Ayub 8

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
pasal 7       Ayub 8       pasal 9
Leningrad Codex Job

Kitab Ayub lengkap pada Kodeks Leningrad, dibuat tahun 1008.
Kitab: Kitab Ayub
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 18
Kategori: Ketuvim

Ayub 8 (disingkat Ayb 8) adalah bagian dari Kitab Ayub di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama dalam Alkitab Kristen. Kitab ini menceritakan riwayat Ayub, seorang yang saleh, dan pencobaan yang dialaminya.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

  • Naskah sumber utama: Masoretik, Septuaginta dan Naskah Laut Mati.
  • Pasal ini terdiri dari 22 ayat.
  • Berisi perkataan pertama Bildad, orang Suah, mengenai pencobaan yang dialami Ayub dalam pembicaraan antara Ayub dengan ketiga sahabatnya.

Struktur[sunting | sunting sumber]

  • Ayub 8:1 = Judul
  • Ayub 8:2-10 = Bildad menyuruh Ayub mengandalkan hikmat generasi terdahulu daripada pengalaman pribadi
  • Ayub 8:11-22 = Bildad menggunakan perumpamaan umum mengenai tumbuhan untuk membandingkan orang benar dan fasik

Ayat 4[sunting | sunting sumber]

Jika anak-anakmu telah berbuat dosa terhadap Dia, maka Ia telah membiarkan mereka dikuasai oleh pelanggaran mereka.[3]

Bildad memegang aksioma ortodoks bahwa Allah tidak mengubah keadilan (misalnya Mazmur 33:5; Mazmur 97:2 dan menyebutkan kemungkinan, yang sudah dipertimbangkan oleh Ayub sebelumnya (Ayub 1:5), bahwa anak-anaknya yang berdosa terhadap Allah.[4]

Ayat 6[sunting | sunting sumber]

Kalau engkau bersih dan jujur, maka tentu Ia akan bangkit demi engkau dan Ia akan memulihkan rumah yang adalah hakmu.[5]

Argumentasi Bildad pada hakikatnya sama dengan yang dikemukakan Elifas. Jikalau Ayub sungguh-sungguh jujur, Allah akan membenarkannya. Karena Ayub tidak dibenarkan oleh Allah maka pasti dia jahat. Bildad melandaskan argumentasinya ini pada kepercayaannya bahwa karena Allah itu adil, Ia tidak akan mendatangkan kesulitan pada orang benar (ayat Ayub 8:3-4,20). Kekeliruan Bildad kemudian dibeberkan Allah sendiri (Ayub 42:7-8) -- dan akhirnya pada penyaliban Kristus, ketika Allah menyerahkan Anak-Nya kepada penderitaan dan kematian (Mat 27:31-50).[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  2. ^ (Indonesia) WS Lasor, Pengantar Perjanjian Lama 2, sastra dan nubuatan. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994.
  3. ^ Ayub 8:4
  4. ^ The New Oxford Annotated Bible with the Apocrypha, Augmented Third Edition, New Revised Standard Version, Indexed. Michael D. Coogan, Marc Brettler, Carol A. Newsom, Editors. Publisher: Oxford University Press, USA; 2007. ISBN 0-19-528881-5, 978-0195288810
  5. ^ Ayub 8:6
  6. ^ The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]