Ciranjiwin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Dalam Mitologi Hindu, Ciranjiwin (Sanskerta-tunggal: Ciranjivi; चिरंजीवी) adalah delapan makhluk abadi. Mereka adalah:

  1. Aswatama, manusia yang dikutuk oleh Kresna agar mengalami penderitaan abadi sampai akhir zaman Kaliyuga sehingga tidak memiliki rasa cinta terhadap siapapun karena membunuh kelima putra Pandawa dari yang sedang tidur dan berusaha membunuh cucu Arjuna (Parikesit) yang masih berada dalam kandungan.
  2. Hanoman, Wanara yang mengabdi kepada Rama.
  3. Kripacarya (Krepa), guru para pangeran dalam Mahabharata.
  4. Mahabali (raksasa Bali), Raja rakshasa yang menaklukkan surga, bumi, dan dunia bawah (patala), namun dipaksa oleh Wamana untuk menyerahkannya kembali.
  5. Markandeya, salah satu Resi muda yang kematiannya dicegah oleh Batara Siwa.
  6. Parasurama (Rama Parasu; Rama Bargawa), salah satu Awatara Wisnu. Seorang Brahmana yang memiliki kemampuan bertarung yang mumpuni, hanya bisa dikalahkan oleh Bisma.
  7. Wibisana, adik Rawana yang diangkat menjadi Raja Alengka oleh Rama.
  8. Wyasa (Bagawan Byasa; Abyasa), orang suci yang mengisahkan Mahabharata, sekaligus orang suci yang diceritakan dalam kisah tersebut.

Terdapat beberapa tokoh lain yang dikenal sebagai Ciranjiwin. Namun dalam Agama Hindu, "abadi" tidak berarti kekal. Bahkan segala sesuatu yang abadi dihancurkan pada saat akhir dunia. Yang kekal hanyalah Brahma, Wisnu dan Siwa yang merupakan Trimurti yaitu penjelmaan dari Brahman (Yang mutlak memiliki sifat berada dimana-mana), Sheshanaga (Ular abadi), dan Catur Weda. Pada akhir alam semesta yaitu masa berakhirnya satu Kalpa dan dimulainya Kalpa yang lain, rakshasa Hayagriva mencoba untuk menjadi kekal dengan "menelan" Weda sebagaimana ia mencoba keluar dari mulut Brahma, namun Weda dikembalikan oleh WisnuMatsya Awatara.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]