Komando Operasi Khusus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Komando Operasi Khusus
Tentara Nasional Indonesia
Insignia of the Koopsus TNI.svg
Lambang Koopssus TNI
Aktif30 Juli 2019
Negara Indonesia
CabangInsignia of the Indonesian National Armed Forces.svg Tentara Nasional Indonesia
Tipe unitOperasi militer selain perang (OMSP), operasi pengintaian khusus, pertempuran jarak dekat, sabotase, kontra-intelijen, anti-pemberontakan, anti-teror global, SAR tempur.
Jumlah personelRahasia
Bagian dariTentara Nasional Indonesia
MarkasCilangkap, Jakarta Timur
Moto"Tri Cakti Adhikari" Terpilih, Cepat, Berhasil
Baret MERAH MARUN 
Situs webwww.koopssus-tni.mil.id
Tokoh
KomandanMayor Jenderal TNI Joko Purwo Putranto, M.Sc.
Wakil KomandanBrigadir Jenderal TNI (Mar.) Supriyono, S.E., M.M.

Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia disebut (Koopssus TNI) merupakan salah satu unit komando pasukan elit TNI yang merupakan bagian dari Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) yang secara struktural komando langsung di bawah Panglima TNI, sehingga Pasukan khusus dari tiga matra yaitu matra darat, matra laut dan matra udara stand by di Mabes TNI dan sewaktu-waktu bisa digunakan oleh Panglima TNI atas perintah PRESIDEN RI. Sedangkan tugas dari Koopssus TNI adalah mengatasi aksi terorisme, baik dalam maupun luar negeri yang mengancam kedaulatan, keutuhan dan keselamatan segenap bangsa Indonesia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Koopssus TNI diresmikan pada tanggal 30 Juli 2019 bertempat di lapangan Satpamwal Denma Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, oleh Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.Ip., dan Bertindak sebagai Komandan Upacara yaitu Kolonel Mar Nanang Saefulloh, S.E., yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Denjaka. Komandan pertama Koopssus TNI adalah Brigadir Jenderal TNI Rochadi yang sebelumnya menjabat Dir A BAIS TNI (Badan Intelijen Strategis). Peresmian Koopssus TNI dimeriahkan Demontrasi Free Fall dengan membawa Bendera Lambang-Lambang Angkatan yaitu Bendera TNI AD (Kartika Eka Paksi), Bendera TNI AL (Jalesveva Jayamahe), Bendera TNI AU (Swa Bhuwana Paksa), Bendera Koopssus TNI (Tricakti Adhikari), Bendera TNI (Tri Dharma Eka Karma) dan Bendera Merah Putih.

Pembentukan Koopssus TNI didasari pada beberapa aturan hukum terkait tugas pokok TNI, termasuk diantaranya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 yang juga mengatur pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme. "Secara tegas Undang-Undang tersebut mengatur bahwa tugas TNI dalam mengatasi aksi terorisme merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi TNI yaitu penangkal, penindak dan sebagai pemulih".[1]

Satuan[sunting | sunting sumber]

  • Satuan Intelijen
  • Satuan Khusus
  • Satuan Perkuatan
  • Satuan Udara Khusus
  • Satuan Laut Khusus
  • Detasemen Dukungan

Komandan[sunting | sunting sumber]

Daftar Komandan Koopssus TNI sejak awal pembentukannya
No Pangkat Nama Dari Sampai Alumni Korps Keterangan
1. Mayor Jenderal TNI Rochadi 30 Juli 2019 18 Juni 2020 Akmil 1986 Infanteri (Kopassus) Mayor Jenderal TNI
2. Mayor Jenderal TNI Richard TH Tampubolon, S.H., M.M. 27 Juli 2020 6 Desember 2021 Akmil 1992 Infanteri (Kopassus) Irjenad
3. Mayor Jenderal TNI Joko Purwo Putranto, M.Sc. 6 Desember 2021 Sekarang Akmil 1990 Infanteri (Kopassus) Dankoopsus TNI

Wakil Komandan[sunting | sunting sumber]

Daftar Wakil Komandan Koopssus TNI sejak awal pembentukannya
No Pangkat Nama Dari Sampai Alumni Korps Keterangan
1. Brigadir Jenderal TNI (Mar) Widodo 30 Juli 2019 13 September 2021 AAL 1992 Korps Marinir (Denjaka) Dirlat Kodiklatal
2. Brigadir Jenderal TNI (Mar) Supriyono, S.E., M.M. 13 September 2021 Sekarang AAL 1992 Korps Marinir (Denjaka) Wadankoopsus TNI

Referensi[sunting | sunting sumber]