Ayub 21

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
pasal 20       Ayub 21       pasal 22
Leningrad Codex Job

Kitab Ayub lengkap pada Kodeks Leningrad, dibuat tahun 1008.
Kitab: Kitab Ayub
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 18
Kategori: Ketuvim

Ayub 21 (disingkat Ayb 21) adalah bagian dari Kitab Ayub di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama dalam Alkitab Kristen. Kitab ini menceritakan riwayat Ayub, seorang yang saleh, dan pencobaan yang dialaminya.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

  • Naskah sumber utama: Masoretik, Septuaginta dan Naskah Laut Mati.
  • Pasal ini terdiri dari 34 ayat.
  • Merupakan babak kedua percakapan antara Ayub dengan ketiga sahabatnya, yang dicatat dalam pasal 15 sampai 21. Mereka mengembangkan apa yang telah mereka katakan sebelumnya, hanya dengan lebih gigih lagi. Ayub dengan tabah berpaut kepada Allah, sedangkan pada saat bersamaan mempertahankan ketidaksalahannya serta tetap menegaskan bahwa penderitaannya itu tidak adil (misalnya Ayub 16:19-21).[3]
  • Berisi jawaban Ayub atas perkataan kedua Zofar, orang Naama, mengenai pencobaan yang dialami Ayub.

Struktur[sunting | sunting sumber]

Ayat 7[sunting | sunting sumber]

"Mengapa orang fasik tetap hidup, menjadi tua, bahkan menjadi bertambah-tambah kuat?"[4]

Ayub mempersoalkan ketidakadilan hidup ini, khususnya kemakmuran, keberhasilan, dan kebahagiaan banyak orang fasik. Mazmur 73:1-28 membahas masalah teologi ini. Kadang-kadang yang "murni hatinya" justru "kena tulah" (Mazmur 73:1,14), sedangkan yang fasik makmur dan "kesakitan tidak ada pada mereka" (Mazmur 73:3-5). Allah menanggapinya dengan menyatakan kesudahan hidup orang benar dan orang jahat (Mazmur 73:16-28). Pada akhirnya, Allah akan dengan adil memperbaiki segala hal dan memberikan kepada setiap orang sesuai dengan perbuatannya dan kasihnya akan kebenaran (Roma 2:5-11). Yang fasik tidak akan luput dari hukuman, dan yang benar pasti akan dibenarkan dan diberi pahala (Roma 2:5-11; Wahyu 2:10).[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  2. ^ (Indonesia) WS Lasor, Pengantar Perjanjian Lama 2, sastra dan nubuatan. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994.
  3. ^ a b The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  4. ^ Ayub 21:7

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]