Ayub 3

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
pasal 2       Ayub 3       pasal 4
Leningrad Codex Job

Kitab Ayub lengkap pada Kodeks Leningrad, dibuat tahun 1008.
Kitab: Kitab Ayub
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 18
Kategori: Ketuvim

Ayub 3 (disingkat Ayb 3) adalah bagian dari Kitab Ayub di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama dalam Alkitab Kristen. Kitab ini menceritakan riwayat Ayub, seorang yang saleh, dan pencobaan yang dialaminya.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

  • Naskah sumber utama: Masoretik, Septuaginta dan Naskah Laut Mati.
  • Pasal ini terdiri dari 26 ayat.
  • Berisi perkataan keluh kesah Ayub mengenai pencobaan yang dialaminya dalam percakapan dengan ketiga sahabat yang mengunjunginya.

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Ayat 8[sunting | sunting sumber]

Biarlah ia disumpahi oleh para pengutuk hari, oleh mereka yang pandai membangkitkan marah Lewiatan.[3]
bahasa Ibrani: יקבהו אררי־יום העתידים ערר לויתן׃
Transliterasi Ibrani: yi·qə·ḇu·hū ’ō·rə·rê-yōm hā·‘ă·thî·ḏîm ‘ō·rêr liw·yā·thān.

"Mereka yang pandai membangkitkan marah Lewiatan" merujuk kepada ahli-ahli sihir, yang mampu menyampaikan kutukan yang benar-benar terjadi. "Lewiatan", baik di Alkitab (lihat Ayub 41, Mazmur 74:14; Mazmur 104:26; Yesaya 27:1; juga Ayub7:12; Yesaya 51:9; Habakuk 3:8) maupun sastra Timur Dekat kuno lainnya, adalah monster laut yang melambangkan kekacauan alam semesta. Ancaman terhadap alam semesta juga dinyatakan dalam bentuk datangnya kegelapan yang meliputi langit (ayat 4-6, 9).[4]

Ayat 25[sunting | sunting sumber]

Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.[5]
bahasa Ibrani: כי פחד פחדתי ויאתיני ואשר יגרתי יבא לי׃
Transliterasi Ibrani: kî p̄a·khaḏ pā·khaḏ·tî wa·ye·’ĕ·ṯā·yê·nî; wa·’ă·sher yā·ḡō·rə·tî, yā·ḇō lî.

Kerinduan terbesar Ayub ialah mengalami kehadiran dan perkenan Allah; kini hal yang paling ditakutinya terjadi. Allah tampaknya telah meninggalkan dia dan ia sama sekali tidak mengetahui alasannya. Namun, Ayub tidak mengutuki Allah; ia masih berdoa kepada-Nya memohon kemurahan dan pembebasan (Ayub 6:8-9).[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  2. ^ (Indonesia) WS Lasor, Pengantar Perjanjian Lama 2, sastra dan nubuatan. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994.
  3. ^ Ayub 3:8
  4. ^ The New Oxford Annotated Bible with the Apocrypha, Augmented Third Edition, New Revised Standard Version, Indexed. Michael D. Coogan, Marc Brettler, Carol A. Newsom, Editors. Publisher: Oxford University Press, USA; 2007. ISBN 0-19-528881-5, 978-0195288810
  5. ^ Ayub 3:25
  6. ^ The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]