Telur (makanan)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Telur goreng (mata sapi).

Telur adalah salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain daging, ikan dan susu. Umumnya telur yang dikonsumsi berasal dari jenis-jenis burung, seperti ayam, bebek, dan angsa, akan tetapi telur-telur yang lebih kecil seperti telur ikan kadang juga digunakan sebagai campuran dalam hidangan (kaviar). Selain itu dikonsumsi pula juga telur yang berukuran besar seperti telur burung unta (Kasuari) ataupun sedang, misalnya telur penyu. Sebagian besar produk telur ayam ditujukan untuk dikonsumsi orang tidak disterilkan, mengingat ayam petelur yang menghasilkannya tidak didampingi oleh ayam pejantan. Telur yang disterilkan dapat pula dipesan dan dimakan sebagaimana telur-telur yang tidak disterilkan, dengan sedikit perbedaan kandungan nutrisi. Telur yang disterilkan tidak akan mengandung embrio yang telah berkembang, sebagaimana lemari pendingin mencegah pertumbuhan sel-sel dalam telur.

Cara memilih telur yang baik[sunting | sunting sumber]

  1. Kondisi cangkang telur tidak retak
  2. Ukuran telur tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar
  3. Warna telur tidak pucat atau terlalu gelap
  4. Bersih dari berbagai kotoran atau pun noda
  5. Tektur kulit telur halus mulus dan tidak kasar
  6. Tenggelam di dalam air jika dimasukkan ke dalam air tidak terapung
  7. Apabila diteropong terlihat jernih dan kuning telur ada di tengah telur
  8. Baunya normal tidak berbau busuk
  9. Bentuk lonjong telur normal tidak bulat dan tidan ceper sekali
  10. Pilih yang dikemas dengan baik dan mengandung omega 3 [1]

Cara menghidangkan[sunting | sunting sumber]

Telur mata sapi dengan teknik 'sunny side up' di atas roti panggang. Bagian dari sarapan ala Amerika

Telur unggas dapat diolah sebagai hidangan tunggal dengan berbagai cara, antara lain:

  • diawetkan/diasinkan, misalnya telur bebek,
  • direbus matang: misalnya telur ayam dan telur penyu,
  • digoreng (dadar, mata sapi, acak), misalnya telur ayam,
  • direbus setengah matang, misalnya telur ayam, dan
  • dimakan mentah (biasanya ditambah madu dan atau bahan-bahan lain), misalnya telur ayam.

Untuk cara mengolah yang terakhir ini tidak dianjurkan bagi orang-orang yang rentan terhadap bakteri salmonella, seperti orang tua, orang sakit, ataupun wanita hamil.

Dapat pula telur unggas dicampur dengan bahan-bahan lain dan dimasak sebagai kue atau sejenisnya, misalnya:

Referensi[sunting | sunting sumber]