Denis Diderot

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Infobox orangDenis Diderot
Denis Diderot - Alix - Vanloo.png
Nama dalam bahasa asli(fr) Denis Diderot Edit the value on Wikidata
Biografi
Kelahiran5 Oktober 1713 Edit the value on Wikidata
Langres Edit the value on Wikidata
Kematian31 Juli 1784 Edit the value on Wikidata (70 tahun)
Paris Edit the value on Wikidata
Tempat pemakamanSaint-Roch, Paris Edit the value on Wikidata
PendidikanLycée Louis-le-Grand
Lycée Saint-Louis (en) Terjemahkan
Universitas Paris . Master of Arts (en) Terjemahkan (–1732) Edit the value on Wikidata
Kegiatan
Bidang ilmuSeni pertunjukan Edit the value on Wikidata
PekerjaanFilsuf, novelis, esais, Encyclopédistes, art critic (en) Terjemahkan, penulis drama, kritikus sastra, correspondent (en) Terjemahkan, penerjemah, sejarawan, ahli ilmu politik, leksikograf, penulis, abbé (en) Terjemahkan, Seraphic Doctor (en) Terjemahkan, art theorist (en) Terjemahkan dan literary theorist (en) Terjemahkan Edit the value on Wikidata
AliranEncyclopédistes dan materialisme Edit the value on Wikidata
MuridPaul Boësnier de l'Orme (en) Terjemahkan Edit the value on Wikidata
Dipengaruhi oleh
Karya kreatif
Karya terkenal
Keluarga
Pasangan nikahAnne-Antoinette Diderot (en) Terjemahkan (1743–1784) Edit the value on Wikidata
AnakAngélique Didero (en) Terjemahkan Edit the value on Wikidata
AyahDidier Diderot (en) Terjemahkan Edit the value on Wikidata
Tanda tangan

Situs web<span%20class= "penicon"%20data-bridge-edit-flow="single-best-value">Edit%20the%20value%20on%20Wikidata Laman resmi
IMDB: nm0225784 Edit the value on Wikidata iTunes: 258445131 Edit the value on Wikidata Musicbrainz: 8fcecba4-e277-49dd-bf7d-2cdd670c3ae1 Edit the value on Wikidata
Denis Diderot

Denis Diderot (/ˈddər/;[1] bahasa Prancis: [dəni did(ə)ʁo]; 5 Oktober 1713 – 31 Juli 1784) adalah seorang penulis dan filsuf pada abad 18 dan dianggap sebagai salah satu pemimpin pencerahan di Perancis.[2][3] Sumbangan terbesarnya adalah dalam bidang Ensiklopedi hingga ia dijuluki sebagai "Bapak Ensiklopedia" di Perancis.[4] Hal ini dilakukan bersama beberapa penulis kenalannya untuk menyumbangkan pemikiran-pemikiran di bidang sosial, politik, ekonomi, filsafat, industri dalam bahasa yang sederhana dan jelas agar dapat dibaca oleh masyarakat luas dalam kemajemukan berpikir.[3][4]

Diderot dikenal sebagai penulis cerpen yang berdaya cipta tinggi, dialog dan novelis, pioner dalam kritik seni, dekat dengan para siswanya dalam pemikiran, peneliti yang canggih, seorang yang rajin, editor yang tekun, dan handal dalam biologi serta metafisika.[5] Denis Diderot dikenal akan karyanya yang terakhir ini yang merupakan prototipe ensiklopedia modern dan Philosophiques Pensees dalam tahun yang sama, 1746.[2] Percakapannya dengan matematikawan Jean le Rond d'Alembert yang terkenal itu kemudian ditulis.[3] Kemudian dari sini pula Diderot mendapatkan pekerjaan sampai tahun 1772.[3]

Riwayat Hidup[sunting | sunting sumber]

Ia lahir di Langres, Champagne, Prancis pada tahun 1713.[2] Ayahnya adalah seorang pengrajin dan pedagang alat potong yang kaya.[3] Diderot adalah seorang siswa yang cerdas di Kolese Yesuit.[3] Dia berangkat dari kota kelahirannya ke Paris dalam usia mudanya 19 tahun untuk belajar di College Harcourt.[5] Ia menjalani pendidikannya hingga lulus pada tahun 1732.

Setelah lulus dari College Harcourt, ia memilih untuk hidup secara bebas menurut kemauan dan keinginannya sendiri. Untuk mendukung kehidupannya yang dapat dikatakan sangat jauh dari mapan, ia melamar beberapa pekerjaan seperti penerjemah bahasa Inggris, mengajar, hingga menulis khotbah atau pidato.[5] Pada tahun 1747 dia bertemu banyak pemikir seperti Jean-Jacques Rousseau dan Grimm dan menjadi editor Ensiklopedia.[5]

Ia menjadi editor penyusun ensiklopedia yang pada awalnya merupakan usaha dari penerbit Le Breton untuk menyajikan kumpulan artikel ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan penemuan pada Abad ke-18. Penerbit Le Breton saat itu melihat kemampuan Diderot dalam menulis meskipun ia masih hidup seenaknya. Diderot menerima tugas tersebut dengan penuh semangat dan selama dua puluh tahun lebih ia mencurahkan seluruh perhatiannya untuk memimpin pekerjaan besar tersebut antara lain dalam menulis, mengoreksi tulisan, mengedit sejumlah besar artikel dan membesarkan hati rekan-rekan kerjanya.

Walaupun ia terkadang sering mengeluh capek, ia tetap merasa optimis karena ia merasa yakin terhadap kegunaan karya tersebut. Selain itu, ia mempunyai tujuan yang jauh lebih besar : membuat ensiklopedia yang ditujukan sebagai karya besar yang mengungkap kehebatan dan kemajuan pikiran manusia yang bebas dari prasangka. Untuk tujuan ini, ia mengerahkan sejumlah ilmuwan dan sastrawan untuk berpartisipasi dalam penyusunan ensiklopedia ini antara lain:

  • D'Alembert (matematikawan, anggota Académie des Sciences, juga menulis kata pengantar, artikel tentang Genève, matematika dan fisika)
  • Jaucourt (menulis artikel tentang sains, politik, dan sejarah)
  • Baron d'Holbach (menulis artikel tentang kimia dan mineralogi)
  • Jean-François Marmontel (menulis artikel tentang sastra)
  • André Morellet (menulis artikel tentang teologi dan metafisika)

Pada tahun 1749 ketika Ensiklopedinya siap dicetak, dia mempersiapkan sebuah tulisan Surat pada yang buta.[3] Di dalam tulisan itu dia menanyakan eksistensi dari tujuan atau desain dalam universalitas.[3] Dikarenakan hal itu dia harus menikmati masa-masa tidak nyaman di dalam penjara, apalagi setelah dia diketahui sebagai seorang ateis.[3] Dari sini juga Diderot dikenal sebagai pemikir aliran materialisme.[3]

Tahun 1751 dia menerbitkan tulisannya dalam Surat untuk yang bisu dan tuli yang masih sama dengan sebelumnya dimana dia mengkritik tentang pelarian dari penderitaan.[3] Tahun 1754 tulisannya bertajuk Pensees sur l'interpretation de la nature terbit sebagai bukti dukungannya terhadap teori evolusi.[3]

Setelah Ensiklopedia yang diterbitkan tahun 1759, dia banyak menghasilkan karya-karya dengan berbagai genre, termasuk dalam hal dialog (seperti skenario) ataupun catatan-catatan tentang wawancara dengannya.[3] Hingga pada tahun 1782 tentang sebuah eulogi tentang kebaikan Stoa.[3]

Ia meninggal di Paris dan dimakamkan di Gereja Saint-Roch.[3] Enam tahun setelah Rousseau dan Voltaire yang mempunyai hubungan erat dalam abad pencerahan.[3]

Pemikiran[sunting | sunting sumber]

Pertama kali dia adalah pembela teisme, namun kemudian dia berubah aliran kepada panteisme.[2] Hal ini disebabkan karena pengalamannya dalam menganalisis atom-atom dan bahkan benda-benda non organik yang sangat sarat dengan perasaaan.[2] Selain itu, juga mengembangkan organisme.[2] Bagi dia, teleologi harus memberikan jalan untuk mendeskripsikan sains.[2]

Perasaan Moral[6][sunting | sunting sumber]

Dari mana datangnya perasaan moral? Diderot memulai dari diri masing-masing orang, di mana dia berefleksi dalam dirinya sendiri, sebuah proses alamiah untuk menyetujui sikap-sikap tertentu, konsekuensi atasnya namun tidak melihat kualitas dari sisi alasan dan perasaan lain dari dirinya.[6] Inilah yang disebut insting.[6] Insting ini tidak berhubungan dengan organ tubuh.[6] Ini adalah ranah "kejiwaan" itu sendiri sebagaimana kekuatan kita dalam menghakimi dan beralasan.[6] Alasan hanya sebuah bentuk kekuatan dari akhir pertimbangan dari persepsi atau kehendak.[6] Dengan perasaan manusia menikmati kebahagiaan, cinta itu sendiri tanpa alasan.[6] Alasan hanya salah satu petunjuk kepada beberapa arti; atau membandingkan dua akhir sebelumnya yang dipengaruhi oleh kekuatan lain yang muncul dengan spontan.[6]

Ensiklopedia[sunting | sunting sumber]

Kata Ensiklopedi berarti kesinambungan dari semua ilmu pengetahuan; tersusun dari bahasa Yunani dari εν yang artinya "di dalam" dan κύκλος artinya lingkaran serta "παιδεια" yang artinya instruksi, ilmu atau pengetahuan.[5] Jari Ensiklopedia adalah lingkaran atau kumpulan ilmu pengetahuan di dalamnya atau kumpulan yang di dalamnya berisi pengetahuan.[5] Tugas penyusun Ensiklopedi adalah mengumpulkan garis-garis besar ilmu pengetahuan yang ada di muka bumi secara umum, dan mewariskannya pada orang-orang yang hidup setelahnya sebagai peninggalan.[5] Tujuan utama adalah memberikan informasi pendidikan, memperbaiki generasi selanjutnya dengan warisan pikiran, atau mengabadikan sesuatu agar sesuatu yang pernah dipikirkan tidak hilang dalam etnis manusia.[5] Contoh yang paling nyata adalah pemberian nama-nama pada setiap spesies hewan maupun tumbuhan yang ada atau pernah ada di muka bumi.[5] Manusia juga memberikan nama marga agar dikenal oleh generasi selanjutnya.[5] Diderot dianggap sebagai perangkum pemikiran orang-orang pada abad pencerahan dan sebelumnya.[5]

Menyusun Ensiklopedi bukan hal mudah, menyita lebih banyak konsentrasi dibanding menemukan sesuatu dalam kondisi yang kecut.[5] Dalam penyusunannya membutuhkan pengujian, debat, investigasi tanpa kecuali dan tanpa melibatkan perasaan seseorang.[5] Menyusun Ensiklopedia membutuhkan data di lapangan sehingga dapat memberikan isi (informasi) yang umum, yang tidak terkontaminasi oleh keperluan terselubung.[5] Dengan Ensiklopedia, Diderot mengharapkan masyarakat sadar akan kondisi bangsanya yang sedang kehilangan tujuannya.[5] Akhirnya, Ensiklopedia dapat menjadi sumber pemikiran yang bisa dipertanggungjawabkan isinya dari segi objektivitas.[5]

Kehidupan Pribadi[sunting | sunting sumber]

Diderot menikah secara diam-diam (tanpa persetujuan orang tua) dengan Anne-Toinette Champion. Akibat pernikahan ini, ia sempat dikurung di dalam Biara. Dari pernikahan ini, Ia mendapatkan anak-anak yang semuanya meninggal kecuali anak perempuannya, Angelique, yang hidup abadi dalam ingatannya dan menjadikannya sebagai ayah yang berbeda.[3]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Diderot". Random House Webster's Unabridged Dictionary.
  2. ^ a b c d e f g (Inggris) Albert E. Avey., Handbook in The History of Philosophy, New York: Barnes & Noble, Inc. 1954
  3. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q (Inggris) Paul Edwards., The Encyclopedia of Philosophy - Volume one, USA:Macmilan, Inc, 1967
  4. ^ a b (Inggris) Sam Stark., Diderot: french philosopher and father of the encyclopedia, New York: Rosen Publishing Group Inc. 2006
  5. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p (Inggris)Peter Gay., The Enlightenment - a Comprehensive Anthology, New York: Simon & Schuster, Inc, 1973A
  6. ^ a b c d e f g h (Inggris)Issac Kramnick., The Portable Enlightenment Reader, USA: Penguin Books, 1995

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Anderson, Wilda C. Diderot's Dream. Baltimore: Johns Hopkins University Press, 1990.
  • App, Urs (2010). The Birth of Orientalism. Philadelphia: University of Pennsylvania Press, ISBN 978-0812242614, pp. 133–187 on Diderot's role in the European discovery of Hinduism and Buddhism.
  • Azurmendi, Joxe (1984). Entretien d'un philosophe: Diderot (1713–1784), Jakin, 32: 111–121.
  • Ballstadt, Kurt P.A. Diderot: Natural Philosopher. Oxford: Voltaire Foundation, 2008.
  • Blom, Philipp (2010). The Wicked Company. New York: Basic Books
  • Blum, Carol (1974). Diderot: The Virtue of a Philosopher
  • Brewer, Daniel. Using the Encyclopédie: Ways of Knowing, Ways of Reading. Oxford: Voltaire Foundation, 2002.
  • Carlyle, Thomas (1833). "Diderot". Critical and Miscellaneous Essays: Volume III. The Works of Thomas Carlyle in Thirty Volumes. XXVIII. New York: Charles Scribner's Sons (dipublikasikan tanggal 1904). hlm. 177–248. 
  • Clark, Andrew Herrick. Diderot's Part. Aldershot, Hampshire, England: Ashgate, 2008.
  • Caplan, Jay. Framed Narratives: Diderot's Genealogy of the Beholder. Manchester: Manchester UP, 1986.
  • Crocker, Lester G. (1974). Diderot's Chaotic Order: Approach to a Synthesis
  • Curran, Andrew S. (2019). Diderot and the Art of Thinking Freely
  • D'Antuono, Giuseppina. (2021) "Historiographical heritages: Denis Diderot and the men of the French Revolution." Diciottesimo Secolo 6 (2021): 161-168. online
  • De la Carrera, Rosalina. Success in Circuit Lies: Diderot's Communicational Practice. Stanford, CA: Stanford UP, 1991.
  • Dlugach, Tamara. Denis Diderot. Moscow: Progress Publishers. 1988.
  • Fellows, Otis E. (1989). Diderot
  • France, Peter (1983). Diderot
  • Fontenay, Elisabeth de, and Jacques Proust. Interpréter Diderot Aujourd'hui. Paris: Le Sycomore, 1984.
  • Furbank, P.N. (1992). Diderot: A Critical Biography. New York: A.A. Knopf,. ISBN 0679414215.
  • Gregory Efrosini, Mary (2006). Diderot and the Metamorphosis of Species (Studies in Philosophy). New York: Routledge. ISBN 0415955513.
  • Havens, George R. (1955) The Age of Ideas. New York: Holt ISBN 0891976515.
  • Hayes, Julia Candler. The Representation of the Self in the Theater of La Chaussée, Diderot, and Sade. Ann Arbor, MI: University Microfilms International, 1982.
  • Hazard, Paul. European thought in the eighteenth century from Montesquieu to Lessing (1954). pp. 378–394
  • Kavanagh, Thomas. "The Vacant Mirror: A Study of Mimesis through Diderot's Jacques le Fataliste," in Studies on Voltaire and the Eighteenth Century 104 (1973).
  • Korolev, Serguei V. La Bibliothèque de Diderot: Vers une reconstitution. Ferney-Voltaire: Centre international d'etude du XVIIIe siecle, 2014. ISBN 978-2845590939
  • Kuzincki, Jason (2008). "Diderot, Denis (1713–1784)". Dalam Hamowy, Ronald. The Encyclopedia of Libertarianism. Thousand Oaks, CA: Sage; Cato Institute. hlm. 124–125. doi:10.4135/9781412965811.n78. ISBN 978-1412965804. LCCN 2008009151. OCLC 750831024. 
  • Lentin, A. "Catherine the Great and Denis Diderot" History Today (May 1972), pp. 313–332.
  • Mason, John H. (1982). The Irresistible Diderot ISBN 0704334690
  • Peretz, Eyal (2013). "Dramatic Experiments: Life according to Diderot" State University of New York Press
  • Rex, Walter E. Diderot's Counterpoints: The Dynamics of Contrariety in His Major Works. Oxford: Voltaire Foundation, 1998.
  • Saint-Amand, Pierre. Diderot. Saratoga, CA: Anma Libri, 1984.
  • Simon, Julia (1995). Mass Enlightenment. Albany: State University of New York Press,. ISBN 0791426386.
  • Tunstall, Kate E. (2011). Blindness and Enlightenment. An Essay. With a new translation of Diderot's Letter on the Blind. Continuum
  • Wilson, Arthur McCandless (1972). Diderot, the standard biography
  • Vasco, Gerhard M. (1978). "Diderot and Goethe, A Study in Science and Humanism", Librairei Slatkine, Libraire Champion.
  • Zaretsky, Robert (2019). Catherine and Diderot : the Empress, the philosopher, and the Fate of the Enlightenment. Harvard UP. ISBN 978-0674737907. 

sumber primer[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]