Borbor, Toba Samosir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Borbor
Kecamatan
(Peta Lokasi) Kecamatan Borbor, Toba Samosir.svg
Peta lokasi Kecamatan Borbor
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Utara
Kabupaten Toba Samosir
Pemerintahan
 • Camat Bertua Pasaribu
Luas 176,65 km²
Jumlah penduduk 7.035
Kepadatan 39,82 jiwa/km²
Desa/kelurahan 15 Desa

Borbor adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Indonesia.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Borbor memiliki luas wilayah 176,65 km² atau 8,74% dari total luas Kabupaten Toba Samosir.

Kecamatan Borbor berada pada 2°03’- 2°18’ Lintang Utara dan 99°13’ - 99°31’ Bujur Timur.

Kecamatan Borbor berada diatas sekitar 1.000 hingga 1.650 meter dari permukaan laut.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kecamatan Habinsaran
Selatan Kabupaten Tapanuli Utara
Barat Kecamatan Laguboti dan Silaen
Timur Kecamatan Habinsaran

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Borbor terdiri dari 15 desa yang terbagi habis dalam 66 dusun. Desa Pasar Borbor adalah ibukota dan pusat pemerintahan Kecamatan Borbor.

Desa Natumingka merupakan desa dengan wilayah terluas yaitu 41,02 km² atau 23,22% dari total luas Kecamatan Borbor, sementara Desa Pasar Borbor merupakan desa terkecil yaitu 2,09 km² atau 1,18% dari total luas Kecamatan Borbor.

Desa Janji Maria merupakan desa yang paling jauh dari ibukota Kecamatan Borbor yaitu berjarak sekitar 60 kilometer.

Sejarah Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Ketika pembentukan Kabupaten Toba Samosir sebagai hasil pemekaran Kabupaten Tapanuli Utara pada tahun 1998, Borbor masih bagian dari Kecamatan Habinsaran. Pembentukan Kecamatan Borbor didasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Toba Samosir No. 8 Tahun 2002 tentang pembentukan Kecamatan Borbor yang dimekarkan dari Kecamatan Habinsaran.

Jumlah awal wilayah administrasi di Kecamatan Borbor ada 3 desa. Pada tahun 2004 mengalami pertambahan menjadi 6 desa. Sebelum tahun 2010 jumlah desa di Kecamatan Borbor ada sebanyak 7 desa. Kemudian pada tahun 2008 terjadi pemekaran desa sebanyak 8 desa, yang 1 desa yaitu Desa Purbatua merupakan peralihan dari Kecamatan Habinsaran, sehingga desa di Kecamatan Borbor hingga saat ini adalah sebanyak 15 desa.

Daftar desa/kelurahan di Kecamatan Borbor[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah di Kecamatan Borbor
Desa /
Kelurahan
Nama Kepala Desa / Lurah
(2013)[1]
Luas (km²) /
Rasio Terhadap Luas Kecamatan
Jumlah penduduk /
Kepadatan (2015)
Desa Aek Unsim Basar Pardede 18,40 km² (10,41%) 440 (23,91 jiwa/km²)
Desa Huta Gurgur Rudihartono Pasaribu 03,00 km² (1,69%) 935 (311,67 jiwa/km²)
Desa Janji Maria Poltak Pasaribu 07,08 km² (4,00%) 302 (42,66 jiwa/km²)
Desa Lintong Inten Pasaribu 12,00 km² (6,79%) 428 (35,67 jiwa/km²)
Desa Lumban Sewa Koner Pasaribu 09,00 km² (5,09%) 307 (34,11 jiwa/km²)
Desa Natumingka Pontas Simanjuntak 41,02 km² (23,22%) 390 (9,51 jiwa/km²)
Desa Pangururan Herbin Pasaribu 08,03 km² (4,54%) 371 (46,20 jiwa/km²)
Desa Pangururan II Linggom Pasaribu 15,02 km² (2,84%) 310 (20,64 jiwa/km²)
Desa Pangururan III Harapan Simanjuntak 04,10 km² (2,32%) 360 (87,80 jiwa/km²)
Desa Pardomuan Nauli Saridin Pardosi 08,51 km² (4,81%) 315 (37,02 jiwa/km²)
Desa Pasar Borbor Agustus Pasaribu 02,09 km² (1,18%) 917 (438,76 jiwa/km²)
Desa Purbatua Fajar Sitorus 09,14 km² (5,17%) 575 (62,91 jiwa/km²)
Desa Rianiate Sarliaman Pasaribu 18,26 km² (15,99%) 670 (36,69 jiwa/km²)
Desa Riganjang Jannes Pasaribu 07,00 km² (3,96%) 207 (29,57 jiwa/km²)
Desa Simare Nelson Hutapea 14,00 km² (7,92%) 508 (36,29 jiwa/km²)

Daftar Camat yang pernah menjabat di Kecamatan Borbor[sunting | sunting sumber]

Sosial Kemasyarakatan[sunting | sunting sumber]

Suku[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Borbor berasal dari suku Toba.

Agama[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Borbor memeluk agama Kristen. Kecamatan Borbor juga terdapat penduduk yang meyakini ajaran aliran kepercayaan seperti Parmalim.

Di Kecamatan Borbor terdapat 31 sarana ibadah yang terdiri dari 30 bangunan Gereja dan 1 Langgar.

Sarana ibadah menurut desa/kelurahan di Kecamatan Borbor[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2015, terdapat 15 bangunan sekolah di Kecamatan Borbor yang terdiri dari 12 sekolah SD, 2 sekolah SMP dan 1 sekolah SMA.[2]

Sarana pendidikan menurut desa/kelurahan di Kecamatan Borbor[sunting | sunting sumber]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Borbor memiliki 31 unit sarana kesehatan yang terdiri dari:

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Pertanian & Peternakan[sunting | sunting sumber]

Sumber penghasilan utama penduduk di Kecamatan Borbor adalah di sektor pertanian dan perkebunan rakyat. Produk unggulan pertanian dari Kecamatan Borbor adalah Padi Sawah dan Kopi. Kopi merupakan produk unggulan dari Desa Natumingka, Simare, Riganjang dan Janji Maria. Andaliman dan kemenyan merupakan produk unggulan dari Desa Aek Unsim, sedangkan padi sawah merupakan produk unggulan desa lainnya.

Dari jenis ternak besar yang diusahakan di Kecamatan Borbor pada umumnya adalah sapi dan kerbau. Sedangkan pada ternak kecil, yang paling dominan diusahakan adalah ternak babi. Untuk pemeliharaan pada ternak unggas, masyarakat di Kecamatan Borbor umumnya memelihara ternak ayam dan itik.

Perdagangan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Borbor memiliki 1 unit pasar yang terdiri dari:

  • 1 unit pasar dengan bangunan permanen, terletak di Desa Pasar Borbor yang beroperasi setiap hari sabtu

Industri[sunting | sunting sumber]

Perindustrian yang ada di Kecamatan Borbor pada umumnya adalah industri mikro. Secara umum, industri yang ada di kecamatan Borbor bergerak pada bidang penggilingan padi.

Sarana & Prasarana[sunting | sunting sumber]

Desa Janji Maria adalah satu-satunya desa di Kecamatan Borbor yang belum dialiri listrik PLN, desa tersebut masih memakai listrik yang bersumber dari tenaga surya dan tenaga hidro. Di desa lainnya, hampir seluruh perumahan yang ada di Kecamatan Borbor sudah dialiri listrik oleh PLN, kecuali beberapa dusun di sebagian desa yang masih belum bisa dijangkau listrik oleh PLN,

Komunikasi[sunting | sunting sumber]

Perkembangan di bidang komunikasi di Kecamatan Borbor mengalami perkembangan yang lamban, Kecamatan Borbor hanya memiliki 1 menara BTS yaitu di Desa Pasar Borbor. Tidak semua wilayah di Kecamatan Borbor dapat menangkap sinyal transmisi, salah satunya di desa Aek Unsim, warga yang mempunyai alat telekomunikasi harus memiliki alat penangkap sinyal berupa antena. Beberapa warung internet di Borbor yang ada di desa Pasar Borbor tidak berfungsi lagi, hal ini dikarenakan jaringan internet yang sangat lemah, sehingga sering mengalami gangguan.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Borbor hanya memiliki 1 objek wisata, yakni terletak di Desa Simare yang berupa situs peninggalan sejarah yaitu sumur peninggalan pahlawan nasional pada waktu masa penjajahan..

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]