Gadis Sampul 2001
| Gadis Sampul 2001 | |
|---|---|
| Tanggal | 5 Juli 2001 |
| Tempat | Grand Ballroom Hotel Mulia Senayan, Jakarta |
| Pembawa acara | Tika Panggabean, Udjo, Yossi Mokalu |
| Pengisi acara | Dewa 19 Shanty T-Five Andien |
| Kontestan | 20 |
| Pemenang | Sarah Amanda Soetarjo (Denpasar) |
| Pemenang Favorit | Putri Tampubolon (Jakarta) |
| Pemenang Berbakat | Jessica Selandia Johanes (Jakarta) |
| Penghargaan khusus | Pemenang Favorit |
| Penghargaan khusus | Pemenang Berbakat |
Gadis Sampul 2001 adalah kontes remaja wanita Gadis Sampul yang diselenggarakan kelimabelas kalinya oleh majalah GADIS, yang bertujuan untuk mencari wajah-wajah baru yang akan menghiasi sampul majalah GADIS. Diikuti oleh 20 peserta dan dijuarai oleh Sarah Amanda Soetarjo dari Denpasar.[1]
GADIS Sampul 2001 adalah acara pemilihan GADIS Sampul yang mengembalikan konsep 20 orang finalis setelah konsep 14 finalis pada tauhun 1991 hingga 2000. Acara ini disponsori oleh Belia dari PT Martina Berto, sebagai sponsor utama, dan Matahari Departement Store, sebagai sponsor pendukung.
Karantina
[sunting | sunting sumber]Karantina GADIS Sampul 2001 diadakan dari tanggal 30 Juni 2001 hingga 6 Juli 2001 selama 7 hari. Para finalis akan dihadapkan dengan banyak kegiatan yang melelahkan tetapi menyenangkan. Acara karantina GADIS Sampul 2001 pun akan ditayangkan di SCTV untuk program spesial berjudul "Inside GADIS Sampul" yang tayang pada 22 Juli 2001.
Yang Siap Beken![2]
[sunting | sunting sumber]Karantina GADIS Sampul 2001 yang dimulai tanggal 30 Juni 2001 memang ditunggu para finalis dan panitia pemilihan GADIS Sampul 2001. Soalnya hari ini merupakan hari yang tidak akan terlupakan untuk para finalis dan awal hari-hari yang melelahkan bagi panitia tetapi rasa lelah panitia hilang karena melihat gadis-gadis cantik yang akan terkenal ini. Ditambah mulai hari ini mereka telah menjadi keluarga besar majalah GADIS.
Paling Pagi, Paling Telat...
[sunting | sunting sumber]Dengan wajah yang segar, Ariestya Noormita Azhar (Tya) datang ke kantor redaksi GADIS sejak pukul 06:30 WIB dilanjutkan dengan kedatangan Putri Tampubolon (Putri) yang tampil cantik. Mereka terlihat siap untuk mengikuti hari-hari karantina yang padat. Mereka berkata mereka memilih tidur lebih awal dibandingkan hari-hari biasa agar terlihat segar. Finalis yang datang terakhir adalah Mieske Nurkomala Sarie Kamil (Mieske).
Meskipun telah diberi tahu bahwa tidak usah membawa lebih dari satu tas koper, banyak finalis yang datang dengan koper lebih dari satu. Alasannya karena finalis akan mendapatkan banyak hadiah termasuk tas baru.
Beda Gaya
[sunting | sunting sumber]Kehadiran 20 finalis dengan gaya pakaian berbeda-beda menunjukan kepribadian mereka. Kebanyakan dari mereka memilih memakai t-shirt lengan pendek atau tank top. Perbedaan terlihat jelas pada pemilihan bawahan dan alas kaki mereka juga pemilihan warna untuk atasan mereka, seperti Ida Helena Paramitha (Dee Dee), Mieske, dan Putri memilih memakai sepatu selop berhak tinggi, Soraya Larasati (Laras) memakai celana penuh dengan aksen bunga ditambah sepatu boots, Ajeng Nila Murti (Ajeng) dengan t-shirt bertuliskan "rock and roll" dan floppy hat berwarna khaki, dan trio Vidia Varageta (Geta), Hayria (Ria), dan Intan Nuraini (Intan) kompak memakai t-shirt warna merah.
Acara Pembukaan Karantina
[sunting | sunting sumber]Acara pembukaan dimulai dengan sambutan dari pemimpin redaksi majalah GADIS, Petty Siti Fatimah. Acara dilanjutkan dengan presentasi tentang acara "Inside GADIS Sampul" dari pihak rumah produksi Duaribu Bahasa Bumi sekaligus memperkenalkan Astrid Tiar, GADIS Sampul 2000, sebagai presenter untuk acara "Inside GADIS Sampul". Acara pun dilanjutkan dengan pemberian hadiah untuk para finalis dan pemberian hadiah simbolis dari sponsor, Belia dan Matahari.
Berikut adalah hadiah yang diterima oleh para finalis:
- 1 buah pengering rambut Philips dari PT Citrakreasi Pratama
- 1 buah setrika portabel (traveling iron) Philips dari PT Citrakreasi Pratama
- 1 buah kamera Fujifilm Propic Propic dari PT Modern Photo TBK.
- 1 paket produk SAILOR and SENATOR dari PT Sumaco Wahana Utama
- 1 paket Sanrio dan voucher dari PT Modern Indocitra
- 1 paket Kermit (celana, kaus, topi, jaket) dari PT Josumic Junior
- 1 paket The Body Shop dari PT Monica Hijau Lestari
- 1 buah parfum CK One dari PT Luxasia Prima
- 1 buah travelling bag dan junior bagpack Eastpak dari PT Buana Mega Bimasakti
- 1 pasang sandal Hush Puppies dan 1 buah boneka dari PT Putera Konsepindo
- 1 pasang sepatu boot ROTTELI dari PT Karyamitra Budisentosa
- 1 pasang sepatu Reebok, tas, dan kaus kaki dari PT Reebok Indonesia
- 1 paket ART KEA (stola, tas pesta, dan aksesoris) dari PT Art Kea Internusa
- 1 buah cincin berlian Goldmart dari PT Gold Martindo
- 1 buah jam tangan Casio dari PT Martikatama Kreasi Cemerlang
- 1 set gaun penobatan dari Adjie Notonegoro
- 1 paket produk Belia Martha Tilaar
- voucher belanja sebesar Rp1.500.000 dari Matahari Department Store
- 1 box praline chocolate candies dan voucher belanja sebesar Rp100.000 dari Dapur Cokelat
- 1 bagpack dari Majalah GADIS
Sedih, Nggaklah!
[sunting | sunting sumber]Akhirnya dua puluh finalis harus berpisah dengan keluarga mereka yang selalu ada untuk mereka. Banyak yang mulai merasa sedih, khususnya finalis yang belum pernah berpisah dengan keluarga selama lima hari. Namun, mereka terlihat "tabah" saat ditinggal orang tua dan keluarga mereka. Tidak ada finalis yang menitikkan air mata saat berpisah dengan keluarga mereka karena mereka menjawab perpisahan dengan orang tua dan keluarga mereka pada hari itu bukanlah perpisahan pertama mereka.
Belanja Seru Di Matahari[3]
[sunting | sunting sumber]Salah satu acara yang para finalis tunggu saat karantina GADIS Sampul 2001 adalah berbelanja di Matahari Departement Store yang terletak di Megamall Pluit. Ditambah mereka berbelanja menggunakan voucher sebesar Rp1.500.000 yang adalah hadiah dari Matahari.
20 finalis GADIS Sampul 2001 sampai di Matahari Megamall Pluit saat waktu mendekati pukul 18:00 WIB. Saat sampai di Matahari, mereka langsung disambut pihak Matahari dengan ucapan selamat datang dan setangkai bunga mawar merah. Selain mendapatkan voucher dan setangkai mawar, mereka mendapatkan kartu membership Matahari yang bernama "Matahari Club Card" (MCC). Kartu ini bisa finalis gunakan setiap kali berbelanja di Matahari. Saat finalis dipersilahkan berbelanja, mereka langsung berlari menuju barang yang mereka inginkan.
Hampir semua finalis pergi menuju barang incaran mereka, tetapi Augie Felicia (Augie) memilih tidak memakai vouchernya dengan alasan sebelum karantina ia sudah dibelikan banyak barang oleh orang tua sehingga vouchernya akan ia berikan kepada orang tua.
Waktu berbelanja yang sempit membuat finalis kesusahan memilih dan membeli banyak barang. Beberapa finalis malah senang tidak bisa belanja banyak karena barang bawaan mereka saat pulang tidak akan bertambah banyak.
Acara belanja di Matahari ini mengundang perhatian dari pengunjung Matahari Megamall Pluit ditambah mereka tampak seragam dengan memakai baju berwarna biru sesuai dnegan promosi Matahari Departement Store pada Juni-Juli 2001. Kegiatan ini juga diliput oleh rumah produksi DBB untuk acara "Inside GADIS Sampul" yang menambah ramai. Astrid Tiar, GADIS Sampul 2000, yang menjadi host untuk acara liputan ini senang bisa bergabung dengan finalis GADIS Sampul 2001. Ia berkata bahwa ia ingin ikut karantina GADIS Sampul 2001 ditambah para finalis bersikap baik dan sopan kepada siapa saja.
Kehebohan saat syuting dikalahkan dengan ramainya suasana di meja kasir. Saat hendak membayar barang belanjaannya, Ingka Noverita (Ingka) menjerit karena amplop berisi voucher miliknya tiba-tiba hilang. Namun, amplop berisi voucher tersebut akhirnya ditemukan oleh karyawan Matahari Megamall Pluit dan mengembalikannya kepada Ingka.
Makan Malam di M-Zone Cafe
[sunting | sunting sumber]Setelah puas berbelanja, kedua puluh finalis GADIS Sampul diajak makan malam di M-Zone Cafe yang terletak dekat Matahari Departement Store Megamall Pluit. Acara makan malam ini ditemani oleh Astrid Tiar dan tiga anggota band Naif, Emil, Chandra, dan Pepeng, karena dua anggota lainnya David dan Jarwo tidak bisa ikut akibat ada keperluan lain. Meskipun sedikit kecewa, para finalis tetap senang.
Menu makan malam kali ini disediakan nasi rawon, nasi goreng ikan asin, sop buntut, dengan pilihan minuman jus jeruk, air mineral, atau cola ditambah salad buah atau sayuran. Setelah acara makan malam selesai, pihak Matahari mengumumkan finalis dengan jumlah belanjaan terbanyak. Para finalis menduga Ryan Mandrinia Pradhany (Ryan) menjadi pemenangnya dan mendapatkan hadiah dari Matahari. Sebelum pulang ke hotel, para finalis, Astrid Tiar, dan tiga personil Naif berfoto bersama.
Asyiknya Didandani & Dipotret[4]
[sunting | sunting sumber]Pada hari Minggu, 1 Juli 2001, finalis mengikuti kegiatan yang memang memicu mereka mengikuti ajang GADIS Sampul 2001. Kegiatan tersebut adalah kegiatan pemotretan. Kegiatan ini diadakan setelah makan siang. Pemotretan ini dilakukan dalam dua sesi pada dua hari karantina, hari Minggu dan hari Senin. Untuk tata rambut dan tata rias, tim dari Belia Martha Tilaar yang bertanggung jawab dengan penampilan para finalis.
Pada hari pertama pemotretan, 1 Juli 2001, para finalis difoto dengan koleksi baju dari Matahari Departement Store dan gaun penobatan dari Adjie Notonegoro. Pemotretan ini dilakukan setelah makan siang. Pemotretan pertama pada hari itu, para finalis dipotret dengan menggunakan koleksi baju dari Matahari Departement Store. Setelah pemotretan pertama selesai, finalis langsung didandani lagi oleh tim Belia Martha Tilaar dengan gaya rambut high ponytail dengan ekstensi rambut yang cocok dengan gaun penobatan karya Adjie Notonegoro.
Tidak ada foto yang bagus tanpa ada masalah. Khususnya masalah dengan baju yang mereka kenakan. Seperti Putri yang busananya harus diakali agar pas di badan atau Mildri Putri (Mildri) yang tali busananya turun saat difoto. Namun, saat mereka berada di depan kamera, mereka langsung berpose sesuai permintaan pengarah gaya.
Pemotretan hari kedua ternyata lebih memacu adrenalin dibandingkan pemotretan hari pertama. Para finalis didandani di kantor redaksi GADIS dengan dua gaya, punk dan disko. Busana yang mereka pakai dari butik Absolute dan Andrea. Pemotretan dilakukan di Mario's Place, Menteng Plaza. Sebelum berangkat, banyak finalis sibuk dengan baju yang mereka kenakan untuk sesi pemotretan kali ini. Contohnya, Intan yang panik karena merasa roknya terlalu pendek, Nur Afni Haryati (Nina) merasa risih saat duduk karena roknya terlalu mini, dan Paula Verhoeven (Paula) sibuk menarik bicycle pants yang ia kenakan.
Meskipun sempat panik, para finalis tiba-tiba lupa dengan masalah kostum mereka saat kamera memotret mereka. Seperti Fauziah Shahab (Zee Zee) yang langsung menirukan video klip "Oh Kasih" yang dipopulerkan Shanty juga Zatasha Aris (Tasha) dan Ria yang terlalu senang saat mereka diberi tahu bahwa mereka akan dipotret di pemisah Jalan Menteng Raya. Ditambah kejadian lucu saat Ryan yang difoto di pinggir jalan terlihat panik saat orang-orang yang berada di sekitarnya bengong saat melihat ia didandani ala penyanyi punk.
Selama pemotretan berlangsung, para finalis yang menunggu giliran sibuk menonton teman mereka dan membahas penampilan teman-teman mereka. Mereka juga saling memberi pujian dan dukungan kepada teman-teman mereka yang sedang dipotret. Tidak ada rasa persaingan di antara mereka.
Latihan Buat Calon Model
[sunting | sunting sumber]Sejak hari Sabtu, 30 Juni 2001, kedua puluh finalis GADIS Sampul mendapatkan kesempatan latihan berjalan. Ini dilakukan agar tidak kaku saat di atas panggung. Di hari pertama latihan, para finalis masih kaku dan malu-malu sampai ada yang berjalan terlalu cepat maupun terlalu pelan.
Hari itu, waktu terasa pendek untuk finalis karena mereka belum puas berlatih meskipun waktu latihan sudah berakhir. Pada finalis mengaku tegang tetapi senang karena mereka dilatih oleh Ari Tulang dengan asistennya, Abang, dan Ai Syarif. Ditambah Zee Zee merasa latihan mereka kurang lama.
Pada sesi kedua latihan di hari Minggu, para finalis sudah mulai percaya diri. Pada sesi latihan kali ini, mereka mulai berlatih menggunakan sepatu boot dari Rotelli dengan hak setinggi 9 cm. Saat memakai sepatu hak, terlihat mana finalis yang pernah ikut modeling seperti Ajeng, finalis asal Semarang, yang telah setahun belajar modeling di kotanya dan Tasha, asal Pekanbaru, yang terlihat lebih menikmati latihan karena ia terbiasa memakai sepatu hak tinggi.
Latihan hari kedua ini tambah menyenangkan bagi finalis karena mereka diperbolehkan berpose sambil bergoyang mengikuti irama lagu. Seperti Jessica Selandia (Jessica) yang langsung bergoyang mengikuti irama lagu. Namun saat finalis mengetahui banyak hal yang harus mereka pelajari untuk menjadi seorang model dari blocking, pose, dan kapan harus tersenyum, mereka mulai sedikit pegal seperti yang dikeluhkan Intan dan Tya.
Di hari ketiga, Senin, 2 Juli 2001, porsi latihan semakin bertambah yang membuat finalis lebih lelah. Seperti Mildri yang kaki sakit karena sepatunya kebesaran, Vidia Varageta (Geta) yang jalannya mulai tertatih-tatih, dan Dee Dee yang kakinya terluka hingga mengeluarkan darah. Di hari ketiga ini, para finalis diajari cara memperkenalkan diri di atas panggung. Ari Tulang juga melatih finalis dengan berpura-puta menjadi MC. Selama latihan, para finalis terlihat semangat karena Ari Tulang berkata bahwa mereka harus bersyukur karena terpilih sebagai finalis GADIS Sampul sehingga mereka harus lebih disiplin, kompak sebagai tim, konsentrasi penuh, dan siap jika diminta.
Resep Canggih dari BELIA
[sunting | sunting sumber]Pada hari keempat karantina, finalis GADIS Sampul 2001 mendapatkan hadiah istimewa yaitu diajak berkunjung ke PT Martina Berto, perusahaan yang memproduksi kosmetik Belia. Selain diajak melihat proses pembuatan kosmetik Belia, mereka akan diajari cara memakai make-up yang tepat dan cepat.
On Time!
[sunting | sunting sumber]Perjalanan yang panjang dan macet tidak membuat para finalis datang lebih terlambat dari jadwal. Mereka datang 30 menit lebih awal dari jadwal acara. Meskipun datang terlalu awal, karyawan di PT Martina Berto sudah siap menyambut para finalis GADIS Sampul 2001 dengan sigap tersenyum ramah kepada para finalis dengan mebagikan 20 bingkisan yang disiapkan untuk finalis.
Ternyata tim Belia dari PT Martina Berto sudah menyiapkan acara hari itu dengan ruangan yang dihias dengan warna hijau yang sama dengan warna baju yang dipakai oleh finalis dan karyawan PT Martina Berto yang bertanggung jawab untuk brand BELIA pun memakai seragam berwarna hijau.
Mystery Guess, Nggak Surprise!
[sunting | sunting sumber]Acara pun dimulai dengan pembawa acara Tevy dari BELIA dengan materi pertama yang dibawakan oleh Petty Siti Fatimah, pemimpin redaksi majalah GADIS, tentang bagaimana menjadi GADIS Sampul yang baik. Pembawa acara dari BELIA memberi tahu bahwa akan ada tamu misteri khusus untuk finalis. Para finalis pun langsung kompak menjawab bahwa Astrid Tiar adalah tamu misterius untuk mereka. Tebakan para finalis pun tepat.
Selain Astrid Tiar, masih ada satu lagi tamu khusus yang diundang sebagai MC. Sahrul Gunawan pun hadir sebagai MC yang menemani Astrid Tiar. Kehadiran Sahrul Gunawan membuat para finalis merasa dikejutkan. Astrid dan Sahrul ditugasi mengerjai para finalis dari awal perkenalan hingga permainan akhir. Para finalis diminta untuk memperkenalkan diri dengan cara yang unik dengan tambahan unsur musik sampai ada yang melakukan rap, menari, menyanyi lagu daerah,dan menirukan suara trompet hingga ditantang untuk mengaransemen jingle Belia dan memperlihatkan ekspresi wajah yang aneh.
Tantangan dari Sahrul dan Astrid tidak membuat para finalis takut mencoba. Justru, mereka dengan percaya diri menunjukkan aksi mereka sambil berpikir cepat untuk aransemen lagu maupun berekspresi. Tidak heran jika mereka mendapatkan hadiah tambahan dari Belia. Selain itu, Ajeng, Hayria, Zee Zee, dan Jessica mendapatkan hadiah tambahan yaitu 1 CD MTV 100% Indonesia karena mereka paling percaya diri dalam mengekspresikan dirinya.
Jalan-jalan di Dapur BELIA
[sunting | sunting sumber]Para finalis GADIS Sampul 2001, yang ternyata adalah konsumen produk BELIA, penasaran dengan proses pembuatan produk kecantikan yang biasa mereka pakai. Makanya, setelah acara games, para finalis diajak menjelajah ke laboratorium, ruang produksi, dan pengemasan prroduk BELIA. Apalagi mereka diberi tahu bahwa tidak semua orang bisa masuk.
Belajar Dandan Cepat
[sunting | sunting sumber]Setelah sesi penjelajahan ke setiap bagian produksi, dimulailah sesi yang semua finalis tunggu. Sesi itu adalah kelas tata rias atau beauty class gratis yang diadakan oleh pihak BELIA untuk 20 finalis yang dipandu oleh Vony dari BELIA.
Para finalis serius memperhatikan step by step cara menata rias yang sesuai dengan usia mereka yang masih remaja. Saat praktek, ada finalis yang sudah mahir mengoleskan pelembab dan alas bedak dan ada juga finalis yang masih kaku saat menggerakkan kuas sewaktu membubuhkan eye shadow dan mengoleskan liptint.
Paula, yang belum bisa dan belum pernah merias diri, sangat senang dengan adanya kelas ini karena ia banyak dibantu oleh staff wanita BELIA. Ia mengaku masih kaku dalam urusan tata rias tetapi setelah acara ini, ia yakin bahwa ia akan lebih mahir dalam urusan tata rias.
Modal Jadi Model
[sunting | sunting sumber]Menjadi seorang model itu harus banyak belajar. Namun, para finalis GADIS Sampul 2001 beruntung mendapatkan ilmu tentang dunia model dari ahlinya. Dipicu rasa ingin tahu para finalis tentang dunia modeling, panitia GADIS Sampul 2001 pun mengadakan kelas "bekal jadi seorang model" dengan pengajar dari F&G, agensi model milik Femina Group.
Kartu Nama Model
[sunting | sunting sumber]Kelas ini dipandu oleh dua pengajar dari F&G, Yoyok Budiman dan Ira Duati, yang memaparkan pengetahuan seputar model. Ira Duati dan Yoyok Budiman yang lama berkecimpung di dunia model memberikan tips dan trik bagaimana menjadi model yang baik.
Yoyok Budiman berpesan agar seorang model tahu hal yang menarik dari dirinya dan nilai lebih dari sisi menarik seorang model itulah yang "dijual". Cara "menjual" keunikan seorang model adalah membuat file foto sang model dalam bentuk kartu komposit. Kartu komposit memiliki peran seperti kartu nama bagi seorang model atau artis. Ukuran kartu komposit pun tidak sekecil ukuran kartu identitas karena ukurannya mencapai kertas berukuran A5.
Dari kartu komposit inilah, perusahaan iklan atau media bisa menilai calon model. Jika mereka tertarik, mereka akan menghubungi sang model untuk dinilai penampilan aslinya dibandingkan dengan komposit yang diterima oleh perusahaan atau media. Setelah perusaahan setuju untuk mengontrak sang model, akan dilakukan penandatanganan kontrak.
Cari Angle Paling Oke
[sunting | sunting sumber]Hal yang penting bagi seorang model menurut Yoyok Budiman dan Ira Duati adalah mengetahui angle wajah yang cocok saat di foto. Saat para finalis ditanya oleh Yoyok Budiman dan Ira Duati, banyak finalis yang sudah mengetahui tentang posisi terbaik mereka saat difoto.
Putri mengaku bahwa ia sangat cocok difoto dalam banyak posisi. Sementara itu, Intan mempunyai lesung pipi yang terlihat jelas. Menurut Yoyok Budiman, jika Intan difoto dari posisi yang terlalu memperlihatkan lesung pipinya, hasilnya kurang baik. Berkat saran Yoyok Budiman, Intan berusaha untuk menahan "munculnya" sang lesung pipi. Setelah mencoba beberapa kali, Intan merasa ilmu tentang angle wajah membuatnya lebih percaya diri saat difoto.
Setelah praktek angle wajah, 20 orang finalis belajar mencari pose tubuh yang baik. Hal ini berguna saat dipotret dan di panggung. Masing-masing finalis diminta mengarang beberapa pose. Mereka sangat menikmati pelajaran ini dan mencoba berbagai pose.
Para finalis sangat beruntung mendapatkan kelas modeling ini. Mereka juga akan mengingat pesan dari Yoyok Budiman bahwa seorang model, meskipun sudah di tahap profesional, tidak akan lepas dari proses kasting dan audisi. Sehingga, memiliki sifat pantang menyerah sangat diperlukan jika ingin menjadi model yang sukses.
Dari Resto Ke Resto
[sunting | sunting sumber]Salah satu kegiatan yang membuat finalis GADIS Sampul 2001 terkesan dengan karantina GADIS Sampul adalah makan siang dan makan malam enak dan gratis. Makan siang dan makan malam ini selalu ditemani oleh artis-artis terkenal dan alumni GADIS Sampul.
Ha ha hi hi di Mario's Place
[sunting | sunting sumber]Suasana di Mario's Place, yang terletak di Menteng Plaza, mendadak ramai ketika rombongan finalis GADIS Sampul 2001, dengan dandanan ala anak punk dan anak disko, memasuki ruangan. Mario's Place ramai karena finalis akan makan siang dan melakukan pemotretan. Saat sampai di Mario's Place, mereka disambut oleh kru Mario's Place dan dikejutkan oleh kedatangan Project Pop dan Vannessa Sabina (Alumni GADIS Sampul 1997) yang menemani para finalis makan siang.
Anggota-anggota Project Pop takjub melihat para finalis, khususnya Paula, yang badannya tinggi. Odie, salah satu anggota Project Pop yang merasa minder dan takut dengan Paula, memilih duduk di sebelah Paula. Saat disorot oleh kamera untuk acara "Inside GADIS Sampul", Odie langsung mengeluarkan candaannya tentang Paula. Sementara itu, Yosi ditanyai Mildri, Meiske, dan Hapsari Nareswari (Nares) tentang ide lagu dan pembagian peran saat Project Pop beraksi di panggung.
Suasana makan siang semakin menyenangkan karena Mario's Place menyediakan menu spesial untuk para rombongan, mulai dari makanan pembuka seperti Mixed Salad atau Caesar Salad, hidangan utama yang bisa dipilih antara Beef Teriyaki, Grilled Chicken, atau Sop Buntut Goreng, ditambah hidangan penutup yaitu es krim dengan rasa vanilla, stroberi, atau cokelat. Menu-menu ini membuat Putri, Geta, Zee Zee, dan finalis lainnya lahap menyantap hidangan yang disediakan.
Setelah acara makan siang yang penuh tawa, para finalis berfoto bersma kru dan staff Mario's Place dan Tya, sebagai perwakilan finalis, memberi kenang-kenangan kepada Mario's Place yang diterima oleh Maria Indra, manager Mario's Place.
Dinner di The Spaghetti House
[sunting | sunting sumber]Pada makan malam di hari ketiga, para finalis dibawa ke The Spaghetti House, yang berlokasi di Plaza Indonesia. Mereka pun disambut dengan ramah oleh Harry, manager The Spaghetti House Plaza Indonesia.
Makan malam kali ini, para finalis ditemani oleh para alumni GADIS Sampul, seperti Andhara Early(Alumni GADIS Sampul 1995), Rani Usher (Alumni GADIS Sampul 1999), Annisa Meliani, Arinda Dewi, Dahlia Lukman (Alumni GADIS Sampul 1998), dan Astrid Tiar. Semua finalis sibuk bertanya kepada senior mereka tentang masa karantina, dunia modeling, hingga info penjurian.
Atmosfer di The Spaghetti House yang nyaman dan modern, membuat para finalis dan alumni GADIS Sampul nyaman untuk makan dan mengobrol. Apalagi dihiasi lukisan kartun lucu yang bertebaran di dinding yang bertema pizza atau spaghetti.
Menu makan malam yang disiapkan oleh pihak Spaghetti House untuk para finalis dan alumni GADIS Sampul juga panitia GADIS Sampul antara lain Cream Chicken dan Sweet Corn Soup untuk hidangan pembuka, Neapolitan Spaghetti atau Beef Hongkong Spaghetti sebagai menu hidangan utama, dan Premium Ice Cream dengan rasa cokelat, stroberi, dan vanilla yang menjadi hidangan penutupnya.
Selain makan dan berbincang dengan senior, para finalis bermain games yang diadakan oleh panitia GADIS Sampul 2001. Acara makan malam pun ditutup dengan penyerahan plakat kepada pihak The Spaghetti House dan foto bersama.
"Terbang" dan Nyam-nyam bareng di Grand Mario Cafe and Lounge
[sunting | sunting sumber]Pada malam tanggal 3 Juli 2000, diadakan acara makan malam di Grand Mario Cafe and Lounge yang berada di lantai dasar Ratu Plaza. Menu yang disediakan oleh Grand Mario Cafe and Lounge pada malam itu memuaskan finalis dan tamu yang hadir. Mulai dari minuman pembuka yang bisa dipilih antara minuman ringan atau Mario Punch (jus campuran pepaya, nanas, melon, dan jeruk), Chicken Cream Soul atau Chicken Sweet Corn yang bisa dipilih sebagai hidangan pembuka, tiga pilihan menu utama antara lain Sirloin Steak, Nasi Goreng Ayam, dan Chicken Pinata, dan dua pilihan menu penutup yang bisa dipilih antara lain Tiramisu dan Cinderella Fruit Cocktail.
Makan malam kali ini ramai dihadiri oleh alumni GADIS Sampul dan para model terkenal seperti Iqbal, Eunike Fedora (Alumni GADIS Sampul 1997), Chiara Sari (Alumni GADIS Sampul 1997), Daniel Arizona, Dewi Rezer (Alumni GADIS Sampul 1995), Ersa Mayori (Alumni GADIS Sampul 1993), dan personil The Fly (B'jah, Kin, Levy, dan Adit). Setelah berkenalan, semua mulai mengobrol tentang apapun dari artis film favorit sampai video klip The Fly terbaru dibahas dalam makan malam itu.
Selain makan malam dan mengobrol, The Fly pun menyumbangkan lagu "Terbang" dengan tambahan penyanyi dari tiga finalis GADIS Sampul 2001, Intan, Getha, dan Meiske, yang menyanyi bersama The Fly. Meskipun hanya membawakan satu buah lagu tetapi semua yang hadir pada makan malam itu puas. Setelah makan malam berakhir, semua yang hadir berfoto-foto untuk mengabadikan makan malam spesial ini.
Pesan dari Senior
[sunting | sunting sumber]Pada malam ketiga dan keempat masa karantina, finalis didatangkan empat tamu yang adalah alumni GADIS Sampul. Acara ini diadakan di salah satu kamar milik chaperone. Pada malam ketiga, alumni yang didatangkan adalah Ersa Mayori (Pemenang I GADIS Sampul 1993) dan Dewi Rezer (Finalis GADIS Sampul 1993). Sementara malam keempat, para finalis dikunjungi oleh Chiara Sari Arifin (Pemenang Favorit GADIS Sampul 1997) dan Thessalonica Kaunang (Finalis GADIS Sampul 1993). Sesi malam itu berisi para finalis berbagi pengalaman dengan senior mereka dengan suasana yang hangat dan menyenangkan.
Dongengnya Echa
[sunting | sunting sumber]Ersa Mayori, yang akrab disapa Echa, pada saat mengikuti pemilihan GADIS Sampul 1993 ketika usianya akan menginjak 14 tahun, ia masih membaca majalah anak-anak dan belum menjadi pembaca majalah GADIS atau majalah remaja lainnya. Echa baru beli majalah GADIS saat mendaftar untuk pemilihan GADIS Sampul. Ia bercerita tentang pentingnya masa karantina GADIS Sampul untuk pengembangan kariernya. Saat karantina, ia belajar untuk menghargai orang lain, apapun profesinya, karena pekerjaan di bidang hiburan adalah pekerjaan tim. Jika sang artis syuting tetapi tidak ada yang menyediakan minum, transportasi, dan make-up, sang artis juga yang akan repot. Sehingga sang artis tidak boleh sombong dan angkuh. Ia juga berpesan agar para finalis menjaga diri dan tingkah laku dengan baik agar tidak merusak nama GADIS Sampul.
Ceritanya Dewi
[sunting | sunting sumber]Dewi Rezer (Dewi) bercerita bahwa ia sebelum ikut GADIS Sampul di tahun 1995, kepribadiannya sangat tomboi dan lebih memilih bermain dengan anak laki-laki. Hal ini terlihat saat karantina ketika ia belahar berjalan dengan sepatu hak tinggi, ia jatuh terjungkal karena tidak biasa dengan sepatu hak tinggi sampai Adjie Notonegoro berkomentar bahwa Dewi berjalan seperti robot.
Namun setelah ikut GADIS Sampu, Dewi lebih lebih banyak dapat tawaran dan kesempatan di dunia hiburan. Ia berpesan agar para finalis jaga stamina dan bersikap professional.
Pengalamannya Chichi
[sunting | sunting sumber]Chichi atau Chiara Sari Arifin, yang hari itu tidak dalam kondisi fit, masih semangat berbagi pengalaman kepada para finalis. Ia berpesan agar tetap memprioritaskan pendidikan karena pendidikan adalah modal penting di masa depan dan menyeimbangkan karir di dunia hiburan dan pendidikan. Sebagai bukti, ia berhasil diterima sebagai mahasiswi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia melalui Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN). Ia juga menambahkan pesan agar menjaga baju yang mereka peragakan dan bertanggung jawab dengan busana dan aksesoris yang dipakai dalam pemotretan ditambah pesan menghindari narkotika dan obat terlarang, rokok, dan minuman keras.
Nasehatnya Tessa
[sunting | sunting sumber]Tessa, nama panggilan wanita dengan nama asli Thessalonica Kaunang yang sibuk bermain sinetron, pemotretan mode, dan menjadi guru privat untuk les piano, sengaja menyempatkan waktu untuk berkumpul dengan para finalis. Ia memberikan saran dan nasehat untuk para finalis. Nasehatnya adalah jangan sombong, bergaul dengan seluruh kalangan, mengembangkan kemampuan diri dan merawat diri.
Pesan-pesan dari empat alumni GADIS Sampul itu akan selalu diingat oleh para finalis. Para finalis juga terkesan dengan keramahan alumni GADIS Sampul.
"Kenapa Mesti Tegang?"
[sunting | sunting sumber]Rabu, 4 Juli 2001, adalah hari yang sangat penting bagi 20 finalis GADIS Sampul 2001. Karena pada hari ini, mereka harus mempersiapkan diri menghadapi penjurian. Di sinilah 'nasib' mereka ditentukan. Setelah penjurian akan ada yang menjadi pemenang, ada juga yang tidak. Apapun yang terjadi, mereka layak menjadi 'juara'.
Deg-degan? So Pasti!
[sunting | sunting sumber]Sejak selesai sesi latihan untuk malam penobatan dengan Ari Tulang di Sanggar Shangrila, para finalis sudah mulai merasa gugup. Ditambah mereka juga terpaksa makan siang di dalam bus agar bisa sampai di tempat penjurian tepat waktu. Meskipun terlihat gugup, para finalis tetap semangat dan selalu menebar energi positif saat menanti saat-saat yang menentukan ini.
Setelah membersihkan diri di hotel, mereka akhirnya sampai di kantor redaksi GADIS yang menjadi tempat penjurian. Sebelum penjurian GADIS Sampul dimulai, Petty Siti Fatimah sebagai pemimpin redaksi majalah GADIS menyemangati para finalis dengan memberi tahu bahwa para juri ingin para finalis menjadi diri mereka sendiri dan memperlihatkan kepribadian mereka sebagai remaja tanpa beban.
Saat para finalis ditanya tentang penjurian, mereka menjawab dengan serempak bahwa mereka sangat gugup. Seperti Ingka yang berkata bahwa ia gugup tetapi ia mengalihkan dengan suasana malam final sambil memperlihatkan foto-foto dalam organizer miliknya kepada para chaperone dan teman yang lain. Lain halnya dengan Sarah Amanda (Sarah) yang beruntung menjadi finalis dan ia terlihat menghafalkan nama juri.
Cantiknya...!
[sunting | sunting sumber]Untuk persiapan menghadapi penjurian, para finalis telah mempersiapkan diri dengan berdandan anggun dan cantik dalam balutan gaun resmi yang mereka pilih. Seperti Zee Zee yang mendesain sendiri gaun merah muda tetapi ia menyerahkan bagian penjahitan kepada penjahit dekat rumahnya, Putri yang memakai gaun bergaya etnik dengan gaya seperti baju adat Bugis yang dirancang oleh pamannya, dan Paula yang terganggu oleh payet-payet di baju abu-abu mudanya yang membuatnya terlihat feminim.
Tegang? No Way!
[sunting | sunting sumber]Meskipun mereka mengaku tegang tetapi mereka tidak memperlihatkannya. Seperti Jessica dan Laras yang berkata bahwa mereka bisa lebih santai karena hanya diminta menjadi diri sendiri. Namun, beberapa finalis masih ada yang terlihat tegang dan bolak-balik ke kamar mandi. Ditambah saat chaperone mengantar dua teman mereka ke ruang penjurian, mereka menghitung kapan giliran mereka. Putri, yang dijagokan oleh teman-temannya, merasa tangannya dingin ketika mendengar pintu ruang tunggu dibuka.
Di luar rasa gugup itu, para finalis menikmati kebersamaan saat menunggu nama mereka dipanggil. Seperti Mieske yang pintar merias wajah, membuka kursus rias wajah dadakan. Ria yang penasaran meminta Ajeng diam dan menjadi kelinci percobaannya saat ia mengikuti arahan Mieske. Sementara finalis lain, mengobrol sambil mendengarkan Jessica berlatih memainkan klarinetnya.
Dag-dig-dug Penjurian
[sunting | sunting sumber]Saat kedatangan para finalis, sebenarnya mereka sudah beberapa kali mengunjungi Ruang Serba Guna di kantor redaksi GADIS. Tapi sore pada 4 Juli 2001, suasana terasa berbeda karena telah disulap menjadi lebih cantik dan akan dipakai untuk penjurian GADIS Sampul 2001.
Pada sore itu, 20 finalis tampil cantik tetapi mereka terlihat santai. Namun, mereka merasa kurang percaya diri. Seperti Ingka yang perlu mencopot dan melipat ulang selendangnya atau Intan yang sengaja berdoa saat dipanggil masuk ke ruang penjurian.
Atraksi di Ruang Juri
[sunting | sunting sumber]Apa yang terjadi di dalam ruang penjurian sangat menyenangkan. Ryan yang mendapatkan giliran pertama bersama Nares, dengan percaya diri masuk ruang penjurian menenteng gitar meskipun ia memakai gaun hitam berpayet. Hal ini membuat juri meminta Ryan bermain gitar sambil bernyanyi bersama Nares dengan membawakan lagu 'Dia' yang dipopulerkan oleh Reza Artamevia.
Selain diminta unjuk bakat, para finalis juga ditanyai tentang kesan selama karantina. Salah satu cerita yang menarik bagi juri adalah cerita Tya tentang Zee Zee yang setiap malam latihan jadi pengamen lengkap dengan baju lusuh dan ekspresi memelasnya di dalam kamar. Begitu para juri selesai melihat Zee Zee menunjukkan bakatnya, ia mengaku suka latihan akting dengan berbagai macam peran.
Selain unjuk bakat dan ditanya soal kesan selama karantina, para finalis juga ditanyai tentang hobi dan keseharian mereka. Salah satu finalis yang kesehariannya menarik adalah Jessica. Jessica yang mahir Bahasa Inggris dan Perancis ini bercerita ia sering berpindah-pindah negara akibat pekerjaan ayahnya sehingga ia memiliki banyak teman yang berasal dari berbagai negara. Di akhir ceritanya, ia memperlihatkan bakatnya dalam meniup klarinet. Selain Jessica, Laras yang hobi menari menunjukan kemampuannya menari hingga adegan seperti memanjat dalam balutan sack dress yang bahannya tidak gampang robek.
Pengennya Menang Semua....
[sunting | sunting sumber]Setelah selesai melihat seluruh penampilan finalis, para juri yang terdiri dari:
- Pia Alisjahbana (Pemimpin Umum Majalah GADIS),
- S. B. Wahyudi (Creative Director Martha Tilaar Group),
- Dharsana Sulistjo (Assistant Vice President PT Matahari Putra Prima),
- Ira Duaty (peragawati senior dan pengajar di F&G Modeling - Talent Agency)
- Gusnaldi (Make-up Artist)
- Shanty Harmayn (Executive Producer and Director Salto Production)
- Bella Saphira (aktris dan alumni GADIS Sampul 1988)
berembuk untuk menentukan pemenang.
Nilai yang didapat seluruh finalis rata-rata tidak jauh berbeda karena semuanya memiliki wajah yang cantik dan nilai plus dari segi kepribadian dan bakat. Salah satu juri ingin memenangkan semuanya tetapi dalam kompetisi yang nilainya paling tinggi ialah pemenangnya.
Hiks... hiks... Sedih Harus Pisah...
[sunting | sunting sumber]Rangkaian acara puncak GADIS Sampul 2001 selesai pada Jumat, 6 Juli 2001. Semua finalis berkumpul untuk terkahir kalinya di Ruang Serba Guna Gedung Femina, Kuningan, Jakarta Selatan. Tapi sebelum mereka kembali kepada orang tua atau kerabat mereka, semua finalis diberi kesempatan untuk bermain ke Plaza Senayan.
Nggak Boleh Ganggu Sekolah!
[sunting | sunting sumber]Sementara para finalis bermain, orang tua atau kerabat dari 20 finalis GADIS Sampul 2001 berkumpul di Ruang Serba Guna Femina untuk mendengar pengarahan dari Petty Siti Fatimah, Pia Alisjahbana, dan Yoyok Budiman dari F&G Modeling - Talent Agency. Petty Siti Fatimah berpesan agar para orang tua dan kerabat menjaga anak atau kerabat mereka agar tetap rendah hati dan tetap memprioritaskan pendidikan meskipun mereka telah memiliki predikat sebagai GADIS Sampul, karena GADIS tidak pernah mengadakan acara saat masa sekolah. Selain itu, pendidikan tetaplah prioritas meksipun mereka sudah terkenal sebagai model atau profesi yang membuat mereka masuk dalam kalangan selebriti.
Pia Alisjahbana juga menambahkan pesan pada keluarga finalis agar mereka siap menghadapi perubahan pada putri mereka. Khususnya, putri mereka lebih mandiri setelah karantina GADIS Sampul.
Sementara pengarahan dari pihak F&G lebih pada urusan kontrak yang akan dijalani finalis untuk urusan pemotretan, iklan, video klip, atau film selama satu tahun. Dengan menjadi GADIS Sampul 2001 secara otomatis mereka menjadi keluarga besar model di F&G Modeling Talent Agency selama satu tahun.
Rencana Dugem Bareng
[sunting | sunting sumber]Ketika finalis datang dari Plaza Senayan, mereka tidak langsung bertemu dengan keluarga mereka tetapi diarahkan ke ruang sebelahnya untuk syuting acara "Inside GADIS Sampul". Mereka berencana reuni sehari setelah karantina selesai tetapi hal ini diprotes oleh finalis yang berasal dari luar Jabodetabek. Mereka saling memotret satu sama lain dan beraksi di depan kamera video sembari menggoda Ajeng dan Paula yang terlihat polos.
Waaa... Kangen!
[sunting | sunting sumber]Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu tiba. Begitu pintu depan Ruang Serba Guna Femina dibuka, para finalis masuk dengan langkah teratur satu persatu sambil mencari keluarga mereka. Di bagian belakang bertumpuk koper milik 20 finalis yang bertambah muatannya karena hadiah yang mereka dapatkan. Tidak hanya para finalis, keluarga mereka pun mencari finalis dan mereka memanggil nama finalis. Para finalis pun menghampiri keluarga mereka lalu mereka saling memeluk juga mencium. Para orang tua yang hadir pun memuji anak-anak perempuan mereka yang semakin cantik.
Asyik... Hadiahnya Banyak!
[sunting | sunting sumber]Setelah para finalis kembali kepada keluarga mereka, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang dengan hadiah yang banyak. Semua yang hadir tampak senang, khsusunya saat kelima juara secara bergiliran ditanya kru TV tentang perasaan mereka setelah berhasil mendapatkan predikat sebagai pemenang. Orang tua para pemenang pun ikut diwawancara oleh kru TV.
Orang tua pemenang sangat bangga dengan prestasi putri mereka dan perubahan yang terjadi pada putri mereka yang lebih dewasa dan mandiri. Kemudian, Pia Alisjahbana meminta para finalis menyanyikan lagu. Para finalis dengan percaya diri menyanyikan lagu "Anak Gembala" yang dipopulerkan Tasya dan frasa "Anak Gembala" diubah menjadi "Anak GADIS Sampul". Hal ini membuat semua yang hadir terpingkal-pingkal.
Aduh, Ada yang Naksir Mas Ai...
[sunting | sunting sumber]Setelah pembagian hadiah kepada para pemenang, acara penutupan karantina dilanjutkan dengan sesi kesan dan pesan. Salah satu hal yang menarik di sesi ini adalah salah seorang finalis, Ajeng, diminta untuk mengeluarkan kesan kepada Ai Syarif, salah satu pengarah gaya dan redaktur mode di redaksi majalah GADIS. Ajeng yang ditodong permintaan itu, tidak gentar. Ia dengan percaya diri 'memuji' Ai Syarif juga memuji para chaperone yang sehari-hari mengurus mereka selama seminggu.
Waktu pun berlalu dengan cepat sehingga sampailah di saat para finalis berpisah dan kembali ke kediaman masing-masing. Para finalis pun berpisah dengan banyak perasaan yang bercampur. Mereka pun saling memeluk, mencium, dan melambaikan tangan sebelum berpisah setelah tujuh hari mengikuti karantina.
Malam Final
[sunting | sunting sumber]Malam Final GADIS Sampul 2001 memiliki tema musik dengan judul acara "Let The Music Play On..." yang diadakan pada tanggal 5 Juli 2001 di Ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta. Untuk acara penobatan sendiri dirancang semi operet.
Rame Terus!!!
[sunting | sunting sumber]Pada 5 Juli 2001, hari keenam karantina GADIS Sampul 2001, suasana di Lobby Ballroom Hotel Mulia Senayan. Penonton yang sudah memadati sekitar Lobby Ballroom Hotel Mulia Senayan sejak pukul 18:00 meskipun dalam undangan ditulis acara dimulai pada pukul 18:30. Semua undangan tidak sabar untuk menonton Malam Penobatan GADIS Sampul 2001.
Sesuai dengan tema pesta "Let The Music Play On...", suasana musik sudah terasa sejak lobby ballroom. Sebaguan besar penonton tampil dengan gaya sesuai dengan dress code yang diminta yaitu Music Diva. Mereka sangat total berdandan seperti Madonna hingga Elvis Presley. Ditambah booth Belia dan 13 manekin dari Matahari Departement Store yang berdandan ala music diva.
Lobby Ballroom Hotel Mulia Senayan tidak pernah sepi, ditambah semua undangan yang dibagikan gantungan kartu identitas bertuliskan GADIS Sampul 2001 ramai memadati lobby. Gantungan ini harus dipakai selama acara berlangsung. Setelah masuk lobby, mereka bisa mengambil konsumsi yang terdiri dari snack dan minuman ringan. Sambil menunggu pintu dibuka, para undangan bisa bergoyang dengan ieinhan lagu yang diputar oleh DJ GADIS Radio yang bekerjasama dengan Prambors.
Saat acara di dalam ballroom dimulai, suasana lobby tetap ramai. Seperti saat grup band Dewa datang untuk menyicipi makanan ringan, masih ada yang meminta tanda tangan atau foto bersama grup band Dewa. Ditambah pihak pers yang sibuk mewawancarai mereka. Juga orang tua dari para undangan penonton yang setia menunggu anak-anak mereka menonton acara malam final GADIS Sampul di dalam.
Setelah acara penobatan selesai pun, lobby pun masih tetap ramai hingga menjelang tengah malam dengan para undangan penonton yang sibuk minta tanda tangan model atau artis, menunggu jemputan, masih menunggu artis yang keluar dari area belakang panggung, atau sibuk mengobrol sambil mendengarkan lagu yang diputar dari booth Prambors.
Semua Ikut Goyang!
[sunting | sunting sumber]Saat memasuki area utama, penonton dihadapkan dengan sebuah panggung bernuansa musik yang mewakili acara malam ini. Ditambah kehadiran DJ Novi bersama turntable-nya berada di sisi kiri panggung.
Perang TIKUS
[sunting | sunting sumber]Acara yang disponsori oleh Belia (sponsor utama) dan Matahari Departement Store (sponsor pendukung) ini, dibuka oleh trio Tika, Udjo, dan Yosi yang disingkat sebagai "TIKUS". Pada hari itu, mereka bertiga sedang berlatih untuk mengikuti audisi tetapi mereka tidak bisa menunjukkan kekompakan di antara mereka bertiga. Masalahnya, ketiga orang ini memiliki selera musik yang berbeda. Yosi memilih hip-hop, Udjo bersikeras memilih membawakan lagu rock, dan Tika yang setia pada genre pop.
'Perang' ini juga dipanasi oleh penonton yang ikut menyambut ajakan bernyanyi dari ketiga karakter ini. Saat Yossi menyanyi rap, penonton ikut ber heee dan hooo. Begitupula saat Udjo menyanyikan lagu Jamrud, penonton ikut menjadi gemanya. Ditambah saat Tika menyanyikan lagu "Mencintaimu" yang dipopulerkan Krisdayanti, para penonton langsung berteriak histeris. Karena tidak ada yang mau mengalah, mereka gagal ikut audisi.
Saat kampanye pemilihan genre musik, Tika sempat mengenalkan 120 peserta Smart Camp (acara liburan kenaikan kelas yang diadakan GADIS pada tahun itu) yang hadir di antara para penonton yang terlihat kompak setelah 'berkemah' selama 4 hari di Puncak. Karena ketiga peserta audisi ini tidak kembali akur, akhirnya Yossi mengajak Tika dan Udjo bertemu dengan teman-temannya dari aliran hip-hop. Teman-teman Yosi adalah para model yang terdiri dari Betrand Antolin, Iqbal, Daniel Arizona, Mario Lawalata, Attar Syach, Robertino (Abimana Aryasatya), Visensia Resha, Dewi Rezer, Adelia Lontoh, Pamela Fransisca, Lamanda Alleynissa, Edith Cardea, Ira Gaffar, Eunike Fedora, Revalina S. Temat, dan Chiara Sari muncul dengan baju gaya hip-hop dari koleksi Matahari Departement Store.
Gengnya Tika
[sunting | sunting sumber]Tika, yang tidak terima bahwa hip-hop lebih keren dari pop, mengajak kedua temannya menengok sekolah musik tempatnya belajar bernyanyi. Ia juga memperkenalkan bahwa teman-temannya pintar dan cantik. Ternyata teman-teman Tika adalah 10 finalis GADIS Sampul 2001 nomor urut awal.
Udjo dan Yossi tidak menyangka bahwa teman-temannya Tika ternyata cantik dan menarik. Mereka berdua pun langsung mengajak 10 teman Tika untuk berkenalan dengan 'dikerjai' atau ditantang menunjukkan bakat mereka. Seperti Nares yang diminta menasehati Yosi yang mencopet dompet Tika, Mildri ditantang mempromosikan Belia kepada Tika yang memiliki jenis kulit wajah kombinasi, Tasha berubah menjadi VJ MTV yang mengenalkan Riau dengan mengikuti kamera yang dipegang Udjo, Intan yang berakting menjadi gadis yang baru diputuskan oleh Ari "Yosi" Wibowo, dan Ria, yang bisa pencak silat, memperagakan beberapa jurus tetapi saat mendengar suara klik kamera harus bisa berpose.
Seangkatan Sama Gurunya Andien!
[sunting | sunting sumber]Tika, yang bangga dengan teman-temannya, mengajak para penonton dan kedua rekannya untuk menonton penampilan teman spesialnya yaitu Andien. Andien pun melantunkan sebuah lagu dari Incognito berjudul "Piece of A Dream". Setelah membawakan satu lagu, Andien memberi tahu Udjo dan Yosi bahwa Tika itu seangkatan dengan gurunya.
Kemudian, Tika masuk kembali dengan membawa 10 temannya yang lain. Udjo dan Yosi sempat mengejek mereka yang sedang berlatih menyanyi bersama 'Bu' Tika. Apalagi suara mereka terdengar fals. Mereka pun lanjut 'mengerjai' 10 finalis nomor urut akhir. Untungnya, penampilan para finalis tetap keren berkat balutan baju koleksi Matahari Departement Store.
Sama seperti 10 finalis nomor urut awal, 10 finalis nomor urut akhir akan diajak kenalan. Misalnya, Dee Dee, yang mengaku fans David Beckham, menjadi wasit untuk pertandingan bola dadakan antara Yosi dari Persib dan Udjo dari Manchester United, Sarah, yang berasal dari Denpasar, diminta memarahi TIKUS yang berpura-pura menjadi turis asing dengan menggunakan Bahasa Inggris hingga akhirnya memakai bahasa isyarat akibat Yosi akting menjadi turis asal Tiogkok, Mieske, yang mengaku hobi renang, ditantang berakting menjadi penjaga pantai yang menyelamatkan Tika, Zee Zee sukses berakting menjadi pengamen yang berusaha melumerkan hati Udjo yang pelit, Laras diminta menjadi announcer di Matahari Departement Store yang memberi tahu bahwa ada diskon besar untuk celana dalam Teletubbies dan Crayon Shinchan di lantai tiga, Geta lihai membawakan lagu "Right Here Waiting" yang dipopulerkan Ricahrd Marx dengan permainan keyboardnya, dan Paula ditantang menjadi model pakaian olahraga.
Dewan Jurinya Funky
[sunting | sunting sumber]Setelah memperkenalkan para finalis, trio TIKUS memperkenalkan dewan juri yang hadir pada malam itu antara lain Pia Alisjahbana, S.B. Wahyudi, Shanty Harmayn, Dharsana Sulistjo, Gusnaldi, dan Bella Saphira. Salah satu juri, Ira Duaty, tidak bisa hadir karena sakit. Para dewan juri ikut bergoyang saat namanya disebut dengan mengikuti irama Yosi.
Setelah perkenalan para dewan juri, Udjo mengajak bertemu teman-temannya (yang diperankan oleh model yang memeragakan busana gaya hip-hop) yang memakai busana rancangan Andrea Sutisno. Yosi mengejek penampilan mereka yang memakai kalung rantai dan rambut ditata gaya mohawk. Namun, nyali Yosi langsung ciut saat teman-temannya Udjo marah. Akhirnya, Udjo datanh menyelamatkan Yosi.
Goyang Semua
[sunting | sunting sumber]Yosi menjagokan band yang akan tampil berikutnya karena band ini sealiran dengan gaya musiknya. Tiba-tiba, Tika muncul untuk latihan bersama T-Five meskipun ia tetap menyanyikan lagu Mencintaimu. Penonton tertawa dengan ulah Tika yang tidak peduli dengan perkataan temannya yang meminta dirinya diam.
T-Five pun menunjukkan aksi mereka dengan membawakan tiga lagu yang menjadi lagu favorit pecinta musik R&B dan hip-hop. Mereka membuka penampilan dengan lagu "Survivor" yang dipopulerkan oleh Destiny Child, "Lady Marmalade" yang adalah lagu tema film "Moulin Rouge", dan "Jump Around". Selama T-Five menyanyi, penonton berhamburan maju ke dekat lamggung dan ikut loncat-loncat mengikuti irama lagu. Ditambah mereka hapal dengan liriknya sehingga ikutan bernyanyi bersama.
Tika yang bosan akhirnya mengajak kedua temannya pergi ke disko. Saat berada di diskotik, mereka bertemu Shanty yang menyanyikan dua lagu andalannya "Memuji" dan "Oh Kasih'. Shanty, yang memakai kostum merah, bernyanyi dengan ditemani oleh para model yang memeragakan kostum dari Butik Absolut. Shanty, yang melihat pertengkaran di antara trio TIKUS, mengajak agar mereka bertiga berdamai dan berkolaborasi karena musik adalah bahasa universal. Trio TIKUS pun mengerti dan mereka mencoba menyanyikan lagu dengan tiga aliran musik yang mereka sukai. Hasilnya jauh lebih bagus dibandingkan sebelumnya.
Tika Bikin Sirik
[sunting | sunting sumber]Karena sudah menemui kata sepakat, ketiga anggota TIKUS setuju untuk tidak memperpanjang masalah. Tika pun mengantar Shanty pulang dan kembali dengan menggandeng pria tampan yang ia akui sebagai kekasihnya. Pria tampan yang dirangkul Tika adalah Once, vokalis grup Dewa. Penonton yang hadir berteriak sebagai tanda iri. Tika yang mengetahui hal itu, makin manja kepada Once.
Backdrop panggung pun dibuka lebar dan muncullah seluruh personil Dewa di depan alat musiknya. Teriakan penonton pun semakin keras. Dewa pun membawakan tiga lagu pertama, Roman Picisan, Dua Sejoli, dan Sayap-sayap Patah. Di tengah penampilan, Once memperkenalkan seluruh personel dan melanjutkan penampilan Dewa.
Suasana agak mereda ketika Once duduk di belakang keyboard sambil membawakan lagu berjudul "Lagu Cinta". Lagu ini ditujukan bagi penonton yang datang dengan pasangan mereka. Kemudian, dilanjutkan dengan lagu terakhir "Cemburu", yang berhasil membuat penonton menyanyi dengan kencang.
Pemenangnya Adalah...
[sunting | sunting sumber]Trio TIKUS meminta penonton yang berada panggung untuk kembali kembali ke tempat duduk nasing-masing agar tidak menghalangi penonton yang berada di belakang mereka, khsusunya dewan juri. Kemudian, mereka bertiga menyebutkan deretan sponsor yang memberikan hadiah kepada para finalis. Hadiah yang diterima finalis memiliki total sebesar 12 juta rupiah.
Setelah membacakan hadiah sponsor untuk finalis, trio TIKUS mengundang bintang tamu untuk membacakan pengumuman nama pemenang. Pemenang yang diumumkan pertama kali adalah Pemenang Berpotensi yang diumumkan oleh Betrand Antolin dan Dewi Rezer. Pemenang penghargaan khusus ini jatuh kepada finalis nomor 18, Jessica Selandia Johanes, asal Jakarta. Jessica, yang memiliki lesung pipi dekat bibirnya ini, maju ke depan dengan ekspresi sedikit kaget tetapi tetap tersenyum.
Setelah pengumuman Pemenang Berpotensi, trio TIKUS, mengundang grup band Naif untuk membacakan nama Pemenang Favorit Pilihan Pembaca. Finalis yang berhasil merebut hati pembaca GADIS adalah Putri Tampubolon, finalis nomor 9 asal Jakarta. Ia sempat menutup mulutnya karena tidak menyangka bahwa ia menerima piala dan selempang yang diberikan oleh Naif. Kemudian, Robertino dan Andien pun muncul untuk membacakan nama Pemenang III yang jatuh keapd Hayria Lontoh, finalis nomor 10 asal Tangerang. Ia masih bersikap tenang meskipun matanya berkaca-kaca.
Setelah pengumuman Pemenang III, Shanty dan Andra dari Dewa diundang untuk membacakan nama Pemenang II. Andra terlihat malu saat ia digandeng oleh Shanty. Akhirnya mereka membuka kotak CD yang menjadi tempat penyimpanan nama dan nomor urut pemenang. Saat kotak itu dibuka, mereka dengan kompak menyebutkan angka 7 yang adalah nomor urut milik Intan Nuraini. Intan malah tepuk tangan sambil melihat ke arah kiri dan kanan. Saat ia menyadari bahwa tidak ada yang maju, ia melihat nomornya sendiri dan maju untuk menerima hadiah dari Andra dan Shanty.
Tibalah saat yang paling mendebarkan bagi semuanya. Tidak hanya bagi para finalis tetapi untuk para panitia dan penonton yang hadir. Saat lagu penobatan GADIS Sampul ciptaan Yovie Widianto yang dinyanyikan oleh Krisdayanti mengalun, suasana Grand Ballroom Hotel Mulia mulai senyap. Penonton saling berbisik memberi tahu finalis favorit mereka masing-masing. Astrid Tiar Yosephine, Pemenang I GADIS Sampul 2000, berjalan mengelilingi 20 finalis GADIS Sampul 2001 untuk mencari siapakah yang terpilih menjadi penerusnya.
Ia pun berhenti di hadapan salah satu finalis saat lagu mendekati akhir dan mengajaknya maju ke depan. Finalis yang diajak maju ke depan oleh Astrid adalah Sarah Amanda Soetarjo, finalis nomor urut 12 asal Denpasar, Bali. Tubuhnya terlihat lemas saat dibawa maju ke depan oleh Astrid. Senyumnya terlihat antara ingin tertawa atau menangis terharu. Kekagetan Sarah belum berakhir ketika Astrid memasangkan selempang Pemenang I GADIS Sampul 2001 dan menyerahkan piala serta kalung kunci G kepada Sarah.
Dengan terpilihnya sang GADIS Sampul 2001, berarti berakhir pula acara ini. Selamat untuk semua pemenang dan finalis.
Pembawa acara
[sunting | sunting sumber]Pengisi acara
[sunting | sunting sumber]Model
[sunting | sunting sumber]Alumni GADIS Sampul
[sunting | sunting sumber]- Dewi Rezer - Finalis GADIS Sampul 1995
- Chiara Sari - Pemenang Favorit GADIS Sampul 1997
- Adelia Lontoh - Finalis GADIS Sampul 1998
- Eunike Fedora - GADIS Sampul 1997
- Revalina S. Temat - Pemenang Favorit GADIS Sampul 1999
- Pamela Fransisca - Pemenang III GADIS Sampul 2000
- Ira Gaffar - Finalis GADIS Sampul 1999
- Edith Cardea - Finalis GADIS Sampul 2000
- Lamanda Alleynissa - Pemenang III GADIS Sampul 1999
- Visensia Resha - Finalis GADIS Sampul 2000
Model Pria
[sunting | sunting sumber]- Attar Syach
- Betrand Antolin
- Abimana Aryasatya (Robertino)
- Daniel Arizona
- Iqbal
- Mario Lawalata
Hasil
[sunting | sunting sumber]| Utama | |||
|---|---|---|---|
| Gelar | Kontestan | ||
| Gadis Sampul 2001 | Denpasar - Sarah Amanda Soetarjo | ||
| Juara 2 | Jakarta - Intan Nuraini | ||
| Juara 3 | Tangerang - Hayria Lontoh | ||
| Penghargaan khusus | |||
| Gelar | Kontestan | ||
| Pemenang Favorit | Jakarta - Putri Tampubolon | ||
| Pemenang Berbakat | Jakarta - Jessica Selandia Johanes | ||
Peserta
[sunting | sunting sumber]Finalis
[sunting | sunting sumber]20 peserta tampil sebagai finalis pada tahun ini:[5]
| No. Urut | Peserta | Kota asal | Usia | Sekolah asal |
|---|---|---|---|---|
| 4 | Ajeng Nila Murti | Semarang | 14 | SMP Maria Medatrix |
| 16 | Ariestya Noormita Azhar | Jakarta | 15 | SMP Negeri 85 Jakarta |
| 6 | Augie Felicia Erdi | Tangerang | 16 | SMA Dian Harapan Tangerang |
| 15 | Fauziah Shahab | Jakarta | 13 | SMP Negeri 24 Jakarta |
| 1 | Hapsari Nareswari | Jakarta | 16 | SMA Negeri 34 Jakarta |
| 10 | Hayria Lontoh | Tangerang | 14 | SMP Al Hasanah Ciledug Tangerang |
| 12 | Ida Helena Paramita R | Tangerang | 14 | SMP St. Laurensia Tangerang |
| 8 | Ingka Noverita | Tangerang | 15 | SMP Negeri 19 Jakarta |
| 7 | Intan Nuraini | Jakarta | 16 | SMA Negeri 6 Jakarta |
| 18 | Jessica Selandia Johanes | Jakarta | 15 | Jakarta International School |
| 14 | Mieske Nurkomala S.K | Jakarta | 16 | SMA Negeri 31 Jakarta |
| 3 | Mildri Putri | Bandung | 15 | SMP Negeri 1 Bandung |
| 11 | Nur Afni Haryati | Medan | 15 | SMP Pertiwi Medan |
| 20 | Paula Verhoeven | Semarang | 13 | SMP Panghudi Luhur Domenico Savio Semarang |
| 9 | Putri Tampubolon | Jakarta | 17 | SMAK Ora Et Labora Jakarta |
| 2 | Ryan Mandrinia Pradhany | Bekasi | 15 | SMA Marsudirini Bekasi |
| 13 | Sarah Amanda Soetarjo | Denpasar | 13 | SMP Dyatmika Denpasar |
| 17 | Soraya Larasati | Jakarta | 15 | SMP Notre Dame Jakarta |
| 19 | Vidia Varageta A N | Jakarta | 16 | SMA Negeri 85 Jakarta |
| 5 | Zatasa Aris | Pekanbaru | 16 | SMA Negeri 6 Pekanbaru |
Semifinalis
[sunting | sunting sumber]Berikut adalah 40 peserta terpilih sebagai semifinalis yang akan disaring menjadi 20 finalis:
| Peserta | Kota asal | Usia | Sekolah asal |
|---|---|---|---|
| Ajeng Nila Murti | Semarang | 14 | SMP Maria Medatrix |
| Angely Naftalie | Bekasi | 16 | SMA Marsudirini Bekasi |
| Anneke Trihapsari | Jakarta | 15 | SMP Notredame Jakarta |
| Ariestya Noormita Azhar | Jakarta | 15 | SMP Negeri 85 Jakarta |
| Augie Felicia Erdi | Tangerang | 16 | SMA Dian Harapan Tangerang |
| Christiviany | Bandung | 13 | SMP Negeri 10 Bandung |
| Denise Harijanto | Jakarta | 13 | SMP Gandhi Memorial School Jakarta |
| Derisa Eka Putrie | Tangerang | 13 | SMP Al Azhar Tangerang |
| Dian Maya Lestari | Badung | 15 | SMA Harapan Kuta |
| Diana Anggraini | Bandung | 15 | SMK Yayasan Pendidikan Farmasi Bandung |
| Fauziah Shahab | Jakarta | 13 | SMP Negeri 24 Jakarta |
| Hapsari Nareswari | Jakarta | 16 | SMA Negeri 34 Jakarta |
| Hayria Lontoh | Tangerang | 14 | SMP Al Hasanah Ciledug Tangerang |
| Ida Helena Paramita R | Tangerang | 14 | SMP St. Laurensia Tangerang |
| Ingka Noverita | Tangerang | 15 | SMP Negeri 19 Jakarta |
| Intan Nuraini | Jakarta | 16 | SMA Negeri 6 Jakarta |
| Irani Satrina | Depok | 15 | SMP PGRI Depok |
| Jade Kathryn Santoso | Badung | 13 | Taman Mahatma Gandhi School Kuta |
| Jessica Selandia Johanes | Jakarta | 15 | Jakarta International School |
| Meryanti Savitri | Jakarta | 17 | SMA Negeri 36 Jakarta |
| Mieske Nurkomala S.K | Jakarta | 16 | SMA Negeri 31 Jakarta |
| Mildri Putri | Bandung | 15 | SMP Negeri 1 Bandung |
| Miranty | Medan | 14 | SMP Negeri 1 Medan |
| Mona Permatasari | Balikpapan | 16 | SMA Negeri 1 Balikpapan |
| Nur Afni Haryati | Medan | 15 | SMP Pertiwi Medan |
| Odilia Maria Imelda | Malang | 15 | SMPK Kolese Santo Yusup II |
| Orchita Zullavia | Jakarta | 16 | SMA Al Azhar Jakarta |
| Paula Verhoeven | Semarang | 13 | SMP Panghudi Luhur Domenico Savio Semarang |
| Putri Tampubolon | Jakarta | 17 | SMAK Ora Et Labora Jakarta |
| Rizky Diana Maulina | Bogor | 15 | SMP Negeri 5 Bogor |
| Rizna Nyctagina | Jakarta | 16 | SMA Labschool Jakarta |
| Ryan Mandrinia Pradhany | Bekasi | 15 | SMA Marsudirini Bekasi |
| Sabrina Pricilia Sofyan | Jakarta | 15 | SMP Negeri 172 Jakarta |
| Sandra Ida | Jakarta | 15 | SMA Negeri 3 Jakarta |
| Sarah Amanda Soetarjo | Denpasar | 13 | SMP Dyatmika Denpasar |
| Soraya Larasati | Jakarta | 15 | SMP Notre Dame Jakarta |
| Sri Lestari | Depok | 13 | SMP Yapemri Depok |
| Vidia Varageta A N | Jakarta | 16 | SMA Negeri 85 Jakarta |
| Zatasa Aris | Pekanbaru | 16 | SMA Negeri 6 Pekanbaru |
| Zora Vidyanata | Pontianak | 16 | SMA Negeri 1 Pontianak |
Catatan: nama yang ditebalkan adalah nama yang terpilih sebagai finalis.
Unggulan
[sunting | sunting sumber]Sebelum masuk tahap semifinalis, 7.215 formulir yang masuk harus dinilai dan akan disaring menjadi 90 unggulan.
Unggulan I
[sunting | sunting sumber]Berikut adalah 30 peserta unggulan pertama dari 90 nama yang terpilih:
| Peserta | Kota asal | Usia | Sekolah asal |
|---|---|---|---|
| Anneke Trihapsari | Jakarta | 15 | SMP Notredame Jakarta |
| Augie Felicia Erdi | Tangerang | 16 | SMA Dian Harapan Tangerang |
| Christiviany | Bandung | 13 | SMP Negeri 10 Bandung |
| Citra Intan Permatasari A. | Semarang | 15 | SMP Maria Goretti |
| Cut Nur Emelia | Jakarta | 16 | SMA Negeri 67 Jakarta |
| Dian Maya Lestari | Badung | 15 | SMA Harapan Kuta |
| Diana Puspita Wulandari | Cirebon | 14 | SMP Negeri 1 Cirebon |
| Ferrydha Agustin | Jakarta | 16 | SMA Negeri 42 Jakarta |
| Hastrida | Malang | 16 | SMP Negeri 1 Malang |
| Hayria Lontoh | Tangerang | 14 | SMP Al Hasanah Ciledug Tangerang |
| Ida Helena Paramita R | Tangerang | 14 | SMP St. Laurensia Tangerang |
| Maya Kurniawati | Bogor | 17 | SMA Negeri 7 Bogor |
| Meryanti Savitri | Jakarta | 17 | SMP Negeri 36 Jakarta |
| Mieske Nurkomala S.K | Jakarta | 16 | SMA Negeri 31 Jakarta |
| Monica Farah Undarsa | Jakarta | 15 | SMP Santa Maria Jakarta |
| Nidya Eka Putri | Bandar Lampung | 17 | SMA Utama II Bandar Lampung |
| Nur Afni Haryati | Medan | 15 | SMP Pertiwi Medan |
| Nur Indah Fitria | Jakarta | 15 | SMA Negeri 1 Jakarta |
| Oktadiansari | Pangkalpinang | 16 | SMA Negeri 1 Pangkalpinang |
| Orchita Zullavia | Jakarta | 16 | SMA Al Azhar Jakarta |
| Paula Verhoeven | Semarang | 13 | SMP Panghudi Luhur Domenico Savio Semarang |
| Putri Tampubolon | Jakarta | 17 | SMAK Ora Et Labora Jakarta |
| Rivana Mezaya | Bekasi | 15 | SMP Al Azhar Kemang Pratama |
| Rizky Diana Maulina | Bogor | 15 | SMP Negeri 5 Bogor |
| Sandra Ida | Jakarta | 15 | SMA Negeri 3 Jakarta |
| Sarah Amanda Soetarjo | Denpasar | 13 | SMP Dyatmika Denpasar |
| Vega Dwitya | Bekasi | 13 | SMP Al Azhar Jaka Permai |
| Widya Savitri | Jakarta | 16 | SMA Negeri 3 Bandung |
| Wunita Sanggili | Tangerang Selatan | 13 | SMP Negeri 2 Pamulang |
| Zora Vidyanata | Pontianak | 16 | SMA Negeri 1 Pontianak |
Catatan: nama yang ditebalkan adalah nama yang terpilih sebagai semifinalis.
Unggulan II
[sunting | sunting sumber]Berikut adalah 30 peserta unggulan kedua dari 90 peserta unggulan terpilih:
| Peserta | Kota asal | Usia | Sekolah asal |
|---|---|---|---|
| Ajeng Andansari | Bekasi | 13 | SMP Putra I Jakarta |
| Ariestya Noormita Azhar | Jakarta | 15 | SMP Negeri 85 Jakarta |
| Arsiani Gustiranda R. | Makassar | 15 | SMA Negeri 3 Makassar |
| Chiquita Ariessa | Tangerang | 16 | SMA Budi Luhur Jakarta |
| Chintya Wijaya | Jakarta | 13 | SMP Notre Dame Jakarta |
| Citta Yuditya | Jakarta | 16 | SMA Negeri 6 Jakarta |
| Denise Harijanto | Jakarta | 13 | SMP Gandhi Memorial School Jakarta |
| Devi Savianty | Malang | 16 | SMA Shalahudin Malang |
| Gina Soraya Retnowati | Jakarta | 15 | SMP Negeri 123 Jakarta |
| Hayfa Basbeth | Semarang | 17 | SMA Negeri 9 Semarang |
| Heidy Amanda Herman M. | Bandung | 15 | SMP Negeri 3 Bandung |
| I. G. Ag. Ary Kusumawardhani | Denpasar | 14 | SMA Negeri 3 Denpasar |
| Intan Nuraini | Jakarta | 16 | SMA Negeri 6 Jakarta |
| Laura Angelita T. | Bekasi | 16 | SMA Marsudirini Bekasi |
| Lenny Aryani | Balikpapan | 13 | SMA Negeri 6 Balikpapan |
| Lettizia | Medan | 17 | SMP Harapan 1 |
| Lynn Marlina Wira | Bogor | 15 | SMP Kesatuan Bogor |
| M. Citra Rahadyaningtyas | Yogyakarta | 16 | SMA Stella Duce II |
| Miranty | Medan | 14 | SMP Negeri 1 Medan |
| Odilia Maria Imelda | Malang | 15 | SMPK Kolese Santo Yusup II |
| Rizna Nyctagina | Jakarta | 16 | SMA Labschool Jakarta |
| Ryan Mandrinia Pradhany | Bekasi | 15 | SMA Marsudirini Bekasi |
| Sabrina Pricilia Sofyan | Jakarta | 15 | SMP Negeri 172 Jakarta |
| Sri Damayanti | Tangerang | 15 | SMP Negeri 16 Tangerang |
| Sri Lestari | Depok | 13 | SMP Yapemri Depok |
| Tia Ajeng Rumanti A. | Bogor | 13 | SMP Negeri 6 Bogor |
| Vidia Varageta A N | Jakarta | 16 | SMA Negeri 85 Jakarta |
| Vika Fitriyana | Jakarta | 14 | SMP Negeri 85 Jakarta |
| Wina Wilhemina | Cimahi | 16 | SMA Negeri 15 Bandung |
| Windu Mahesa Anjani | Bandung | 14 | SMP Negeri 43 Bandung |
Catatan: nama yang ditebalkan adalah nama yang terpilih sebagai semifinalis.
Unggulan III
[sunting | sunting sumber]Berikut adalah 30 peserta unggulan ketiga dari 90 peserta unggulan yang terpilih:
| Peserta | Kota asal | Usia | Sekolah asal |
|---|---|---|---|
| Ajeng Nila Murti | Semarang | 14 | SMP Maria Medatrix |
| Amanda Kartika Gayatri | Tangerang | 15 | SMA Negeri 47 Jakarta |
| Angely Naftalie | Bekasi | 16 | SMA Marsudirini Bekasi |
| Anza Parahita | Bandung | 14 | SMP Negeri 3 Bandung |
| Christie Christiovany | Bandung | 16 | SMA Santa Angela Bandung |
| Cinthya Trias Putri | Bogor | 13 | SMP Negeri 4 Bogor |
| Derisa Eka Putrie | Tangerang | 13 | SMP Al Azhar Tangerang |
| Dewi Cahyanti | Jakarta | 14 | SMP Negeri 45 Jakarta |
| Dhena Aldhalia Devanka | Jakarta | 15 | SMA Negeri 4 Jakarta |
| Diana Anggraini | Bandung | 15 | SMK Yayasan Pendidikan Farmasi Bandung |
| Elvani | Jakarta | 16 | SMA Pelita Harapan |
| Faridah | Jakarta | 16 | SMA Negeri 68 Jakarta |
| Fauziah Shahab | Jakarta | 13 | SMP Negeri 24 Jakarta |
| Hapsari Nareswari | Jakarta | 16 | SMA Negeri 34 Jakarta |
| Henny Philip | Bandar Lampung | 17 | SMP Dirgantara Bandar Lampung |
| Ingka Noverita | Tangerang | 15 | SMP Negeri 19 Jakarta |
| Icut Nadia Sari | Jakarta | 17 | SMA Muhammadiyah Jakarta. |
| Irani Satrina | Depok | 15 | SMP PGRI Depok |
| Jade Kathryn Santoso | Badung | 13 | Taman Mahatma Gandhi School Kuta |
| Jessica Selandia Johanes | Jakarta | 15 | Jakarta International School |
| Mildri Putri | Bandung | 15 | SMP Negeri 1 Bandung |
| Mona Permatasari | Balikpapan | 16 | SMA Negeri 1 Balikpapan |
| Niken Prabavana Putri | Jakarta | 13 | SMP Tarakanita V Jakarta |
| Pramadhani K. Putri | Semarang | 14 | SMP Negeri 1 Semarang |
| Renny Shahreza Febrina | Batu Bara | 15 | SMA Mitra Inalum Tanjung Gading |
| Soraya Larasati | Jakarta | 15 | SMP Notre Dame Jakarta |
| Stephanie Pascalia | Jakarta | 14 | SMP Notre Dame Jakarta |
| Tiara Iqlima | Bandung Barat | 14 | SMA Negeri 1 Cikalongwetan |
| Tri Hadiati | Tangerang | 15 | SMA Negeri 63 Jakarta |
| Zatasa Aris | Pekanbaru | 16 | SMA Negeri 6 Pekanbaru |
Catatan: nama yang ditebalkan adalah nama yang terpilih sebagai semifinalis.
Trivia
[sunting | sunting sumber]- Hayria Lontoh merupakan adik dari Adelia Lontoh, finalis GADIS Sampul 1998, dan kakak dari Mallisa Lontoh, finalis GADIS Sampul 2003.
- Beberapa nama terkenal ada yang tidak lolos sebagai finalis GADIS Sampul 2001 seperti Anneke Jodi, Nycta Gina, dan Zora Vidyanata.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Gadis Sampul 2001", GADIS, 17–27 Juli 2001 Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link)
- ↑ Iya, author (2001-07-14). "Yang Siap Beken". Majalah GADIS Edisi 20 Tahun 2001 (17 - 26 Juli 2001).
- ↑ Vega, author (2001-07-14). "Belanja Seru di Matahari". Majalah GADIS Edisi 19 Tahun 2001 (17 - 26 Juli 2011).
- ↑ Indirayanti, Devy (2001-07-14). "Asyiknya Didandanin & Dipotret". Majalah GADIS Edisi 19 Tahun 2001 (17-26 Juli 2001).
- ↑ "20 Finalis Gadis Sampul 2001", GADIS, 6–16 Juli 2001 Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link)
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Situs resmi Diarsipkan 2023-07-16 di Wayback Machine.