Jalur kereta api Besitang–Medan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jalur kereta api Besitang–Medan
Ikhtisar
JenisJalur lintas utama
SistemJalur kereta api rel berat
StatusBeroperasi (hanya sampai Binjai)
LokasiSumatra Utara
TerminusBesitang
Medan
Operasi
Dibangun olehDeli Spoorweg Maatschappij
Dibuka1887-1919
Ditutup2008 (Lintas Binjai-Besitang)
Dibuka kembaliTBA
PemilikDitjen KA, Kemenhub RI
OperatorPT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatra Utara dan Aceh
Karakteristik lintasLintas datar
Data teknis
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Percabangan Besitang–Pangkalan Susu dual gauge 1.067 mm (3 ft 6 in) dan 750 mm (2 ft 5 12 in)
Kecepatan operasi60 s.d. 90 km/jam

Jalur kereta api Besitang–Medan adalah jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Besitang dengan Stasiun Medan melalui Stasiun Binjai, termasuk dalam Divisi Regional I Sumatra Utara dan Aceh. Jalur ini merupakan gelombang pertama dan terakhir dari pembangunan jalur kereta api di Sumatra Utara yang dilakukan oleh Deli Spoorweg Maatschappij.

Jalur kereta api ini kemudian dihidupkan lagi sebagai bagian dari pembangunan jalur kereta api Trans-Sumatra.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Jalur ini dibangun dalam dua periode, yaitu pembangunan jalur kereta api dari Medan menuju Timbang Langkat (Binjai) serta pembangunan menuju Besitang. Pada tanggal 23 Januari 1883, Deli Maatschappij berhasil mendapat konsesi izin dari Pemerintah Kolonial Hindia Belanda membangun jalur kereta api dari Belawan menuju Medan dan dilanjut ke Deli Tua dan Timbang Langkat, Sumatra Utara. Pembangunan jalur ini dimaksudkan untuk memperlancar arus angkutan kayu, kelapa sawit, tembakau, dan komoditas-komoditas ekspor lainnya dari Sumatra Utara.

Sebagai langkah awal, dibangunlah jalur kereta api Belawan–Medan, namun sejak 3 November 1883, konsesi yang didapat oleh Deli Maatschappij kemudian diserahkan kepada Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) yang sudah menspesialisasikan dirinya sebagai perusahaan kereta api di tanah Deli tersebut. Untuk jalur Medan–Timbang Langkat selesai pada tanggal 1 Mei 1887.[1][2][3]

Agar DSM dapat menjangkau seluruh Sumatra Utara, untuk hubungan ke utara, dibangun jalur kereta api Timbang Langkat–Stabat yang dimulai pada tahun 1900 dan selesai pada tanggal 20 Juni 1903,[1] lalu dilanjut ke Tanjung Pura pada tanggal 1 Agustus 1904 dan berakhir di Pangkalan Brandan pada tanggal 15 Desember 1904.[4]

Pada tahun 1916, DSM mengajukan konsesi untuk membangun jalur dari Besitang menuju Pangkalan Brandan, yang dibuka pada tahun 1919.[5] Hubungan ini bertujuan untuk menghubungkan Banda Aceh dengan Medan, hanya saja jalur-jalur milik Atjeh Staatsspoorwegen (ASS) semuanya menggunakan sepur 750 mm, sedangkan DSM adalah 1.067 mm. Karena berbeda, maka agar pengiriman ke Pelabuhan Pangkalan Susu lancar baik dari Aceh maupun Medan, maka dibangun jalur dengan lebar sepur ganda (double gauge) dari Besitang dengan Pangkalan Susu. Jalur ini selesai pada tanggal 29 Desember 1919.[6]

Wesel pertemuan jalur milik Atjeh Staatsspoorwegen (750 mm) dengan Deli Spoorweg Maatschappij (1067mm). Tampak kereta milik Atjeh Staatsspoorwegen melaju ke depan (fotografer) menuju Pangkalan Susu

Reaktivasi[sunting | sunting sumber]

Penutupan jalur ini tidak diketahui kapan terjadinya dan mengapa dilakukan walaupun jalur ini strategis. Bahkan kereta api masih diperlukan terutama untuk angkutan minyak bumi dari tambang lepas pantai timur Sumatra Utara.

Pada tanggal 6 Maret 2010, diluncurkan kereta api Sri Lelawangsa yang melayani rute Medan–Binjai, p.p. serta menjadi satu-satunya kereta api yang melintas di jalur tersebut.[7]

Sejak tahun 2016, Kementerian Perhubungan Indonesia memulai mereaktivasi jalur Binjai–Besitang dengan tujuh stasiun baru dan teknologi perkeretaapian paling modern. Ditargetkan pada tahun 2019, jalur ini bisa dioperasikan secara reguler.[8]

Jalur terhubung[sunting | sunting sumber]

Lintas aktif[sunting | sunting sumber]

Lintas nonaktif[sunting | sunting sumber]

Lintas yang sedang dibangun[sunting | sunting sumber]

Daftar stasiun[sunting | sunting sumber]

Percabangan Besitang–Pangkalan Susu[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Besitang–Pangkalan Susu
Diresmikan pada tanggal 1 Desember 1921 oleh Deli Spoorweg Maatschappij dan Atjeh Tram/Atjeh Staatspoorwegen
Termasuk dalam Divisi Regional I Sumatra Utara dan Aceh
8704 Besitang BSG Jalan Stasiun Besitang, Bukit Kubu, Besitang, Langkat km 0+000 lintas Besitang–Pangkalan Susu
km 14+990 lintas Pangkalan BrandanBesitang
Sedang proses reaktivasi
Sungaimeran SNM km 2+735 Tidak beroperasi
Sungaitiram STR km 5+135 Tidak beroperasi
Sungaimeran SNM km 9+523 Tidak beroperasi

Besitang–Pangkalan Brandan (terminus di Pangkalan Brandan)[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas DSM Besitang–Pangkalan Brandan–Binjai–Medan
Segmen Besitang–Pangkalan Brandan
Diresmikan pada tanggal 29 Desember 1919 oleh Deli Spoorweg Maatschappij
Termasuk dalam Divisi Regional I Sumatra Utara dan Aceh
8704 Besitang BSG Jalan Stasiun Besitang, Bukit Kubu, Besitang, Langkat km 14+990 lintas Pangkalan BrandanBesitang
km 0+000 lintas Besitang–Pangkalan Susu
Sedang proses reaktivasi
8801 Bukit Mas BMS Tidak beroperasi
8802 Lubuk Asih LKS Tidak beroperasi
8803 Babalan BAN Tidak beroperasi
8804 Pangkalan Brandan PBD Jalan Stasiun Pangkalan Brandan, Brandan Timur Baru, Babalan, Langkat km 0+000 lintas Pangkalan BrandanBesitang
km 65+915 lintas BinjaiPangkalan Brandan
Sedang proses reaktivasi Pangkalan brandan.jpg

Pangkalan Brandan–Binjai–Medan[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Segmen Pangkalan Brandan–Tanjung Pura
Diresmikan pada tanggal 15 Desember 1904
8804 Pangkalan Brandan PBD Jalan Stasiun Pangkalan Brandan, Brandan Timur Baru, Babalan, Langkat km 0+000 lintas Pangkalan BrandanBesitang
km 65+915 lintas BinjaiPangkalan Brandan
Sedang proses reaktivasi Pangkalan brandan.jpg
8805 Gebang (Langkat) GBA Pekan Gebang, Gebang, Langkat km 55+674 Sedang proses reaktivasi
Segmen Tanjung Pura–Stabat
Diresmikan pada tanggal 1 Agustus 1904
8806 Tanjung Pura TPU Teluk Bakung, Tanjung Pura, Langkat km 46+464 Sedang proses reaktivasi
- Tanjung Pura Halte km 44+890 Tidak beroperasi
8807 Kuala Pesilam KPM Kuala Besilam, Padang Tualang, Langkat km 41+483 Tidak beroperasi
- Bukittua km 38+906 Tidak beroperasi
8808 Tanjung Selamat TAS Tanjung Selamat, Padang Tualang, Langkat km 32+763 Sedang proses reaktivasi
Segmen Stabat–Binjai
Diresmikan pada tanggal 20 Juni 1903
8809 Stabat SBT Gohor Lama, Wampu, Langkat km 22+427 Sedang proses reaktivasi
8811 Kuala Bingei KUN Banyumas, Stabat, Langkat km 14+926 Sedang proses reaktivasi
8812 Kuala Begumit KUG Kwala Begumit, Binjai, Langkat km 10+355 Tidak beroperasi
8813 Pungai PUA km 5+733 Tidak beroperasi
8814 Kebun Lada KLA km 3+400 Tidak beroperasi
Segmen Binjai–Medan
Diresmikan pada tanggal 1 Mei 1887
8815 Binjai BIJ Jalan Ikan Paus, Tanah Tinggi, Binjai Timur, Binjai km 0+000 lintas BinjaiBrandan
km 20+889 lintas MedanBinjaiKuala
+29,52 m Beroperasi Stasiun-ka-binjai-300x225.jpg
8816 Diski DI km 14+926 Tidak beroperasi
8817 Sunggal SUN km 8+984 Tidak beroperasi
- Sikambing - km 4+575 Tidak beroperasi
9300 Medan MDN Jalan Stasiun Medan, Kesawan, Medan Barat, Medan km 0+000 (semua lintas) +22 m Beroperasi Medan Railway Station.jpg

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [9][10][11]


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Weijerman, A. W. E. (1904). Geschiedkundig overzicht van het ontstaan der spoor- en tramwegen in Nederlandsch-Indië. Javasche Boekhandel & Drukkerij. 
  2. ^ Sinar, Tengku Luckman (1996). The History of Medan in the Olden Times. Medan: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Seni Budaya Melayu. 
  3. ^ Anonim (1916). Yearbook of the Netherlands East Indies. Departement van Landbouw, Nijverheid en Handel. hlm. 195. 
  4. ^ Archiv Für Eisenbahnwesen. 58. 1935. 
  5. ^ 1946-, Campo, Joseph Norbert Frans Marie à, (2002). Engines of Empire : steamshipping and state formation in colonial Indonesia. Hilversum: Verloren. ISBN 9065507388. OCLC 53057901. 
  6. ^ "Vooltooling der Spoorwegverbinding Koeta Radja-Medan". de Ingenieur. 35. 1920. 
  7. ^ Okezone. "Besok, KRDI Sri Lelawangsa Mulai Operasi di Medan : Okezone News". okezone.com. Diakses tanggal 2018-10-03. 
  8. ^ Sutianto, Feby Dwi. "Kemenhub Aktifkan Jalur Kereta Eks Belanda Besitang-Binjai 80 Km". detikfinance. Diakses tanggal 2018-10-03. 
  9. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  10. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  11. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia