Falcon 9
| Fungsi | Kendaraan peluncur orbital |
|---|---|
| Produsen | SpaceX |
| Negara asal | Amerika Serikat |
| Biaya per peluncuran (2026) | $62M (2016),[1] $50M (2018)[2] |
| Ukuran | |
| Tinggi | |
| Diameter | 37 m (121 ft)[3] |
| Massa | |
| Tingkatan | 2 |
| Kapasitas | |
| Muatan menuju LEO (28.5°) | |
| Massa | |
| Muatan menuju GTO (27°) | |
| Massa | |
| Muatan menuju Mars | |
| Massa | FT: 4,020 kg (8,86 pon)[1] |
| Roket terkait | |
| Derivatif | Falcon Heavy |
| Sejarah peluncuran | |
| Status |
|
| Tempat peluncuran | |
| Total peluncuran |
|
| Keberhasilan peluncuran |
|
| Kegagalan | 1 (v1.1: CRS-7) |
| Kegagalan parsial | 1 (v1.0: CRS-1)[8] |
| Lainnya | 2 (FT: Amos-6[a], Zuma) |
| Penerbangan perdana |
|
| Penerbangan terakhir | |
Falcon 9 adalah kendaraan peluncur luar angkasa yang dirancang dan diproduksi oleh SpaceX. Falcon 9 merupakan salah satu roket keluarga Falcon yang berada dalam status aktif. Dua tahap pertama Falcon 9 dapat dikonversi menjadi pendorong samping Falcon Heavy, roket yang 3 kali lebih kuat dibandingkan Falcon 9.
Penamaan roket ini terinspirasi oleh kendaraan Millennium Falcon dan sembilan mesin di tahapan pertama roket. Roket ini memiliki beberapa versi, yaitu v1.0 (2010–2013), v1.1 (2013–2016), v1.2 "Full Thrust" (2015–2018), Block 4, dan varian Block 5 yang mulai meluncur sejak Mei 2018. Tidak seperti roket pada umumnya yang merupakan sistem peluncur expendable (roket dibuang setelah digunakan), Falcon 9 adalah roket yang sebagian komponennya dapat digunakan kembali, dengan tahapan pertamanya mampu memasuki kembali atmosfer dan mendarat vertikal setelah dilepaskan dari tahapan kedua. Pendaratan seperti ini berhasil dilakukan untuk pertama kalinya pada penerbangan ke-20 Falcon 9 dengan versi Falcon 9 v1.2 pada Desember 2015.

Propelan yang digunakan oleh Falcon 9 adalah oksigen cair (LOX) dan RP-1. Falcon 9 dapat mengangkat muatan hingga 22.800 kilogram (50.300 lb) ke orbit Bumi rendah, dan 8.300 kilogram (18.300 lb) ke orbit transfer geostasioner (GTO) ketika menggunakan konfigurasi sekali pakai, dan 5.500 kilogram (12.100 lb) ke orbit GTO ketika tahap pertama dipulihkan. Biaya untuk sewa roket ini sekitar ($62 juta) untuk transfer ke orbit GTO.
Riwayat peluncuran
[sunting | sunting sumber]Peluncuran penting
[sunting | sunting sumber]

- Penerbangan 1, Dragon Spacecraft Qualification Unit, penerbangan perdana roket Falcon 9 sekaligus uji orbital pertama bagi wahana antariksa Dragon
- Penerbangan 3, Dragon C2+, pengiriman kargo pertama menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional
- Penerbangan 6, CASSIOPE, peluncuran pertama versi v1.1 , peluncuran Falcon 9 pertama dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg, dan percobaan pendaratan pendorong pertama
- Penerbangan 7, SES-8, Peluncuran pertama menuju orbit transfer geosinkron (GTO) dan peluncuran satelit komersial pertama
- Penerbangan 9, SpaceX CRS-3, peluncuran pertama yang dilengkapi dengan kaki pendaratan, pertama kalinya Falcon 9 mendarat di laut secara terkontrol dan berakhir dalam posisi vertikal
- Penerbangan 15, Deep Space Climate Observatory (DSCOVR), misi pertama yang mencapai kelajuan lepas menuju titik L1
- Penerbangan 19, SpaceX CRS-7, misi gagal karena kegagalan struktur dan tangki helium di tingkatan kedua mengalami kelebihan tekanan
- Penerbangan 20, Orbcomm OG-2, pendaratan vertikal pertama bagi kendaraan kelas orbital
- Penerbangan 23, SpaceX CRS-8, pendaratan vertikal pertama di Autonomous Spaceport Droneship yang bersiaga di tengah laut
- Amos-6 , kegagalan total misi karena roket meledak saat uji static fire (seharusnya menjadi penerbangan ke-29)
- Penerbangan 30, CRS-10, peluncuran pertama dari LC-39A di Kennedy Space Center
- Penerbangan 32, SES-10, penggunaan kembali pendorong roket orbital yang pernah diluncurkan sebelumnya (pendorong dengan nomor seri B1021, sebelumnya digunakan pada misi SpaceX CRS-8), selubung muatan juga turut diambil dari laut untuk pertama kalinya.[12][13]
- Penerbangan 41, Boeing X-37B OTV-5, peluncuran pesawat ruang angkasa pertama bagi Falcon 9
- Penerbangan 54, Bangabandhu Satellite-1, penerbangan pertama bagi versi Block 5
- Penerbangan 58, Telstar 19V, satelit komunikasi terberat yang pernah dikirim oleh Falcon 9 menuju orbit GEO[14]
- Penerbangan 69, Crew Dragon Demo-1, peluncuran pertama wahana antariksa Crew Dragon
- Penerbangan 72, konstelasi RADARSAT, muatan komersial paling mahal yang pernah diluncurkan menuju orbit oleh Falcon 9[15][16][17]
- Penerbangan 85, Crew Dragon Demo-2, misi berawak pertama bagi wahana antariksa Crew Dragon
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamaspacex-capabilities - ↑ Baylor, Michael (Mei 17, 2018). "With Block 5, SpaceX to increase launch cadence and lower prices". NASASpaceFlight.com. Diarsipkan dari asli tanggal April 20, 2020. Diakses tanggal Mei 24, 2018.
- 1 2 3 Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamafalcon9-2015 - 1 2 3 4 Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamafalcon9-2013 - 1 2 3 4 Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamafalcon9-2010 - ↑ "Air Force requirements will keep SpaceX from landing Falcon 9 booster after GPS launch – Spaceflight Now". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Mei 20, 2019. Diakses tanggal Mei 17, 2019.
- ↑ "SpaceX Test-Fires New Falcon 9 Block 5 Rocket Ahead of Maiden Flight (Updated)". Diarsipkan dari asli tanggal April 7, 2019. Diakses tanggal November 16, 2018.
- ↑ de Selding, Peter B. (Oktober 15, 2012). "Orbcomm Craft Launched by Falcon 9 Falls out of Orbit". Space News. Diarsipkan dari asli tanggal Oktober 1, 2021. Diakses tanggal Oktober 15, 2012.
Orbcomm requested that SpaceX carry one of their small satellites (weighing a few hundred pounds, vs. Dragon at over 12,000 pounds)... The higher the orbit, the more test data [Orbcomm] can gather, so they requested that we attempt to restart and raise altitude. NASA agreed to allow that, but only on condition that there be substantial propellant reserves, since the orbit would be close to the space station. It is important to appreciate that Orbcomm understood from the beginning that the orbit-raising maneuver was tentative. They accepted that there was a high risk of their satellite remaining at the Dragon insertion orbit. SpaceX would not have agreed to fly their satellite otherwise, since this was not part of the core mission and there was a known, material risk of no altitude raise.
- ↑ Graham, William (Desember 21, 2015). "SpaceX returns to flight with OG2, nails historic core return". NASASpaceFlight. Diarsipkan dari asli tanggal Desember 22, 2015. Diakses tanggal Desember 22, 2015.
The launch also marked the first flight of the Falcon 9 Full Thrust, internally known only as the "Upgraded Falcon 9"
- ↑ Graham, Will. "SpaceX successfully launches debut Falcon 9 v1.1". NASASpaceFlight. Diarsipkan dari asli tanggal September 29, 2013. Diakses tanggal September 29, 2013.
- ↑ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamaMSDB - ↑ Grush, Loren (Maret 30, 2017). "SpaceX makes aerospace history with successful launch and landing of a used rocket". The Verge. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Maret 30, 2017. Diakses tanggal Mei 2, 2017.
- ↑ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamafairing-recovery - ↑ "SpaceX Falcon 9 sets new record with Telstar 19V launch from SLC-40". nasaspaceflight.com. Juli 21, 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juli 22, 2018. Diakses tanggal Februari 2, 2019.
- ↑ Ralph, Eric. "SpaceX Falcon 9 bids temporary goodbye to West Coast in launch and landing photos". Teslarati. Diarsipkan dari asli tanggal Juni 13, 2020. Diakses tanggal Juni 13, 2020.
- ↑ Ralph, Eric. "SpaceX's Falcon 9 sticks foggy booster recovery at California landing zone". Teslarati. Diarsipkan dari asli tanggal November 17, 2020. Diakses tanggal Juni 13, 2020.
- ↑ "Launch of SpaceX Falcon 9 Block 5 with RADARSAT Constellation". Spacetv. Diarsipkan dari asli tanggal Maret 2, 2021. Diakses tanggal Juni 13, 2020.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Situs web resmi

- Falcon Heavy official page Diarsipkan 2010-01-03 di Wayback Machine.
- Test firing of two Merlin 1C engines connected to Falcon 9 first stage, Movie 1 Diarsipkan 2011-05-24 di Wayback Machine., Movie 2 Diarsipkan 2011-05-24 di Wayback Machine. (January 18, 2008)
- Press release announcing design Diarsipkan 2013-03-26 di Wayback Machine. (September 9, 2005)
- SpaceX hopes to supply ISS with new Falcon 9 heavy launcher Diarsipkan 2010-10-30 di Wayback Machine. (Flight International, September 13, 2005)
- SpaceX launches Falcon 9, With A Customer Diarsipkan 2007-06-11 di Wayback Machine. (Defense Industry Daily, September 15, 2005)
- ↑ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamaAmos-6
<ref> untuk kelompok bernama "lower-alpha", tapi tidak ditemukan tanda <references group="lower-alpha"/> yang berkaitan