ADA Band

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ada Band
Nama lainB to 90's (1991-1996)
AsalBendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Genre
Tahun aktif1996–sekarang
Label
Artis terkait
Situs web
AnggotaIndra Perdana Sinaga
Marshal Surya Rachman
Dika Satjadibrata
Aditya Pratama
Mantan anggotaIso Eddy Himawarso
Eel Ritonga
Ibrahim Imran
Rama Yaya Moektio
Krishna Balagita
Donnie Sibarani

Ada Band adalah sebuah grup musik asal Jakarta, Indonesia yang di bentuk tanggal 18 November 1996. Grup ini awalnya didirikan oleh Dika Satjadibrata (Bass), Ibrahim Imran (Lead Vocal & Guitar), Krishna Balagita (Keyboard & Piano), Iso Eddy Himawarso (Keyboard & Synthesizer) & Eel Ritonga (Drum). Namun di tengah perjalanan kariernya grup ini mengalami banyak pergantian personel,[1][2] grup musik yang melejit melalui tembang-tembangnya seperti "Masih (Sahabatku, Kekasihku)", "Manusia Bodoh" & "Karena Wanita (Ingin Dimengerti)" ini personelnya adalah Indra Perdana Sinaga (Lead Vocal), Dika Satjadibrata (Bass), Marshal Surya Rachman (Guitar) & Aditya Pratama (Drum). Sejak tahun 2017, Donnie Sibarani (bergabung pada tahun 2002 sebagai vokalis) keluar dari Ada Band dengan alasan ingin bersolo karier pelayanan di Gereja, yang kemudian pada tahun 2020 Ada Band resmi mengumumkan bahwa Indra Perdana Sinaga, menggantikan posisi Donnie.[3] Namun demikian, Donnie mengizinkan lagu-lagu ciptaannya dibawakan oleh Ada Band.[4]

Perjalanan Karier[sunting | sunting sumber]

Seharusnya (Awal terbentuk) (1996–1997)[sunting | sunting sumber]

Ada Band terbentuk pada tahun 1996, dengan anggota Ibrahim Imran (Baim) sebagai vokalis & gitaris, Iso Eddy Himawarso (Iso) sebagai keyboardist & synthesizer, Krishna Balagita sebagai keyboardist & piano, Suriandika Satjadibrata sebagai bassis & Muhammad Abdu Elif Ritonga sebagai drummer.

Awalnya pada tahun 1991, sebelum mereka membentuk Ada Band, Baim, Dika, Iso, Eel & Herry telah tergabung dalam sebuah grup musik pengiring yang bermain di kafe atau hotel secara rutin dengan nama B to 90's.[1] Nama B to 90's itu sendiri adalah sebuah nama pemberian saat mereka sedang mengisi suatu acara di radio Prambors Jakarta.[5]

Pada tahun 1997, Ada Band merilis album pertama dengan judul Seharusnya.[6] Lagu "Seharusnya" menjadi andalan dalam album perdana mereka. Sayangnya, meski pun nama mereka sudah cukup dikenal karena album ini, eksistensi mereka sempat terhenti lumayan lama, bahkan banyak yang mengira kalau mereka sudah bubar, sehingga nama mereka pun pelan-pelan mulai dilupakan.

Peradaban 2000 (Awal mula keretakan) (1998–1999)[sunting | sunting sumber]

Mereka merilis album ke 2, setelah vakum selama 3 tahun, berjudul Peradaban 2000 pada bulan Juli 1999. Formasi mereka masih utuh yaitu, Baim (Lead Vocal & Guitar), Dika Satjadibrata (Bass), Iso Eddy Himawarso (Keyboard & Synthesizer), Krishna Balagita (Keyboard & Piano) & Eel Ritonga (Drum).

Lagu hits di album ini antara lain lagu “Oughh. !”, “Bilakah ?”, “Bawalah Anganku”, “Putih” & “Tinggalkanlah Cinta”. Tak disangka lagu "Ough" sukses di pasaran hingga terjual 200 ribu copy lebih & setelah itu BMG Music Malaysia menawarkan Ada Band untuk mempromosikan albumnya di Malaysia.Namun setelah album ke 2 dirilis, Iso & Eel memilih hengkang dari Ada Band.

Tiara (Rama masuk & Baim keluar) (2000–2001)[sunting | sunting sumber]

Rama Yaya Moektio kemudian bergabung sebagai drummer baru menggantikan Eel. Saat penggarapan album ke 3, Ada Band hanya memiliki 4 personel yaitu, Baim (Gitar & Vokal), Krishna Balagita (Keyboard & Piano), Dika Satjadibrata (Bass) & Rama Yaya Moektio (Drum). Album ini melibatkan beberapa efek gitar & keyboard tingkat lanjut yang selama beberapa waktu mereka pelajari khusus dalam penggarapan album ini. Menjelang penggarapan materi album Tiara ini, Ada Band kehilangan 2 personelnya, yaitu Iso Eddy Himawarso (Keyboard & Synthesizer) & Eel Ritonga (Drum) yang saat itu sudah digantikan Rama, sementara posisi Keyboardist yang sebelumnya melibatkan 2 personel kini hanya ditangani oleh Krishna saja.

Ada Band merilis album ke 3 pada bulan Maret 2001[7] berjudul Tiara.[8] Lagu hits yang terdapat dalam album ini antara lain “Tiara”, “1000 Bayang”, “Salahkah ?” & “Belenggu & Cinta”. Dalam album ini, Ada Band banyak melakukan promo turnya ke daerah-daerah di Indonesia seperti Sumatra, Jawa & Kalimantan.[9] Bulan Desember 2001, Baim[10] menyusul Iso & Eel hengkang dari Ada Band. Sepeninggal Baim, Ada Band sempat diisukan telah terpecah menjadi 2 kubur & dikabarkan bubar.[10]

The Best of Ada Band (2001-2002)[sunting | sunting sumber]

Beberapa lama setelah rilis album ke 3 Tiara (2001), Baim mengundurkan diri dari Ada Band & merilis album solonya bertajuk Fresh ! (2002) yang mana hampir semua instrumen dimainkannya sendiri & dibantu Rama Yaya Moektio (Drum).

Setelah beberapa kali mengalami pergantian personel, Ada Band sempat vakum kurang lebih 2 tahun. Pergantian terbesar tentu saja karena keluarnya Baim (Vokal & Gitar) pada tahun 2001.

Pada tahun 2001, Ada Band mengeluarkan album The Best of Ada Band. Album ini berisikan lagu-lagu terbaik Ada Band dari 3 album ketika Baim masih menjadi vokalis Ada Band yaitu album pertama Seharusnya (1997), Peradaban 2000 (1999) & Tiara (2001). Di album "the best" ini, Ada Band merilis ulang lagu "Seharusnya" dengan versi aransemen baru. Shanty menjadi model video klip "Seharusnya" & video klipnya disutradarai oleh Oleg Sanchabakhtiar.

Metamorphosis (Bangkitnya Ada Band – masuknya Donnie & Marshal) (2002–2003)[sunting | sunting sumber]

Setelah hampir 2 tahun vakum, di akhir tahun 2002, Ada Band kembali menggebrak dengan formasi terbaru yaitu Krishna Balagita pada keyboard & piano, Dika pada bass & backing vocal, Rama Yaya Moektio pada drum, Marshal Surya Rachman pada gitar dikenal sebagai gitaris Dr.PM & Donnie Sibarani pada vokal. Dengan formasi ini, Ada Band merilis album "Metamorphosis" di tahun 2003,[11] dengan lagu unggulan antara lain “Masih (Sahabatku Kekasihku)”, “Seberkas Kisah Lalu”, & “Manja”. Ada Band juga mendapat pengakuan atas kebangkitan mereka dengan muncul di berbagai ajang penghargaan musik, di antaranya dinominasikan dalam AMI Awards 2003 (dalam 4 kategori) sampai dengan Clear Top 10 Awards 2003[12] (dalam 3 kategori). Selain formasi baru, album ini juga berada di bawah label baru yaitu EMI Music Indonesia.

The Best Of Ada Band : Discography (2003-2004)[sunting | sunting sumber]

Untuk penutup tahun 2003, Ada Band mengumpulkan semua lagu dari album Ada Band yang lama dalam sebuah album bertajuk "The Best Of ADA Band : Discography".[13] Album ini berisikan lagu-lagu yang membawa Ada Band menjadi terkenal seperti saat ini. 12 lagu menghiasi album ini, termasuk 2 lagu baru & romantis khas Ada Band.

Awal tahun 2004, Rama terkena musibah,[14][15] mobilnya menabrak & dirinya luka parah.Rama Ada Band kecelakaan, KapanLagi.com, diakses 8 Maret 2011 Kondisi tubuhnya yang tidak memungkinkan, akhirnya membuat Rama juga harus hengkang dari Ada Band. Sepeninggal Rama, Ada Band terpaksa berjalan walau hanya dengan 4 personel. Posisi Drummer dibantu Rere (mantan drummer Grass Rock & Yovie & Nuno) & beberapa Additional Drummer. Pada tahun ini pula, Ada Band mengalami sedikit masalah karena salah 1 lagunya yang dibajak digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sebagai soundtrack VCD porno.

Heaven of Love (2004-2005)[sunting | sunting sumber]

Erwin Gutawa berkontribusi dalam album "Heaven of Love[16]" dengan 12 lagu baru. Donnie berduet dengan[17]Gita Gutawa, putri musisi Erwin Gutawa dalam lagu "Yang Terbaik Bagimu". Sedangkan lagu "Manusia Bodoh" terpilih menjadi single pertama album ini. Video klip "Manusia Bodoh" telah digarap dengan apik oleh Eugene Panji di bawah bendera Human Plus Production. "Heaven of Love"[16] berhasil mencatat angka penjualan lebih dari 300[18] ribu kopi dalam waktu 5 bulan. & mereka berhasil mendapat penghargaan double platinum. 6 bulan kemudian, mereka mendapat penghargaan Quadruple Award atau penghargaan karena mendapat 4x Platinum (di Indonesia, setiap 150 ribu kaset yang terjual akan mendapat platinum). Ada Band mendapat penghargaan tersebut karena berhasil meraih penjualan 600[19] ribu kopi.[20]

Romantic Rhapsody (2006)[sunting | sunting sumber]

Pada tahun ini pula Ada Band menjalankan turnya bersama Ari Lasso ke 33 daerah di Indonesia.[21] Album "Romantic Rhapsody"[22][23] 12 lagu yang masih bertemakan cinta. Album ini didukung penuh oleh PT. Softex Indonesia[24] bekerja sama promosi dengan EMI Music Indonesia. Single “Karena Wanita (Ingin Dimengerti)” menampilkan 3 aktris muda belia seperti Disa Oriana, Sabrina Salsabilah & Kartika Indah Pelapory, para bintang muda film D'Girlz Begins garapan Tengku Firmansyah. Single “Jalan Cahaya” featuring Ubiet bernuansa religius namun tetap menampilkan beat cantik ala Ada Band. Di awal tahun 2006, Ada Band mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam perayaan ulang tahun Indosiar yang ke sebelas yang dimeriahkan oleh artis-artis Indonesia seperti Iwan Fals, Radja & Sheila on 7. Ada Band hadir dalam acara 1 Jam Bersamanya.[25] Pada bulan Juni tahun 2006, Ada Band menggelar konser yang pertama kalinya di Brunei Darussalam bersama Padi.[26] Di penghujung tahun 2006 atas kerja sama dengan Softex Heritage Music yang menjadi sponsor promosi album "Romantic Rhapsody" sejak awal tahun 2006, Ada Band menggandeng fans beratnya untuk nonton bareng Robbie Williams ke Telstra Dome, Melbourne, Australia.[27] Sebelumnya, di pertengahan tahun Ada Band bersama Dewa 19, Gigi, Padi, Ungu & Ari Lasso sempat bermain bersama dalam acara Pesta Malam Nominasi di stadiun Merdeka,[28] Kuala Lumpur. Pada tahun 2006 lagu "Haruskah Ku Mati" sempat bertahan di chart #1 versi MTV Ampuh selama 7 minggu, juga pada tahun yang sama Ada Band mengisi acara pada Miss Indonesia 2006.

Cinema Story – Soundtrack Film ''Selamanya'' (2007)[sunting | sunting sumber]

Di album "Cinema Story",[29] Ada Band menyuguhkan 12 lagu, 6 di antaranya merupakan lagu terbaru mereka yang dibuat berdasarkan skrip skenario dari film terbaru Multivision Plus yang berjudul “Selamanya”, film tersebut antara lain dibintangi oleh Dimas Seto, Julie Estelle & Masayu Anastasia.[30] Lagu "Nyawa Hidupku" & "Akal Sehat" dijadikan singel andalan mereka di album ini. Pada bulan Maret tahun 2007, Ada Band sempat merilis ulang singel "Manusia Bodoh" dengan menghadirkan Dave Koz sebagai bintang tamu.[31] Pada pertengahan tahun 2007, Ada Band juga turut memeriahkan ulang tahun SCTV yang ke 17 yang diadakan di 8 kota di Indonesia.[32]

Harmonious (2008)[sunting | sunting sumber]

Album yang dirilis pada tahun 2008 berjudul "Harmonious".[33] Berisi 11 lagu baru dengan hits single "Baiknya". Walau pun pernah gonta ganti personel di bandnya ini tetapi Ada Band tetap eksis di industri musik, itu mereka buktikan dengan melahirkan album barunya ini. Band yang berasal dari Jakarta ini pernah membuat lagu di album sebelumnya yang didedikasikan untuk para Ayah, kini Ada Band kembali menciptakan lagu lagi, tetapi kali ini didedikasikan untuk para Ibu yang diberi judul Pesona Potretmu. Tapi pada album terbaru ini, lagi-lagi Ada Band harus kehilangan 1 personel lagi yaitu Krishna Balagita.[34] Walau pun Ada Band tetap menyajikan lagu-lagu romantis, rasanya masih ada yang kurang sepeninggal[35] Krishna[1] dari Ada Band. Pada tahun 2008, Ada Band juga berpartisipasi pada ajang Pemilihan Puteri yaitu mengisi acara puncak pada Puteri Indonesia 2008.

Mystery of Musical (2009)[sunting | sunting sumber]

Album terbaru Ada Band pada tahun 2009 ini berjudul "Mystery of Musical".[36] Berisi 7 lagu baru & 5 lagu yang diambil dari album "Cinema Story"[37] & "Harmonious".[33] Dengan single "Pemujamu". Meski pun cuma ber3, band ini masih mampu menghadirkan musik yang bertema cinta dengan warna yang berbeda dari album-album sebelumnya. Pada tahun 2009, Ada Band berkesempatan duet bersama Sandra Dewi dengan berkolaborasi menyanyikan lagu "Indonesia Pusaka" dalam rangka program kepedulian terhadap masyarakat yang bertujuan menyehatkan & mencerdaskan bangsa.[38] Pada pertengahan Maret tahun 2009, Ada Band menyempatkan diri menggelar konser yang ke 2 kalinya di Brunei Darussalam dalam rangka menghibur para penggemarnya di sana.[39] Pada tahun 2010, Ada Band juga turut tampil memeriahkan Dahsyatnya 21 Tahun RCTI dengan tema "Semua Jadi 1", acara yang dikemas selama 2 hari penayangan dengan menampilkan artis-artis Indonesia dari yang lama & yang baru untuk bermain & berkolaborasi.[40]

Empati (2011)[sunting | sunting sumber]

Album ke 11 mereka, Empati dirilis & masuknya drummer baru mereka, yaitu Aditya Pratama alias Adi. Kini, Ada Band bernaung di bawah label music yang baru yaitu Universal Music Indonesia. Sebuah perubahan dilakukan oleh Ada Band di album terbarunya yang berjudul Empati. Sebuah perubahan positif yang sekaligus menandakan episode baru bagi Ada Band dengan hadirnya personel baru & bertambahnya porsi gitar dalam musik mereka. "Empati adalah album yang spesial buat Ada Band. Di album ini kami menyajikan musik yang lebih ngerock. Karakter vokal Donnie pun terdengar lebih matang saat membawakan lagu-lagu di album ini," seru Dika, pemain bass Ada Band saat melakukan press conference pada hari Selasa di Planet Hollywood. Elemen piano yang sebelumnya cukup mendominasi lagu-lagu Ada Band semakin berkurang dengan bertambah padatnya porsi gitar dari Marshal & membuat lagu-lagu di album Empati lebih cowok dibanding album sebelumnya. Perubahan juga datang dari Adi, drummer baru Ada Band yang sebelumnya bermain drum untuk Tipe X. Selain memberi warna baru bagi musik Ada Band, Adi juga menyumbangkan 4 lagu dari total 12 lagu yang ada di album Empati.

Masa Demi Masa (2013)[sunting | sunting sumber]

Cukup lama vakum dari industri musik Indonesia, Ada Band kembali menggebrak dengan mengeluarkan album 12 & terbaru yang berjudul Masa Demi Masa & dirilis disebuah restaurant ayam cepat saji yaitu Texas Chicken. Dalam album terbarunya, Ada Band keluar dari karakter band romantis. Kalau biasanya band beranggotakan Donnie (vokal), Dika (bass), Marshall (gitar) & Adi (drum) ini membawakan lagu-lagu cinta yang mellow, kali ini mereka memberikan sentuhan dance pada lagu baru mereka. Dan mereka juga mengganti logo band mereka. Tak butuh waktu lama bagi Ada Band untuk mencapai nilai penjualan maksimal untuk album terbarunya Masa Demi Masa. Tercatat dirilis pada April 2013 sampai bulan Juli kemarin, Ada Band berhasil mencapai penghargaan 10x Platinum Award. Bekerjasama dengan Texas Chicken, Ada Band berhasil meraih 'multi platinum' setelah menjual 150,000 keping CD album terbarunya. "Awalnya nggak nyangka, karena kami juga pertama kalinya melakukan pendistribusian album lewat gerai makanan. & ternyata total penjualannya lebih dari yang kita kira," ungkap vokalis Donnie saat jumpa pers di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2013). Tentu tak semudah yang dibayangkan, Ada Band harus melakoni sejumlah aktivitas untuk mempromosikan album yang berisi hits lawas dan 3 lagu baru itu. "Kita lakukan 18 kali roadshow di 6 kota, Jakarta, Balikpapan, Palembang, Yogyakarta, Manado dan Medan," jelas Head of Promotion & Marketing Universal Music Indonesia Perry Parikesit. Prestasi ini tentu menjadi angin segar sendiri bagi pelantun Intim Ber2 itu. Lebih dari itu, Ada Band pun sekaligus menobatkan diri menjadi band pertama yang meraih penghargaan. "Ada Band sangat bangga bisa jadi artis pertama di Texas Chicken yang bisa mencapai ini," jelas bassist Suriandika Satjadibrata atau biasa yang dikenal dengan Dika. Bagi Donnie cs dengan diraihnya penghargaan ini, bisa menjadi contoh alternatif bagi musisi-musisi lain di tengah kehancuran industri musik saat ini. "Kita bagai mana pun harus mencaari akal agar musik Indonesia tetap hidup, kita harus cari alternatif & semoga kami bisa menjadi contoh," tambah Dika lagi.

Chemistry (2016-2017)[sunting | sunting sumber]

Album terbaru Ada Band berjudul Chemistry akhirnya rilis 23 Maret 2016. Setelah 3 tahun tanpa album, Suriandika Satjadibrata, Marshal Surya Rachman, Donnie Sibarani, & Aditya Pratama akhirnya memutuskan untuk kembali eksis di industri musik Indonesia dengan album terbaru mereka. Dalam album Chemistry, Ada Band menampilkan 10 lagu baru dengan nuansa musik yang berbeda, mulai dari rock, folk, reggae hingga electronic dance music (EDM) yang digarap untuk memenuhi keragaman lagu di album terbaru mereka. Pada ke 20 tahun Ada Band berkarier, Chemistry menjadi tonggak kebangkitan kembali band asal Jakarta ini. Penggarapan album yang terbilang cepat menandakan Ada Band sudah tidak sabar untuk kembali bersaing dalam industri musik Tanah Air.[41] "Kami mencoba mengobati kerinduan pencinta musik dengan cita rasa Ada Band yang lama kita kembalikan, tetapi dikemas dengan modern," ungkap Donnie membuka obrolan. Kata Donnie, Chemistry merupakan kata yang tepat untuk menggambarkan hubungan antar personel selama band ini berdiri. Asal tahu saja happy people, Ada Band sudah berusia 20 tahun. "Disini maksudnya kita berempat punya karakter & kesukaan yang beda-beda, ya karena Chemistry itu jadi sesuatu yang indah & menarik," imbuh Donnie. Tak tanggung-tanggung, Chemistry merupakan album gemuk berisi 10 nomor yaitu; Kaulah Kesukaanku, Kucuri Lagi Hatimu, Siap Melepasmu, Imajinasi, Percuma Bilang Cinta, Buah Hatiku, Ku Selalu Untukmu, I'm Crazy About You, Serasa Beda, & Berbeda Soal Biasa. Bulan November 2016, Ada Band mulai merilis single ke 2 berjudul Siap Melepasmu.[42]

Keluarnya Donnie Sibarani & masuknya Naga (2017-sekarang)[sunting | sunting sumber]

Per tanggal 24 November 2017, Donnie selaku vokalis menyatakan mengundurkan diri dari Ada Band. Hal tersebut sebenarnya sudah mulai tersiar sejak 2016 lalu, ketika Donnie pada saat itu melakukan pertemuan & membahas hal ini kepada personel lainnya. Pengunduran diri Donnie semata-mata bukan karena adanya konflik antar personel, melainkan keinginan Donnie untuk bereksplorasi lebih jauh lewat solo karier & pelayanan di gereja.[43] Pada tahun 2020, Ada Band resmi mengumumkan vokalis baru yang bernama Naga, yang sebelumnya dikenal sebagai vokalis Lyla, untuk meneruskan Donnie yang hengkang dari grup musik tersebut.[44]

Anggota[sunting | sunting sumber]

Personel[sunting | sunting sumber]

Mantan Personel[sunting | sunting sumber]

Additional Player[sunting | sunting sumber]

Formasi[sunting | sunting sumber]

Ada Band (1996 - 2000)[sunting | sunting sumber]

Ada Band (2000 - 2001)[sunting | sunting sumber]

Ada Band (2002 - 2004)[sunting | sunting sumber]

Ada Band (2004 - 2008)[sunting | sunting sumber]

Ada Band (2008 - 2011)[sunting | sunting sumber]

Ada Band (2011 - 2017)[sunting | sunting sumber]

Ada Band (2017 - 2020)[sunting | sunting sumber]

Ada Band (2020 - sekarang)[sunting | sunting sumber]

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Produksi Keterangan
2018 Udah Putusin Aja! ADA Band Max Pictures Kameo

Diskografi[sunting | sunting sumber]

Album[sunting | sunting sumber]

Album Kompilasi[sunting | sunting sumber]

Singel[sunting | sunting sumber]

  • Tak Lagi Cinta (2020)[45]
  • Senandung Lagu Cinta (2021)
  • Berharap Cinta (2021)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "10 Band Retak dan Pecah Paling Fenomenal". Tabloid Bintang. 14 April 2010. Diakses tanggal 14 April 2010. 
  2. ^ "Band Indonesia gonta-ganti personel". Inioke.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-08-10. Diakses tanggal 10 Maret 2011. 
  3. ^ "Donnie Sibarani Ungkap Alasan Keluar dari Ada Band". Liputan 6. Diakses tanggal 14 Maret 2019. 
  4. ^ "Donnie Izinkan Ada Band Nyanyikan Lagu-lagu Ciptaannya". Entertainmemt Kompas. Sabtu, 25 November 2017 pukul 11:57 WIB. Diakses tanggal 14 Maret 2019. 
  5. ^ "Profil Ada Band". Disctarra.com. Diakses tanggal 8 Maret 2011. 
  6. ^ "Diskografi Ada Band". Ada Band. Diakses tanggal 20 September 2015. 
  7. ^ Ada Band sibuk berkutat di studio rekaman, Disctarra.com, diakses 10 Maret 2011
  8. ^ Ada Band jelang 2001 Dengan Rencana Besar, Disctara.com, diakses 7 Maret 2011
  9. ^ Ada Band promo tour keliling Jawa, Lampung dan Kalimantan, Disctarra.com, diakses 8 Maret 2011
  10. ^ a b Ada Band bubar? Baim maen sinetron Diarsipkan 2002-05-27 di Wayback Machine., Tembang.com, diakses 4 Maret 2011
  11. ^ Review Album Ada Band Metamorphosis, Djwirya.com, diakses 4 Maret 2011
  12. ^ Clear top 10 awards live on indosiar Diarsipkan 2011-08-31 di Wayback Machine., indosiar.com, diakses 3 Maret 2011
  13. ^ Review album Ada Band "Discography", Djwirya.com, diakses 4 Maret 2011
  14. ^ Akhirnya Ada Band Tanpa Rama, Tembang.com, diakses 3 Maret 2011
  15. ^ Rama keluar dari Ada Band karena tidak ada kecocokan Diarsipkan 2011-03-10 di Wayback Machine., Indosiar.com, diakses 7 Maret 2011
  16. ^ a b Review album "Heaven of Love Ada Band, Djwirya.com, diakses 4 Maret 2011
  17. ^ Heaven of Love album baru Ada Band, KapanLagi.com, diakses 3 Maret 2011
  18. ^ Ada Band raih double platinum lewat Heaven of Love, KapanLagi.com, diakses 3 Maret 2011
  19. ^ Ada Band raih quadruple award, KapanLagi.com, diakses 3 Maret 2011
  20. ^ Raih quadruple award Diarsipkan 2011-02-25 di Wayback Machine., KapanLagi.com, diakses 26 Mei 2005
  21. ^ LA lights gelar konser Ari Lasso, Ada Band dan Sheila on 7 Diarsipkan 2011-03-04 di Wayback Machine., Sheilaon7.blogsome.com, diakses 5 Maret 2011
  22. ^ Review Album "Romantic Rhapsody", Musikindo, diakses 4 Maret 2011
  23. ^ Album Ada Band "Romantic Rhapsody", Djwirya, diakses 3 Maret 2011
  24. ^ Softex Menggeliat, Aboutandri.blogspot.com, diakses 4 Maret 2011
  25. ^ Ulang tahun ke sebelas Indosiar Yahoogroups, diakses 7 Maret 2011
  26. ^ Ada Band bersama Padi konser di Brunei Darussalam Diarsipkan 2011-03-16 di Wayback Machine., Old.brudirect.com, diakses 13 Maret 2011
  27. ^ Nonton konser Robbie Williams bareng Ada Band, KapanLagi.com, diakses 4 Maret 2011
  28. ^ Pesta Malam Nominasi, Gatra.com, diakses 5 Maret 2011
  29. ^ Album terbaru Ada Band yang jadi soundtrack film Diarsipkan 2007-08-18 di Wayback Machine., Tembang.com, diakses 3 Maret 2011
  30. ^ Garap album soundtrack, Ada Band alami kesulitan Diarsipkan 2011-03-14 di Wayback Machine., Indonesiaselebriti.com, diakses 5 Maret 2011
  31. ^ Kolaborasi bersama Dave Koz, Djwirya.com, diakses 12 Maret 2011
  32. ^ Musisi papan atas siap warnai konser musik 17 SCTV, KapanLagi.com, diakses 10 Maret 2011
  33. ^ a b "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-09-19. Diakses tanggal 2011-08-02. 
  34. ^ Keluar dari Ada Band Krishna bentuk 69 band, Celebrity.okezone.com, diakses 4 Maret 2011
  35. ^ Ditinggal Krishna, Ada Band krisis, KapanLagi.com, diakses 4 Maret 2011
  36. ^ Ada Band alami misteri, Kompas entertainment diakses 4 Maret 2011
  37. ^ Review album Ada Band "Cinema Story", Djwirya.com, diakses 4 Maret 2011
  38. ^ Sandra Dewi featuring Ada Band Diarsipkan 2011-08-23 di Wayback Machine., Artisindo.info, diakses 13 Maret 2011
  39. ^ Ada Band konser di Brunei Darussalam Diarsipkan 2011-03-14 di Wayback Machine., Zonaselebriti.com, diakses 10 Maret 2011
  40. ^ Dahsyatnya 21 tahun RCTI Diarsipkan 2011-03-14 di Wayback Machine., diakses 10 Maret 2011
  41. ^ http://www.storibriti.com/video/cup-of-tea/chemistry-album-baru-ada-band-resmi-rilis-160324i.html
  42. ^ http://www.storibriti.com/musik-indonesia/ada-band-ungkap-hubungan-sesama-personel-di-album-chemistry-160324p.html
  43. ^ Keluar Dari Ada Band, Donnie Sibarani Ungkap Alasannya
  44. ^ https://m.kumparan.com/amp/kumparanhits/naga-eks-lyla-resmi-jadi-vokalis-ada-band-1shmUesEVJF?
  45. ^ Janati, Firda (26 Desember 2020). "Bersama Vokalis Baru, Ada Band Rilis Singel Tak Lagi Cinta". Kompas. Diakses tanggal 27 Desember 2020.