm 0+000 lintas Jatibarang-Karangampel
km 179+120 lintas JakartaJatinegaraCikampekCirebon PrujakanPrupukPurwokertoKroya
km 0+000 lintas JatibarangIndramayu
+8 MBeroperasi
1211 Pawidean PWIJalan Tentara Pelajar, Pawidean, Jatibarang, Indramayukm 3+925Tidak beroperasi
- Kalikrasak KKSJalan Raya Jatibarang–Indramayu, Krasak, Jatibarang, Indramayukm 7+360Tidak beroperasi
1208 Lobener LBJalan Raya Jatibarang–Indramayu, Telukagung, Indramayu, Indramayukm 9+614Tidak beroperasi
Karangsembung KRBJalan Raya Jatibarang–Indramayu, Plumbon, Indramayu, Indramayukm 11+582Tidak beroperasi
Pekandangan PKDJalan Raya Jatibarang–Indramayu, Dukuh, Indramayu, Indramayukm 12+390Tidak beroperasi
1205 Cimanuk CIMJalan Kembar, Kepandean, Indramayu, Indramayukm 15+565Tidak beroperasi
Indramayu Pasar IMPkm 16+380Tidak beroperasi
Pasaranyar PAYkm 17+216Tidak beroperasi
1202 Karangturi (Indramayu) KGUkm 17+420Tidak beroperasi
1201 Indramayu IMJalan Letnan Sutedjo, Paoman, Indramayu, Indramayukm 18+574Tidak beroperasi

Jatibarang–Karangampel

[sunting | sunting sumber]
NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas JatibarangKarangampel
Diresmikan pada tanggal 1 Mei 1926
oleh Staatsspoorwegen
Ditutup pada 1932
Termasuk dalam Daerah Operasi III Cirebon
0919JatibarangJTBJalan Mayor Sangun, Jatibarang, Jatibarang, Indramayukm 0+000 lintas Jatibarang-Karangampel
km 179+120 lintas JakartaJatinegaraCikampekCirebon PrujakanPrupukPurwokertoKroya
km 0+000 lintas JatibarangIndramayu
+8 MBeroperasi
- Majasih MJSJalan Jatibarang–Balongan, Majasari, Sliyeg, Indramayukm ?Tidak beroperasi
- Sliyeg -Jalan Raya Sliyeg, Sliyeg, Sliyeg, Indramayukm ?Tidak beroperasi
- Gadingan GADJalan Gadingan–Segeran, Gadingan, Sliyeg, Indramayukm 1+617Tidak beroperasi
- Segeran -Segeran, Juntinyuat, Indramayukm ?Tidak beroperasi
- Juntikebon JTKJalan Segeran Gading, Perbatasan Segeran, Juntinyuat dan Mundu, Karangampel, Indramayukm ?Tidak beroperasi
- Mundu MDUJalan Raya Jatibarang–Karangampel, Mundu, Karangampel, Indramayukm ?Tidak beroperasi
- Karangampel KRPBenda, Karangampel, Indramayukm 18+123Tidak beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [9][10]
  • Pengidentifikasi stasiun: [11]
  • Tanggal pembukaan jalur: [2]:106–124

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Mainaki & Hermawan 2019, hlm. 129.
  2. 1 2 3 4 Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.
  3. Mainaki & Hermawan 2019, hlm. 130.
  4. Mainaki & Hermawan 2019, hlm. 133.
  5. "De Staatsspoorwegen in Nederl.-Indië gedurende de crisisjaren 1930 t/m 1934". Spoor- en Tramwegen. 8 (16): 380. 1935.
  6. Dokumen Lintas Cabang yang Masih Aktif dan Tidak Aktif (PPK.8-2011/OR/ORP-KP.BD). Bandung: Kereta Api Indonesia.
  7. Mainaki & Hermawan 2019, hlm. 133-135.
  8. Mainaki & Hermawan 2019, hlm. 131.
  9. Subdirektorat Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). ;
  10. Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  11. Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia

Daftar pustaka

[sunting | sunting sumber]