Bintara Pembina Desa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Bintara Pembina Desa/Samudera/Angkasa atau Babinsa adalah unsur pelaksanaan Koramil, Pos TNI AL, dan Pos TNI AU yang bertugas melaksanakan Pembinaan Teritorial (Binter) di wilayah pedesaan/kelurahan. Babinsa dijabat oleh seorang Bintara/Tamtama TNI berpangkat Kopral Satu sampai dengan Sersan Mayor merupakan pelaksana Koramil/Pos TNI AL/Pos TNI AU, Babinsa dalam melaksanakan kewajibannya bertanggung jawab kepada Danramil/Danposal/Danposau.[1]

Babinsa TNI[sunting | sunting sumber]

Saat ini Peran teritorial TNI adalah tanggung jawab bersama baik TNI AD, TNI AL dan TNI AU. Sehingga tiap-tiap Kotama dibentuk Aster (Asisten Teritorial), diketahui bahwa dalam sejarah perjalanan TNI teritorial sudah melekat pada TNI AD, namun karena tuntutan situasi dan kondisi dilapangan, maka dibentuklah teritorial baik Laut maupun Udara dimanapun berada. Dengan adanya 3 Babinsa ini yaitu Babinsa TNI AD (Bintara Pembina Desa), Babinsa TNI AL (Bintara Pembina Samudera) dan Babinsa TNI AU (Bintara Pembina Angkasa), serta Bhabinkamtibmas POLRI (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), maka kombinasi setiap kesatuanpun lengkap, oleh karena itu ketiga Babinsa dan Bhabinkamtibmas tersebut agar dapat berkolaborasi bersama-sama menciptakan keamanan ditengah-tengah masyarakat, sehingga semua permasalahan di wilayahnya dapat diselesaikan dengan baik dan suasana dilapangan bisa jadi kondusif.[2]

Tugas Pokok[sunting | sunting sumber]

Babinsa adalah pelaksana Danramil, Danposal, dan Danposau dalam melaksanakan fungsi pembinaan yang bertugas pokok melatih rakyat memberikan penyuluhan di bidang Hankam dan Pengawasan fasilitas dan prasarana Hankam di Pedesaan. Babinsa adalah pelaksana Dan Ramil dalam pelaksanaan Binter yang berhubungan dengan perencanaan, penyusunan, pengembangan, pengerahan serta pengendalian potensi wilayah dengan segenap unsur geografi, demografi serta kondisi sosial untuk dijadikan sebagai ruang, alat dan kondisi juang guna kepentingan Hankam Negara.

Dalam pelaksanaan tugas Babinsa melaksanakan tugas sebagai berikut, Melatih satuan perlawanan rakyat, Memimpin perlawanan rakyat di pedesaan, Memberikan penyuluhan kesadaran bela negara, Memberikan penyuluhan pembangunan masyarakat desa di bidang Hankamneg, Melakukan pengawasan fasilitas/prasarana Hankam di pedesaan/kelurahan, Memberikan laporan tentang kondisi sosial di pedesaan secara berkala.

Di era reformasi sekarang ini, kemampuan Babinsa sangat menentukan keberhasilan Binter sehingga di dalam melaksanakan tugasnya Babinsa selalu berkoordinasi dengan aparat terkait di Desa/Kelurahan seperti tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda agar tidak terjadi kegagalan-kegagalan dalam melaksanakan tugasnya. Di dalam pelaksanaan tugas sehari-hari Babinsa sering disibukkan dengan berbagai macam masalah yang menyangkut sosial (kemasyarakatan). Di era reformasi sekarang ini disamping kemampuan yang dimiliki para Babinsa masih perlu diberikan tuntutan, pendidikan khusus bidang teritorial, maupun penataran-penataran dan lain sebagainya. Agar mereka dapat melaksanakan tugas kegiatan Binter di wilayah tanggung jawabnya dengan baik.

Kemampuan yang Harus di Miliki Babinsa yaitu Kemampuan Intelijen Teritorial, Kemampuan Pembinaan Wilayah, Kemampuan Pengawasan Wilayah, Kemampuan Pembinaan Rakyat Terlatih, Kemampuan sebagai Inovator Pembangunan.

Pembentukan Babinsa Angkasa[sunting | sunting sumber]

Pembentukan Bintara Pembina Desa Angkasa sesuai Peraturan Kasau Nomor 22 tahun 2019 tentang Pembentukan Bintara Pembina Angkasa (Babinsa) mulai tahun 2020 ini, Lanud di seluruh tanah air memiliki Bintara Pembina Angkasa (Babinsa) yang mempunyai tugas pokok membina potensi kedirgantaraan diwilayah tugasnya serta tugas-tugas yang berkaitan dengan tugas TNI AU.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]