Gadis Sampul 1997
| Gadis Sampul 1997 | |
|---|---|
| Tanggal | 31 Oktober 1997 |
| Tempat | Puri Agung Sahid Jaya Hotel |
| Pembawa acara | Taufik Savalas Becky Tumewu |
| Pemenang | Eunike Fedora Sinulingga (Bandung) |
| Pemenang Favorit | Chiara Sari Arifin (Tangerang) |
| Penghargaan khusus | Pemenang Favorit |
Gadis Sampul 1997 adalah kontes remaja wanita Gadis Sampul yang diselenggarakan kesebelas kalinya oleh majalah GADIS, yang bertujuan untuk mencari wajah-wajah baru yang akan menghiasi sampul majalah GADIS.
Diikuti oleh 14 peserta dan dijuarai oleh Eunike Fedora Sinulingga dari Bandung.
Rangkaian Acara
[sunting | sunting sumber]GADIS Sampul tahun 1997 yang diadakan pada akhir tahun ini diadakan pada bulan Oktober dengan sponsor Belia (PT Martina Berto) dan Vitacimin (Takeda Pharmaceutical Company). Selain dua sponsor yang telah disebutkan, acara ini didukung oleh MTV Asia Tenggara. Acara tahun ini diberikan tema dunia sihir dan mistis dengan nama Magic Party Abrakadabra yang menggabungkan opera dan pengumuman pemenang. 14 finalis terpilih dari 9.788 formulir yang masuk ke redaksi GADIS.
Karantina
[sunting | sunting sumber]Karantina GADIS Sampul tahun ini diadakan mulai 26 Oktober 1997 hingga 2 November 1997.
Pembukaan Karantina GADIS Sampul 1997[1]
[sunting | sunting sumber]Pembukaan karantina GADIS Sampul tahun 1997 berbentrokan dengan jadwal ujian akhir caturwulan di beberapa sekolah di Indonesia sehingga hanya 9 finalis yang hadir di acara pembukaan karantina. Finalis yang hadir diberi pembekalan untuk karantina GADIS Sampul oleh pemimpin redaksi majalah GADIS, Dewi Dewo. Selama karantina, finalis akan menginap di Hotel Sahid Jaya dan berpisah dengan orang tua, keluarga, teman, dan kekasih. Sebelum acara karantina dimulai, para finalis yang hadir memeluk orang tua mereka yang menemani mereka mengikuti acara pembukaan masa karantina.
Setelah acara pembukaan, finalis yang hadir diberikan hadiah-hadiah untuk finalis, seperti tas, satu paket make-up dan skincare dari Belia, satu paket vitamin hisap dan kunyah dari Vitacimin, kamus elektronik Alfa Link, tiga pasang sepatu, liontin emas, kamera, baju, aksesoris, jam tangan, satu paket merchandise dari MTV, dan voucher belanja di Sogo bernilai satu juta rupiah. Selain itu, para pemenang akan mendapatkan hadiah berlibur langsung ke Singapura untuk mengunjungi MTV Land. Hadiah-hadiah tersebut diberikan secara simbolis oleh Dewi Dewo kepada Verininta asal Bontang dan Elies asal Malang sebagai perwakilan finalis.
Setelah menerima hadiah, para finalis yang hadir diminta untuk masuk studio untuk melakukan pemotretan pertama. Finalis masih belum terbiasa beraksi di depan kamera profesional. Kegiatan selanjutnya adalah mencoba pakaian dari Adjie Notonegoro dan Jeany Johannes. Setelah mencoba pakaian, finalis yang hadir makan siang dan kembali melakukan pemotretan di studio.
Pemotretan dan Latihan[2]
[sunting | sunting sumber]Pemotretan dan latihan adalah dua hal yang menyita waktu keempat belas finalis GADIS Sampul.
Untuk pemotretan, finalis yang menjadi model harus mengikuti arahan pengarah gaya (stylist) dan fotografer. Beberapa cerita pemotretan pada masa karantina GADIS Sampul 1997 antara lain:
- Elies, Elvien, dan Verininta diminta menjadi model untuk halaman kecantikan dan melakukan pemotretan di atas gedung fitnes Hotel Sahid. Tempat untuk pemotretan di lokasi yang bagus dengan cahaya matahari yang oke. Namun, angin sedang berhembus dengan kencang membuat dandanan dan baju yang sudah ditangani menjadi berantakan. Dahan-dahan pohon di sekitar lokasi pemotretan bergerak ditiup angin dan membentuk bayangan yang kurang bagus di wajah finalis. Matahari yang terik membiat mata salah satu finalis, Venny, menjadi silau sehingga ia baru membuka mata lebar-lebar ketika pengarah gaya menghitung di angka "tiga".
- Nike (Eunike), Ranie (Meirani), Shirin, dan Kallista melakukan pemotretan di kamar hotel. Rambut Shirin dibuat kepang kriwil sampai ketiga finalis lain dibuat heran, penasaran, dan ingin rambutnya dibuat sama seperti Shirin. Setelah kepang Shirin dibuka, rambut Shirin mekar dan terlihat kribo. Hal ini membuat finalis yang berfoto dengan Shirin tertawa terbahak-bahak. Salah satu finalis, Kalista dari Semarang, memiliki kepribadian yang tomboy. Namun, ia tidak bisa menolak jika harus diminta bergaya feminin dan dipakaikan baju yang lebih feminin. Meskipun awalnya canggung, Kallista sudah cukup luwes saat di foto.
Selain pemotretan, agenda penting lainnya selama karantina adalah latihan untuk malam penobatan. Inilah beberapa cerita seputar latihan untuk malam penobatan:
- Latihan dimulai pada tanggal 28 Oktober 1997 dengan arahan dari Ari Tulang di Sanggar Sangrila yang berlokasi di Senayan. Pada latihan pertama, finalis diajarkan jalan dan pose yang menarik. Ari Tulang mencontohkan gaya jalan yang benar kepada para finalis. Namun, salah satu finalis, Kallista Ardith, agak kesulitan mengikuti latihan. Untuk pose, Ari Tulang membiarkan finalis menciptakan pose masing-masing dan ia mengoreksi jika pose beberapa finalis yang masih kurang. Seperti pose pilihan Elies yang terlihat membungkuk dan menunduk dan pose Callista yang menyerupai pose binaragawati. Setelah berlatih jalan dan pose, Ari Tulang memberikan pengarahan kepada para finalis soal bentuk panggung dan gerakan mereka di panggung. Hal ini dilakukan agar finalis bisa membayangkan operet di malam penobatan. Latihan yang dimulai sejak jam 18:00 berakhir pada jam 21:30.
- Pada latihan hari kedua (29 Oktober 1997), latihan dimulai pada jam 16:00. Hari ini mereka berlatih tanya jawab dengan Taufik Savalas. Para finalis juga berlatih adegan operet dengan Taufik.
- Pada latihan hari ketiga (30 Oktober 1997), tempat latihan dipindah dari Sanggar Sangrila di Senayan ke Gelanggang Remaja Bulungan yang dimulai sejak jam 09:30. Latihan hari ini diikuti pula oleh Taufik Savalas dan Becky Tumewu. Selain latihan tanya jawab, para finalis juga berlatih menggunakan kostum dan sepatu hak tinggi. Latihan pada hari ketiga banyak ditonton oleh orang, karena mereka berlatih di tempat umum. Latihan di hari ketiga ini sudah lebih banyak kemajuannya dan Ari Tulang tidak banyak menegur finalis karena latihan hanya berlangsung hingga jam 12:00 karena para finalis harus mengikuti penjurian. Namun seusai penjurian, finalis harus kembali berlatih dari jam 22:00 hingga jam 23:30 untuk mengingat gerakan yang dipelajari. Sebelum latihan usai, Petty Siti Fatimah, redaktur senior majalah GADIS, menceritakan alur operet pada para finalis dan menutup latihan dengan doa.
- Hari latihan terakhir (31 Oktober 1997), merupakan latihan gladiresik di panggung malam penobatan. Para finalis harus mengenal panggung dan berlatih naik turun tangga dengan sepatu hak tinggi.
Penjurian[3]
[sunting | sunting sumber]Penjurian GADIS Sampul 1997 diadakan pada 30 Oktober 1997 di Ruang Puri Putri Hotel Sahid Jaya Jakarta. Penjurian ini untuk memilih Pemenang I, II, dan III. Sedangkan Pemenang Favorit dihitung berdasarkan jumlah kartu pos yang dikirimkan pembaca kepada redaksi GADIS. Dewan juri pemilihan GADIS Sampul 1997 adalah Pia Alisjahbana, S.B. Wahyudi, Rizal Mantovani, Kintan Umari, dan Desy Ratnasari.
Penjurian membuat finalis khawatir dengan pertanyaan yang diajukan oleh juri. Juri memanggil 2 finalis memasuki ruang penjurian. Ternyata pertanyaan yang dilontarkan oleh dewan juri didominasi oleh pertanyaan seputar kegiatan sehari-hari, kesan finalis dengan karantina GADIS Sampul 1997, dan diminta mempresentasikan bakat mereka.
Acara lainnnya
[sunting | sunting sumber]Selama karantina, kegiatan para finalis tidak hanya diisi oleh latihan dan pemotretan. Mereka juga mengikuti banyak kegiatan seru lainnya. Berikut adalah rangkuman kegiatan mereka:
- Pada hari keempat karantina (29 Oktober 1997), empat belas finalis GADIS Sampul 1997 mengunjungi gerai Sogo di Plaza Indonesia. Semua finalis tampak serius berbelanja dengan voucher belanja sebesar satu juta rupiah sampai ada yang harus merogoh uang tambahan meskipun telah mendapatkan voucher.[4]
- Para finalis juga makan siang bersama Jamie Aditya, salah satu VJ MTV, di Restoran Candi Dieng yang terletak di Hotel Sahid Jaya. Nadya Hutagalung direncanakan ikut makan siang tetapi ia batal ikut karena pesawatnya terkena delay.[5]
- Pada hari ketiga karantina (28 Oktober 1997), para finalis diajak ke pabrik milik PT Martina Berto, perusahaan yang memproduksi kosmetik Belia, di Kawasan Industri Pulogadung. Di pabrik itu finalis akan melihat proses pembuatan kosmetik Belia dan mengikuti acara make-up class yang dipandu oleh Sahrul Gunawan dan Cut Tari.[6]
- Pada malam hari di hari pertama karantina (26 Oktober 1997), 4 finalis yang tidak ikut acara pembukaan, hadir pada makan malam yang diadakan di EXPOSE The Cafe, kafe yang dimiliki tiga peragawati kondang Indonesia (Kintan Umari, Larasati, dan Ratih Sanggarwati) yang terletak di Kebayoran Baru.[7]
- Acara seru lainnya para finalis diajak menonton film di 21 Plaza Senayan sehari setelah malam final dan pada sore hari setelah mereka melakukan pemotretan untuk halaman mode dan sampul majalah GADIS edisi 30 dan edisi 31 juga diwawancarai oleh acara infotainment Kabar Kabari. Kemudian, mereka makan malam di Cafe Wien, Plaza Senayan.[8]
- Kegiatan lain yang penting adalah menandatangani kontrak dengan pihak GADIS sebagai model. Hal ini ditujukan untuk menunjukkan keseriusan mereka untuk berkarier bersama pihak majalah GADIS. Setelah menandatangani kontrak, mereka mengikuti acara penutupan yang berisi pembagian hadiah untuk pemenang dan pemberian hadiah kenang-kenangan dari chaperone. Acara hari terkahir ini tidak diikuti Kallista Ardith dari Semarang karena sudah pulang sehari sebelumnya dan ia juga datang pada hari kedua karantina.[8][9]
Malam Penobatan[3][10]
[sunting | sunting sumber]Sebelum Malam Penobatan Dimulai
[sunting | sunting sumber]Jumat, 31 Oktober 1997, area dekat pintu masuk ruang utama Puri Agung Hotel Sahid Jaya Jakarta dipenuhi pernak pernik penuh misteri dan bernuansa horror. 1500 penonton disambut oleh model-model pilihan tim GADIS (Ferry Maryadi, Mark Pieter, Reviyanti, Tessa Kaunang, Mentari Mayangsari, dan Jane Allan) yang memakai kostum serba horror. Hal itu membuat banyak penonton, yang juga memakai kostum Halloween seperti penyihir, peri, bahkan mumi, meminta tanda tangan dari para model di tiket dan buku acara mereka. Para penonton pun memadati booth-booth sponsor, khususnya booth MTV yang memberikan layanan tattoo temporer gratis, bagi-bagi sticker MTV gratis, dan membuka pendaftaran MTV VJ Hunt. Selain itu, pihak Puri Agung pun menyediakan coffe break bagi penonton sebelum masuk auditorium utama di mana acara penobatan GADIS Sampul diadakan. Di antara para penonton, terdapat alumni GADIS Sampul dan selebriti-selebriti yang tampak berkumpul dan melepas rindu.
Hebohnya Abrakadabra
[sunting | sunting sumber]Acara malam final dibuka dengan penampilan 9 penari dari Art Production, yang memakai kostum setan, dengan dimulai oleh suara lengkingan mencekam yang membuat suasana mistis semakin terasa. Setelah tarian pembuka selesai, Taufik Savalas sebagai Paman Penyihir dan Becky Tumewu sebagai Bibi Peramal muncul dari sisi kiri dan kanan panggung. Mereka melakukan adegan adu sihir dengan merubah diri menjadi hewan. Penonton ikut tertawa dengan adu sihir tersebut. Setelah adu sihir, kedua MC itu bersembunyi ke sudut panggung karena ada manusia yang memasuki gua persembunyian mereka. Manusia yang memasuki gua adalah Pangeran (Sahrul Gunawan) dan Peri (Cut Tari) yah mengendap-endap ketakutan. Paman Penyihir yang jahil langsung mencolek bahu pangeran dan peri dari arah belakang hingga menimbulkan kesalahpahaman. Kemudian, Bibi Peramal yang materialistis pun menghampiri pangeran dan peri untuk menanyakan maksud kedatangan mereka dan siap membantu asal ada imbalannya. Pangeran meminta bantuan bibi peramal dan paman penyihir untuk mencarikan pendampingnya di pesta Halloween.
Kemudian Bibi Peramal mengajak mereka melihat bola kristal di sisi kiri panggung. Mereka melihat 14 gadis-gadis cerdas calon pendamping pangeran yang ditampilkan juga di layar monitor. Lampu di panggung pun kembali digelapkan.
Babak berikutnya menampilkan kemeriahan pasar malam. Efek lampu kebiruan dan musik dinamis mengiringi penari gipsi bersama 3 orang badut. Setelah penampilan penari gipsi dan badut, muncullah model pilihan GADIS (Dwi Deninta, Anggi, Andhara Early, Egidia, Dewi Rezer, Anindhita Sriayu, Attar Syach, Didi Riyadi, dan Joan) yang meragakan busana rancangan Debut Pret a Porter dengan diiringi lagu "That Thing You Do!". Kemudian, acara berlanjut dengan peragaan busana karya Ria Pamuncak yang dibawakan oleh Ira Rayani, Aimee Juliette, Amanda Adistya, Melly Manuhutu, Cindy Fatika, Melanie Anggraini, Pierre Rolland, Wely, dan Lucky.
Selesai peragaan busana selesai, muncullah Ersa Mayori yang kehilangan 14 anak asuhnya di pasar malam. Saat Ersa mencari, tiba-tiba anak asuhnya (14 finalis GADIS Sampul 1997) muncul dari setiap sisi panggung berparade dengan balutan baju Jeanny Johannes. Setelah parade usai, finalis nomor 1 sampai 7 tertinggal dari temanya dan dimarahi Ersa yang khawatir akan kehilangan mereka. Tidak lama kemudian, muncullah Bibi Peramal dan Paman Penyihir yang sedang mencari gadis-gadis cantik untuk menjadi pasangan pangeran. Setelah berkompromi, Ersa setuju memperkenalkan mereka asal Paman Penyihir dan Bibi Peramal bisa mencari 7 anak asuh lainnya.
Acara pun berlanjut dengan perkenalan finalis nomor 1 hingga 7 dengan suasana yang kocak akibat Taufik dan Becky yang menantang finalis menunjukkan keahlian mereka. Seperti Elis yang disuruh menari, Shirin yang ditantang memperagakan busana, dan Callista yang diminta menunjukan kemampuan sebagai anggota cheerleader.
Setelah acara perkelanan, tiba-tiba panggung besar yang berada di tengah membelah diri ke kiri dan kanan. Dari belahan panggung, muncullah Nita Tilana yang membawakan lagu "Angin" dan "Tak Ada Waktu". Nita Tilana berusaha menggoda pangeran tetapi peri menyadarkan pangeran dan mengusir Nita.
Selanjutnya, Ersa membawa ketujuh gadis remaja (finalis nomor 8 hingga 14) dan meminta mereka menunjukkan bakatnya, seperti Elly diminta berakting dengan tawa yang wajar dan Elvin diminta ngobrol dalam Bahasa Inggris. Hal ini membuat peri diacuhkan pangeran dan keberatan pangeran mencari gadis lain menjadi geram dan menciptakan efek badai. Hal ini membuat semua yang di panggung panik dan meninggalkan Paman Penyihir yang pingsan. Kemudian, suasana kembali normal dengan cahaya kuning dan sang peri curhat kepada Paman Penyihir. Paman Penyihir pun menyihir patung-patung menjadi anggota band. Band Singiku yang berakting jadi patung pun berubah menjadi manusia dan membawakan lagu "Dia" dan "Kebebasan". Pada penampilan lagu "Kebebasan", Peri berlari mengitari panggung seperti model video klip. Sementara, Paman Penyihir, yang membuka jubahnya dan berjoget dengan gaya seksi, membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal. Setelah membawakan dua lagu, band Singiku berubah menjadi patung.
Usai penampilan Singiku, pangeran datang bersama Bibi Peramal bertemu dengan peri yang kembali bahagia. Bibi Peramal pun memanasi pangeran sehingga pangeran menuduh dan mengusir peri. Peri kembali hancur mendengar ucapan pangeran dan ia pergi dengan kepala tertunduk sedih. Setelah Bibi Peramal pergi menyiapkan pesta di istana, pangeran terduduk sedih di anak tangga panggung dan menyesali perbuatannya. Akhirnya, ia memberanikan diri mencari sang peri untuk meminta maaf.
Menuju puncak acara, Taufik Savalas dan Becky Tumewu didandani dengan jas dan gaun resmi. Para penonton pun dihibur oleh peragaan busana karya Asti dan Rizaldy. Setelah peragaan busana, muncullah Java Jive yang membawakan lagu "Kau Yang Terindah", "Buah Hati", dan "Gerangan Cinta". Lagu "Gerangan Cinta" mengiringi pencarian peri oleh pangeran. Peri pun terlihat duduk sendiri di bulan sabit yang berada di sisi kanan atas panggung. Sedangkan dari sudut kiri, pangeran berjalan perlahan sesuai dengan lantunan lagu untuk menghampiri peri. Akhirnya, pangeran dan peri bertemu lalu berdansa. Pangeran memeluk peri sebagai tanda keduanya telah saling memaafkan.
Setelah penampilan Java Jive, tibalah pengumuman pemenang GADIS Sampul 1997 yang dibuka oleh kemunculan penari Art Production. Kemudian, para finalis berparade mengitari panggung dengan gaun karya Adjie Notonegoro. Kedua MC pun memanggil Jamie Aditya dan Nadya Hutagalung untuk membacakan pengumuman pemenang favorit pilihan pembaca. Mereka berdua pun memanggil Chiara Sari Arifin dari Tangerang. Setelah pengumuman pemenang favorit pilihan pembaca, MC mengundang Anjasmara dan Dian Nitami untuk membacakan pemenang III yang diberikan kepada Annisa Larasati Pohan dari Jakarta. Suasana semakin riuh saat Lulu Tobing dan Gunawan diundang oleh MC untuk mengumumkan pemenang II yang diterima oleh Callista Argentina dari Jakarta.
Puncak malam penobatan semakin memanas saat Dian Sastrowardoyo, GADIS Sampul 1996, muncul di panggung dan mengitari seluruh finalis. Langkah Dian yang perlahan diiringi oleh lagu "GADIS Sampul" yang diciptakan oleh Yovie Widianto membuat finalis deg-degan. Akhirnya, Dian berhenti dan memakaikan selempang GADIS Sampul 1997 kepada Eunike Fedora Sinulingga asal Bandung.
Panggung pun dihiasi tepuk tangan dari penonton yang tampak puas dan mereka pulang membawa kenangan yang tidak bisa dilupakan.
Paska Masa Karantina
[sunting | sunting sumber]Setelah karantina usai, masih ada aktivitas yang diikuti finalis yaitu kunjungan dan syuting di MTV Land, Singapura untuk para pemenang dan jadi bintang tamu di acara Mustang FM.
Syuting MTV Land[5]
[sunting | sunting sumber]Pada tanggal 3 November, para pemenang (Eunike, Callista, Annisa, dan Chiara) dan beberapa redaktur GADIS diundang MTV Asia ke Singapura untuk berlibur dan syuting acara MTV bersama Nadya Hutagalung dan Jamie Aditya. Meeka diajak syuting di studio yang berada di MTV Land Singapura.
Jadi Bintang Tamu di Acara HUT Mustang FM[11]
[sunting | sunting sumber]Pada 18 November, beberapa finalis GADIS Sampul 1997 diundang oleh Mustang FM menghadiri acara "Page One Celebration on Ice" yang diadakan di arena Ice Skating Megamall Pluit. Finalis yang hadir antara lain: Callista, Annisa, Chiara, dan Fiore. Selain itu, mereka ditemani oleh Novita Angie dan Dewi Rezer. Keenam GADIS Sampul ini diminta oleh MC Farhan dan Ari untuk memperagakan pose dan cara berjalan setelah menceritakan pengalaman mereka saat mengikuti GADIS Sampul. Acara ini pun dimeriahkan oleh Anang, Krisdayanti, dan Base Jam.
Pembawa acara
[sunting | sunting sumber]Pengisi acara
[sunting | sunting sumber]- Cut Tari - Juara 2 Gadis Sampul 1991
- Ersa Mayori - Gadis Sampul 1993
- Sahrul Gunawan
- Java Jive
- Nita Tilana
- Singiku[12]
- ART Productions Dancer
Model
[sunting | sunting sumber]Alumni GADIS Sampul
[sunting | sunting sumber]- Ira Rayani
- Aimee Juliette
- Amanda Adistya
- Melly Manuhutu
- Cindy Fatika
- Melanie Anggraini
Model Pria
[sunting | sunting sumber]- Pierre Rolland
- Wely
- Lucky
Penyambut Tamu
[sunting | sunting sumber]- Ferry Maryadi
- Mark Pieter
- Reviyanti
- Tessa Kaunang
- Mentari Mayangsari
- Jane Allan
Pembaca Pengumuman Pemenang
[sunting | sunting sumber]- Favorit Pilihan Pembaca: Nadya Hutagalung dan Jamie Aditya
- Pemenang III: Dian Nitami dan Anjasmara
- Pemenang II: Lulu Tobing dan Gunawan
Juri
[sunting | sunting sumber]- Pia Alisjahbana
- S. B. Wahyudi
- Rizal Mantovani
- Kintan Umari
- Desy Ratnasari
Hasil
[sunting | sunting sumber]| Utama | |||
|---|---|---|---|
| Gelar | Kontestan | ||
| Gadis Sampul 1997 | Bandung - Eunike Fedora Sinulingga | ||
| Juara 2 | Jakarta - Callista Argentina | ||
| Juara 3 | Jakarta - Anissa Larasati Pohan | ||
| Penghargaan khusus | |||
| Gelar | Kontestan | ||
| Pemenang Favorit | Tangerang - Chiara Sari Arifin | ||
Peserta
[sunting | sunting sumber]Finalis
[sunting | sunting sumber]14 peserta tampil sebagai finalis pada tahun ini:w
| Nomor Finalis | Peserta | Kota asal | Usia | Sekolah Asal |
|---|---|---|---|---|
| 3 | Anissa Larasati Pohan | Jakarta | 15 | SMA Negeri 70 Jakarta |
| 5 | Callista Argentina | Jakarta | 16 | SMA Negeri 82 Jakarta |
| 2 | Chiara Sari Arifin | Tangerang | 16 | SMA Negeri 70 Jakarta |
| 4 | Elies Purbosari | Malang | 14 | SMP Negeri 6 Malang |
| 10 | Elly Viranti | Jakarta | 13 | SMP Gandhi Memorial School |
| 8 | Elvien Priany Putri | Bandung | 15 | SMA Pasundan II Bandung |
| 14 | Eunike Fedora Sinulingga | Bandung | 14 | SMA Yahya Bandung |
| 12 | Fiore Crisila W | Jakarta | 15 | SMA Muhammadiyah 3 Jakarta |
| 13 | Kallista Ardith | Semarang | 15 | SMA Kolese Loyola Semarang |
| 1 | Meirani Dewi Utami | Cirebon | 14 | SMP Negeri 5 Cirebon |
| 11 | Pulung Aubrey L | Jakarta | 13 | SMP Negeri 13 Jakarta |
| 7 | Shirin Rahmi Birowo | Bandung | 15 | SMA Santa Aloysius Bandung |
| 6 | Vanessa Sabina FVDB | Jakarta | 14 | SMP Strada Jakarta |
| 9 | Verininta G Arman | Bontang | 13 | SMP YPK Bontang |
Semi Finalis
[sunting | sunting sumber]Berikut adalah tiga puluh semi finalis yang akan disaring kembali menjadi empat belas finalis yang akan mengikuti karantina dan malam penobatan:
| Peserta | Kota asal |
|---|---|
| Andini Yanri W. | Bekasi |
| Anissa Larasati Pohan | Jakarta |
| Callista Argentina | Jakarta |
| Chiara Sari Arifin | Tangerang |
| Dahlia Lukman | Jakarta |
| Elies Purbosari | Malang |
| Elly Viranti | Jakarta |
| Elvien Priany Putri | Bandung |
| Eunike Fedora Sinulingga | Bandung |
| Fiena Fauzia Affiani | Cimahi |
| Fina Yusnida Noer | Semarang |
| Fiore Crisila W | Jakarta |
| Hanna Marissa Wibisono | Malang |
| Imelda Ridwan Tamin | Jakarta |
| Juliea Cancerita Miradz | Jakarta |
| Kallista Ardith | Semarang |
| Leydia Asterina | Jakarta |
| Margaret Rose | Cimahi |
| Marina Christyanti Ayumi | Jakarta |
| Meirani Dewi Utami | Cirebon |
| Monika Wirawesti | Jakarta |
| Pulung Aubrey L | Jakarta |
| Rachma Wardani | Medan |
| Sara Saskia Djuanda | Bogor |
| Shirin Rahmi Birowo | Bandung |
| Sintia Sukma | Jakarta |
| Sorayya | Jakarta |
| Tuning Tien Setyawati | Depok |
| Vanessa Sabina FVDB | Jakarta |
| Verininta G Arman | Bontang |
Catatan: nama yang ditebalkan adalah nama-nama yang lolos menjadi finalis.
Unggulan
[sunting | sunting sumber]Berikut adalah enam puluh peserta yang terpilih dari 9.788 formulir yang masuk:
| Peserta | Kota asal | Usia |
|---|---|---|
| Andini Yanri W. | Bekasi | 14 |
| Anniesa | Bandung | 16 |
| Anissa Larasati Pohan | Jakarta | 16 |
| Arie Margaretha | Bandung | 17 |
| Astari Damayanti | Jakarta | 14 |
| Callista Argentina | Jakarta | 16 |
| Casandra Aditya Mukti | Jakarta | 14 |
| Chiara Sari Arifin | Tangerang | 16 |
| Cut Dit Clarissa Putri | Jakarta | 16 |
| Dahlia Lukman | Jakarta | 15 |
| Debby Setyawaty | Bogor | 17 |
| Elies Purbosari | Malang | 14 |
| Elly Viranti | Jakarta | 13 |
| Elvien Priany Putri | Bandung | 15 |
| Enrinia Tanod | Bekasi | 14 |
| Esterella Priscillia Tacoh | Manado | 14 |
| Eunike Fedora Sinulingga | Bandung | 16 |
| Eva Maurina Nalle | Bogor | 16 |
| Fanni Okfiatri | Padang | 13 |
| Fiena Fauzia Affiani | Cimahi | 14 |
| Fina Yusnida Noer | Semarang | 16 |
| Fiore Crisila W | Jakarta | 15 |
| Fitria Puspa Rini Gunawan | Bandung | 15 |
| Hanna Marissa Wibisono | Malang | 15 |
| Helna Ira Pratiwi | Malang | 16 |
| Herishalina | Jakarta | 13 |
| Imelda Ridwan Tamin | Jakarta | 15 |
| Irene Citra Puspitaningtyas | Depok | 14 |
| Juliea Cancerita Miradz | Jakarta | 15 |
| Kallista Ardith | Semarang | 15 |
| Ladi Rezer | Bogor | 16 |
| Leydia Asterina | Jakarta | 16 |
| Margaret Rose | Cimahi | 15 |
| Maria Mathilda | Jakarta | 16 |
| Marina Christyanti Ayumi | Jakarta | 16 |
| Maya Puspitasari Wahyono | Bogor | 17 |
| Meirani Dewi Utami | Cirebon | 14 |
| Mona Catriany Ambarwigati | Bogor | 16 |
| Monika Wirawesti | Jakarta | 17 |
| Nova Noviyanti | Bandung | 16 |
| Olivia Halim Suhandi | Bogor | 14 |
| Pulung Aubrey L | Jakarta | 14 |
| Puti Adla Runisa | Jakarta | 16 |
| Puti Agustia | Jakarta | 15 |
| Rachma Wardani | Medan | 14 |
| Rahmah Azhari | Jakarta | 16 |
| Rani Astriara M. | Jakarta | 15 |
| Sara Saskia Djuanda | Bogor | 16 |
| Sarah Elfrida Paulina Hutapea | Jakarta | 17 |
| Senny Woelandari | Bandung | 17 |
| Shirin Rahmi Birowo | Bandung | 15 |
| Sintia Sukma | Jakarta | 15 |
| Sonya Febiani Purnama | Bandung | 16 |
| Sorayya | Jakarta | 13 |
| Tiara Vita | Jakarta | 15 |
| Tuning Tien Setyawati | Depok | 15 |
| Umi I. Fabanjo | Jayapura | 16 |
| Vanessa Sabina FVDB | Jakarta | 13 |
| Verininta G Arman | Bontang | 13 |
| Yoana Feronika Suryadi | Jakarta | 15 |
Catatan: nama yang ditebalkan adalah nama-nama yang lolos menjadi semi finalis.
Trivia
[sunting | sunting sumber]- Callista Argentina dan Fiore Crisila adalah kakak adik yang menjadi finalis di tahun yang sama.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Yusuf, Ad (1996-11-21). "Dengan Senyum Bangga". Majalah GADIS Edisi 31 Tahun 1997.
- ↑ Vita, Grace (1997-11-21). "Pemotretan dan Latihan". Majalah GADIS Edisi 31 Tahun 1997.
- 1 2 iss, author (1997-11-21). "Penjurian & Penobatan". Majalah GADIS Edisi 31 Tahun 1997.
- ↑ Athine, author (1997-11-21). "Jadi "Miss Jinjing" Sehari".
- 1 2 HD, Ria (1997-11-21). "Seseruan bareng MTV!". Majalah GADIS Edisi 31 Tahun 1997.
- ↑ Desiyanti, author (1997-11-21). "Belajar Dandan di BELIA". Majalah GADIS Edisi 31 Tahun 1997.
- ↑ Athine, author (1997-11-21). "Enak & Asyik di EXPOSE". Majalah GADIS Edisi 31 Tahun 1997.
- 1 2 "Hari-hari Terakhir". Majalah GADIS Edisi 31. 1997-11-21.
- ↑ "Cinta Mama". Majalah GADIS Edisi 31 Tahun 1997. author. ;
- ↑ Akbar, Donny (1997-11-11). "GADIS Sampul '97 Hebohnya Abrakadabra". Majalah GADIS Edisi 30 Tahun 1997.
- ↑ Yusuf, Ad. "Saat Gadis Sampul Diserbu Fans".
- ↑ Singiku adalah band yang berasal dari Jakarta. Terdiri dari 3 orang yaitu Wiby, Pongky dan Danny. Band ini hanya memiliki 1 album (one hit wonder) dengan lagu yang populer dengan judul Kebebasan, dimana video klipnya mendapatkan penghargaan sebagai klip terbaik di VMI award 1997.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Situs resmi Diarsipkan 2023-07-16 di Wayback Machine.