Lompat ke isi

Gadis Sampul 2002

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gadis Sampul 2002
Tanggal11 Juli 2002
TempatGrand Ballroom Hotel Mulia Senayan, Jakarta
Pembawa acaraTika Panggabean
Udjo
Yossi Mokalu
Pengisi acaraAndien
Element
Rio Febrian
T-Five
PemenangMasayu Yudhitia Kurniawati
(Palembang)
Pemenang FavoritAryani Fitriana
(Depok)
Penghargaan khususPemenang Favorit

Gadis Sampul 2002 adalah kontes remaja wanita Gadis Sampul yang diselenggarakan keenambelas kalinya oleh majalah GADIS, yang bertujuan untuk mencari wajah-wajah baru yang akan menghiasi sampul majalah GADIS. Diikuti oleh 20 peserta dan dijuarai oleh Masayu Yudhitia Kurniawati dari Palembang.

GADIS Sampul 2002 merupakan pemilihan GADIS Sampul keenam belas dengan tambahan diadakannya reuni alumni GADIS Sampul 1987 hingga 2001. Malam Penobatan Sampul 2002 diadakan pada Kamis, 11 Juli 2002, di Grand Ballroom Hotel Mulia Senayan. Tema acara malam penobatan GADIS Sampul 2002 adalah "Movie Magic". Pemilihan GADIS Sampul 2002 didukung oleh Belia (PT Martina Berto) sebagai sponsor utama dan dua sponsor pendukung, Matahari Departement Store dan Telkomsel.

Karantina

[sunting | sunting sumber]

Karantina GADIS Sampul 2002 diadakan selama 6 hari pada 7 - 12 Juli 2002. Para finalis akan mengikuti kegiatan yang padat selama 6 hari karantina dari pembukaan karantina hingga acara malam final dan penutupan karantina. Para finalis mendapatkan banyak ilmu sekaligus pengalaman menyenangkan juga menegangkan selama 6 hari ini.

Serba Wow...!

[sunting | sunting sumber]

Minggu, 7 Juli 2002, 20 gadis cantik dari penjuru Indoensia berkumpul untuk menjalani masa karantina GADIS Sampul 2002. Pada hari pertama ini mereka akan mengikuti kegiatan dengan 19 teman baru, berpisah dengan orang tua mereka, mendapatkan banyak hadiah, dan bertemu dengan alumni GADIS Sampul.

Wow... Hadiahnya Banyak Banget!

[sunting | sunting sumber]

Pada hari ini, finalis memulai karantina setelah beberapa hari sebelumnya bertemu untuk pemotretan sampul majalah GADIS edisi 19 tahun 2002. Semua finalis diantar keluarga masing-masing dan disambut oleh redaksi majalah GADIS. Petty Siti Fatimah, pemimpin redaksi GADIS, memperkenalkan panitia GADIS Sampul yang didominasi oleh pihak redaksi majalah GADIS. Ditambah tim dari F&G Model - Talent Agency yang akan membantu para finalis dalam menjalankan karir di dunia modeling.

Selain susunan panitia dan tim, hal yang membuat kagum para finalis adalah hadiah yang mereka terima. Hadiah yang diterima finalis telah dipilah oleh panitia dalam satu travel bag, sementara hadiah lain bisa dibawa oleh orang tua finalis dalam koper.

Setelah pembagian hadiah, dilanjut dengan sesi perpisahan dengan orang tua dan keluarga yang mengantar para finalis. Orang tua dan keluarga menangis karena harus berpisah dengan putri-putri mereka. Para orang tua pun memberikan pesan kepada para finalis sebelum berpisah. Sementara finalis tetap santai karena mereka tahu bahwa ada chaperone yang mengasuh mereka selama 6 hari di karantina.

Wow... Latihan Jalan!

[sunting | sunting sumber]

Pada hari itu, semua finalis mulai berlatih untuk malam penobatan setelah berpisah dengan orang tua dan keluarga. Beberapa finalis yang mengaku pernah ikut peragaan busana merasa sedikit kesulitan karena latihan jalan untuk malam penobatan GADIS Sampul 2002 ini berbeda dengan apa yang pernah mereka jalani sebelumnya. Para finalis diminta berjalan lurus dengan bahu dan dagu yang tegak, tangan berdayun, dan melangkah dengan kaki kanan. Ditambah mereka berlatih menggunakan sepatu boots yang akan dipakai pada malam penobatan.

Meskipun melelahkan, mereka tetap menikmati latihan koreografi. Apalagi koreografinya tidak kaku dan ada gerakan pemandu sorak. Ditambah iringan lagu "Mikey" yang populer berkat film Bring It On. Beberapa finalis, seperti Karina dan Jemima Tumewu, langsung bergoyang mengikuti irama lagu. Beberapa finalis lain, seperti Auxilia Paramita, Diah Fitriani, dan Prima Aprilia, yang mengaku tidak bisa menari, ternyata bisa mengikuti arahan Ari Tulang, yang bertindak sebagai koreografer, dibantu oleh Abang dan Ai Syarif. Beberapa finalis pun terkena teguran dari Ari Tulang karena kurang fokus. Ia juga berpesan agar kepada para finalis untuk fokus, konsentrasi tinggi, disiplin, kerja sama dengan tim, dan kerja keras.

Wow... Jadi Model!

[sunting | sunting sumber]

Setelah latihan untuk malam penobatan, para finalis langsung didandani oleh Tim Artistik dari Belia Martha Tilaar untuk pemotretan dengan baju penobatan mereka yang dirancang oleh Adjie Notonegoro. Ditambah sesi foto dengan koleksi dari Jabotabek Shopping dengan tema "Tomb Raider" untuk finalis luar Jabodetabek. Penampilan para finalis langsung berubah menjadi lebih cantik.

Para finalis senang bisa merasakan difoto seperti model di studio. Ditambah tata rias yang dibuat sesuai karakter baju, bisa memakai baju rancangan desainer terkenal, disorot lampu, dan rambut mereka berkibar karena efek kipas angin blower. Selain itu, mereka tidak dipaksa bergaya anggun oleh pengarah gaya.

Para finalis, seperti La Saras Kabiirath, Jeihan Fuad Alkatiri, Jemima Tumewu, Atya Irdita, dan Arrumaisha Rani, sempat berpose seolah-olah sedang melangkah sambil tertawa. Untuk mendapatkan hasil yang bagus, mereka harus berjalan maju dan mundur untuk mendapatkan pose dan ekspresi yang pas. Pekerjaan sebagai model itu harus cepat tanggap dengan arahan dari pengarah gaya, luwes bergaya, bisa berekspresi sesuai dengan karakter baju yang dipakai, dan bisa bekerja sama dengan penata rias dan desainer atau brand pakaian.

Wow... Ketemu Senior!

[sunting | sunting sumber]

Di penghujung hari pertama karantina GADIS Sampul 2002 diadakan acara reuni GADIS Sampul 1987 - 2001 di Salsa Club, Kemang. Para finalis mendapat kesempatan bertemumni gan alumni-alumni GADIS Sampul yang biasa mereka lihat di majalah atau televisi. Beberapa finalis ingin bertemu alumni yang terkenal, tetapi beberapa tidak sempat langsung berinterkasi seperti Arrumaisha Rani yang ingin berkenalan dengan Dian Sastrowardoyo tetapi tidak sempat atau finalis lain yang ingin bertemu dengan Sigi Wimala atau Krisdayanti tetapi mereka berdua tidak bisa hadir. Meskipun tidak semua alumni hadir tetapi yang para finalis temui ramah, naik, supel, dan cantik.

Para finalis dan alumni yang datang berdandan cantik sesuai dengan dresscode yang diminta oleh panitia acara reuni yaitu Hippie Chic. Para finalis berdandan cantik ala gipsi meksipun mereka berdandan di dalam bus akibat waktu yang mepet. Di acara reuni, pada finalis diminta memeperkenalkan diri di depan seluruh alumni dan disuruh melakukan apa saja oleh alumni GADIS Sampul yang jahil. Meskipun sedikit jahil tetapi alumni yang hadir baik kepada para finais dan menerima finalis sebagai keluarga besar majalah GADIS.

Setelah pesta selesai, para finalis dibawa ke hotel tempat mereka menginap. Sebelum tidur, para fianlis mendapatkan pesan dari para chaperone agar menjadi model yang gesit, ramah, percaya diri, unik, asertif, luwes, mandiri, disiplin, sehat, dan memiliki kecantikan dari dalam. Pesan ini sangat berguna, bukan hanya saat karantina saja.

Hadiah Untuk 20 Finalis

[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah hadiah yang diterima oleh 20 finalis GADIS Sampul 2002:

Serba Heboh!

[sunting | sunting sumber]

Hari kedua karantina GADIS Sampul pada Senin, 8 Juli 2002, diisi dengan kehebohan finalis saat latihan jalan untuk malam penobatan, pemotretan dan makan siang, berbelanja di Matahari Departement Store, dan makan malam. Pokoknya serba heboh dari pagi hingga malam.

Latihan Jalan Lagi...

[sunting | sunting sumber]

Hari kedua karantina GADIS diawali dengan latihan jalan untuk malam penobatan. Banyak finalis banyak terkena teguran dari Ari Tulang dan Abang. Teguran kepada finalis kebanyakan berasal dari cara jalan, pose, dan senyum mereka yang masih salah. Teguran ini baik untuk performa finalis di malam penobatan GADIS Sampul 2002. Selain itu, finalis pun diminta untuk berkonsenstrasi selama latihan.

Heboh Makan dan Pemotretan

[sunting | sunting sumber]

Selesai latihan jalan untuk malam penobatan para finalis diajak makan siang di Café Patio, yang terletak di Pasaraya Blok M. Makan siang kali ini ditemani oleh Intan Nuraini (Pemenang II GADIS Sampul 2001) dan band Element. Karena keberadaan piano di Café Patio, para finalis meminta Masayu Yudhitia Kurniawati untuk bernyanyi. Lagu pertama yang ia bawakan adalah "Menghitung Hari" yang dipopulerkan oleh Krisdayanti dan diiringi permainan piano Fajar dari Element. Selain Masayu Yudhitia Kurniawati, Prima Aprilia juga menyanyikan lagu "Greatest Love of All" dengan iringan piano oleh Dhira Apsari Gautama.

Setelah makan siang dan mengobrol bersama Intan dan personel band Element, para finalis dibawa untuk pemotretan. Mereka dibagi menjadi dua tim. Finalis nomor 1 hingga 10 akan memakai busana koleksi White Box dengan tema pemotretan "Back to School" dan finalis nomor 11 hingga 20 akan memakai busana rancangan Rizaldy dengan tema "Prom Night". Untuk finalis nomor 1 hingga 10, pemotretan dilakukan di luar gedung Pasaraya Blok M. Pemotretan mereka pun ditonton oleh orang-orang yang lewat.

Heboh Belanja

[sunting | sunting sumber]

Setelah pemotretan di Pasaraya Blok M, para finalis dibawa ke Matahari Mega Mall Pluit untuk berbelanja. Mereka langsung menyebar untuk memilih hadiah untuk diri mereka dan orang yang mereka sayangi. Waktu yang diberikan hanya satu jam dan ada hadiah tambahan untuk finalis-finalis yang paling banyak belanja.

Heboh Makan Makan

[sunting | sunting sumber]

Setelah puas berbelanja, para finalis ditraktir makan malam oleh pihak Matahari Departement Store di Kualimas. Makan malam kali ini para finalis ditemani oleh Chiara Sari (Pemenang Favorit GADIS Sampul 1997), Andhara Early (Pemenang II & Pemenang Favorit GADIS Sampul 1995), Vonny Kristinanda (Pemenang II GADIS Sampul 2000), Leony Vitria, dan Roger Danuarta. Acara makan malam ini membuat salah satu finalis, Vanesca Vindy, bahagia karena ia fans Roger Danuarta. Selain itu, Roger Danuarta juga duduk di sebelah kanan Vanesca Vindy. Sebaliknya, Kieky Cahya, yang duduk di sebelah kiri Roger Danuarta, tampak kaget karena ia duduk di sebelah kiri Roger Danuarta.

Asyik, Belanja di Matahari!

[sunting | sunting sumber]

Senin, 8 Juli 2002, sore, Mega Mall Pluit disinggahi 20 remaja putri yang bersemangat setelah mendengar kata 'belanja'. Ditambah mereka mendapatkan voucher belanja di Matahari. Saking semangatnya, mereka menjadi pusat perhatian pengunjung.

Hore Belanja!!!!

[sunting | sunting sumber]

Saat 20 finalis GADIS Sampul 2002 sampai di lantai Mega Mall Pluit, mereka disambut dengan setangkai mawar merah. Selain setangkai mawar merah, para finalis diberikan voucher belanja dari Matahari Departement Store dan kartu anggota "Matahari Club Card" yang bisa dipakai setiap berbelanja di Matahari. Setelah Masayu Yudhitia Kurniawati, sebagai pihak perwakilan dari redaksi GADIS, memberikan kenang-kenangan untuk pihak Matahari, para finalis bersiap mendengarkan aba-aba untuk mulai berbelanja dalam waktu satu jam.

Saat aba-aba waktu belanja dimulai, semua finalis langsung menuju target mereka masing-masing. Petualangan belanja mereka ditemni pengeras suara yang memberikan informasi tentang macam-macam counter dan letak tepatnya di mana di area Matahari, sehingga mereka tidak bingung jika ingin membeli sesuatu. 20 finalis terbagi menjadi dua tipe, tipe yang memilih untuk berbelanja sendiri, seperti Jeihan Fuad Alkatiri dan Stephanie Lydia Silitonga atau bergerombol seperti Jemima Tumewu, Dhira Apsari Gautama, Ines Arieza Rahmaniar, Aryani Fitriana, dan Micka Chiara Siwy yang kompak memilih barang-barang favorit mereka.

Counter Anak-anak jadi Juara

[sunting | sunting sumber]

Counter favorit tujuan utama para finalis adalah counter pakaian dalam. Hampir semua finalis membeli stoking hitam, stoking warna kulit, dan kaus kaki putih panjang. Mereka tampak kompak memilih barang-barang tersebut. Saat finalis lain sibuk memilih barang pribadi, Auxilia Paramita tertangkap basah sedang membeli oleh-oleh untuk kekasihnya. Sedangkan Karina sibuk memilih kaus di label remaja Matahari untuk teman-teman satu gengnya. Ditambah Karina dan Prima Aprilia diminta foto bersama karyawan Matahari.

Selain counter pakaian dalam, counter kosmetik juga banyak dicari oleh para finalis. Namun yang menjadi favorit banyak finalis adalah counter pakaian anak-anak. Mereka mengunjungi counter ini untuk membeli pakaian untuk adik atau kerabat dekat mereka yang usianya lebih muda dari mereka. Diah Fitriani, La Saras Kabiirath, dan Masayu Yudhitia Kurniawati terlihat sibuk memilih baju untuk adik mereka. Di sudut lain, Dhira Apsari Gautama, Aryani Fitriana, Micka Chiara Siwy, Ines Arieza Rahmaniar, dan Jemima Tumewu sibuk memilih mainan untuk sang adik dan menceritakan kelucuan adik masing-masing. Apalagi Aryani Fitriana baru mengetahui anak kecil yang menangis saat acara pembukaan karantina adalah adiknya Dhira Apsari Gautama. Ditambah, Tyas Mirasih membelikan baju, celana, sepatu, dan mainan golf mini untuk keponakannnya.

Sang Juara

[sunting | sunting sumber]

Setelah acara belanja yang menghebohkan selesai (di detik terkahir, masih ada finalis yang mengantre di kasur), pihak Matahari Departement Store meminta para finalis mengumpulkan struk pembayaran untuk dilihat siapa yang paling banyak belanja. Alasan di balik permintaan itu adalah, 10 orang yang paling banyak belanja akan mendapatkan voucher sebesar Rp100.000 dan 3 orang dengan jumlah belanjaan terbanyak akan mendapatkan hadiah tambahan yaitu paket souvenir dari Matahari.

Saat pengumpulan struk belanja, para finalis panik. Banyak finalis yang panik karena struk belanja mereka seperti hilang. Jemima Tumewu dan Diah Fitriani panik karena vouchernya hilang. Tapi semua finalis dan panitia kaget saat mendengar jumlah belanja Kieky Cahya yang mencapai lebih dari Rp2.100.000. Para finalis heran dan bertanya kepada Kieky Cahya. Kieky menjawab bahwa ia tidak sadar karena ia hanya fokus membelikan oleh-oleh untuk keluarganya dan tiba-tiba harus menambah lebih dari enam ratus ribu rupiah. Ristra Lemdikasari yang belanjanya sedikit karena baru berbelanja dengan ayahnya sehari sebelum karantina heran dengan barang apa saja yang dibeli oleh Kieky Cahya.

Selain Kieky Cahya, ada Jeihan Fuad Alkatiri yang menghabiskan vouchernya untuk membeli jam tangan dari merk Guess dan Tyas Mirasih yang membelikan tas Guess untuk ibunya. Namun, Jihan hanya menombok Rp6.500 dan Tyas tidak perlu menambah karena ia selalu meminjam kalkulator dari staff Matahari sebelum memilih barang yang ia beli. Hal ini membuat teman satu sekolah Tyas Mirasih yang juga sesama finalis, Atya Irdita Sardadi, penasaran dengan barang yang Tyas Mirasih beli.

Jika ketiga finalis di atas vouchernya habis, berbeda dengan Arrumaisha Rani yang masih memiliki sisa voucher. Alasannya, ia lebih memilih berbelanja produk milik Matahari Departement Store seperti Nevada, Aero, Details, Super T, Colour of Summers, dan Pop Fruit.

Banyak Belajar

[sunting | sunting sumber]

Di hari ketiga karantina, Selasa, 9 Juli 2002, para finalis mengikuti banyak kegiatan yang menyenangkan. Selain menyenangkan, kegiatan ini mendidik. Mereka mendapatkan ilmu dari kelas-kelas workshop yang disiapkan oleh panitia GADIS Sampul 2002.

Belajar Dandan

[sunting | sunting sumber]

Setelah sarapan di hotel, para finalis diundang untuk mengunjungi pabrik kosmetik BELIA (Martina Berto) di Kawasan Industri Pulo Gadung. Selain mengunjungi pabrik, agenda mereka di sana adalah belajar tata rias. Apalagi beberapa finalis jarang sekali berdandan. Namun di pabrik kosmetik milik PT Martina Berto tersebut, pada finalis diajari cara merawat dan merias wajah.

Belajar Ngaca

[sunting | sunting sumber]

Pulang dari pabrik milik PT Martina Berto, para finalis dibawa ke kantor redaksi majalah GADIS untuk belajar tentang seluk beluk dunia modeling bersama Yoyok Budiman dan Ira Duaty, dua pengajar dari F&G Modeling Talent Agency. Banyak ilmu yang diberikan kepada para finalis, khususnya tentang kartu komposit, angle pemotretan, ekspresi, keluwesan, dan tips-tips untuk bertahan di dunia modeling.

Beberapa finalis yang tidak memiliki pengalaman sebagai model merasa ilmu yang mereka dapatkan merupakan pengetahuan baru bagi mereka. Mereka ingin karir mereka seperti Astrid Tiar (GADIS Sampul 2000), Intan Nuraini, atau Nabila Syakieb (Finalis GADIS Sampul 1999), yang fotonya dipresentasikan dan diperlihatkan komposit dan slidenya. Selain materi, mereka juga melakukan praktek dengan berekspresi di depan kaca. Mereka diajarkan untuk percaya diri dengan kelebihan dan kekurangan mereka.

Belajar Nggak Sombong

[sunting | sunting sumber]

Pada malam harinya, para fibalis diajak makan malam di Grand Mario Cafe yang terletak di Ratu Plaza dengan suasana yang romantis dan ditemani oleh alunan musik klasik. Meskipun salah satu finalis sempat muntah saat turun dari bus tetapi saat masuk restoran tetap segar. 20 finalis sepakat memakai baju bernuansa putih.

Makan malam ini terasa lebih spesial karena ditemani oleh Project Pop yang mengajak finalis bercanda pada sesi makan malam itu. Ditambah kehadiran Annisa Pohan (Pemenang III GADIS Sampul 1997), Nabila Syakieb, Hapsari Nareswari (Finalis GADIS Sampul 2001), dan Fabian Ricardo (pemeran Borne di film Ada Apa Dengan Cinta?). Para finalis tidak bisa berhenti tertawa pada acara makan malam itu dan mereka berfoto bersama dengan pose yang unik bersama anggota Project Pop.

Setelah makan malam, 20 finalis kembali ke hotel untuk briefing malam sebelum tidur di kamar chaperone. Sesi briefing malam ini diisi oleh pesan dari Annisa Pohan dan Nabila Syakieb yang menyempatkan diri mengunjungi finalis. Mereka berdua berpesan agar para finalis tidak sombong, ramah kepada siapa saja tetapi tetap tegas, banyak senyum, jangan besar kepala karena sudah menjadi GADIS Sampul, dan jangan lupakan pendidikan.

Tambah Cantik dan Pintar di BELIA!

[sunting | sunting sumber]

Selasa, 9 Juli 2002, 20 finalis GADIS Sampul 2002 mendapatkan kesempatan berkunjung ke PT Martina Berto di Pulogadung. Mereka penasaran dengan isi pabrik yang memproduksi produk kosmetik favorit mereka. Selain melihat proses produksi, mereka bertemu dengan Martha Tilaar dan belajar dandan. Mereka juga diberikan busana dari BELIA yang berupa t-shirt dengan ruffles bergaya gipsi dan celana jeans bell-bottom yang dipakai saat kunjungan.

Saat masuk pabrik milik PT Martina Berto ini, finalis disambut ramah oleh Lina, Brand Manager BELIA, beserta staff brand BELIA. Di lobi gedung pertemuan ini dipasang booth BELIA dengan dekorasi sesuai tema GADIS Sampul 2002, "Movie Magic". Panggung tempat acara di ruang pertemuan di gedung milik PT Martina Berto itu juga didekor dengan tema film dengan foto-foto finalis terpampang dan 2 kursi ala kursi sutradara film. Jingle BELIA, yang dinyanyikan Oppie Andaresta terus menerus diputar, membuat beberapa finalis bergoyang mengikuti irama musik. Tidak lama kemudian, acara dibuka oleh Petty Siti Fatimah, pemimpin redaksi majalah GADIS, dan Wiwik Budiarso, Group Marketing Director PT Tiara Permatasari, menjelaskan tentang kualitas produk BELIA yang sudah terjamin mutunya dengan mendapatkan ISO 9001 dan ISO 14001 sebagai bukti diakui kualitas produk BELIA di pasar internasional.

Ngecek Pabriknya BELIA

[sunting | sunting sumber]

Setelah acara pembukaan, para finalis diajak berkeliling melihat pabrik yang membuat produk kosmetik BELIA dan Museum Martha Tilaar. Di dalam museum, mereka mendapatkan banyak pengetahuan tentang asal muasal usaha Martha Tilaar dan kaitannya dengan kekayaan budaya Indonesia. Dinda Kanyadewi dan Atya Irdita Sardadi aktif bertanya tentang kecantikan tradisional Indonesia di sini. Kemunculan produk kosmetik BELIA terjadi akibat Wulan, putri Martha Tilaar yang saat itu beranjak remaja, meminta dibuatkan produk kosmetik khusus remaja untuk ia pakai dan lahirlah produk BELIA.

Setelah berkeliling di pabrik BELIA, para finalis terkesan dengan kualitas pabrik, khsusunya laboratorium, ruang produksi, dan pengepasan barang. Dimulai Arrumaisha Rani yang terkesan dengan kebersihan pabrik produksi BELIA hingga Micka Chiara Siwy yang mendapatkan pengetahuan tentang pembuatan lipstik.

Hayo, belajar dandan!

[sunting | sunting sumber]

Sesi setelah berkeliling pabrik ini ditunggu oleh para finalis. Sesi Beauty Class yang dibimbing oleh Dewi dari BELIA. Pada sesi ini terlihat banyak finalis belum bisa merias wajah atau tidak membersihkan sebelum dirias. Hingga terlihat yang terbiasa merias wajah dan yang tidak pernah merias wajah sendiri. Kelas tata rias ini dimulai dengan membersihkan wajah dengan produk pembersih wajah "Quick and Fresh BELIA" yang memiliki tiga varian yang diformulasikan untuk jenis kulit wajah normal, kering, atau berminyak.

Saat sesi kelas kecantikan ini terlihat bagaimana cara finalis merawat wajah dan merias wajahnya. Seperti Tyas Mirasih dan Prima Aprilia yang dipuji karena sudah mahir berdandan. Sementara itu, Kieky Cahya yang harus rajin membersihkan wajah sebelum memakai bedak, Dhira Apsari yang mengoleskan bedak terlalu tipis, Diah Fitriani yang wajahnya masih berminyak karena hanya fokus bagian tertentu, hingga Jemima Tumewu yang terburu-buru dan panik saat berdandan, menjadi catatan bagi mereka dan finalis lainnya. Apalagi mereka akan menjadi model dan bekerja di dunia hiburan, sehingga harus bisa merias wajah sendiri.

Bonus Tips dari Astrid dan Ilmu Astrologi

[sunting | sunting sumber]

Bintang iklan BELIA yang adalah GADIS Sampul 2000, Astrid Tiar, membagikan pengalamannya sebagai GADIS Sampul dan memberikan pesan kepada finalis GADIS Sampul 2002. Salah satu pesan dari Astrid adalah jangan lupakan pendidikan karena pendidikan adalah bekal hidup hingga masa tua nanti. Sebagai bukti, ia melepas kontrak untuk peran di sinetron Vanya akibat jadwal syuting bentrok dengan jadwal sekolah. Ini membuktikan bahwa pendidikan tetaplah prioritas.

Selain Astrid, finalis mendapatkan ilmu tentang astrologi di kunjungan ke pabrik kosmetik BELIA ini. Ilmu astrologi adalah ilmu yang menjadi dasar untuk rubrik zodiak yang muncul di majalah GADIS. Novi Susanti, redaksi majalah GADIS yang mengasuh rubrik zodiak ini memberi informasi soal zodiak. Hal ini menarik perhatian para finalis sehingga mereka bertanya tentang masalah mereka, khususnya asmara, dan dijawab dengan astrologi khususnya zodiak. Setelah sesi tentang zodiak, finalis diberi kenang-kenangan dari BELIA yang berupa karikatur gambar wajah mereka dengan kalimat yang lucu. Sebelum meninggalkan pabrik milik PT Martina Berto ini, 20 finalis berfoto bersama dengan karikatur masing-masing.

Ayo, Jangan Bengong

[sunting | sunting sumber]

Kelas lain yang diikuti 20 finalis di hari ketiga karantina (Selasa, 9 Juli 2002) adalah kelas modeling yang diadakan oleh F&G Model - Talent Agency milik Femina Group. Dalam kelas ini, p6ada finalis dibimbing oleh Yoyok Budiman dan Ira Duati. Pelatihan singkat ini merupakan awal dari pelatihan utama yang akan diikuti oleh finalis selama 3 bulan.

Kartu Komposit

[sunting | sunting sumber]

Pada awal kelas singkat ini, para finalis ditanya mengenai kartu komposit. Mereka menjawab bahwa mereka tidak tahu tentang kartu komposit. Kartu komposit adalah kartu yang memuat foto-foto terbaik seorang model lengkap dengan data dirinya. Foto-foto itu dibuat dalam beberapa angle dan bisa memuat bermacam-macam gaya. Bisa dikatakan, kartu komposit adalah alat untuk "menjual" penampilan seorang model dan seorang model diharapkan mengetahui angle terbaiknya sehingga foto-foto yang berada di dalam komposit tampak menarik dilihat. Foto-foto itu akan diperlihatkan kepada klien untuk mengetahui apakah model tersebut sesuai dengan produk yang diiklankan.

Setelah menerima penjelasan tentang kartu komposit, pada finalis diperlihatkan kartu komposit milik alumni GADIS Sampul, seperti Hayria Lontoh, Meiske Nurkomala, Jessica Selandia, dan Intan Nuraini. Mereka melihat komposit keempat alumni tersebut xengan gaya berbeda-beda, ada yang bergaya tomboy, lembut, sporty, dan gaya lainnya yang membedakan satu model dengan model lainnya. Mereka juga diperlihatkan slide para model yang adalah alumni GADIS Sampul juga seperti Nabila Syakieb, Astrid Tiar, Wichita Satari, Pamela Fransisca, dan lainnya. Ira Duaty mengatakan bahwa bahwa para model harus bisa mengisi mata yang berarti pandangan mereka harus ada jiwanya dan jangan bengong. Ia juga menambahkan jika model tertawa, maka mata sang model pun harus terlihat sedang tertawa begitu juga denga bahasa tubuh dalam pose karena semua anggota tubuh manusia merupakan satu kesatuan.

Serunya praktek langsung

[sunting | sunting sumber]

Setelah mendengar teori, Ira Duati dan Yoyok Budiman mengajak finalis untuk praktek melatih ekspresi langsung di depan kaca. Tiga orang finalis bergiliran duduk berpose menghadap kaca. Sebelum berpose di depan kaca, para finalis harus mengucapkan A, I, U, E, dan O untuk melemaskan otot mulut dan memusatkan pandangan di kaca pada satu titik. Saat praktek, beberapa finalis mengalami kendala seperti La Saras Kabiirath dan Karina yang ragu untuk tersenyum karena takut mata sipit mereka semakin kecil. Namun, beberapa finalis seperti Prima Aprilia dan Masayu Yudhitia Kurniawati cepat mendapatkan ekspresi dan angle yang pas ditambah mereka paham cara mengisi mata. Para finalis juga dilatih berpose dalam berbagai ekspresi dan gaya. Hal ini membuat 20 finalis heboh mencoba gaya andalan masing-masing.

Tegang Banget...

[sunting | sunting sumber]

Rabu, 10 Juli 2022, adalah hari keempat karantina GADIS Sampul. Hari keeempat ini merupakan hari yang menegangkan bagi semua finalis. Karena mereka akan melakukan penjurian untuk memilih para pemenang.

Latihan Gabungan

[sunting | sunting sumber]

Kegiatan hari keempat ini dibuka dengan latihan untuk malam final GADIS Sampul 2002 di Pusat Kegiatan Olahraga Senayan. Pada hari-hari sebelumnya kegiatan latihan selalu diadakan di kantor redaksi GADIS. Ditambah hari ini adalah hari latihan gabungan dengan seluruh pendukung acara dari MC, model senior, sampai penyanyi. Hal ini membuat finalis tegang karena takut salah dan dimarahi oleh Ari Tulang atau bertemu dengan para model laki-laki yang tampan dan pertama kali latihan panggung bersama trio TIKUS (Tika-Udjo-Yosi) yang terpilih lagi sebagai MC.

Setelah selesai latihan untuk para finalis, 20 gadis remaja asal berbagai daerah di Indonesia ini beristirahat. Mereka beristirahat sambil menonton pengisi acara berlatih. Mereka membahas alumni GADIS Sampul yang keren, trio MC TIKUS yang menghibur, dan model-model pria yang menggoda ditambah penari latar untuk Andien yang pandai menari.

Setelah istirahat sebentar, mereka harus kembali ke hotel tempat menginap. Karena setelah latihan, mereka akan menghadapi penjurian GADIS Sampul 2002.

Deg-degan Sebelum Penjurian

[sunting | sunting sumber]

Saat kembali ke hotel, 20 finalis GADIS Sampul 2002 diminta untuk ganti baju, mandi, dan dandan selama 15 menit. Hal ini membuat mereka panik. Namun, beberapa finalis telah menyiapkan baju yang mereka pesan atau beli pada malam sebelumnya. Namun, waktu yang sempit ini membuat banyak finalis yang memutuskan berdandan di dalam bus dari hotel menuju tempat penjurian di kantor redaksi GADIS yang terletak di Kuningan.

Sesampainya di kantor redaksi GADIS, para finalis mendapatkan briefing dari para chaperone dan Petty Siti Fatimah, pemimpin redaksi majalah GADIS. Mereka memberi pesan untuk percaya diri dan tetap menjadi diri sendiri. Setelah briefing, para finalis menunggu namanya dipanggil. Untuk memecah ketegangan, mereka berfoto, membicarakan teman, pacar, dan sekolah masing-masing, bahkan berlatih seperti model atau pengisi acara.

Hal yang membuat terharu adalah saat para finalis berlatih menyanyi untuk acara makan malam bersama dewan juri. Mereka memutuskan menyanyikan lagu "Sahabat Setia" yang dipopulerkan oleh Andien. Namun, tiba-tiba La Saras Kabiirath Gusti dan Jemima Tumewu menangis. Hal ini membuat para finalis lain terharu karena sebentar lagi mereka akan berpisah.

Leganya Setelah Penjurian

[sunting | sunting sumber]

Penjurian akhirnya selesai dan para finalis merasa lega karena penjurian GADIS Sampul 2002 tidak semenakutkan yang mereka bayangkan. Namun, beberapa finalis merasa jawaban mereka kurang memuaskan. Alasannya, beberapa finalis tidak bisa menunjukkan keahlian mereka. Ditambah pertanyaan yang ditujukan lebih kepada kehidupan finalis sehari-hari.

Setelah penjurian ini, mereka akan tampil di malam final dan berpisah dengan 19 teman baru yang menemani selama 6 hari. Apalagi, para finalis merasa teman-teman baru mereka sangat menyenangkan. Khususnya, finalis luar Jakarta yang logatnya masih medok asli daerah asal mereka.

Setelah semua finalis dinilai dan para juri berdiskusi menentukan pemenang, para finalis diajak makan malam bersama para juri. Kesempatan ini dimanfaatkan finalis untuk mengobrol langsung dengan dewan juri. Selain itu, 20 finalis menghadiahkan lagu yang mereka latih selama menunggu penjurian kepada dewan juri dan disambut meriah oleh dewan juri.

Setelah makan malam, 20 gadis remaja cantik dan berbakat dari penjuru Indonesia ini kembali ke hotel tempat mereka menginap untuk briefing dan istirahat. Saat masuk kamar chaperone untuk briefing, mereka disambut oleh dua alumni GADIS Sampul, Novarinta P. Boer (GADIS Sampul 1998) dan Astrid Tiar (GADIS Sampul 2000). Mereka berdua menceritakan pengalaman mereka menjadi model dan memberikan tips mengatasi gugup di panggung. Ditambah pesan untuk tidak mengikuti hal-hal negatif dan tidak mempedulikan orang-orang yang iri dengan mereka.

Ketemu Juri

[sunting | sunting sumber]

Penjurian GADIS Sampul 2002 diadakan pada 10 Juli 2002, hari keempat karantina, di Ruang Serba Guna Femina Group. Biasanya, penjurian membuat 20 finalis tegang tetapi saat penjurian, banyak finalis yang terlihat lebih tenang dan santai di hadapan juri. Sesi tanya jawab pun berkembang menjadi sesi curhat. Sepertinya, mereka yakin bahwa apapun yang terjadi, merrka sudsh berusaha semaksimal mungkin dan tetap menjadi diri sendiri.

Saatnya Unjuk Kemampuan

[sunting | sunting sumber]

Seperti pada tahun sebelumnya, juri Pemilihan GADIS Sampul 2002 terdiri dari beberapa ahli di bidang mereka masing-masing. Berikut adalah juri-juri yang menilai para finalis:

  • Pia Alisjahbana, pendiri Majalah GADIS,
  • S. B. Wahyudi, Creative Director Martha Tilaar Group,
  • Rose Mini, psikolog,
  • Rudi Soedjarwo, sutradara film,
  • Ira Duaty, peragawati dan pengajar di F&G Model-Talent Agency,
  • Dian Nitami, aktris dan model,
  • Alfon, penata rambut dan pemilik salon

Kriteria penjuriannya masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal-hal yang dinilai adalah:

  • Keremajaan wajah,
  • Fotogenik,
  • Keluwesan di depan kamera,
  • Proporsi tubuh (dengan pertimbangan mereka masih tumbuh),
  • Kepribadian
  • Bakat yang dimiliki finalis

Setiap kriteria penting sehingga setiap juri berharap mereka melihat kepercayaan diri finalis saat diminta menunjukkan bakat mereka.

Berikut ini adalah cerita saat finalis menunjukkan bakat mereka:

  • Masayu Yudhitia Kurniawati dan Prima Aprilia diminta menunjukkan bakat menyanyi mereka dengan bernyanyi secara duet.
  • Jeihan Fuad Alkatiri dan Jemima Tumewu diajak mengobrol pakai Bahasa Inggris oleh Pia Alisjahbana dan Rose Mini. Jeihan mengaku ia belajar berbicara Bahasa Inggris dari film kartun.
  • Dinda Kanyadewi menarikan tarian Dayak dari Kalimantan Tengah
  • Karina, yang senang membuat desain baju, diminta menggambar sketsa desain baju yang menghasilkan sketsa baju penobatan yang didesain oleh Adjie Notonegoro.
  • Aryani Fitriana diuji oleh Rudi Soedjarwo untuk berakting dengan situasi: saat ia pulang sekolah tiba-tiba ia melihat rumahnya terbakar. Akting Aryani Fitriana begitu alami hingga ia menangis.

"Aku Ceritain, Ya!"

[sunting | sunting sumber]

Selain bakat yang beragam, finalis tahun ini senang bercerita. Terutama La Saras Kabiirath Gusti, Dhira Apsari Gautama, dan Diah Fitriani. Berikut adalah cerita mereka:

  • La Saras Kabiirath mengaku ia senang belajar merangkai bunga. Ia terinspirasi untuk belajar merangkai bunga dari ayahnya yang bekerja di kapal pesiar.
  • Dhira Apsari Gautama, yang adalah anak perempuan satu-satunya, sering diomeli ibunya. Ia dinasehati banyak hal dan kadang membuatnya kesal.
  • Diah Fitriani, asal Bandung, sejak bayi sudah ditinggal orang tuanya yang bertransmigrasi ke Aceh. Di Bandung, ia tinggal bersama neneknya. Alasan Diah Fitriani mengikuti GADIS Sampul agar ia bisa membanggakan kedua orang tuanya yang tinggal terpisah dari dirinya.

Setelah penjurian selesai, para juri bergabung dengan finalis untuk makan malam bersama. 20 finalis memberikan hadiah kepada para juri yang telah selesai menilai mereka. Saat setelah penjurian mungkin saat yang penting untuk tidak memikirkan kemenangan tetapi merayakan kebersamaan yang tidak akan pernah berakhir.

It's Time To Say Goodbye...

[sunting | sunting sumber]

Sehari setelah Malam Final GADIS Sampul 2002, Jumat, 12 Juli 2002, kegiatan finalis tidak sepadat sebelumnya. Ditambah hari itu adalah hari terakhir dari 6 hari karantina GADIS Sampul 2002.

Pemotretan di Hotel

[sunting | sunting sumber]

Pagi itu, finalis bangun setelah acara malam final dan bersiap sarapan pagi di hotel tempat mereka menginap, Hotel Atlet Century Park. Kegiatan hari ini diisi oleh pemotretan untuk finalis luar Jabodetabek dan pemotretan untuk para pemenang. Beberapa finalis luar kota melakukan pemotretan di hotel, seperti Ines Arieza Rahmaniar yang melakukan pemotretan rubrik kecantikan dengan gaya sedang membaca buku dan Auxilia Paramita yang dipotret dengan gaya setelah mandi.

Setelah pemotretan cepat di hotel, finalis luar Jabodetabek dan para pemenang berangkat ke kantor redaksi GADIS untuk pemotretan. Saat di kantor redaksi GADIS, beberapa finalis menyempatkan diri tidur di lantai studio pemotretan. Mereka tampak masih mengantuk dan bosan menunggu sesi pemotretan Masayu Yudhitia Kurniawati, Pemenang I GADIS Sampul 2002, selesai. Hanya La Saras Kabiirath Gusti yang masih terjaga sambil membaca majalah GADIS.

Finalis yang sudah selesai dengan pemotretan di kantor redaksi GADIS dan finalis yang berada di hotel dibawa ke Plaza Senayan untuk makan siang. Makan siang kali ini diadakan di Wendy's, restoran cepat saji asal Amerika Serikat. Para finalis yang hadir pada makan siang ini ditemani oleh T-Five dan Astrid Tiar, yang hari itu berulang tahun. Saat Astrid Tiar datang, finalis dan T-Five mengucapkan selamat ulang tahun kepada Astrid. Namun saat pukul 14:00, salah satu finalis, Kieky Cahya, harus langsung pergi ke bandara untuk naik pesawat ke Semarang yang dijadwalkan terbang jam 16:00. Untuk menghibur para finalis, pihak Wendy's memberikan hadiah boneka Wendy kepada finalis yang hadir. Ditambah Vanesca Vindy menyumbangkan lagu "Mbah Dukun" untuk menghibur T-Five.

Selesai makan siang di Wendy's, pada finalis diajak untuk menukarkan voucher minuman dari Quickly, brand teh susu mutiara. Saat di Plaza Senayan, mereka diperhatikan oleh para pengunjung Plaza Senayan. Seperti saat di hotel, mereka dimintai tanda tangan oleh peserta Smart Camp 2002 (acara berkemah yang diadakan GADIS) yang kebetulan menginap di hotel yang sama dengan finalis.

Hiks... hiks... Mesti Pisah

[sunting | sunting sumber]

Setelah makan siang di Plaza Senayan, para finalis kembali ke kantor redaksi GADIS. Di kantor redaksi GADIS, orang tua pada finalis sudah hadir tetapi para finalis belum boleh bertemu sebab masih ada briefing untuk orang tua. Sambil menunggu briefing dengan orang tua finalis selesai, 19 finalis yang mengikuti acara penutupan ini bertukar kontak, dari nomor telepon, nomor handphone, hingga alamat e-mail. Selain itu, para finalis ditemani oleh adik laki-laki Aryani Fitriana yang tiba-tiba masuk ke ruang tunggu finalis. Selain itu, para finalis asal Jadetabek sudah membuat janji berkumpul di Mega Mall Pluit untuk menghabiskan voucher Matahari yang tersisa.

Setelah pintu dibuka, akhirnya para finalis bisa bertemu dengan orang tua dan keluarga mereka. Mereka rindu karena enam hari berpisah dari keluarga dan teman-teman mereka. Namun mereka juga sedih, harus berpisah dengan teman-teman baru yang menemani selama 6 hari. Namun mereka berjanji akan tetap berhubungan. Apalagi teknologi sudah semakin canggih.

Senang tapi Sedih...

[sunting | sunting sumber]

Jumat, 12 Juli 2002, siang di ruang serbaguna Gedung Femina, keluarga 20 finalis GADIS Sampul 2002 sudah berdatangan. Sementara, para finalis masih jalan-jalan di Plaza Senayan. Sambil menunggu finalis tiba, ada pengarahan untuk orang tua dari Petty Siti Fatimah, Pia Alisjahbana, dan pihak F&G Model-Talent. Setelah pengarahan selesai, pada finalis dipersilahkan untuk bertemu dengan keluarga masing-masing.

Para finalis pun masuk dan langsung memeluk orang tua mereka. Ditambah setelah 6 hari berpisah, mata 20 finalis ini berkaca-kaca. Acara peluk dan cium ini cukup lama sehingga Novi Susanti, redaksi GADIS yang menjadi pembawa acara acara perpisahan ini, mengambil alih dan mempersilahkan Petty Siti Fatimah dan Pia Alisjahbana memberikan sepatah dua patah kata untuk finalis. Acara pun dilanjutkan dengan pembagian hadiah untuk para pemenang. Hadiah yang diterima seluruh finalis sebenarnya sudah banyak tetapi hadiah tambahan untuk para pemenang juga tidak kalah banyanknya.

Selain hadiah bagi para pemenang, 20 finalis GADIS Sampul 2002 juga dikejutkan dengan hadiah yang diberikan empat chaperone yang menemani mereka selama enam hari. Hadiah ini ditujukan kepada finalis yang mereka nilai paling disiplin, supel, penuh semangat, rajin membantu temannya, dan selalu mendengarkan nasihat para chaperone. Hadiah itu diberikan kepada La Saras Kabiirath Gusti asal Gianyar. Namun, La Saras Kabiirath Gusti juga memiliki kejutan untuk para chaperone. Ia sudah menyiapkan souvenir ikat pinggang unik dari Bali.

Setelah acara kejutan dari chaperone, kini giliran 20 finalis memberikan komentar dan kesan-kesan selama karantina. Menurut para finalis, walau capai tapi mereka senang dengan karantina karena belajar mandiri, disiplin, dan bekerja dalam satu tim. Sehingga banyak finalis yang ingin mengikuti karantina kembali.

Acara pun berlanjut dengan seluruh finalis GADIS Sampul 2002 maju ke depan untuk menyanyikan lagu "Sahabat Setia". Diawali dengan suara merdu Masayu Yudhitia Kurniawati, finalis bernyanyi sambil merangkul satu sama lain. Selesai bernyanyi, mereka berpelukan sambil menangis. Dalam uraian air mata, mereka baru menyadari jika karantina GADIS Sampul 2002 sudah selesai dan mereka akan berpisah. Suasana yang mengharukan ini membuat banyak anggota keluarga yang hadir ikut terharu.

Sewaktu finalis bersalaman dengan panitia GADIS Sampul 2002, isak tangis pun kembali terdengar. Mereka tetap ingin bersama tetapi hari sudah semakin senja dan banyak finalis yang harus kembali ke kota asalnya masing-masing dan ketiga pemenang harus ke Radio Prambors untuk diwawancara. Para finalis satu persatu pulang dengan keluarga masing-masing. Mereka juga berjanji agar saling berkomunikasi.

Malam Final

[sunting | sunting sumber]

11 Juli 2002, Grand Ballroom Hotel Mulia Senayan terlihat ramai oleh antrean remaja. Antrean itu dipenuhi dengan remaja yang berdandan ala tokoh film yang mengantre masuk ke pintu masuk Grand Ballroom yang disulap menjadi loket bioskop.

Para penonton itu akan menyaksikan "film" spesial, yaitu Malam Final GADIS Sampul 2002 dengan tema "Movie Magic". Acara malam di sponsori oleh BELIA, Matahari Departement Store, dan Telkomsel.

Camera... Rolling... Action... It's Movie Magic!

[sunting | sunting sumber]

Saat waktu menunjukkan pukul 19:00, terdengar suara voice over seperti bioskop 21 Cineplex yang menandai pintu Grand Ballroom Hotel Mulia dibuka. Sambil menunggu acara dimulai, penonton ditemani lagu-lagu soundtrack film seperti "American Pie" yang dipopulerkan oleh Madonna, "Picture of you" yang dibawakan oleh Boyzone, dan "Can't Fight the Moonlight" yang populer berkat film "Coyote Ugly" dan dinyanyikan oleh LeAnn Rimes. Panggung besar dengan dominasi warna merah, kuning, dan hitam bernuansa negatif film yang dilengkapi dua layar besar di sisi kiri dan kanan panggung ditambah layar besar yang tergantung dari langit-langit di tengah ruangan ballroom.

Parade Alumni GADIS Sampul 1987-2001

[sunting | sunting sumber]

Perlahan lampu-lampu mulai dipadamkan. Lalu, terdengar suara announcer yang menyambut alumni GADIS Sampul 1987 hingga 2001. Tiba-tiba lampu menyorot pintu samping di kanan depan dan masuklah alumni GADIS Sampul barbagai angkatan.

Mereka berjalan sambil berparade menuju tempat duduk khusus yang disiapkan untuk alumni GADIS Sampul. Tempat duduk tersebut berada di bagian tengah. Beberapa nama Alumni GADIS Sampul dan kontes model lain yang diadakan oleh majalah GADIS yang hadir antara lain:

  • Andhara Early (Pemenang II & Pemenang Favorit GADIS Sampul 1995),
  • Dewi Rezer (Finalis GADIS Sampul 1995),
  • Melly Manuhutu (Pemenang III GADIS Sampul 1990),
  • Adinda Anggrianti (Finalis GADIS Sampul 1995),
  • Chiara Sari Arifin (Pemenang Favorit GADIS Sampul 1997),
  • Sigi Wimala (Pemenang I GADIS Sampul 1999),
  • Toybah (Finalis GADIS Sampul 1987),
  • Sheila Mutia (Finalis GADIS Sampul 1990),
  • Siti Rahmayanti (Pemenang I GADIS Sampul 1990),
  • Augie Felicia (Finalis GADIS Sampul 2001),
  • Ingka Noverita (Finalis GADIS Sampul 2001),
  • Zatasa Aris (Finalis GADIS Sampul 2001),
  • Tya Ariestya (Finalis GADIS Sampul 2001),
  • Lamanda Alleynissa (Pemenang III GADIS Sampul 1999),
  • Rizky M. Haris (Pemenang I Cowok Sampul Majalah GADIS 1985)

Tika Sang Diva

[sunting | sunting sumber]

Pertunjukan pun dimulai dengan lampu warna-warni dan semburan asap dry ice yang ditemani alunan musik klasik dari soundtrack film "The Sound of Music". Lalu, para penari dari ART Production muncul dengan dandanan glamor dan menari dengan enerjik dengan iringan lagu "Rhythm of The Night" yang menjadi lagu latar dari film "Moulin Rouge!".

Panggung sayap kanan berputar dan muncul Udjo, sang sutradara, dengan topi pet khasnya menghentikan penampilan para penari. Lalu, Yosi, aktor pendatang baru datang sambil menghafal skenario yang ia terima. Kabarnya, ia akan berakting bersama bintang pada malam itu, Sang Diva, Tika Panggabean.

Saat Udjo sedang mengkritik sifat buruk Sang Diva yang sering terlambat, angkuh, dan menyebalkan, tiba-tiba Sang Diva muncul dengan buasana glamor dengan aksen bulu mirip tokoh Satine (yang diperankan Nicole Kidman) di film "Moulin Rogue". Sang Diva kesal saat ia mengetahui bahwa ia akan dipasangka dengan aktor pendatang baru, yang ia kira adalah office boy atau supir baru. Apalagi, saat berlatih bersama, Yosi selalu melakukan kesalahan akibat grogi berakting dengan Sang Diva. Hal ini membuat Sang Diva marah dan pergi karena ia tidak ingin menyia-nyiakan waktunya bersama aktor pendatang baru.

Karena kesal dengan tingkah laku Sang Diva yang sombong, akhirnya Yosi mengusulkan ide kepada Udjo untuk membuka audisi mencari pengganti Sang Diva! Ditambah teman-teman Yosi lagi latihan memandu sorak seperti dalam film "Bring It On". Udjo pun menyetujuinya karena ia tidak ingin tambah kesal oleh kelakuan Sang Diva.

Teman-teman Yosi itu ternyata adalah 20 finalis GADIS Sampul 2002. Penonton pun bergemuruh menyambut penampilan mereka. Semua finalis tampil percaya diri menari dengan pom pom diiringi lagu "Mickey" dari B*witched yang menjadi lagu utama film "Bring It On". Para finalis tampil cantik dan keren berkat koreografi yang ditangani oleh Ari Tulang. Ditambah riasan dari tim artistik BELIA Martha Tilaar dan baju koleksi dari Matahari Departement Store.

Audisi asal...!

[sunting | sunting sumber]

Setelah penampilan dari 20 finalis, tibalah saat perkenalan 20 finalis dengan latar audisi. Bagian ini adalah bagian yang ditunggu oleh para penonton. Alasannya adalah mereka memperkenalkan sambil 'dikerjai' oleh trio Tika Panggabean, Udjo, dan Yosi. Tantangan-tantangan yang diberikan oleh ketiga pembawa acara ini berhasil membuat penonton tertawa. Seperti ada seorang finalis yang harus memperagakan gaya mayoret sambil berpose ala model dengan musik latar dari Udjo dan Yosi dan diminta menjadi bintang video klip dengan lagu yang berganti-ganti yang dinyanyikan Udjo dan Yosi, sampai ada yang diminta menjadi penggantinya "Putri Malam".

Audisi finalis nomor 1 hingga nomor 10 tidak membuat Sang Diva puas. Sementara Yosi mencari peserta audisi lainnya. Sang Diva, Tika, meminta sutradara mencarikan penyanyi pria tampan untuk mengisi soundtrack film yang akan ia bintangi. Akhirnya, sang sutradara memutuskan mengundang band Element menjadi penyanyi untuk film yang Tika perankan. Tika menyetujuinya dan berubah menjadi sosok yang genit.

Element pun muncul dipanggung dengan dua vokalisnya Lucky Widja dan Ferdy Tahier. Mereka membawakan tiga lagu andalan mereka, "Pergilah Adinda", "Wherever you will go", dan "Persembahan Nirwana". Ditambah atraksi gitaris kakak beradik, Arya Prasetyo dan Aditya Pratama yang melompat dari panggung.

Setelah penampilan Element, perkenalan finalis dilanjutkan dengan finalis nomor 11 hingga 20. Perkenalan mereka tidak kalah seru dan kocak. Salah satu finalis ditantang memerankan reporter. Sementara finalis lainnya diminta menjadi penyiar radio khusus ibu-ibu. Hingga ada seorang finalis yang diuji kemampuan aktingnya dengan memerankan polisi wanita yang galak dan harus memarahi Tika Panggabean yang mencuri pakaian yang dijemur.

Ngintip Syuting AADC

[sunting | sunting sumber]

Setelah audisi selesai, Udjo dan Yosi mengajak penonton mengintip proses "syuting" film Ada Apa dengan Cinta? dan muncul model-model pilihan GADIS yang terdiri dari Alumni GADIS Sampul dan model pria pilihan GADIS antara lain:

Dengan balutan busana koleksi WHITEBOX dengan iringan lagu "Kubahagia" yang menjadi lagu tema film "Ada Apa Dengan Cinta?" yang dinyanyikan oleh Melly Goeslaw.

Setelah syuting bubar, muncullah Tika Panggabean, yang tampil centil dengan rambut diikat dua dan seragam yang mirip teman dari tokoh Cinta dari film Ada Apa Dengan Cinta?. Ia langsung membacakan puisi yang ia plesetkan dari puisi yang ada di film itu. Penonton tertawa terbahak-bahak dengan puisi yang Tika Panggabean bacakan.

Ketika Tika Panggabean bernyanyi salah satu lagu yang muncul di film tersebut, penonton histeris. Bukan karena kagum dengan suara Tika Panggabean. Namun, karena dari belakang panggung, muncullah Nicholas Saputra (Rangga) yang keberadaannya tidak diketahui Tika Panggabean. Kedatangan Nicholas Saputra ke hadapan panggung karena ia telah berjanji untuk latihan dialog dengan pemeran Cinta. Ia kaget karena pemeran Cinta yang ada di panggung adalah Tika Panggabean. Namun, Tika Panggabean menunjukan reaksi yang berbeda karena ia melihat Nicholas Saputra alias Rangga. Tika Panggabean langsung memeluk lengan Nicholas Saputra alias Rangga dan menggodanya untuk latihan bagian perpisahan di bandara.

Adegan ini membuat penonton histeris. Setelah itu, penonton dibuat tambah histeris dengan kemunculan Dian Sastrowardoyo atau tokoh Cinta yang sebenarnya. Alhasil, Tika Panggabean protes kepada Dian Sastrowardoyo. Tapi karena Sang Diva tidak ikut casting film Ada Apa Dengan Cinta, ia tidak bisa berpartisipasi dalam filmnya. Untuk menghibur Sang Diva yang kesal, sutradara pun mengundang Andien.

Andien, yang malam itu tampil dengan live band, membawakan lagu berirama jazz. Ia membawakan tiga buah lagu. Lagu pertama yang ia bawakan adalah "Menjelma" yang membuat penonton melayang. Dilanjutkan dengan lagu "My Funny Valentine" dan ditutup dengan lagu hits milik Andien, "Sahabat Setia" yang disambut girang para penonton. Penampilan Andien semakin menarik berkat gerakan penari Art Production yang juga tampil di video klipnya.

Fashion Tomb Raider

[sunting | sunting sumber]

Setelah penonton menikmati suara merdu Andien, mereka diajak mengintip "syuting" fil Tomb Raider. Peragaan busana koleksi Jabotabek Shopping yang terinspirasi dari film tersebut digarap spektakuler. Para model tampil keren ditambah koreografi diiringi lagu "Elevation" dari U2. Penonton terpana kagum melihat peragaan busana ini.

Di akhir peragaan busana, Tika Panggabean, Sang Diva, muncul untuk ikut syuting. Namun, kostum yang dipakai berbeda. Sang Diva memakai kostum suster ngesot. Sang Diva mengira ini adalah syuting film Jelangkung 2. Kelakuan Sang Diva membuat Udjo dan Yosi murka dan mereka berdua memecat Sang Diva. Sang Diva pun bersedih.

Penonton terdiam seolah ikut prihatin dengan nasib Sang Diva. Lalu, terdengar intro musik lagu "Bukan Untukku" dan muncullah Rio Febrian yang memecah kesenyapan. Penonton terpesona dengan suara Rio Febrian. Ditambah saat ia menyanyikan lagu "The World Greatest" yang dipopulerkan R. Kelly yang merupakan lagu tema film "Ali".

Penonton yang terbuai dengan suara Rio Febrian kembali disuguhkan syuting film "She's All That" dengan peragaan busana karya Rizaldy 1950. Para model berakting romantis dengan iringan lagu "Kiss Me" yang dipopulerkan Sixpence None the Richer.

Panggung pun kembali panas saat T-Five muncul. Para penonton langsung menyerbu panggung. Keempat vokalis bersama personil lainnya langsung menguncang Grand Ballroom Hotel Mulia Senayan dengan lagu yang mereka bawakan. Penampilan mereka dibuka dengan lagu "T-Fivers!" dan disambung dengan lagu "Wild-Wild West" yang dipopulerkan oleh Will Smith, ditambah lagu-lagu populer mereka seperti, "Yang Terindah", "Kau", dan "MIRC". Para penonton yang berada di depan panggung langsung bergoyang mengikuti irama musik.

Puncak Kehebohan

[sunting | sunting sumber]

Tepuk tangan para penonton mengiringi penampilan 20 finalis GADIS Sampul 2002 yang berparade sebelum pengumuman pemenang. Diiringi lagu tema "Charlie's Angels the Movie" yang energik dan permainan lampu sorot warna-warni, penampilan finalis tampak menakjubkan. Ditambah baju penobatan rancangan Adjie Notonegoro, membuat para finalis tampak cantik di panggung. Para penonton yang histeris mendukung penampilan mereka.

Setelah seluruh finalis berada di panggung, ketiga MC (Tika Panggabean, Udjo, dan Yosi) langsung mengundang bintang tamu untuk membacakan nama pemenang.

Tiga model pria, Betrand Antolin, Samuel Rizal, dan Iqbal, diundang mengumumkan pemenang Favorit pilihan pembaca. Pemenang favorit pilihan pembaca jatuh kepada Aryani Fitriana, finalis nomor 17 asal Depok. Ia membuat iri para penonton karena dikecup pipinya oleh tiga pria tampan.

Pengumuman dilanjutkan dengan pembacaan Pemenang III. Andien dan Rio Febrian diundang mengumumkan nama pemenang III. Mereka pun memanggil finalis nomor 12 asal Jakarta, Dhira Apsari Gautama. Dhira Apsari Gautama, yang merasa tidak memiliki pengalaman sebagai model, hanya bisa menutup mulutnya karena ia tidak percaya dipilih sebagai pemenang.

Penonton histeris saat Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra muncul di panggung dengan diiringi lagu tema film "Ada Apa Dengan Cinta". Mereka diundang untuk mengumumkan nama Pemenang II. Finalis yang diumumkan sebagai pemenang II adalah finalis nomor 16, Micka Chiara Siwy, asal Bekasi. Ia tampak tidak percaya bahwa ia menang. Namun, akhirnya ia maju untuk menerima piala dan selempang ditambah kecupan dari Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra yang membuat penonton menjerit karena tidak rela.

Pengumuman utama pun dimulai. Suasana menjadi hening saat intro lagu "GADIS Sampul" ciptaan Yovie Widianto yang dibawakan oleh Krisdayanti terdengar. Dari belakang panggung muncul Sarah Amanda Soetarjo, GADIS Sampul 2001, dengan gaun cantik bagai Miss Universe, berkeliling-keliling di antara para finalis. Semua yang hadir di Grand Ballroom Hotel Mulia Senayan tampak tegang. Mereka menduga-duga siapa yang akan menjadi pemenang utama. Akhirnya, penonton menjerit histeris saat Sarah Amanda Soetarjo berhenti di depan finalis nomor 6 ketika lagu berhenti. Ia pun mengajak finalis nomor 6 atas nama Masayu Yudhitia Kurniawati asal Palembang, yang hanya bisa ternganga dan melotot saking terkejutnya. Sarah Amanda Soetarjo pun menuntun Masayu Yudhitia Kurniawati, yang berkali-kali menggelengkan kepala seolah tidak percaya, maju ke depan untuk menerima piala dan selempang Pemenang I GADIS Sampul 2002.

Akhirnya, Sang Diva Baru atau GADIS Sampul 2002 terpilIh. Lampu-lampu kembali dinyalakan. Pertunjukan malam itu pun menyisakan kenangan yang tidak akan dilupakan.

Kehebohan di Lobi

[sunting | sunting sumber]

Kerumunan penonton Malam Final GADIS Sampul 2002 di lobi Grand Ballroom Hotel Mulia Senayan sudah ramai sejak pukul 18:00. Meskipun pintu Ballroom baru dibuka pukul 20:00 tetapi para penonton yang mayoritas berpakaian sesuai dengan dresscode yang diminta yaitu movie star tetap setia menunggu. Alasannya karena banyakal yang bisa dinikmati di lobi.

Karena Malam Final GADIS Sampul bertema "Movie Magic", lobi pun dihias dengan pernak-pernik berhubungan dengan dunia film. Sebelum masuk, penonton disambut oleh gerbang berwarna merah dengan lampu kelap-kelip. Di kiri dan kanan gerbang ada loket yang dibuat mirip dengan loket bioskop yang bertuliskan GADIS Theatre. Di depan gerbang ini, dipajang poster-poster film yang sedang dibicarakan saat ini dan wall of fame berisi tapak tangan beserta tanda tangan seleb-seleb yang datang ke acara Reuni GADIS Sampul 1987-2001. Interior yang menarik ini membuat para penonton berfoto ria.

Memasuki lobi, beberapa penonton mendatangi stan BELIA yang memajang produk-produk kosmetik untuk remaja. Penonton lainnya, sibuk lihat baju di stan Matahari Departement Store yang menjual produk label in-house mereka seperti Nevada, Details, Aero, dan Super T. Yang membuat penonton semakin senang adalah setiap pembelian satu produk berhak mendapatkan hadiah satu kaus.

Kehebohan lain terjadi di salah satu sudut lobi. Ternyata kehebohan itu adalah antrean foto di stan Fuji Film. Dengan Rp25.000, para penonton bisa berfoto ala sampul majalah GADIS. Alhasil banyak yang mengantre untuk berfoto.

Keramaian lain muncul di seberang stan Fuji Film, yaitu DJ Booth dari Radio Prambors. Radio Prambors menyiarkan langsung liputan Malam Final GADIS Sampul 2002. Ditambah sebelum acara dimulai, penonton bisa ikut me-request lagu. Host pada malam itu, Imam Wibowo dan Ryan Mandrinia (Finalis GADIS Sampul 2001), memandu acara yang tidak hanya sekedar mengobrol dengan pengisi acara. Mereka juga mengadakan pemilihan penonton dengan nominasi "Ter Dian Sastro", "Ter Matching", dan "Rombongan pendukung yang datang terbanyak". Para pemenang di setiap kategori mendapatkan hadiah souvenir dari Prambors. Dan orang yang mencari penonton yang cocok dengan nominasi di atas adalah Nicholas Saputra. Otomatis, banyak penonton yang bengong terpana melihat Nicholas Saputra. Namun yang langsung sadar, langsung mengambil kamera dan memotreat wajah Nicholas Saputra.

Penonton pada malam itu tidak menyesal membawa kamera. Karena banyak pengisi acara yang mondar-mandir di lobi karena mereka kedinginan di belakang panggung. Ditambah barisan alumni GADIS Sampul berbagai angkatan dan banyak selebritis yang menonton acara Malam Final GADIS Sampul 2002 ikut memakai busana sesuai dresscode penonton. Seperti Andhara Early dan Chiara Sari yang berkeliaran dengan seragam SMA ala film "Ada Apa Dengan Cinta", Lamanda Alleynissa yang tampil bak putri dari film "The Princess Diaries", hingga Dewi Rezer yang tampak menikmati acara meski tangannya masih diperban.

Akibat banyaknya alumni GADIS Sampul dan selebritis yang berkeliaran di lobi, terjadilah aksi meminta tanda tangan dan berfoto bersama selebritis. Ini membuat beberapa penonton lupa jika pintu ballroom telah dibuka dan penonton boleh masuk.

Pembawa acara

[sunting | sunting sumber]

Pengisi acara

[sunting | sunting sumber]

Bintang Tamu dan Model

[sunting | sunting sumber]

Bintang Tamu

[sunting | sunting sumber]

Alumni GADIS Sampul

[sunting | sunting sumber]
  • Astrid Tiar (GADIS Sampul 2000)
  • Zee Zee Shahab (Finalis GADIS Sampul 2001)
  • Ira Gafar (Finalis GADIS Sampul 1999)
  • Indira Triastuty (Finalis GADIS Sampul 1999)
  • Soraya Larasati (Finalis GADIS Sampul 2001)
  • Hayria Lontoh (Pemenang III GADIS Sampul 2001)
  • Novarinta P. Boer (GADIS Sampul 1998)
  • Adelia Lontoh (Finalis GADIS Sampul 1998)
  • Pamela Fransisca (Pemenang III GADIS Sampul 2000)
  • Paula Verhoeven (Finalis GADIS Sampul 2001)

Model Pria

[sunting | sunting sumber]
Utama
Gelar Kontestan
Gadis Sampul 2002 Palembang - Masayu Yudhitia Kurniawati
Juara 2 Bekasi - Micka Chiara Siwy
Juara 3 Jakarta - Dhira Apsari Gautama
Penghargaan khusus
Gelar Kontestan
Pemenang Favorit Depok - Aryani Fitriana

20 peserta tampil sebagai finalis pada tahun ini:[1]

No. Urut Peserta Kota asal Usia Sekolah asal
4 Arrumaisha Rani Khairunisa Jakarta 13 SMP Negeri 41 Jakarta
17 Aryani Fitriana[2] Depok 14 SMP Islam Al Ma'ruf Jakarta
20 Atya Irdita Sardadi Jakarta 15 SMP Islam Al Azhar Syifa Budi Kemang Jakarta
14 Auxilia Laksmi Ayu Paramitha Hanmi Yogyakarta 17 SMA Negeri 9 Yogyakarta
12 Dhira Apsari Gautama Jakarta 13 SMP Islam Al Izhar Pondok Labu Jakarta
8 Diah Fitriani Syahputri Kamil Bandung 14 SMP Negeri 10 Bandung
11 Dinda Kanyadewi[3][4][5] Balikpapan 15 SMA Negeri 1 Balikpapan
19 Ines Arieza Rahmaniar Bandung 14 SMP Negeri 7 Bandung
7 Jeihan Fuad Alkatiri Surabaya 15 SMP Muhammadiyah 5 Surabaya
9 Jemima Madeline Cheryl Tumewu Tangerang Selatan 14 SMP Katolik Ricci II Bintaro Tangerang Selatan
10 Karina Depok 15 SMP Negeri 102 Jakarta
1 Kieky Cahya Rossanti Semarang 14 SMP Panghudi Luhur Domenico Savio Semarang
3 La Saras Kabiirath Gusti Gianyar 13 SMP Cipta Dharma Gianyar Bali
6 Masayu Yudhitia Kurniawati Palembang 15 SMP Xaverius Palembang
16 Micka Chiara Siwy Bekasi 15 SMP Negeri 109 Jakarta
2 Mirasih Tyas Endah Jakarta 15 SMP Al Azhar Syifa Budi Kemang Jakarta
5 Prima Aprilia Christyani Bekasi 17 SMA St. Fransiskus Asisi Jakarta
13 Ristra Lemdikasari Jakarta 17 SMA Labschool Jakarta
15 Stephanie Lydia Apriliana Silitonga Medan 13 SMP St. Thomas 1 Medan
18 Vanesca Vindy Sophizana Lesse Kendari 15 SMA Negeri 1 Kendari

Semi Finalis

[sunting | sunting sumber]

Dari 90 nama unggulan, terpilih 40 nama semi finalis yang akan disaring menjadi 20 finalis.

Peserta Kota asal Usia Sekolah asal
Arrumaisha Rani Khairunisa Jakarta 13 SMP Negeri 41 Jakarta
Aryani Fitriana Depok 14 SMP Islam Al Ma'ruf Jakarta
Atya Indira Sardadi Jakarta 15 SMP Islam Al Azhar Syifa Budi Kemang Jakarta
Auxilia Laksmi Ayu Paramita Hanmi Yogyakarta 17 SMA Negeri 9 Yogyakarta
Dhemy Larasati Malang 15 SMPK Santa Maria Malang
Dhea Badiaturrumi Bekasi 13 SMP Bani Saleh 1 Bekasi
Dhira Apsari Gautama Jakarta 13 SMP Al Izhar Pondok Labu Jakarta
Diah Fitriani Syahputri Kamil Bandung 14 SMP Negeri 10 Bandung
Dinda Kanyadewi Balikpapan 15 SMA Negeri 1 Balikpapan
Drisha Wijayanka Idris Jakarta 13 SMP Negeri 75 Jakarta
Dwi Pusaprini Irawan Bogor 15 SMPK Tunas Harapan Bogor
Eva Laurenshia Jakarta 15 SMA Pusaka Abadi Jakarta
Fania Permatasari Bandung 14 SMP Negeri 15 Bandung
Ines Arieza Rahmaniar Bandung 14 SMP Negeri 7 Bandung
Ines Dian Prisidha Jakarta 15 IPEKA High School Jakarta
Intan Yunita Kusuma Sari Denpasar 15 SMA Negeri 7 Denpasar
Jeihan Fuad Alkatiri Surabaya 15 SMP Muhammadiyah 5 Surabaya
Jemima Madeleine Cheryl Tumewu Tangerang Selatan 14 SMP Katolik Ricci II Bintaro Tangerang Selatan
Karina Depok 15 SMP Negeri 102 Jakarta
Kieky Cahya Rosanti Semarang 14 SMP Panghudi Luhur Domenico Savio Semarang
La Saras Kabiirath Gusti Gianyar 13 SMP Cipta Dharma Gianyar Bali
Maria Agustina Marsella Malang 15 SMA Negeri 8 Malang
Masayu Yudhitia Kurniawati Palembang 15 SMP Xaverius I Palembang
Micka Chiara Siwy Bekasi 15 SMP Negeri 109 Jakarta
Mirasih Tyas Endah Jakarta 15 SMP Al Azhar Syifa Budi Kemang Jakarta
Nicko Elliaba Shakti Semarang 17 SMA Negeri 1 Semarang
Noor Melissa Putri Palembang 15 SMP YSP Pusri Palembang
Oktamitha Pratita Semarang 14 SMP Negeri 3 Semarang
Prima Aprillia Christyani Bekasi 17 SMA St. Fransiskus Asisi Jakarta
Ratna Saraswati Jakarta 14 SMP Negeri 3 Jakarta
Reisa Kartikasari Tangerang 16 SMA Dian Harapan Tangerang
Richa Novisha Bogor 16 SMA Negeri 9 Bogor
Ristra Lemdikasari Jakarta 17 SMA Labschool Jakarta
Smitha Anjani Tangerang 14 SMP Tarakanita 1
Stephanie Lydia Apriliana Silitonga Medan 13 SMP St. Thomas 1 Medan
Vanesca Vindy Sophiana Lesse Kendari 15 SMA Negeri 1 Kendari
Vieta Luvitasari Bandung 17 SMA Negeri 12 Bandung
Winda Puspitasari Jakarta 13 SMP Negeri 57 Jakarta
Zora Vidyanata Pontianak 17 SMA Negeri 1 Pontianak

Catatan: nama yang ditebalkan lolos menjadi finalis.

Sebelum masuk tahap semifinalis, formulir pendaftaran yang masuk ke kantor redaksi majalah GADIS diseleksi untuk memilih 90 nama yang akan disaring menjadi semi finalis GADIS Sampul 2002.

Unggulan 1

[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah 30 unggulan bagian pertama GADIS Sampul 2002 yang akan disaring menjadi 40 semi finalis bersama dengan 60 unggulan lainnya

Peserta Daerah asal Usia Sekolah asal
Aryani Fitriana Depok 14 SMP Islam Al Ma'ruf Jakarta
Ayu Perwitasari Yogyakarta 16 SMA Negeri 9 Yogyakarta
Ayushita Widyartoeti Nugraha Jakarta 13 SMP Santo Belarminus Jakarta
Chisa Anne Mara Findia Bogor 17 SMA Negeri 9 Bogor
Dike Sakura Angela Jakarta 15 SMA Negeri 99 Jakarta
Drisha Wijayanka Idris Jakarta 13 SMP Negeri 75 Jakarta
Dwi Pusparini Irawan Bogor 15 SMPK Tunas Harapan Bogor
Eva Anindita Cimahi 16 SMA Negeri 2 Cimahi
Eva Laurenshia Jakarta 15 SMA Pusaka Abadi Jakarta
Ines Arieza Rahmaniar Bandung 14 SMP Negeri 7 Bandung
Intan Yunita Kusuma Sari Denpasar 15 SMA Negeri 7 Denpasar
La Saras Kabiirath Gusti Gianyar 13 SMP Cipta Dharma
Lia Naftalia Daulay Jakarta 16 SMA Negeri 55 Jakarta
Masayu Yudhitia Kurniawati Palembang 15 SMP Xaverius 1 Palembang
Meigi Claudy Aradhita Jakarta 15 SMP Strada St. Fransiskus Xaverius 1 Jakarta
Micka Chiara Siwy Bekasi 15 SMP Negeri 109 Jakarta
Nourma Yuanita Hidayati Malang 14 SMP Negeri 8 Malang
Novi Dwijayanti Bogor 16 SMA Negeri 10 Bogor
Oktamitha Pratita Semarang 14 SMP Negeri 3 Semarang
Ratna Saraswati Tangerang 14 SMP Negeri 11 Tangerang
Reisa Kartikasari Tangerang 16 SMA Dian Harapan Tangerang
Rinarianti Restiayu Utami Bekasi 15 SMP Negeri 109 Jakarta
Ristra Lemdikasari Jakarta 17 SMA Labschool
Silvina Isditya Pontianak 15 SMP Negeri 3 Pontianak
Siti Kumala Sari Medan 15 SMA Negeri 4 Medan
Stephanie Lydia Apriliana Silitonga Medan 13 SMP St. Thomas 1 Medan
Tiffanny Hendrawan Surabaya 15 SMPK Stella Maris Surabaya
Vanesca Vindy Sophizana Lesse Kendari 15 SMA Negeri 1 Kendari
Vika Aprilia Putri Yogyakarta 17 SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta
Winda Puspitasari Jakarta 13 SMP Negeri 57 Jakarta

Catatan: Nama yang ditebalkan terpilih sebagai semi finalis.

Unggulan 2

[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah 30 nama yang lolos menjadi unggulan kedua GADIS Sampul 2002 yang akan diseleksi lagi bersama 60 unggulan lainnya:

Peserta Daerah asal Usia Sekolah asal
Adila Megawati Wisnusena Bandung 13 SMP Negeri 7 Bandung
Ajeng Yessie Jakarta 17 SMA Negeri 3 Jakarta
Anna Steven Bandung 16 SMAK 1 BPK Penabur Bandung
Annisa Putri Ayudya Jakarta 14 SMP Panghudi Luhur Jakarta
Arrumaisha Rani Khairunisa Jakarta 13 SMP Negeri 41 Jakarta
Astri Dyah Kusumawardani Semarang 15 SMP Maria Medatrix Semarang
Astriyani N. Melwani Papua 14 SMP YPPK
Atya Irdita Sardadi Jakarta 15 SMP Islam Al Azhar Syifa Budi Kemang Jakarta
Auxilia Laksmi Ayu Paramita Hanmi Yogyakarta 17 SMA Negeri 9 Yogyakarta
Dhea Badiaturrumi Bekasi 13 SMP Bani Saleh 1 Bekasi
Dhemy Larasati Malang 15 SMPK Santa Maria II Malang
Diah Fitriani Syahputri Kamil Bandung 14 SMP Negeri 10 Bandung
Dinda Kanyadewi Balikpapan 15 SMA Negeri 1 Balikpapan
Eky Renata Jombang 16 SMA PGRI 1 Jombang
Fania Permatasari Bandung 14 SMP Negeri 15 Bandung
Gailda Bustam Makassar 16 SMAK Cenderawasih Makassar
Isabella Ivonny Saputra Jakarta 16 SMA Regina Pacis Jakarta
Jemima Madeleine Cheryl Tumewu Tangerang Selatan 14 SMP Katolik Ricci II Tangerang Selatan
Karina Depok 15 SMP Negeri 102 Jakarta
Lalita Diwideni Bogor 17 SMA Ananda Bogor
Marissa Devi Alexandra Ponto Jakarta 16 SMAK Petra Jakarta
Mega Novelia Jakarta 16 SMA Negeri 12 Jakarta
Miranty Medan 16 SMA Negeri 1 Medan
Noor Melissa Putri Palembang 15 SMP YSP Pusri Palembang
Rani Sutari Depok 15 SMP Tarakanita 1 Jakarta
Rosyta Alaa Hnawa Sidoarjo 15 SMP Negeri 1 Sidoarjo
Sabrina Priscilia Sofyan Tangerang Selatan 16 SMA Widuri Jakarta
Salashegi Reita Witjaksana Jakarta 14 SMP Negeri 19 Jakarta
Sarah Sugandy Jakarta 13 SMPK 7 BPK Penabur Jakarta
Zora Vidyanata Jakarta 17 SMA Negeri 1 Pontianak

Catatan: nama-nama yang ditebalkan adalah nama-nama yang lolos menjadi semifinalis

Unggulan 3

[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah 30 nama yang lolos menjadi unggulan kedua GADIS Sampul 2002 yang akan diseleksi lagi bersama 60 unggulan lainnya:

Nama Peserta Daerah asal Usia Sekolah asal
Adeline Amalia Tangerang Selatan 14 SMP Mater Dei Tangerang Selatan
Aisha Adiputri Jakarta 13 SMP Negeri 115 Jakarta
Cassandra Sarah Tamara Jakarta 15 SMP Tarakanita 1 Jakarta
Danisyana Ichwan Banjarmasin 17 SMA Negeri 3 Banjarmasin
Devi Alicia Favre Denpasar 13 SMP Taman Rama
Dhira Apsari Gautama Jakarta 13 SMP Al Izhar Pondok Labu Jakarta
Farah Salim Bandar Lampung 17 SMA Perguruan Kristen Methodist Immanuel Bandar Lampung
Fitriyah Bandung 16 SMK Negeri 2 Baleendah
Gentha Jakarta 16 SMA Bakti Mulya 400 Jakarta
Ilmilda Bogor 16 SMA Negeri 1 Bogor
Ines Dian Prisidha Jakarta 15 IPEKA High School Jakarta
Intan Pramudita Nusa Tenggara Barat 14 SMP Negeri 2
Jaqualine Maureen Adam Manado 13 SMP Katolik Frater Don Bosco Manado
Jeihan Fuad Alkatiri Surabaya 15 SMP Muhammadiyah 5 Surabaya
Julie Estelle Jakarta 13 French School Jakarta
Kieky Cahya Rosanti Semarang 14 SMP Panghudi Luhur
Lady Tanjung Putri Kediri 15 SMP Katolik Putri Kediri
Maria Agustina Marsella Malang 15 SMA Negeri 8 Malang
Mirasih Tyas Endah Jakarta 15 SMP Islam Al Azhar Syifa Budi Kemang Jakarta
Nicko Eliana Shakti Semarang 17 SMA Negeri 1 Semarang
Nuvian Agnesia Bandung 13 SMP Negeri 9 Bandung
Peni Cahyaningtyas Bekasi 17 SMK Negeri 27 Jakarta
Prima Aprilia Christyani Bekasi 17 SMA St. Fransiskus Asisi Jakarta
Putri Wulandari Sandewang Jakarta 14 SMP Al Azhar Kelapa Gading Jakarta
Ramdhani Makassar 15 SMP Negeri 1 Makassar
Richa Novisha Bogor 16 SMA Negeri 9 Bogor
Sarah Yunizka Tanjung Pandan 15 SMP Negeri 1 Tanjung Pandan
Smitha Anjani Tangerang 14 SMP Tarakanita 1
Utari Paramita Sarwono Jakarta 15 SMP Santa Ursula Jakarta
Vieta Luvitasari Bandung 17 SMA Negeri 12 Bandung

Catatan: nama-nama yang ditebalkan adalah nama-nama yang lolos menjadi semifinalis.

  • Jemima Madeleine Cheryl Tumewu adalah keponakan dari Becky Tumewu.
  • Beberapa nama terkenal, seperti Ayushita, Eva Anindita, Julie Estelle, Putri Ayudya, Reisa Broto Asmoro, Richa Novisha, dan Zora Vidyanata, terpilih ke dalam daftar unggulan hingga terpilih ke dalam daftar semi finalis tetapi tidak berhasil terpilih sebagai 20 finalis.
  • Beberapa nama unggulan, seperti Ayushita Widyartoeti Nugraha dan Nuvian Agnesia, mencoba lagi mengikuti GADIS Sampul dan berhasil terpilih sebagai finalis. Nuvian Agnesia terpilih menjadi finalis GADIS Sampul 2003 dan Ayushita Widyartoeti Nugraha berhasil terpilih menjadi finalis GADIS Sampul 2004.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Jarnawi Aliun is Aliun Hamidy's Son: Finalis Gadis Sampul 2002". Jarnawi Aliun is Aliun Hamidy's Son. 2011-04-19. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-17. Diakses tanggal 2023-04-03.
  2. Kawanpuan.com (2023-03-09). "Biodata Aryani Fitriana, Pesinetron Jebolan GADIS Sampul 2002". Kawanpuan.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-04-03. Diakses tanggal 2023-04-03.
  3. Aryani, Monalia Aninda (2022-11-30). "Profil Dinda Kanyadewi, Pemeran Mami Rachel di Series Kupu-kupu Malam, Finalis Gadis Sampul 2002". Sripoku.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-04-03. Diakses tanggal 2023-04-03.
  4. Saputri, Resky Merta Rega (2021-06-17). "Profil Dinda Kanyadewi Aktris dan Pesinetron yang Memulai Kariernya Sebagai Finalis GADIS Sampul". TribunLampung Wiki. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-04-03. Diakses tanggal 2023-04-03.
  5. Junior, M Alivio Mubarak (2021-05-27). "Awal Kariernya Gadis Sampul, Tapi Dinda Kanyadewi Sulit Jadi Model Photoshoot, Lebih Mudah Akting". Tribunnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-04-03. Diakses tanggal 2023-04-03.