Lompat ke isi

Gadis Sampul 2003

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gadis Sampul 2003
Tanggal9 Juli 2003
TempatBallroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta
Pembawa acaraTika Panggabean
Udjo
Yossi Mokalu
Pengisi acaraGareth Gates
Cokelat
T-Five
PemenangCoreana Agashi
(Jakarta)
Pemenang Favorit
Miss Gosh
Adhitya Putri
(Jakarta)
Penghargaan khususPemenang Favorit
Miss Gosh

Gadis Sampul 2003 adalah kontes remaja wanita Gadis Sampul yang diselenggarakan ketujuhbelas kalinya oleh majalah GADIS, yang bertujuan untuk mencari wajah-wajah baru yang akan menghiasi sampul majalah GADIS. Diikuti oleh 20 peserta dan dijuarai oleh Coreana Agashi dari Jakarta.

Pemilihan GADIS Sampul 2003 dilakukan sejak Januari 2003 dan berakhir pada Juli 2003. Acara ini disponsori oleh BELIA dari Martha Tilaar dan GOSH.

Karantina

[sunting | sunting sumber]

Karantina GADIS Sampul 2003 diadakan selama 6 hari dari tanggal 6 Juli hingga 11 Juli 2003. Para finalis akan menghadapi banyak kegiatan yang menyenangkan meskipun melelahkan dan menemukan banyak pengalaman untuk melangkah di dunia hiburan.

Siap Tempur

[sunting | sunting sumber]

Pada Minggu, 6 Juli 2003, kantor redaksi majalah GADIS di Gedung Femina, Kuningan, dipadati oleh 20 gadis remaja cantik dan berbakat asal 7 kota di Indonesia. Mereka adalah 20 finalis GADIS Sampul 2003 yang terpilih dari 9.973 formulir yang masuk ke kantor redaksi GADIS. Mereka akan dikarantina selama seminggu dan mengikuti kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia. Ditambah banyak hadiah yang akan diterima oleh para finalis.

Waktu menunjukan jam 06:15 dan sudah terlihat dua orang finalis datang bersama keluarga mereka. Dua finalis itu adalah Vega Dwitya (Veve) dan Coreana Agashi (Agashi). Mereka pun diarahkan untuk registrasi kehadiran di depan pintu masuk. Pada jam 7 pagi, seluruh finalis sudah duduk di kursi yang disediakan oleh panitia. Mereka disambut dengan perlengkapan lengkap yang disediakan oleh pihak panitia. Sebelum acara dimulai, para finalis mulai mengakrabkan diri satu sama lain seperti Malisa Lontoh (Lisa), Nuvian Agnesia (Nesia), dan Angela Winy Verena Hadi (Winy). Ada juga yang tidak bisa diam seperti Pratiwina Lestari (Wina) yang tiba-tiba loncat-loncat dan membuat Nadia Saphira (Nadia) sedikit histeris.

Acara pun dimulai dengan sambutan dari Pia Alisjahbana, pendiri majalah GADIS, dan Dewi Dewo yang mewakili redaksi majalah GADIS memperkenalkan panitia GADIS Sampul 2003. Acara pun berlanjut dengan pembagian hadiah. Para finalis mendapatkan banyak hadiah dan beberapa finalis menerima hadiah sebagai perwakilan dari 20 finalis. Mereka juga mengintip beberapa hadiah simbolis.

Setelah acara pembukaan dan pembagian hadiah, tiba saatnya perpisahan dengan orang tua mereka yang mengantar para putrinya mengikuti karantina GADIS Sampul 2003. Seperti Gemala Citra (Gema) yang berfoto bersama sang ibu yang tampak akrab, Kinanti Karunia Putrigustiarti (Ririe) yang mendengarkan pesan dengan patuh dari ayahnya agar tidak nakal dan jangan melupakan ibadah, Adhitya Putri (Putri) dan ayahnya yang bersalaman dengan gaya yang unik.

Hadiah Untuk 20 Finalis GADIS Sampul 2003

[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah hadiah untuk 20 finalis GADIS Sampul 2003:

  • 1 set liontin dan kalung emas putih Goldmart dari PT Gold Martindo
  • 1 buah kacamata hitam Calvin Klein 4011 warna 004 dari Optik Seis
  • 1 buah jam tangan Baby G Casio dari PT Martikama Kreasicemerlang
  • 1 paket lingerie dari Women'secret
  • 1 buah kamera Fuji Vista Sat BAA 7850 + film dari PT Modern Photo TBK
  • 1 buah paket pena Rotring dari PT Sahabat Utama Traco
  • 1 buah Schon Colored Contact Lens dari PT Optik Tunggal
  • 1 paket Three Rey yang berisi tas Selempang, tas travel, tas pinggang, dan beauty case
  • 1 buah walkman Panasonic dari PT National Panasonic Gobel
  • 1 buah pengering rambut Philips dari PT Citra Kreasi Makmur Perkasa
  • 3 pasang sepatu dari GOSH
  • 1 pasang sepatu boots dari Rotelli
  • 1 paket Belia yang berisi kaos, tas, dan paket kosmetik
  • 1 goodie bag dari MTV
  • 1 goodie Gareth Gates dari BMG Indonesia
  • 1 goodie bag GADIS
  • 1 paket perdana Simpati dan voucher sebesar Rp100.000 dari Telkomsel
  • 1 buah tas ransel Eastpak dari PT Mitra Adiperkasa
  • 1 paket Zevit-C

Tantangan Jadi Model

[sunting | sunting sumber]

Hampir satu minggu menjalani masa karantina GADIS Sampul 2003, para finalis tidak hanya mengikuti kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan makan-makan, mendapatkan hadiah, berkenalan dengan para artis, dan kunjungan ke beberapa tempat hanya pemanis selama acara karantina GADIS Sampul 2003. Mereka juga belajar cara menjadi model yang profesional.

Bukan Satpam!

[sunting | sunting sumber]

Setelah pembukaan karantina pada 6 Juli 2003, para finalis mulai dikenalkan dengan latihan jalan ala model profesional di catwalk. Dengan arahan Ari Tulang sebagai koreografer yang dibantu oleh asisten beliau yang akrab disapa 'Abang', para finalis mencoba mengubah gaya jalan mereka yang sembarangan menjadi gaya jalan yang anggun dan indah. Mengubah gaya jalan adalah hal yang penting karena tugas seorang model adalah memperagakan baju-baju dalam sebuah fashion show.

Di hari pertama latihan, para finalis masih kaku. Namun beberapa yang sudah mengenal dunia modeling seperti Agashi dan Restia Juwita (Thea), bisa mengikuti arahan dengan baik. Hal menarik terjadi saat Saskia Turangan (Saskia), Nadia, dan Selansia Griffith Rampengan (Sisie) berjalan. Karena gaya mereka berjalan dengan kaku dan gagah, Ari Tulang mengomentari gaya jalan mereka seperti calon satpam. Namun, pada dua hari berikutnya, semua finalis sudah kelihatan benar.

Para finalis juga dilatih untuk menghafalkan 3 bentuk koreografi untuk 3 sesi yaitu pembukaan, talent show, dan penobatan. Hal yang menyenangkan dalam latihan koreografi ini saat mereka dilatih koreografi ala Boneka Barbie dengan gaya patah-patah seperti robot. Putri dan Agla Artalidia (Agla) sampai melompat-lompat karena geli melihat koreografi yang mirip dengan gaya penari latar Andien di video klip "Sahabat Setia".

Talenta Extravaganza

[sunting | sunting sumber]

Penyelenggaraan acara malam penobatan GADIS Sampul 2003 lebih istimewa dibandingkan beberapa tahun sebelumnya karena para finalis tidak hanya muncul mengikuti koreografi yang sudah ada tetapi menunjukkan bakat dan talenta masing-masing. Agla, Nesia, Wina, Astari Kesuma Wardhani (Tari) memilih modern dance, Agashi dan Gabriel Martianie (Gaby) akan menarikan Tari Bali, Nadia dan Ivi Santoso (Ivi) bermain keyboard.

Suasana latihan pada hari ketiga, 8 Juli 2003, terasa ramai. Setiap pojok ruangan latihan di Ruang Serba Guna Gedung Femina Group diisi oleh para finalis yang sibuk berlatih agar mereka tidak tampil mengecewakan. Mereka sempat khawatir jika ada kesalahan karena mereka harus mengulang kembali dari awal. Apalagi latihan tanggal 9 Juli 2003 adalah latihan bersama dengan para model senior dan pembawa acara yang ikut mendukung malam penobatan.

Biar Cantik

[sunting | sunting sumber]

Tata rias adalah salah satu hal penting lainnya bagi model. Beruntungnya, para finalis mendapat dukungan dari Tim Artistik Belia - Martha Tilaar. Sehingga penampilan mereka terlihat cantik dan keren. Sebagai model, 20 finalis belajar untuk tidak banyak protes dan sabar saat wajahnya dirias. Ditambah mereka tidak boleh sok tahu karena penata rias lebih tahu apa yang mereka lakukan.

Selain kooperatif dengan penata rias, para finalis juga diminta kooperatif dengan desainer baju penobatan mereka, Stephanus Hamy. Sebelum naik ke atas panggung, para finalis harus melakukan pengepasan (fitting) untuk baju yang akan mereka kenakan. Hal ini dilakukan agar baju tidak kesempitan ataupun kedodoran. Sang desainer sendiri langsung terjun melakukan ini di hari pertama karantina dengan dibantu oleh kedua asistennya. Melihat baju yang dikenakannya, Ririe ingin langsung menjalani malam penobatan. Sementara itu, Sisie mengaku bahwa gaun penobatan GADIS Sampul adalah gaun pertamanya.

Strike a Pose...

[sunting | sunting sumber]

Hal yang menyenangkan selama menjadi model adalah saat difoto. Hari pertama karantina sudah diisi oleh pemotretan dengan baju penobatan yang cantik dengan efek angin. Pemotretan dengan baju penobatan dipandu oleh Kirana, pengarah gaya majalah GADIS, dan Denny Herliyanso, fotografer Femina Group. Para finalis sibuk berganti gaya dan tersenyum lebar walaupun badan mereka kedinginan.

Pada hari ketiga, Selasa, 8 Juli 2003, pemotretan diadakan di luar ruangan. Tepatnya di pelataran parkir New York Cafè yang berada di Taman Ria Senayan (kini menjadi pusat perbelanjaan Senayan Park). Para finalis tampak bersemangat karena mereka mendapat kesempatan berfoto bersama para model pria. Model-model pria yang menjadi partner foto para finalis antara lain Thomas Nawilis, Dwi Andhika, Tanto, dan Tommy Kurniawan. Penampilan mereka juga didukung tata rias dari Tim Artistik Belia Martha Tilaar dan koleksi busana dari Etalase Boutique, Superstar Boutique, Titi Boutique, dan aksesoris dari Kinu-Kinu.

Kesibukan para finalis dan model pria didukung dengan sibuknya dua pengarah gaya untuk sesi kali ini, yaitu Irena dan Ayu, dan dua fotografer, Irvan Aryawan dan Denny Herliyanso, sebagai fotografer pada sesi pemotretan kali ini. Kedua pengarah gaya mencoba mengarahkan pose dan ekspresi untuk para model. Ditambah mereka juga mengikuti fotografer untuk mengecek hasil foto.

Pada hari terakhir, 11 Juli 2003, pemotretan dilakukan di kantor redaksi GADIS. Pemotretan ini dilakukan oleh finalis luar Jabodetabek, GADIS Sampul 2003 (Agashi), Pemenang Favorit dan Miss GOSH (Putri), dan Pemenang III (Agla). Ditambah kedatangan model tamu untuk pemotretan yang adalah Gareth Gates, yang difoto untuk sampul majalah GADIS edisi 21 tahun 2003 bersama Pemenang Favorit sekaligus Miss GOSH (Putri) dan halaman mode bersama finalis luar Jabodetabek

Saat pemotretan, Gareth Gates tampak jahil dan sibuk celingukan sambil bersiul melihat gadis-gadis cantik yang mengelilinginya. Ia juga memuji Putri dan polaroid hasil pemotretan kepada Putri. Putri sempat grogi tetapi Gareth Gates menenangkannya sambil bercanda.

1... 2... 3... Lompat!

[sunting | sunting sumber]

Sebagai model, para finalis dituntut memiliki banyak keahlian dan keterampilan yang menunjang penampilan mereka yang sudah cantik. Untuk menunjang kemampuan sebagai model, 20 finalis GADIS Sampul 2003 otomatis masuk sebagai anggota F&G Model Talent Agency dan mendapatkan grooming class dari pihak F&G Model Talent Agency sebanyak 8 hingga 10 kali serta berkesempatan mendapatkan kelas grooming singkat selama karantina. Dalam kelas yang diadakan saat karantina GADIS Sampul 2003 berisi materi mengenal postur tubuh, seluk beluk dunia modelling, catwalk, bagaimana menjalin kerjasamanya dan bersikap, memahami kontrak kerja, menjadi presenter, model video klip, hingga adaptasi dengan produk.

Mengenal Komposit

[sunting | sunting sumber]

20 finalis GADIS Sampul 2003 dengan tekun menyimak penjelasan Ira Duaty, peragawati senior yang menjadi pengajar di F&G. Ia menjelaskan aneka hal tentang dunia modeling sambil menunjukan beberapa slide yang berisi foto model, yang adalah finalis GADIS Sampul 2002. Foto yang diperlihatkan kepada finalis adalah komposit foto terbaik dari Masayu Yudhitia Kurniawati, Dhira Apsari Gautama, Ines Arieza Rahmaniar, dan Vanesca Vindy Lesze yang sudsh digarap oleh fotografer, pengarah gaya, hingga penata rias yang bekerja keras untuk menghasilkan penampilan terbaik. Kartu komposit inilah yang akan diajukan ke klien yang mmebituhkan model untuk produk yang akan dipromosikan.

Mencari Angle

[sunting | sunting sumber]

Dengan bantuan Ira Duaty dan Christine, pengajar di F&G, para finalis melatih ekspresi wajah mereka di depan kaca dan mencari angle terbaik dari wajah masing-masing. Dari pantulan diri mereka di cermin, mereka bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing. Misalnya, Agla yang lebih bagus jika difoto dari sisi kanan, Winny yang memiliki susunan gigi yang bagus diminta tidak ragu untuk tertawa secara lebar, juga Indah Ayu Putri (Indah) yang masih malu untuk tersenyum.

Saat praktek pose berdiri di depan kaca, para finalis diberi semangat agar berpose sesuai dengan keinginan mereka. Mereka juga disarankan untuk melompat. Para finalis semakin bersemangat mengikuti kelas ini. Namun, kelas ini berakhir terlalu cepat sehingga para finalis belum puas.

Dari Resto ke Resto

[sunting | sunting sumber]

Keuntungan menjadi 20 finalis GADIS Sampul adalah makan siang dan makan malam gratis yang ditanggung panitia. Ditambah mereka makan dengan ditemani artis-artis terkenal.

Merah Meriah di China Box

[sunting | sunting sumber]

Acara makan-makan di restoran selama masa karantina GADIS Sampul 2003 adalah makan malam di China Box Resto, yang terletak di Kampung Tenda Semanggi. Para finalis tampil cantik dan menarik dengan pakaian berwarna merah, yang menarik perhatian banyak orang yang berada di Kampung Tenda Semanggi.

Sesampainya di China Box, para finalis disambut oleh kru China Box dengan ramah. Suasana makan malam di restoran masakan Cina berlantai dua ini menyajikan banyak menu masakan yang telah dimodernisasi dan disesuaikan dengan lidah lokal. Ditambah lampion-lampion pada setiap sudut restoran membuat efek nyaman.

Makan malam ini ditemani oleh Temmy Rahadi yang memgobrol bersama Sisie dan Winy, sementara Giana Ricca (Ricca) yang duduk di depan Temmy Rahadi tidak bisa mengalihkan pandangannya. Ditambah kedatangan Nicholas Saputra, pemeran Rangga di film Ada Apa Dengan Cinta?, membuat para finalis heboh. Ia langsung duduk di kursi yang kosong di antara Tarie dan Thea. Mereka berdua sangat senang karena duduk di bangku yang mengapit aktor tampan tersebut. Selain Nicholas Saputra dan Temmy Rahadi, para finalis juga ditemani oleh Novarinta P. Boer (GADIS Sampul 1998) dan Aryani Fitriana (GADIS Sampul Favorit 2002).

Surprise di Waroeng Podjok

[sunting | sunting sumber]

Senin, 7 Juli 2003, setelah 20 finalis berbelanja sepatu di GOSH, mereka makan malam di restoran Waroeng Podjok yang terletak di Plaza Senayan. Saat para finalis tiba, mereka disambut oleh karyawan restoran Waroeng Podjok dengan ramah. Para karyawan restoran ini mengharapkan bahwa para finalis bisa mengetahui makanan Indonesia dan menikmati hidangan yang disiapkan.

Restoran ini memiliki desain yang menarik karena di pintu masuk restoran terdapat becak dengan kelapa di dalamnya. Penataan ruang restoran ini terasa sangat tradisional dengan warna hijau dan barang-barang asli Indonesia, seperti foto-foto tempo dulu, jam antik, ulekan, dan kelang kerupuk. Menu yang disiapkan oleh pihak restoran pun menu-menu yang sangat Indonesia. Pilihan menu yang disiapkan terdiri dari makanan berat seperti nasi ayam ketumbar, sate ayam dengan lontong, hingga berbagai pilihan nasi goreng dengan cemilan penutup pisang bakar atau serabi dan minuman yang bisa dipilih antara es kelapa, es shanghai, dan es cincau.

Makan malam ini semakin nikmat ditemani dengan kehadiran beberapa selebritis. Selebritis yang menemani para finalis makan malam antara lain Astrid Tiar, Annisa Pohan, VJ Daniel Mananta, dan Sigi Wimala. Sisie, yang adalah fans Sigi Wimala, terpana dan tidak bisa berhenti bergumam. Wina dan Ricca sempat bengong saat VJ Daniel duduk di antara mereka. Sementara, Gema langsung menyesal tidak duduk di tempat Ricca duduk.

Setelah selesai makan malam, Gaby memberikan piagam dari GADIS kepada pihak Waroeng Podjok. Lalu mereka berfoto bersama. Tiba-tiba, Nicky Tirta, yang baru datang, langsung ikut berfoto.

Lunch di New York Cafè

[sunting | sunting sumber]

Saat istirahat untuk makan siang setelah pemotretan, para finalis disambut oleh DJ Winky Wiryawan. Selain itu, di dalam restoran beberapa alumni GADIS Sampul dan artis lain sudah menunggu. Tamu yang akan menemani 20 finalis GADIS Sampul 2003 makan siang adalah Sarah Amanda Soetarjo (GADIS Sampul 2001), Jessica Selandia Johanes (GADIS Sampul Berpotensi 2001), Tya Ariestya (Finalis GADIS Sampul 2001), Revalina S. Temat (GADIS Sampul Favorit 1999), Dennis Adhiswara, Indra Bekti, VJ Daniel Mananta, juga model-model pria yang akan menemani sesi pemotretan selanjutnya yang terdiri dari Thomas Nawilis, Dwi Andhika, Tanto, dan Tommy Kurniawan. Perut finalis yang lapar juga dimanjakan dengan menu pilihan yang disediakan oleh New York Cafè, seperti nasi putih mentega, ayam masak tomat cabai paprika wortel, dadar isi orak-arik, tumis sayuran, kroket jagung muda, kerupuk udang, dan penutup buah-buahan segar dan minuman yang bisa dipilih antara air mineral atau minuman ringan.

Makan siang di hari yang panas itu dibuat tidak membosankan karena permainan dari Dennis Adhiswara. Salah satu pertanyaan yang dilontarkan oleh Dennis adalah mengapa model foto sampul majalah remaja lebih banyak tersenyum dibandingkan majalah dewasa. Lalu salah satu finalis, Putri menjawab bahwa karena orang dewasa memiliki banyak hal yang dipikirkan sementara remaja masih bisa bersenang-senang. Karena jawaban Putri yang menarik, Dennis Adhiswara memberikan hadiah kepada Putri. Permainan pun dilanjutkan dengan pertanyaan dari Indra Bekti dan Revalina S. Temat.

Dinner Seru di Le Cafe Bilbo

[sunting | sunting sumber]

Makan malam pada hari ketiga karantina diadakan di Le Cafe Blibo, restoran yang terletak tidak jauh dari tempat finalis menginap. Restoran ini terletak di lantai 3 Gedung Softball, Lapangan Softball Gelora Bung Karno.

Suasana kafe yang teduh tetapi bersahabat menyambut 20 finalis ketika masuk ke dalam ruangan dengan nuansa modern dengan layar besar di tengah restoran yang menayangkan film dan dihiasi dengan aneka lukisan yang unik. Ditambah pemandangan di luar restoran adalah lapangan softball sehingga mereka bisa menonton latihan atlet softball.

Meskipun berada di dekat lapangan softball, para finalis tidak bisa fokus ke lapangan softball karena makan malam kali ini ditemani oleh Sheila on 7 (Duta, Adam, Sakti, dan Eros) dan Adelia Lontoh (finalis GADIS Sampul 1998). Adelia Lontoh tetap profesional memperkenalkan diri kepada 20 finalis meskipun salah satu finalis adalah adiknya sendiri, Lisa (Malisa Lontoh). Sesi makan malam finalis juga ditemani oleh Novita Angie (finalis GADIS Sampul 1992) dan Dewi Rezer (finalis GADIS Sampul 1995) yang menyempatkan diri untuk hadir.

Hoka Hoka Bento

[sunting | sunting sumber]

Pada hari terkahir karantina GADIS Sampul 2003, Jumat, 11 Juli 2003, 20 finalis ditraktir makan siang di Hoka-Hoka Bento, Food Court Senayan Trade Center (STC) yang berada di lantai 7 pusat perbelanjaan Senayan Trade Center. Makan siang kali ini ditemani oleh Irfan Hakim, bintang iklan dan sinetron yang memiliki banyak candaan. Sehingga makan siang kali itu dipenuhi canda tawa dari para finalis.

Menu makan siang yang disiapkan oleh kru Hoka-Hoka Bento siang itu antara lain Beef Yakiniku, Shrimp Roll, Spicy Chicken, Puding Coklat, dan air mineral. Selain jadi menu makan siang kali itu, menu Hoka-Hoka Bento menjadi santapan para finalis sebelum tampil di panggung malam final GADIS Sampul 2003.

Hmmm... POPEYES

[sunting | sunting sumber]

Selama beberapa hari rangkaian karantina GADIS Sampul 2003, 20 finalis mendapatkan menu spesial dari Popeyes Chicken dan Seafood. Menu yang disediakan antara lain nasi dengan lauk ayam goreng dan sea food ditambah minuman ringan untuk melepas dahaga. Menu Popeyes dihadirkan saat makan siang disela latihan untuk malam final, saat dirias, atau saat istirahat di acara gladi resik.

Kejutan yang Manis di BELIA

[sunting | sunting sumber]

Senin, 8 Juli 2003, 20 finalis GADIS Sampul 2003 mengunjungi PT Martina Berto, tempat produksi kosmetika remaja BELIA, dengan kaus dan tas yang diberikan oleh BELIA. Kunjungan ini dimulai pada pukul 10:00 WIB dan berakhir pukul 14:00 WIB.

Sesampainya di kantor pusat PT Martina Berto, 20 finalis GADIS Sampul 2003 disambut dengan pemberian topi pesta dan permen yang didesain dengan sangat lucu. Selain itu, ruangan serbaguna PT Martina Berto dihiasi oleh balon warna-warni dan suasana karnaval dengan badut yang menemani mereka. Mereka pun langsung berfoto bersama Martha Tilaar, Dewi Dewo (Pemimpin Redaksi GADIS), dan Popy Rangkuti (Manager Promosi GADIS).

Acara pun dibuka dengan sambutan dari Erika S. sebagai perwakilan dari BELIA dan Dewi Dewo dari majalah GADIS. Setelah acara pembukaan, para finalis diajak mengelilingi pabrik untuk melihat pembuatan dan pengepakan bedak dan lipstik. Mereka juga diperbolehkan mencoba membuat lipstik sendiri. Hal ini membuat Tari, Ricca, Thea, Putri, dan Siti Hafar Raihaanun Nabila (Haanun) berebut membuat lipstik dengan campuran warna pilihan mereka.

Selain mengunjungi pabrik, para finalis mendapatkan kesempatan mengunjungi museum pribadi milik Martha Tilaar yang berisi sejarah perjalanan karir beliau. Kemudian, 20 finalis diajak mengintip laboratorium penelitian dan pengembangan jamu. Mereka takjub dengan tanaman yang belum pernah mereka lihat.

Setelah kunjungan ke pabrik kosmetik, 20 gadis remaja berbakat ini mengikuti Beauty Class dari BELIA. Mereka diajarkan cara berdandan yang baik dan benar sesuai umur mereka. Para finalis diperbolehkan untuk mencoba produk BELIA seperti "Quick and Fresh" (pembersih sekaligus penyegar), "litemoist" (pelembab), "litebase" (alas bedak), bedak tabur dan padat, eyeshadow, blush on, hingga lipcare dan lip tint. Kesempatan ini memperlihatkan siapakah finalis yang sudah bisa berdandan. Seperti Putri yang sudah lihai dalam berdandan atau Nesia yang masih harus banyak dibantu. Sesi ini pun dihadiri oleh Jennifer Arnelita, model dan pemain sinetron yang merupakan sepupu Sisie.

Setelah kelas tata rias, para finalis makan siang dengan menu yang disediakan oleh Popeye's. Kemudian, mereka disambangi oleh Martha Tilaar yang memberikan nasihat tentang kecantikan sejati yang merupakan harmoni dari dalam dan dari luar diri karena itu sebagai model, para 20 finalis harus memiliki kualitas 3B (Brain (Kecerdasan), Beauty (Kecantikan), dan Behaviour (Sopan Santun)).

Setelah wejangan dari Martha Tilaar, 20 finalis mempersembahkan lagu "Kiss Me" yang dipopulerkan oleh Sixpence None The Richer dengan permainan gitar oleh Hannun. Dilanjutkan dengan yel-yel BELIA versi GADIS Sampul 2003 yang dibuat dalam waktu 10 menit dengan menggunakan nada dari lagu "Balonku Ada Lima" dengan lirik yang diganti "Pacarku ada lima. Tahu nggak karena apa. Karena pakai BELIA, Just Be You Be BELIA!". Acara hiburan dan permainan ini dilanjutkan oleh permainan yang dipandu oleh Indra Bekti, Jennifer Arnelita, dan sang badut. Para finalis ditantang melempar dart, menirukan gaya bodoh Anjasmara saat ia berperan sebagai Cecep, menyanyi, menari, dan tantangan lainnya. Ditambah Indra Bekti menyanyi lagu "Zamrud Khatulistiwa" dengan diiringi goyangan Agashi dan Gema dibuat lupa lirik lagu andalannya. Ditambah Winy, Ivi, dan Sisie yang sangat menghayati saat bergoyang ala Inul Daratista. Setelah selesai seluruh rangkaian acara, para finalis mendapatkan bingkisan dari BELIA dan jagung berondong untuk dibawa pulang. Sebelum pulang, Hannun menyerahkan plakat dari GADIS sebagai tanda terima kasih kepada Martha Tilaar.

Oh My GOSH! Keren Banget...

[sunting | sunting sumber]

Senin, 7 Juli 2003, merupakan hari kedua karantina GADIS Sampul 2003. Pada hari itu, para finalis diajak mengunjungi konter GOSH di Plaza Senayan. Mereka juga mendapatkan hadiah sepasang sepatu tambahan dari GOSH.

Konter dengan interior unik di Plaza Senayan ini langsung ramai oleh 20 gadis cantik yang adalah finalis GADIS Sampul 2003. Mereka langsung terpaku oleh koleksi sepatu yang dijual. Namun, tim GOSH memberikan kejutan tambahan dengan membagikan sepatu bertali lilit dengan pilihan warna bergaris putuh-merah, putih-biru, atau putih hitam.

Mereka pun langsung mencobanya di konter GOSH. Finalis pun berkonsentrasi saat memakai sepatu bertali lilit. Seperti Thea dan Winy saat memasang tali sepatunya dengan penuh rasa serius. Setelah selesai memakai sepatu dari GOSH, mereka pun berpose dengan sepatu baru mereka. Setelah kunjungan, Nesia sebagai perwakilan dari GADIS memberikan plakat kepada tim GOSH yang diwakili oleh Agens sebagai tanda terima kasih.

Deg-degan Penjurian

[sunting | sunting sumber]

Rabu, 9 Juli 2003, para finalis terlihat tidak tenang. Penyebab utama rasa tidak tenang para finalis adalah Penjurian GADIS Sampul 2003. Ditambah tahun 2003 ada dua penjurian, penjurian GADIS Sampul 2003 dan penjurian Miss GOSH GADIS Sampul 2003.

Sebelum Penjurian....

[sunting | sunting sumber]

Jam 16:00, para finalis sudah berdandan cantik untuk penjurian GADIS Sampul 2003 di kantor redaksi majalah GADIS. Sebelum memasuki ruang penjurian, Dewi Dewo memberi pengarahan agar para finalis tidak takut, tidak khawatir, dan jangan menganggap finalis lain sebagai musuh. Setelah salah satu chaperone, Desy, memimpin doa bersama, dua finalis nomor urut awal, Winy dan Lisa, langsung memasuki ruang penjurian.

Finalis lain terlihat tegang saat Winy dan Lisa masuk ruang penjurian. Finalis yang belum dipanggil membenarkan dandanan, menenangkan diri dengan berlatih bakat yang ditampilkan, hingga yang terus berdoa. Ada juga yang seperti Saskia yang tidak bisa diam atau Putri yang tampak kehilangan fokus.

Saat Penjurian....

[sunting | sunting sumber]

Beragam talenta yang dimiliki finalis GADIS Sampul 2003 membuat kagum dewan juri yang terdiri dari Pia Alisjahbana (pendiri majalah GADIS), Ira Duaty (supermodel dan pengajar di F&G Model Talent Agency), Tracy Trinita (model dan aktris), Erwin Arnada (wartawan hiburan), dan Ai Syarif (pengarah gaya majalah GADIS). Saat para finalis diminta untuk berpose oleh juri, mereka siap menunjukkan pose mereka. Selain itu, beberapa finalis memperlihatkan bakat menari seperti Gaby yang menari Tari Manuk Rawa, Wina memperlihatkan koreografi buatan dirinya, Putri menari dengan lagu "Gossip Folks", dan Agla menari Tari Sembah. Tari dan Agashi sebenarnya siap untuk menari, tetapi mereka tidak sempat memperlihatkan bakat mereka menari.

Selain menari, banyak finalis yang memperlihatkan bakat menyanyi. Seperti Ririe dan Veve yang menyanyikan lagu "In The Rush" dan "Can't Take My Eyes Off You". Ditambah Nesia dan Hannun yang pandai menyanyi sambil memetik gitar menunjukkan bakat mereka dengan lagu "Unintended" dan "Kiss Me".

Selain menyanyi dan menari, banyak finalis yang memperlihatkan bakat unik mereka. Seperti Sisie yang melakukan rap, Gema mendeklamasikan puisi, dan Nadia pidato dalam Bahasa Inggris. Ditambah Ivi yang menerangkan hasil penelitiannya di lomba Karya Ilmiah Remaja tingkat Remaja dengan penelitian tentang biji srikaya yang berguna sebagai insektisida.

Setelah Penjurian....

[sunting | sunting sumber]

Penjurian umum yang dilanjutkan dengan penjurian Miss GOSH dilanjutkan dengan acara makan malam. Semua finalis pun merasa lega karena mereka mengira acara penjurian akan terasa kaku.

Wina dan Ririe malah merasa senang karena tidak ada beban. Ditambah tisak ada yang kecewa karena mereka berusaha semaksimal mungkin.

Hal yang berkesan untuk finalis adalah dewan juri yang baik dan mau duduk bersama saat makan malam sambil mengobrol. Saat acara hiburan, seluruh finalis GADIS Sampul 2003 menyanyikan lagu tema Mojacko dan Kiss Me.

Setelah berfoto bersama mereka semua langsung pulang ke hotel untuk istirahat. Karena besok mereka akan menghadapi acara penting, yaitu Malam Final GADIS Sampul 2003.

Mencari Miss GOSH

[sunting | sunting sumber]

Pemilihan Miss GOSH adalah kategori baru yang diadakan pada tahun ini. Pemilihan ini memberi penghargaan pada finalis yang selalu tampil menarik. Penjurian ini dilakukan setelah penjurian utama GADIS Sampul 2003 selesai. Dewan juri yang terdiri dari Ibu Ali Tanuwidjaya (direktur utama PT Karyamitra Budi Sentosa yang memegang brand GOSH), Dewi Dewo (pemimpin redaksi majalah GADIS), dan Kirana (pengarah gaya majalah GADIS). Mereka bertiga pusing memilih finalis mana yang layak menjadi Miss GOSH - GADIS Sampul 2003. Apalagi semua finalis tahun ini berpenampilan modis dan trendi. Sehingga kriteria penjurian semakin diketatkan dengan adanya pengetahuan tentang tren busana. Ditambah keserasian penampilan secara keseluruhan hingga seberapa jago memadukan gaya pakaian.

Saat penjurian, finalis diberika tiga pertanyaan yang memperlihatkan bagaimana pengetahuan busana mereka dan gaya berbusana pribadi mereka. Seperti Ivi asal Surabaya yang adalah fans Britney Spears yang tidak berani mengikuti gaya berpakaian dan berdansan ala Britney Spears. Sedangkan Agashi mengeluhkan ukuran kakinya yang besar sampai ia susah mencari sepatu yang cocok untuk ukuran kakinya.

Hal yang menarik di penjurian Miss GOSH, pada finalis diminta "berbelanja". Di ruang penjurian Miss GOSH, disediakan beberapa potong baju atasan dan bawahan ditambah aksesoris seperti kalung, ikat pinggang, tas, dan topi yang adalah koleksi Jabotabek Shopping ditambah beberapa pasang koleksi sepatu dari GOSH. Para finalis ditantang untuk memilih pakaian, aksesoris, dan sepatu yang cocok dipakai untuk berjalan-jalan di mall. Tugas ini memperlihatkan selera pakaian masing-masing finalis dalam padu padan busana dan aksesoris.

Thanks Prambors, We're The Chosen One!

[sunting | sunting sumber]

Hari terkahir karantina GADIS Sampul 2003 (Jumat, 11 Juli 2003), 20 finalis GADIS Sampul 2003 mendapatkan kesempatan mengunjungi Prambors, radio anak muda yang berdiri sejak tahun 1971. Mereka melihat proses rekaman siaran radio dan siaran secara langsung di studio radio Prambors.

Serunya Siaran Live

[sunting | sunting sumber]

Para finalis sampai di Prambors sekitar jam 14:00 dan disambut oleh kru Prambors dan Imam (yang menjabat sebagai bagian hubungan masyarakat Radio Prambors). Imam mewakili Prambors mengundang 20 finalis GADIS Sampul 2003 dengan tujuan agar para finalis mendapat wawasan tentang radio.

Para finalis pun bertanya tentang radio favorit anak muda ini dan beberapa dari mereka menjawab pertanyaan dari tim Prambors. Bagi finalis yang bertanya atau menjawab pertanyaan, Prambors memberikan hadiah bingkisan spesial. Hal ini membuat finalis semakin banyak bertanya.

Pada jam 14:30, para finalis secara bergilir masuk ruang siaran Prambors untuk siaran langsung acara "DJ Kamu: Do Not Underestimated The Power of Putih Abu-abu" yang dipandu oleh Adel, Omar, dan Wulan. Para finalis pun dipuji kecantikannya oleh Adel saat para finalis masuk ruangan siaran. Selama siaran langsung itu, pada pendengar boleh mengirimkan SMS untuk bertanya dan memilih siapa GADIS Sampul favorit mereka. Ada pendengar yang bertanya bagaimana rasanya menjadi GADIS Sampul, apa yang terjadi saat penjurian, hingga kesan apa yang paling dikenang selama karantina di Jakarta. Selain melalui SMS, banyak juga pendengar yang menelepon radio Prambors yang didominasi pertanyaan mengenai sekolah, nomor telepon, dan alamat rumah. Para pemenang juga mendapatkan kesempatan mengungkapkan kesan menjadi pemenang GADIS Sampul 2003. Namun, siaran ini hanya bisa didengarkan di Radio Prambors Jabodetabek (pada tahun itu di saluran 102,3 FM).

Sebelum para finalis kembali ke kantor redaksi GADIS untuk acara pelepasan (farewell), Prambors mengajak 20 finalis GADIS Sampul 2003 mengisi formulir DJ Kamu dan mendapatkan bingkisan dari Prambors yang berisi tas Lee Cooper, t-shirt Red Earth, dan buku sejarah 30 tahun Prambors. Sebagai tanda terima kasih, Saskia, mewakili GADIS, memberikan plakat penghargaan kepada Imran Amir, Direktur Utama Radio Prambors.

Live dari Hotel

[sunting | sunting sumber]

Sebelum kunjungan 20 finalis GADIS Sampul 2003 ke Radio Prambors, para finalis GADIS Sampul 2003 sudah siaran langsung bersama Prambors di Hotel Atlet Century Park. Siaran tersebut diadakan pada hari kedua karantina GADIS Sampul 2003 (Selasa, 8 Juli 2003) dalam acara "SIAPP (Siaran Paling Pagi)" dari jam 06:00 hingga 08:00. Acara radio pagi itu dipandu oleh Vena Anissa dan Daniel Rahmad. Di acara itu, banyak pendengar yang menelpon dan SMS untuk para finalis GADIS SAMPUL 2003.

Putri, Veve, Winy, Nesia, dan Hannun menyanyikan lagu "In The Rush" dengan diiringi permainan keyboard oleh DW. Pada acara ini, diadakan polling GADIS Sampul favorit pendengar dan nama Hannun terpilih sebagai pemenangnya. Ditambah kejutan dari seorang pemuda bernama Kevin yang mengidolakan Putri dan ia rela datang pagi untuk menyanyikan lagu "If You're Not The One" untuk Putri.

Sampai Jumpa GADIS Sampul 2003

[sunting | sunting sumber]

Akhirnya, Jumat (11 Juli 2003) sore menjadi hari terakhir karantina GADIS Sampul 2003 dan hari terakhir 20 finalis bersama-sama. Setelah merasakan sedih dan senang, semua finalis harus rela untuk berpisah.

Jam 17:00, setelah selesai briefing dengan chaperone, para finalis berkumpul dengan orang tua masing-masing. Suasana seketika sangat ramai. Seperti sudah bertahun tidak bertemu. Para finalis pun langsung memeluk orang tua mereka.

Selain acara temu kangen dengan keluarga, acara diramaikan dengan pembagian hadiah untuk para pemenang. Acara ini sangat heboh karena hadiah yang diterima pemenang sangat banyak dan semuanya bagus. Namun tidak hanya pemenang saja yang mendapatkan hadiah, seluruh finalis mendapatkan hadiah tambahan dari Telkomsel, MTV, GADIS, Eastpak, dan BMG Indonesia.

Setelah pembagian hadiah, para finalis dan orang tua dibawa untuk penandatanganan kontrak setahun dengan F&G Model - Talent Agency milik Femina Group.

Acara pun ditutup dengan finalis bersalaman dengan seluruh tim GADIS Sampul 2003 dan kru majalah GADIS. Wina sedih karena mereka akan berpisah dan dibalas oleh finalis lain yang tidak ingin berpisah. Nadia pun membahas rencana bertemu di Plaza Senayan. Selain para finalis, orang tua yang datang menjemput anak anak mereka sempat terharu dengan momen ini.

Malam Final

[sunting | sunting sumber]

Hari kelima karantina GADIS Sampul 2003, Kamis, 10 Juli 2003, adalah malam final pemilihan GADIS Sampul 2003. Acara dengan konsep yang menarik ini diramaikan oleh 20 finalis GADIS Sampul 2003, 4 bintang tamu, dan 3 pembawa acara ditambah 16 model terkenal, koreografer hebat, dan 1600 penonton yang kompak berdandan sesuai dress code. Malam Final GADIS Sampul 2003 memiliki tema "Carnaval Gadisvaganza" dengan tema sirkus dan karnaval dengan konsep berwarna warni dan meriah.

Carnaval Gadisvaganza, Pesta Paling Dahsyat

[sunting | sunting sumber]

Pesta penobatan GADIS Sampul 2003 ini serba spesial. Berbeda dari konsep beberapa tahun lalu, acara malam final GADIS Sampul 2003 ini tidak memakai format operet. Mengambil tema riuhnya suasana karnaval, Ballroom Hotel Mulia Senayan pun disulap menjadi lebih warna warni. Panggung didesain menyerupai tenda sirkus dengan tambahan backdrop badut dengan mulut terbuka sebagai tempat keluar para penampil dan dua layar besar di kanan dan kiri panggung.

Karnaval ini dibuka jam 19:45 oleh penari dari Art Production arahan Ari Tulang yang mengenakan kostum glamor warna-warni lengkap dengan bulu-bulu dan topeng ditambah kehadiran juggler, badut-badut lucu, dan pemain perkusi yang membagikan balon kepada penonton. Penonton menganggap pembukaan acara ini sangatlah menarik.

Di atas panggung, 20 finalis dari 7 kota di Indonesia tiga pembawa acara yang sudah mengisi acara malam final GADIS Sampul sejak 2001, Tika Panggabean, Djoni Permato (Udjo), dan Yosi Mokalu (Yossi) (Tika Panggabean membawakan acara malam final GADIS Sampul sejak tahun 1999). Selain 20 finalis GADIS Sampul 2003 dan 3 pembawa acara, acara ini semakin lengkap dengan penampilan para model yang terdiri dari 10 alumni GADIS Sampul, antara lain:

  1. Inka Noverita
  2. Karina
  3. Kieky Cahaya
  4. La Saras Kabiirath
  5. Soraya Larasati
  6. Pamela Fransisca
  7. Zee Zee Shahab
  8. Ardina Rasti
  9. Hayria Lontoh
  10. Aryani Fitriana

Selain 10 alumni GADIS Sampul, ada juga 6 model pria yang mengundang histeris massa:

  1. Tommy Kurniawan
  2. Raffi Ahmad
  3. Dwi Andhika
  4. Arifin Putra
  5. Vino G. Bastian
  6. Bertrand Antolin

Keenam belas model ini membawakan peragaan busana sambil mempromosikan produk kecantikan dari BELIA dengan kejutan yang berupa kemunculan Marshanda yang dipilih sebagai brand ambassador BELIA. Murega memperagakan busana sambil memakai koleksi sepatu dari GOSH.

Acara ini tidak lengkap tanpa 4 'pengguncang panggung' yang membuat semua penonton kuat bertahan di bibir panggung sepanjang acara. Keempat penampil ini tidak ada celanya. Penampil pada malam final ini adalah:

  • Agnes Monica yang menyanyikan dua buah lagu, "Seputih Hati" dan hits milik Evanescence, "Bring Me To Life".
  • T-Five membawakan empat buah lagu hits mereka, "Kau", "Hanya Untukmu", "All My Life", dan "Jangan Pernah".
  • Gareth Gates muncul dan membawakan 3 lagu andalannya, "Suspicious Mind", "My Heart Wants To Say", dan "... Anyone Of Us".
  • Cokelat, band asal Bandung, membuat penonton bernyanyi bersama dengan lima lagu hits mereka:
  1. "Luka Lama"
  2. "Dendam"
  3. "Karma"
  4. "Jauh"
  5. "Bendera"

Dari riuh rendahnya acara penobatan, ada satu bagian acara yang membuat penonton merinding atau terharu bangga, yaitu talent show 20 finalis GADIS Sampul 2003 yang dikemas dalam tajuk "Talenta Extravaganza". Pada bagian ini, para finalis menunjukkan bakat mereka dengan kemasan yang berbeda. Biasanya para finalis dipanggil satu persatu untuk memperkenalkan diri dan dijahili tetapi pada pemilihan tahun ini, aksi unjuk bakat dibuat sebagai unjuk bakat para finalis. Berikut adalah beberapa aksi unjuk bakat yang diperlihatkan oleh para finalis:

  • Nadia Saphira (Nadia) dan Ivi Santoso (Ivi) memainkan piano klasik sambil mengiringi Adhitya Putri (Putri) menari balet.
  • Gabriel Martianie (Gaby) dan Coreana Agashi (Agashi) yang menunjukan bakat Tari Bali mereka yang dipadukan dengan modern dance yang ditunjukkan oleh Pratiwina Lestari R. (Wina), Astari Kesuma Wardhani (Tari), Agla Artalidia (Agla), dan Nuvian Agnesia (Nesia).
  • Kinanti Karunia Putrigustiarti (Ririe), Indah Ayu Putri (Indah), Siti Hafar Raihaanun Nabila (Haanun), dan Gemala Citra (Gema) melakukan deklamasi puisi.
  • Restia Juwita (Thea) dan Malisa Lontoh (Lisa) ditantang melakukan akting oleh tiga pembawa acara

Namun, sorotan utama pesta malam ini adalah penobatan GADIS Sampul 2003. Semua finalis berdiri di atas panggung dalam balutan busana penobatan rancangan Stephanus Hamy, yang memiliki warna warni yang segar, menunggu saat-saat mendebarkan itu. Mereka terlihat gugup tetapi semua finalis sudah menjadi pemenang sejak awal.

Acara pengumuman pemenang pun dimulai dengan trio pembawa acara (TIKUS (Tika Panggabean, Udjo, dan Yossi)) mengundang beberapa model dan artis untuk mengumumkan nama pemenang. Pengumuman pertama adalah pengumuman Miss GOSH GADIS Sampul 2003 yang diumumkan oleh Dwi Andhika, Arifin Putra, dan Raffi Ahmad. Pemenang Miss GOSH adalah finalis nomor 13, Adhitya Putri asal Jakarta. Pengumuman pun dilanjutkan oleh pengumuman GADIS Sampul Favorit yang dibacakan oleh Vino G. Bastian dan Intan Nuraini. Finalis nomor 13, Adhitya Putri, kembali dipanggil dan didaulat sebagai GADIS Sampul Favorit 2003. Setelah pengumuman GADIS Sampul Favorit 2003, muncullah Agnes Monica bersama VJ Daniel Mananta membacakan nama Runner-up kedua GADIS Sampul 2003 yang jatuh kepada Agla Artalidia asal Bandar Lampung. Setelah pembacaan Runner-up 2, Gareth Gates dan Jemmima Tumewu muncul di atas panggung untuk membacakan nama Runner-up 1 yang diraih oleh Kinanti Karunia Putrigustiarti asal Jakarta yang melongo saat namanya dipanggil.

Akhirnya, acara sampai pada puncaknya. Suasana hening menyelimuti ruangan ballroom yang didekorasi seperti tenda karnaval yang sebelumnya riuh rendah. Masayu Yudhitia Kurniawati, GADIS Sampul 2002, muncul dan memutari para finalis dengan diiringi lagu tema GADIS Sampul yang dinyanyikan Krisdayanti. Ia pun menghampiri salah seorang finalis dan memberikan balon karnaval. Finalis yang diberikan balon warna-warni karnaval kepada finalis nomor 11, Coreana Agashi asal Jakarta. Gadis berusia 13 tahun ini sama sekali tidak menduga akan menang. Ia berkata di belakang panggung, ia akan melakukan shalat tahajud karena tidak menyangka dirinya terpilih sebagai GADIS Sampul 2003.

Dengan terpilihnya Coreana Agashi sebagai GADIS Sampul 2003, berakhir pula acara malam final GADIS Sampul 2003. Pesta yang penuh kejutan dan hal-hal baru yang serba spesial.

Keriuhan di Luar 'Tenda'

[sunting | sunting sumber]

'Tenda utama' tempat karnaval berlangsung dibuka pada jam 19:00, tetapi tidak berarti suasana di luar tenda utama sepi. Keramaian sudah dimulai sejak masuknya lobby ballroom dibuka. Banyak booth-booth sponsor yang dihias serba warna warni dan memberikan hadiah melalui games, ada selebritis yang lalu lalang dengan percaya diri, dan ribuan penonton yang memakai pakaian ala karnaval sesuai dengan dresscode yang diminta pihak majalah GADIS. Berikut adalah beberapa aktivitas di area lobby:

  • Booth Belia dengan poster Marshanda, yang kebetulan terpilih sebagai brand ambassador, ramai dipadati oleh pengunjung yang ingin mencoba roda keberuntungan. Peserta harus berhati-hati dalam memutar roda kaeena6 salah memutar roda dapat berakibat mendapatkan tantangan joget seperti penyanyi dangdut Inul Daratista.
  • Dua DJ dari Prambors yang bertugas 'menangkap' penonton yang datang dengan dandanan heboh diberikan pertanyaan yang aneh.
  • Booth milik GOSH didesain sangat unik dengan desain seperti permainan komidi putar. Ditambah pihak GOSH memberikan voucher sebesar Rp50.000 kepada penonton yang memakai sepatu GOSH dan membawa potongan kupon dari majalah GADIS.
  • Booth milik MTV Indonesia dilengkapi oleh layar yang menayangkan acara MTV.
  • Backdrop Carnaval Gadisvaganza yang dipasang di area lobby dibuat khusus untuk penonton yang ingin berfoto.
  • Saat keluar dari toilet, VJ Daniel Mananta langsung diserbu penonton yang mengintai dan menunggu di depan pintu toilet untuk berfoto bersama.
  • Dua orang penonton berhasil mencegat Dhira Apsari Gautama (Runner-up 2 GADIS Sampul 2002), yang bertugas sebagai DJ Kamu Prambors, untuk diminta foto bersama dengan kamera handphone.
  • Telkomsel menjual voucher pulsa di booth mereka yang berada di sebelah booth Prambors.
  • Lamanda Alleysia Sungkar (Runner-up 2 GADIS Sampul 1999), yang datang dengan wajah yang dihiasi face painting, sibuk membahas siapa yang akan menjadi pemenang GADIS Sampul 2003 bersama salah seorang penonton.

Backstage: Uncensored!

[sunting | sunting sumber]

Selain keramaian di area panggung dan di area lobby, di belakang panggung pun terjadi keramaian yang dilakukan oleh para finalis dan pengisi acara. Khususnya, sebelum para finalis dan pengisi acara naik ke atas panggung. Berikut cerita kehebohanya:

  • Ruang ganti finalis GADIS Sampul 2003 mendadak berubah menjadi arena dugem (dunia gemerlap) sepanjang acara berlangsung, khsusunya saat penampilan para penyanyi idola.
  • Gareth Gates selalu melihat Jemmima Tumewu dengan seksama.
  • Para juggler yang sedang beristirahat membuat beberapa staff redaksi majalah GADIS sedikit kaget.
  • Para chaperone bergaya seperti model di hadapan para finalis.
  • Gareth Gates yang tidak sengaja difoto saat pura-pura memakan botol air mineral.
  • Masayu Yudhitia Kurniawati (GADIS Sampul 2002) yang melirik ke arah orang-orang lewat saat ia didandani.
  • Agnes Monica dan Udjo saling mengejek dandanan mereka.
  • Udjo yang didandani dengan tata rias mata yang seolah mengeluarkan air mata berwarna hitam.

Brr....... Dingin Banget!!!!

[sunting | sunting sumber]

Hari Kamis, 10 Juli 2003, para finalis hadir di Ballroom Hotel Mulia Senayan sejak jam 08:00. Mereka mengikuti gladi resik meskipun masih mengantuk. Semua pengisi acara memakai baju yang hangat karena Ballroom Hotel Mulia Senayan pada pagi itu sangatlah dingin. Inilah beberapa poin penting yang terjadi saat gladi resik malam final GADIS Sampul 2003:

  • Arifin Putra menjadi model pertama yang datang pada hari itu.
  • 20 finalis berlatih blocking. Hal ini memaksa mereka berkonsentrasi agar tidak salah saat berada di atas panggung.
  • Saat gladi resik, piala GADIS Sampul diganti oleh boneka beruang milik Masayu Yudhitia Kurniawati. Gabriel Martianie (Gaby), yang pura-pura terpilih sebagai GADIS Sampul 2003, membawa boneka itu dan memberi dengan tangan boneka ke panitia yang menyaksikan gladi resik.
  • Satu-satunya model yang tidak ikut gladi resik adalah Ardina Rasti, karena ia pada hari itu mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Namun, ia tidak melakukan kesalahan di acara utama.
  • Agnes Monica memesona semua orang yang hadir di gladi resik. Ditambah seorang pemuda yang menjadi vokalis pendamping Agnes Monica adalah kekasih dari salah satu finalis.
  • Sebelum Gareth Gates melakukan gladi resik, ruangan ballroom disterilkan sehingga Gareth Gates bisa lebih berkonsentrasi saat melakukan gladi resik.

Pembawa acara

[sunting | sunting sumber]

Pengisi acara

[sunting | sunting sumber]

Model dan Bintang Tamu

[sunting | sunting sumber]

Alumni GADIS Sampul

[sunting | sunting sumber]
  • Inka Noverita - Finalis GADIS Sampul 2001
  • Karina - Finalis GADIS Sampul 2002
  • Kieky Cahya - Finalis GADIS Sampul 2002
  • La Saras Kabiirath - Finalis GADIS Sampul 2002
  • Pamela Fransisca - Runner-up 2 GADIS Sampul 2000
  • Soraya Larasati - Finalis GADIS Sampul 2001
  • Zee Zee Shahab - Finalis GADIS Sampul 2001
  • Ardina Rasti - Runner-up 1 GADIS Sampul 1999
  • Hayria Lontoh - Runner-up 2 GADIS Sampul 2001
  • Aryani Fitriana - GADIS Sampul Favorit 2002

Model Pria

[sunting | sunting sumber]

Bintang Tamu

[sunting | sunting sumber]
Utama
Gelar Kontestan
Gadis Sampul 2003 Jakarta - Coreana Agashi
Juara 2 Jakarta - Kinanti Karunia Putrigustiarti
Juara 3 Bandar Lampung - Agla Artalidia
Penghargaan khusus
Gelar Kontestan
Pemenang Favorit Jakarta - Adhitya Putri
Miss Gosh Jakarta - Adhitya Putri

Pada tahun 2003, 9.973 formulir masuk ke kantor redaksi majalah GADIS. Dari 9.973 formulir yang masuk, dipilih 90 peserta unggulan (calon semifinalis) yang diumumkan di majalah GADIS edisi 13, 14, dan 15. Setelah 90 peserta unggulan terpilih, mereka akan disaring menjadi 40 semi finalis. 40 semi finalis akan dinilai dan disaring hingga terpilih 20 finalis yang akan mengikuti karantina dan tampil di malam final yang diadakan di Jakarta.

20 peserta tampil sebagai finalis pada tahun ini:

No. Urut Peserta Kota asal Usia Sekolah asal
13 Adhitya Putri Jakarta 14 SMP Negeri 73 Jakarta
14 Agla Artalidia[1] Bandar Lampung 16 SMA Negeri 2 Bandar Lampung
1 Angela Winy Verena Hadi Tangerang Selatan 16 SMA Santa Laurensia Banten
10 Astari Kusuma Wardhani Imran A. Surabaya 15 SMA Negeri 9 Surabaya
11 Coreana Agashi[2] Jakarta 13 SMP Islam PB Sudirman Jakarta
5 Gabrielle Martianie Tangerang Selatan 16 SMA St. Bellarminus
4 Gemala Citra Bekasi 13 SMP Negeri 109 Jakarta
6 Giana Ricca Medan 14 SMP Harapan 1 Medan
19 Indah Ayu Putri Jakarta 13 SMP Negeri 111 Jakarta
16 Ivi Santoso Surabaya 16 SMA Ciputra Surabaya
9 Kinanti Karunia Putrigustiarti Jakarta 15 SMP Islam Al Azhar Jakarta
2 Malisa Lontoh Tangerang 15 SMP Islam Al Hasanah Tangerang
15 Nadia Saphira[3][4] Tangerang Selatan 15 SMP Bakti Mulya 400 Jakarta
3 Nuvian Agnesia Bandung 14 SMP Negeri 9 Bandung
8 Pratiwina Lestari R. Jakarta 17 SMA Islam Al Azhar Kelapa Gading Jakarta
20 Restia Juwita Denpasar 15 SMP Negeri 2 Denpasar
12 Saskia Turangan Tangerang Selatan 16 SMA Negeri 82 Jakarta
18 Selansia Griffith Rampengan Jakarta 16 SMA Don Bosco Jakarta
7 Siti Hafar Raihaanun Nabila[3] Jakarta 15 SMP Bakti Mulya 400 Jakarta
17 Vega Dwitya Bekasi 15 SMP Al Azhar 6 Bekasi

Semi Finalis

[sunting | sunting sumber]

Setelah 90 peserta unggulan terpilih, mereka akan diseleksi kembali untuk memilih 40 nama semi finalis. Nama-nama tersebut diumumkan di majalah GADIS edisi 16 tahun 2003. Nama-nama yang ditebalkan di daftar ini adalah peserta yang terpilih sebagai finalis dan akan mengikuti karantina serta malam final.

Nama Kota Asal Usia Sekolah Asal
Adhitya Putri Jakarta 14 SMP Negeri 73 Jakarta
Agla Artalidia Bandar Lampung 16 SMA Negeri 2 Bandar Lampung
Amila Alistiawati Jakarta 15 SMA Negeri 81 Jakarta
Andi Meriel Firsha Tangerang 15 SMA Negeri 3 Jakarta
Angela Winy Verena Hadi Tangerang Selatan 16 SMA St. Laurensia Banten
Astari Kesuma Wardhani Imran A. Surabaya 15 SMA Negeri 9 Surabaya
Ayu Trisiwi Wahyuni Denpasar 13 SMP Negeri 2 Denpasar
Ayushita Widyartoeti Nugraha Jakarta 14 SMP St. Bellarminus Jakarta
Coreana Agashi Jakarta 13 SMP Islam PB Sudirman Jakarta
Dea Rizki Nurrina Situbondo 15 SMP Negeri 1 Situbondo
Dinda Akhlakulkarimah Makassar 13 SMP Negeri 6 Makassar
Farah Monica Jakarta 17 SMA Regina Pacis Jakarta
Fita Angela Adelnihansyah Bandung 13 SMP Negeri 38 Bandung
Gabrielle Martianie Tangerang Selatan 16 SMA St. Bellarminus Jakarta
Gemala Citra Bekasi 13 SMP Negeri 109 Jakarta
Giana Ricca Medan 14 SMP Harapan 1 Medan
Indah Ayu Putri Jakarta 13 SMP Negeri 111 Jakarta
Inez Elodhia Maharani Tangerang 14 SMP Islam Al Azhar Pusat Jakarta
Ivi Santoso Surabaya 16 SMA Ciputra Surabaya
Kinanti Karunia Putrigustiarti Jakarta 15 SMP Islam Al Azhar Jakarta
Malisa Lontoh Tangerang 15 SMP Islam Al Hasanah Tangerang
Mutya Fatih Salsabila Tangerang 15 SMA Islamic Village Tangerang
Nadia Saphira Tangerang Selatan 15 SMP Bakti Mulya 400 Jakarta
Nadya Citra Kirana Jakarta 13 SMP Negeri 1 Jakarta
Nindya Armilla Tangerang Selatan 13 SMP Bakti Mulya 400 Jakarta
Nuvian Agnesia Bandung 14 SMP Negeri 9 Bandung
Nuzulia Rahmi Jakarta 15 SMA Negeri 21 Jakarta
Pratiwina Lestari R. Jakarta 17 SMA Islam Al Azhar Kelapa Gading Jakarta
R.R. Marissa Dwi Sukmadewi Semarang 15 SMP Negeri 7 Semarang
Restia Juwita Denpasar 15 SMP Negeri 2 Denpasar
Saskia Turangan Tangerang Selatan 16 SMA Negeri 82 Jakarta
Selansia Griffith Rampengan Jakarta 16 SMA Don Bosco Jakarta
Siti Hafar Raihaanun Nabila H. M. Jakarta 15 SMP Bakti Mulya 400 Jakarta
Syarifa Alia Husin Jakarta 14 SMP Labschool Jakarta
Thalita Annemarie Latief Tangerang Selatan 14 SMP Tirta Marta BPK Penabur Jakarta
Theresia Christy Nasianta Aruan Medan 15 SMP Methodist 2 Medan
Umi Nurul Cinta Semarang 15 SMA Negeri 1 Semarang
Vazkya Nabilla Jakarta 15 SMP Al Azhar Pusat Jakarta
Vega Dwitya Bekasi 15 SMP Al Azhar 6 Bekasi
Yeni Ranita Yogyakarta 15 SMA Muhammadiyah Yogyakarta

Dari 9.973 formulir terpilih 90 nama yang akan disaring lagi menjadi 40 semi finalis. Unggulan terbagi dalam tiga edisi majalah GADIS (GADIS Edisi 13, 14, dan 15 tahun 2003) yang memuat 30 peserta unggulan (calon semifinaiis). Nama yang ditebalkan adalah nama-nama yang masuk tahap semifinalis.

Unggulan 1

[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah 30 peserta unggulan dari 90 unggulan yang diumumkan pada majalah GADIS Edisi 13 Tahun 2003.

Nama Kota asal Usia Sekolah
Angela Winy Verena Hadi Tangerang Selatan 16 SMA St. Laurensia Banten
Anghia Nuria Fatma Sukabumi 14 SMP Yuwati Bakti Sukabumi
Anisha Chatarima Palembang 16 SMA Negeri 1 Palembang
Ayu Trisiwi Wahyuni Denpasar 13 SMP Negeri 2 Denpasar
Ayushita Widyartoeti Nugraha Jakarta 14 SMP St. Bellarminus Jakarta
Cecille Christophia Sihombing Tangerang Selatan 16 SMAK Tirta Marta BPK Penabur Jakarta
Coreana Agashi Jakarta 13 SMP Islam PB Sudirman Jakarta
Dewi Syariati Yogyakarta 15 SMA Negeri 9 Yogyakarta
Dinda Akhlakulkarimah Makassar 13 SMP Negeri 6 Makassar
Dinda Alamanda Jakarta 13 SMP Negeri 73 Jakarta
Fita Angela Adelnihansyah Bandung 13 SMP Negeri 38 Bandung
Giana Ricca Medan 14 SMP Harapan I Medan
Indah Ayu Putri Jakarta 13 SMP Negeri 111 Jakarta
Inez Elodnia Maharani Tangerang 14 SMP Al Azhar Pusat Jakarta
Intan Putri Anugrah Jakarta 16 SMA Negeri 64 Jakarta
Ivi Santoso Surabaya 16 SMA Ciputra Surabaya
Lidya Kharismawati Semarang 14 SMP Negeri 19 Semarang
Livya Velani Giovanni Jakarta 14 SMP Pax Ecclesia
Mutya Fatih Salsabila Tangerang 15 SMP Islamic Village Tangerang
Nadya Citra Kirana Jakarta 13 SMP Negeri 1 Jakarta
Novita Mustika Bogor 13 SMP Angkasa Bogor
Nurcahya Setiadewi Saraswati Jakarta 13 SMP Negeri 115 Jakarta
Nuzulia Rahmi Jakarta 15 SMA Negeri 21 Jakarta
Paramardhita Kartika Dewi Bandung 14 SMP Negeri 22 Bandung
Pratiwina Lestari R. Jakarta 17 SMA Al Azhar Kelapa Gading Jakarta
Regina Yoshida Granite Abigail Jakarta 16 SMA Kolese Gonzaga Jakarta
Selansia Griffith Rampengan Jakarta 16 SMA Don Bosco Jakarta
Siti Hafar Raihaanun Nabila H. M. Jakarta 15 SMP Bakti Mulya 400 Jakarta
Stephanie Sara Adriana Patty Malang 13 SMP Katolik Celaket 21 Malang
Vega Dwitya Bekasi 15 SMP Al Azhar 6 Bekasi

Unggulan 2

[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah 30 nama peserta unggulan dari 90 peserta yang diumumkan pada majalah GADIS Edisi 14 tahun 2003.

Nama Kota Asal Usia Kota
Agla Artalidia Bandar Lampung 16 SMA Negeri 2 Bandar Lampung
Andi Meriel Firsha Tangerang 15 SMA Negeri 3 Jakarta
Anindya Danisha Jakarta 16 SMA Al Izhar Pondok Labu Jakarta
Astari Kesuma Wardhani Imran A. Surabaya 15 SMA Negeri 9 Surabaya
Ayu Marliani Bekasi 15 SMP Negeri 19 Bekasi
Dea Rizki Nurrina Situbondo 15 SMP Negeri 1 Situbondo
Diana Maharani Jakarta 13 SMP Negeri 30 Jakarta
Ely Setiati Cirebon 16 SMA Santa Maria I Cirebon
Farah Monica Jakarta 17 SMA Regina Pacis Jakarta
Gabrielle Martianie Tangerang Selatan 16 SMA St. Bellarminus Jakarta
Gemala Citra Bekasi 13 SMP Negeri 109 Jakarta
Grace Misnan Tangerang Selatan 14 SMP Charitas Jakarta
Indah Lestari Tangerang 17 SMA Budi Luhur Tangerang
Ivana Cresensia Padang 14 Jin Tai Secondary School Singapore
Malisa Lontoh Tangerang 15 SMP Islam Al Hasanah Tangerang
Maya Mustika Sari Tangerang 16 SMA Islam Harapan Ibu Jakarta
Meigi Claudy Ardhita Jakarta 16 SMA 1 PSKD Jakarta
Nadia Marela Hasni Pohan Jakarta 16 SMA Negeri 70 Jakarta
Ni Made Westny Dwijayanti Tangerang 14 SMP Negeri 161 Jakarta
Novieta Senjani Zein Jakarta 15 SMP Negeri 15 Jakarta
Nuvian Agnesia Bandung 14 SMP Negeri 9 Bandung
Nyoman Novina Triastuti Denpasar 17 SMA Negeri 1 Denpasar
Putri Prameswari A. R. Jakarta 15 SMA Al Azhar Pusat Jakarta
Rikha Indria Swari Bekasi 15 SMP Negeri 1 Bekasi
Rosa Serena Hutauruk Batam 13 SMP Yos Sudarso Batam
Sarah Balfas Bogor 15 SMP Mardi Yuana 2 Bogor
Syarifa Alia Husin Jakarta 14 SMP Labschool Jakarta
Umi Nurul Cinta Semarang 15 SMA Negeri 1 Semarang
Vazkya Nabilla Jakarta 15 SMP Al Azhar Pusat Jakarta
Yeni Ranita Yogyakarta 15 SMA Muhammadiyah Yogyakarta

Unggulan 3

[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah 30 nama peserta unggulan dari 90 peserta unggulan GADIS Sampul 2003 yang diumumkan di majalah GADIS edisi 15 tahun 2003.

Nama Kota Asal Usia Sekolah
Adhitya Putri Jakarta 14 SMP Negeri 73 Jakarta
Aisyah Bahasil Jakarta 16 SMA Negeri 71 Jakarta
Amila Alistiawati Jakarta 15 SMA Negeri 81 Jakarta
Anggita Wulandari Ciamis 15 SMA Negeri 2 Ciamis
Attina Sari Dewi Jakarta 14 SMP Negeri 1 Jakarta
Ayu Nasya Nuzulqurniaty Bandung 13 SMP Negeri 30 Bandung
Bebby Fomie Prihatiningsih Palembang 15 SMA Negeri 3 Palembang
Devi Agustine Wijayanti Tangerang Selatan 16 SMA Bhakti Mulya 400 Jakarta
Dinda Prameswari Bekasi 13 SMP Negeri 109 Jakarta
Frida Ariyani Effendi Malang 15 SMP Negeri 8 Malang
Ines Titi Sari Jakarta 14 SMP Negeri 255 Jakarta
Jelita Septriasa Jakarta 13 SMP Negeri 73 Jakarta
Jerny Taria Jakarta 16 SMA Negeri 25 Jakarta
Kinanti Karunia Putrigustiarti Jakarta 15 SMP Islam Al Azhar Jakarta
Laras Nurditia Tangerang Selatan 14 SMP Pembangunan UIN Tangerang Selatan
Maharani Bianca Nelwan Tangerang Selatan 13 SMP Charitas Jakarta
Muryati Suryaning Pungkasari Purworejo 13 SMP Negeri 1 Purworejo
Nadia Saphira Tangerang Selatan 15 SMP Bakti Mulya 400 Jakarta
Nadira Novila Bekasi 14 SMP Negeri 19 Bekasi
Nagita Slavina Jakarta 15 SMP Islam Al Azhar Jakarta
Nindya Armilla Tangerang Selatan 13 SMP Bakti Mulya 400 Jakarta
Putri Vea Desmondasari Bekasi 15 SMA Islam PB Sudirman Jakarta
R.R. Marissa Dwi Sukmadewi Semarang 15 SMP Negeri 7 Semarang
Restia Juwita Denpasar 15 SMP Negeri 2 Denpasar
Saskia Turangan Tangerang Selatan 16 SMA Negeri 82 Jakarta
Thalita Annemarie Latief Tangerang Selatan 14 SMP Tirta Marta BPK Penabur Jakarta
Theresia Christy Nasianta A. Medan 15 SMA Methodist 2 Medan
Tiara Iqlima Bandung 16 SMA Negeri 22 Bandung
Yanie Aryanti Jakarta 14 SMP Al Azhar 2 Jakarta
Yuriko Damita Riyandi Tangerang 13 SMP Islam Harapan Ibu Jakarta
  • Malisa Lontoh adalah adik kandung Hayria Lontoh dan Adelia Lontoh.
  • Selansia Griffith Rampengan adalah saudara sepupu dari Jennifer Arnelita.
  • Beberapa nama terkenal sempat masuk sebagai unggulan dan semifinalis, seperti Ayushita, Acha Septriasa, Nagita Slavina, dan Thalita Latief. Namun, mereka tidak lolos sampai babak finalis. Ayushita dan Acha Septriasa mencoba kembali dan berhasil masuk sebagai finalis pada tahun 2004.
  • Selain Ayushita dan Acha Septriasa, beberapa nama juga mengikuti kembali ajang GADIS Sampul hingga terpilih sebagai finalis. Seperti Amila Alistiawati yang berhasil menjadi finalis GADIS Sampul 2004 dan Stephanie Sara Adriana Patty yang menjadi finalis GADIS Sampul 2005.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Agla Artalidia". Tribunnewswiki.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-01-29. Diakses tanggal 2022-12-01.
  2. irwan. "Inilah 14 Alumni Puteri Indonesia Yang Juga Alumni Gadis Sampul | Pageant Empire Indonesia" (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-08. Diakses tanggal 2022-12-01.
  3. 1 2 Ovvy, Ratumas (2020-03-24). "Nostalgia, yuk! 30 Potret Jadul Artis Alumni GADIS Sampul (Bagian 1)". IDN Times. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-12-01. Diakses tanggal 2022-12-01.
  4. "10 Potret Lawas Artis Saat Jadi GADIS Sampul, Pesonanya Sukses Bikin Nostalgia - Foto 4". Diadona.id (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-27. Diakses tanggal 2022-12-01.