Lompat ke isi

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari GMNI)
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
SingkatanGMNI
Tanggal pendirianMaret 23, 1954; 71 tahun lalu (1954-03-23)
JenisOrganisasi Mahasiswa Eksternal Kampus
Kantor pusatJakarta, Indonesia
Bahasa resmi
Indonesia
Ketua Umum
M. Risyad Fahlefi
Sekertaris Jenderal
Patra Dewa

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) adalah salah satu Organisasi Mahasiswa Eksternal Kampus yang terdapat hampir di seluruh Indonesia, terutama kota atau kabupaten yang memiliki perguruan tinggi. GMNI berdiri pada 23 Maret 1954 di Surabaya (gagasannya lahir di Jakarta). GMNI merupakan organisasi hasil dari penggabungan atau peleburan (fusi) dari tiga organisasi mahasiswa yang telah berdiri sebelumnya yakni; Gerakan Mahasiswa Marhaen (berbasis di Yogyakarta), Gerakan Mahasiswa Merdeka (berbasis di Surabaya), dan Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia (berbasis di Jakarta).[1][2][3][4].

Gagasan untuk melakukan peleburan muncul pertama kali dari ketua Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia, S.M. Hadiprabowo pada September 1953, gagasan itu disambut oleh Soetojo Prawiromidjojo, tokoh dari Gerakan Mahasiswa Merdeka. Didasari keinginan untuk menyatukan organisasi-organisasi mahasiswa nasionalis, S. M Hadiprabowo kemudian mengatur pertemuan dengan pimpinan dua organisasi lainnya. Hadiprabowo kemudian bertemu dengan Slamet Djajawidjaja, Slamet Rahardjo, dan Haruman dari Gerakan Mahasiswa Merdeka. Ia kemudian bertemu Wahyu Widodo, Subagio Masrukin, dan Sri Soemantri dari Gerakan Mahasiswa Marhaenis.[1][3][5]

Pimpinan ketiga organisasi akhirnya setuju untuk mengadakan pertemuan. Pertemuan diadakan di rumah dinas Wali kota Jakarta (setara dengan Gubernur Jakarta saat ini), Soediro. Dalam pertemuan tersebut, ketiga organisasi berhasil mencapai kesepakatan untuk berfusi, baik secara organisasi maupun secara ideologi. Dalam pertemuan tersebut, nama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dipilih sebagai nama organisasi hasil fusi, disepakati pula nasionalisme dan marhaenisme menjadi ideologi GMNI. Selain dua hal tersebut, pertemuan juga memutuskan Kongres I GMNI akan diadakan di Surabaya.[1]

Pada 23 Maret 1954, Kongres I GMNI diadakan dengan restu langsung dari Presiden Soekarno. Kongres I menetapkan S.M Hadiprabowo sebagai ketua pertama GMNI.[1] Tanggal tersebut juga dipatenkan sebagai hari lahir GMNI dan diperingati sebagai dies natalis atau hari kelahiran GMNI.

Hubungan antara Partai Nasional Indonesia (PNI) dengan GMNI secara resmi putus setelah rezim Orde Baru melaksanakan kebijakan fusi partai pada 1973, di mana PNI digabung dengan partai lain seperti Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia, Partai Musyawarah Rakyat Banyak, Partai Kristen Indonesia, dan Partai Katolik (Indonesia) ke dalam Partai Demokrasi Indonesia (PDI). GMNI sering dihubungkan dengan parpol PDIP, tetapi hal ini dibantah, karena dalam AD/ART organisasi ini tidak terafiliasi dengan parpol manapun, meskipun ada beberapa kadernya kemudian masuk ke partai politik, seperti PDIP dan lainnya.[6]

Hubungan dengan Organisasi Mahasiswa Lain

[sunting | sunting sumber]

Pada Januari 1972, GMNI bersama dengan empat organisasi ekstrakampus lainnya: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) membentuk wadah kerjasama yang dikenal sebagai Kelompok Cipayung.[7] Pasca Reformasi, Kelompok Cipayung kemudian bertambah dengan beberapa organisasi mahasiswa lainnya seperti: Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI), dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI).[8]

Lambang GMNI
Bintang GMNI
Kepala Banteng GMNI
Teks GMNI

Lambang GMNI berbentuk Perisai dengan enam sudut, tiga sudut di atas dan tiga lagi di bawah. Komposisi warna dua bidang Merah mengapit bidang Putih, tegak vertikal. Warna merah dan putih merupakan representasi dari Bendera Merah Putih, merah berarti berani dan putih berarti suci, sementara hitam berarti keteguhan. Bintang melambangkan keluhuran cita-cita. Banteng adalah simbol dari rakyat marhaen, yang berarti GMNI ada untuk membela kaum marhaen. Di tengah perisai terdapat lukisan Bintang Merah dengan Kepala Banteng Hitam sebagai pusat. Dibawah Bintang terdapat logo GMNI. Tiga sudut di atas melambangkan tiga sila (trisila) Marhaenisme - ideologi yang diciptakan oleh Soekarno dan menjadi ideologi yang dianut secara resmi oleh organisasi -[9] yakni Sosio-nasionalisme, Sosio-demokrasi, dan Ketuhanan yang Maha Esa.[10] Sementara 3 sudut di bawahnya melambangkan tridharma perguruan tinggi, yakni: pendidikan, penelitian, dan pengabdian.[11]

Makna yang terkandung:

  1. Tiga Sudut atas Perisai melambangkan Marhaenisme
  2. Tiga Sudut bawah Perisai melambangkang Tridharma Perguruan Tinggi
  3. Warna Merah berarti Berani, warna Putih berarti Suci. Makna komposisi: Keberanian dalam menegakkan Kesucian.
  4. Bintang melambangkan ketinggian cita-cita, serta keluhuran budi
  5. Kepala Banteng melambangkan Potensi rakyat Marhaen. Warna Hitam melambangkan keteguhan pendirian dalam mengemban tugas perjuangan.

Teks GMNI

[sunting | sunting sumber]

Logo GMNI berbentuk tulisan yang terdiri dari empat huruf yaitu huruf "G", "m", "n", "I" dengan komposisi sebagai berikut:

  1. Huruf "G" yaitu kependekan dari kata "GERAKAN" ditulis dalam huruf Kapital (huruf besar)
  2. Huruf "M" yaitu kependekan dari kata "MAHASISWA" ditulis dalam huruf kecil
  3. Huruf "N" yaitu kependekan dari kata "NASIONAL" ditulis dalam huruf kecil
  4. Huruf "I" yaitu kependekan dari kata "INDONESIA" ditulis dalam huruf Kapital (huruf besar)

Penulisan tadi mengandung makna bahwa, Aspek GERAKAN dan INDONESIA merupakan elemen pokok yang harus ditonjolkan oleh organisasi GMNI, sementara aspek MAHASISWA dan NASIONAL hanya menunjukkan predikat yang mempertegas keberadaan organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia.

Sebagai salah satu organisasi mahasiswa di Indonesia yang sudah cukup tua, GMNI juga turut berkontribusi dalam menghasilkan kader-kader yang tersohor.[12] Berikut ini adalah beberapa nama alumni GMNI yang menjadi tokoh nasional:

Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Presidium (sekarang Dewan Pimpinan Pusat) GMNI yang menolak konferensi WTO (World Trade Organization) yang sedang berlangsung di Bali pada tahun 2013 yang lalu.

Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh GMNI antara lain: demonstrasi, literasi, kaderisasi, dan advokasi.


Program Kerja

Program kerja GMNI dijalankan secara berjenjang mulai dari tingkat komisariat, cabang, daerah, hingga Dewan Pimpinan Pusat, dengan fokus utama pada:

1. Kaderisasi dan Pendidikan Ideologi

Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB)

Kaderisasi Tingkat Dasar, Menengah, dan Lanjutan

Diskusi ideologi Marhaenisme, nasionalisme, dan kebangsaan

Sekolah kader dan pendidikan kepemimpinan mahasiswa

2. Advokasi dan Gerakan Rakyat

Advokasi kebijakan publik di bidang pendidikan, agraria, perburuhan, dan lingkungan

Pendampingan masyarakat marjinal dan kaum tertindas

Konsolidasi gerakan mahasiswa dan organisasi rakyat

3. Kajian dan Riset Sosial

4. Pengabdian Masyarakat

Program sosial kemasyarakatan

Pendidikan politik rakyat

Aksi solidaritas nasional dan kemanusiaan

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 4 "Sejarah GMNI | GMNI Hukum Trisakti" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-08-27.[pranala nonaktif permanen]
  2. "Sejarah | Website DPC GMNI Surabaya". gmnisurabaya.or.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-10-02. Diakses tanggal 2019-10-02.
  3. 1 2 Radjab, Syamsuddin; Hariyadi, Ade Reza (2014-01-01). GMNI dan HMI dalam Politik Kekuasaan. Penerbit Nagamedia. ISBN 9786021379066. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-01. Diakses tanggal 2019-10-02.
  4. "Tentang GMNI Yogyakarta". GmnI Yogyakarta (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2019-10-07. Diakses tanggal 2019-10-07.
  5. "Sejarah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Dari Masa ke Masa". Marhaenis Lokajaya. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-05-30. Diakses tanggal 2019-10-02.
  6. "GMNI Bukan Underbow PDIP". Rakyat Merdeka. Diakses tanggal 2025-08-20.
  7. "Awal Mula Berdirinya Kelompok Cipayung | Retizen". retizen.id. 2023-07-04. Diakses tanggal 2025-09-01.
  8. RI, BPIP. "BPIP - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila". BPIP - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (dalam bahasa bahasa). Diakses tanggal 2025-09-01. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  9. Kuswono (2016), hlm. 123: "Ajaran marhaenisme telah dicetuskan pada tahun 1927 suatu ajaran yang menurut Sukarno mengandung ilmu revolusioner untuk menggalang persatuan kaum Marhaen. Marhaen mulai mencuat ketika Sukarno melakukan pembelaannya..."
  10. Presidium GMNI (2013), hlm. 16: "Marhaenisme, yaitu: (a) Sosio-nasionalisme, yang berarti GMNI berfaham nasionalisme, tetapi nasionaisme yang memiliki watak sosial, nasionalisme yang ditempatkan diatas nilai-nilai kemanusiaan. (b) Sosio-demokrasi, bahwa GMNI menghendaki demokrasi yang memiliki watak sosial artinya demokrasi politik, tapi juga demokrasi ekonomi, bukan demokrasi cangkokan yang tidak sesuai dengan akar sejarah dan budaya masyarakat Indonesia. Tapi demokrasi yang menyelamatkan seluruh kaum marhaen. (c) Ketuhanan Yang Maha Esa, bahwa GMNI meyakini akan eksistensi Tuhan, anggota GMNI adalah manusia yang theis."
  11. "GMNI". Scribd. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-27. Diakses tanggal 2019-11-12.
  12. Administrator. "Tujuh Tokoh Ramaikan Bursa Ketua Alumni GMNI". Tempo.co. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-01. Diakses tanggal 2019-11-25.
  13. Wadrianto, Glori K. (ed.). "Kongres XIX GMNI, Jokowi Buka Acara, Megawati Pidato Politik". Kompas.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-27. Diakses tanggal 2020-03-16.
  14. "2019 Harus Ada Perubahan, Suko Sudarso: Tampaknya Prabowo Lebih Paham Masalah Bangsa". Duta.co Berita Harian Terkini. 2019-03-16. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-01. Diakses tanggal 2019-11-25.
  15. Fazli, Achmad Zulfikar (2019-05-23). "Mantan Mensesneg Bondan Gunawan Meninggal". Medcom.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-27. Diakses tanggal 2020-03-16.
  16. "Siswono Yudo husodo - Tempo.co". Tempo.co. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-12-27. Diakses tanggal 2019-11-25.
  17. moses, Mustafa (2016-06-04). moses, Mustafa (ed.). "Mantan Ketua Umum PDI Soerjadi Meninggal". Tempo.co. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-27. Diakses tanggal 2019-11-26.
  18. "Sang Ayah Menangis Taufiq Masuk GMNI". VIVA.co.id. 2009-02-20. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-27. Diakses tanggal 2019-11-25.
  19. Wahono, Tri (ed.). "Wapres Akui "Terbakar" Alumni GMNI". Kompas.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-27. Diakses tanggal 2019-11-25.
  20. "Dari Aktivis hingga Jadi Komisaris Lippo Cikarang, Ini Fakta-fakta Theo L. Sambuaga". MoneySmart Indonesia. 2019-10-27. Diakses tanggal 2019-11-25.[pranala nonaktif permanen]
  21. Gatra, Sandro (ed.). "Profil Ahmad Basarah: Aktivis, "Profesor Pancasila" hingga Wakil Ketua MPR". Kompas.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-27. Diakses tanggal 2019-11-25.
  22. Sinaga, Eri Komar. Arifin, Choirul (ed.). "Djarot dan Antasari Azhar Cepat Nempel karena Sama-sama Alumni GMNI". Tribunnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-27. Diakses tanggal 2019-11-25.
  23. Fahlevi, Fahdi. Aco, Hasanudin (ed.). "PA GMNI Nilai Arief Hidayat Sudah Sukses Jadi Ketua MK". Tribunnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-27. Diakses tanggal 2019-11-25.
  24. Agustina, Widiarsi (2015-08-07). Agustina, Widiarsi (ed.). "Ketika Soekarwo Beri Minum Jokowi di Acara GMNI". Tempo.co. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-27. Diakses tanggal 2019-11-25.
  25. Azmi, Faiq. "Pakde Karwo Buka-bukaan Ungkap Alasan Kepindahannya ke Golkar". detikjatim. Diakses tanggal 2024-01-25.
  26. "Perjalanan Ganjar Menjadi Politisi: Gabung GMNI, Gubernur 2 Periode, hingga Ditunjuk Jadi Capres". suara.com. 2023-04-21. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-08. Diakses tanggal 2023-04-28.
  27. Irwanto, Deny. "Didukung Antasari Azhar, Djarot: Dia Senior Saya di GMNI". Medcom.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-27. Diakses tanggal 2019-11-25.
  28. "GMNI Bentuk Kepengurusan Baru". Tempo.co. 2006-04-16. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-27. Diakses tanggal 2019-11-25.
  29. detikNews, Tim. "Kecewanya Politikus PDIP dengan Eva Sundari yang Nyaleg Lewat NasDem". detikjateng. Diakses tanggal 2024-01-24.
  30. Ini, Redaksi Jurnal Hari (2021-02-09). "Bahas Situasi Pers Tanah Air, Besok Malam DPP GMNI Gelar Diskusi Bertajuk Arah Pers Indonesia". Jurnaltoday.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-05-30. Diakses tanggal 2023-05-30.
  31. "PA GMNI Dibayangi Perpecahan Djarot-Jan Prince Mundur". Rmol.id. Diakses tanggal 2019-11-25.[pranala nonaktif permanen]
  32. Rahadian, Lalu. "Peter Kasenda Sejarawan Sukarnois Gajinya Belum Dibayar BPIP". Tirto.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-31. Diakses tanggal 2019-11-25.
  33. Siregar, Maruli (2022-04-12). "Amarullah Nasution Tokoh Pendidikan Nasional - Laman 2 dari 3". MEDIADELEGASI. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-04-30. Diakses tanggal 2023-04-28.
  34. https://www.tribunnews.com/nasional/2015/12/22/basarah-sebut-kader-gmni-yang-sukses-karena-dipecat
  35. https://www.biem.co/read/2021/04/02/76902/10-alumni-gmni-raih-penghargaan-intelektual/
  36. https://www.beritasatu.com/news/863627/james-sumendap-jadi-ketua-sidang-kongres-iv-pa-gmni/

Bacaan lebih lanjut

[sunting | sunting sumber]
  • Presidium GMNI. Buku Panduan Organisasi. Jakarta: Presidium GMNI. 2013.