Eksistensi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Plato salah satu tokoh yang berpendapat tentang eksistensi

Eksistensi berasal dari kata bahasa latin existere yang artinya muncul, ada, timbul, memiliki keberadaan aktual.[1] Existere disusun dari ex yang artinya keluar dan sistere yang artinya tampil atau muncul. Terdapat beberapa pengertian tentang eksistensi yang dijelaskan menjadi 4 pengertian.[2] Pertama, eksistensi adalah apa yang ada. Kedua, eksistensi adalah apa yang memiliki aktualitas. Ketiga, eksistensi adalah segala sesuatu yang dialami dan menekankan bahwa sesuatu itu ada. Keempat, eksistensi adalah kesempurnaan.[2]

Beberapa Pandangan Filsuf[sunting | sunting sumber]

  • Bagi Plato, forma atau esesnsi lebih real daripada kalau berpartisipasi dalam materi. Dengan mengasimilasikan eksistensi kepada esensi, materi berasosiasi dengan bukan ada.[2]
  • Aristoteles menggunakan perbedaan dualis. Ia mengasosiasikan eksistensi dengan materi yang berforma yaitu substansi seraya mengasosiasikan esensi dengan forma dan dengan unsur sebuah definisi yang benar.[2]
  • Thomas Aquinas menganut komposisi rangkap esensi dan eksistensi. Dalam komposisi pertama, materi yang berforma diidentikkan dengan esensi suatu hal. Dalam komposisi yang kedua, eksistensi sebagai suatu karunia tambahan menerjemahkan esensi ke dalam aktualitas.[2]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. 1997. hlm. 253. 
  2. ^ a b c d e Lorens Bagus (1996). Kamus Filsafat. Jakarta: Gramedia. hlm. 183-185. 

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]