Yohanes 9

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
pasal 8       Yohanes 9       pasal 10
Papyrus 5, ~250 CE

Yohanes 16:14-22 pada sisi recto dari Papirus 5, yang ditulis sekitar tahun 250 M.
Kitab: Injil Yohanes
Bagian Alkitab: Perjanjian Baru
Kitab ke- 4
Kategori: Injil

Yohanes 9 (disingkat Yoh 9) adalah bagian dari Injil Yohanes pada Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen, menurut kesaksian Yohanes, seorang dari Keduabelas Rasul pertama Yesus Kristus.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Struktur[sunting | sunting sumber]

Terjemahan Baru (TB) membagi pasal ini (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Tempat[sunting | sunting sumber]

Peristiwa-peristiwa yang dicatat dalam pasal ini terjadi di Yerusalem (Yohanes 8:59)

Waktu[sunting | sunting sumber]

Peristiwa-peristiwa yang dicatat dalam pasal ini terjadi pada masa hari-hari perayaan Pondok Daun, berdasarkan Yohanes 7:2 dan seterusnya, yaitu sekitar 6 bulan sebelum masa sengsara-Nya yang jatuh pada hari-hari perayaan Paskah Yahudi pada tahun berikutnya.

Ayat 2[sunting | sunting sumber]

Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya [Yesus]: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"[3]

Ayat 3[sunting | sunting sumber]

Yohanes 9:3-4 pada Papirus 128 (abad ke-6/ke-7}.
Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia."[4]

Ayat 4[sunting | sunting sumber]

[Jawab Yesus:] "Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja."[5]

Ayat 5[sunting | sunting sumber]

[Jawab Yesus:] "Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."[6]

Ayat 7[sunting | sunting sumber]

dan Yesus berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.[7]

Kolam Siloam ini merupakan cadangan air bagi Yerusalem yang sumbernya adalah mata air Gihon dan disalurkan melalui Terowongan Hizkia yang dibuat pada abad ke-8 SM.[8]

Ayat 11[sunting | sunting sumber]

Jawabnya [orang yang dahulunya buta]: "Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat."[9]

Ayat 39[sunting | sunting sumber]

Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta."[10]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN:9789794159219.
  2. ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN:9794159050.
  3. ^ Yohanes 9:2
  4. ^ Yohanes 9:3
  5. ^ Yohanes 9:4
  6. ^ Yohanes 9:6
  7. ^ Yohanes 9:7
  8. ^ 2 Raja-raja 20:20; 2 Tawarikh 32:2-4, 30, Yesaya 8:6
  9. ^ Yohanes 9:11
  10. ^ Yohanes 9:39

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]