Lompat ke isi

Wakil Perdana Menteri Malaysia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Wakil Perdana Menteri Malaysia
Melayu:Timbalan Perdana Menteri Malaysia
Jawi:تيمبلن ڤردان منتري مليسيا
Petahana
Ahmad Zahid Hamidi
(Wakil Perdana Menteri I)
Fadillah Yusof
(Wakil Perdana Menteri II)

sejak 3 Desember 2022
Sekretariat Wakil Perdana Menteri
GelarYang Amat Berhormat (Yang Terhormat)
StatusWakil Kepala Pemerintahan
AnggotaKabinet
Dewan Rakyat
AtasanParlemen
KediamanSeri Satria
KantorPerdana Putra, Putrajaya
Dicalonkan olehPerdana Menteri Malaysia
Ditunjuk olehYang di-Pertuan Agong (Raja Malaysia)
Masa jabatan5 tahun, dapat berubah sesuai hak prerogatif Perdana Menteri
Pejabat perdanaAbdul Razak Hussein
Dibentuk31 Agustus 1957; 68 tahun lalu (1957-08-31)
Gaji18,168.15 Ringgit per bulan[1]
Situs webSitus web resmi

Wakil Perdana Menteri Malaysia (bahasa Melayu: Timbalan Perdana Menteri Malaysia) adalah pejabat eksekutif tertinggi nomor dua di Malaysia setelah Perdana Menteri. Jabatan Wakil Perdana Menteri dibentuk pertama saat Perdana Menteri Tunku Abdul Rahman menunjuk Tun Abdul Razak sebagai wakilnya pada tahun 1957, sekaligus memulai sebuah konvensi bahwa seorang perdana menteri perlu menunjuk wakilnya, meskipun dalam pelaksanaannya terkadang kabinet-kabinet tertentu tidak mempunyai wakil perdana menteri. Sebelum menjadi sebuah negara, jabatan Wakil Perdana Menteri dikenal sebagai "Wakil Ketua Menteri Federasi Malaya" yang didapuk pertama kali oleh Abdul Razak Hussein. Seorang pejabat yang menduduki posisi Wakil Perdana Menteri Malaysia akan diberi gelar Yang Amat Berhormat.

Ismail Abdul Rahman adalah pejabat pertama yang meninggal dunia di tengah-tengah masa jabatannya, sedangkan Anwar Ibrahim merupakan Wakil Perdana Menteri pertama yang diberhentikan. Pada masa pemerintahan Mahathir Mohamad, terdapat lima pejabat yang telah menduduki posisi Wakil Perdana Menteri, dimulai dari Musa Hitam hingga Wan Azizah Wan Ismail, mantan pemimpin oposisi dan perempuan pertama yang menjabat jabatan tersebut. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Malaysia bahwa Ismail Sabri Yaakob memegang jabatan Wakil Perdana Menteri selama kurang lebih 40 hari setelah krisis politik melanda Malaysia.[2]

Muhyiddin Yassin dan Ismail Sabri Yaakob merupakan dua perdana menteri yang mengumumkan tidak menunjuk siapapun sebagai wakil perdana menteri pada saat pengumuman kabinet di awal pemerintahannya.

Pelantikan

[sunting | sunting sumber]

Perdana Menteri Malaysia berhak untuk tidak menunjuk seorang anggota parlemen untuk menjadi wakil perdana menteri disebabkan jabatan tersebut tidak diatur dalam Konstitusi Malaysia, walaupun sejak kemerdekaan, Malaysia selalu memiliki wakil perdana menteri. Bahkan, perdana menteri memiliki hak prerogatif untuk mengangkat lebih dari satu wakil perdana menteri.

Selama Barisan Nasional berkuasa, wakil ketua umumnya selalu ditunjuk untuk menjadi wakil perdana menteri oleh perdana menteri yang merupakan Presiden UMNO. Dalam susunan strukturalnya, presiden dan wakil presiden UMNO secara otomatis menjadi ketua dan wakil ketua BN. Namun, ketika Pakatan Harapan (PH) berkuasa, pemegang posisi wakil perdana menteri diputuskan oleh Dewan Presiden PH. Pemegang jabatan tersebut adalah Wan Azizah Wan Ismail yang merupakan perempuan pertama yang menduduki posisi kedua dalam pemerintahan Malaysia. Setelah krisis politik terjadi, posisi wakil perdana menteri menjadi hak prerogatif bagi perdana menteri.

Sejarah mencatat bahwa selama kurun waktu selama enam dekade berturut-turut, jabatan Wakil Perdana Menteri dijabat oleh politikus dari Organisasi Kebangsaan Melayu Bersatu. Sejak 31 Agustus 1957, terdapat tiga belas orang yang menduduki jabatan ini.

No. Potret Wakil Perdana Menteri Koalisi (partai) Awal Akhir Perdana Menteri
1 Abdul Razak Hussein
عبدالرزاق حسين
(1922–1976)
Perikatan (UMNO) 31 Agustus 1957 22 September 1970 Tunku Abdul Rahman
2 Ismail Abdul Rahman
إسماعيل عبدالرحمن
(1915–1973)
22 September 1970 2 Agustus 1973 Abdul Razak Hussein
Lowong 2 Agustus 1973 13 Agustus 1973
3 Hussein Onn
حسين عون
(1922–1990)
Perikatan (UMNO) 13 Agustus 1973 24 Agustus 1974
Barisan Nasional (UMNO)
24 Agustus 1974 15 Januari 1976
Lowong 15 Januari 1976 5 Maret 1976 Hussein Onn
4 Mahathir Mohamad
محاضير محمد
(lahir 1925)
Barisan Nasional (UMNO) 5 Maret 1976 16 Juli 1981
Lowong 16 Juli 1981 5 Maret 1976 Mahathir Mohamad
5 Musa Hitam
موسى هيتم
(lahir 1934)
Barisan Nasional (UMNO) 18 Juli 1981 16 Maret 1986
Lowong 16 Maret 1986 10 Mei 1986
6 Abdul Ghafar Baba
عبدالغفار باب
(1925–2006)
Barisan Nasional (UMNO) 10 Mei 1986 26 Oktober 1990
27 Oktober 1990 15 Oktober 1993
Lowong 15 Oktober 1993 1 Desember 1993
7 Anwar Ibrahim
أنور إبراهيم
(lahir 1947)
Barisan Nasional (UMNO) 1 Desember 1993 3 Mei 1995
8 Mei 1995 2 September 1998
Lowong 2 September 1998 29 Januari 1999
8 Abdullah Ahmad Badawi
عبدﷲ أحمد بدوي
(1939–2025)
Barisan Nasional (UMNO) 29 Januari 1999 14 Desember 1999
15 Desember 1999 2 November 2003
Lowong 2 November 2003 7 Januari 2004 Abdullah Ahmad Badawi
9 Najib Razak
نجيب رزاق
(lahir 1953)
Barisan Nasional (UMNO) 7 Januari 2004 26 Maret 2004
27 Maret 2004 18 Maret 2008
19 Maret 2008 9 April 2009
10 Muhyiddin Yassin
محيي الدين ياسين
(lahir 1947)
10 April 2009 15 Mei 2013 Najib Razak
16 Mei 2013 29 Juli 2015
11 Ahmad Zahid Hamidi
أحمد زاهد حميدي
(lahir 1953)
29 Juli 2015 9 Mei 2018
Lowong 9 Mei 2018 21 Mei 2018 Mahathir Mohamad
12 Wan Azizah Wan Ismail
وان عزيزة وان إسماعيل
(lahir 1952)
Pakatan Harapan (PKR) 21 Mei 2018 24 Februari 2020
Lowong 24 Februari 2020 1 Maret 2020
1 Maret 2020 7 Juli 2021 Muhyiddin Yassin
13 Ismail Sabri Yaakob
إسماعيل صبري يعقوب
(lahir 1960)
Barisan Nasional (UMNO) 7 Juli 2021 16 Agustus 2021
Lowong 16 Agustus 2021 21 Agustus 2021
21 Agustus 2021 24 November 2022 Ismail Sabri Yaakob
24 November 2022 3 Desember 2022 Anwar Ibrahim
14 Ahmad Zahid Hamidi
أحمد زاهد حميدي
(lahir 1953)
(Wakil Perdana Menteri I)
Barisan Nasional (UMNO) 3 Desember 2022 Petahana
Fadillah Yusof
فضيلة يوسف
(lahir 1962)
(Wakil Perdana Menteri II)
Gabungan Partai Sarawak (PBB) 3 Desember 2022 Petahana
[sunting | sunting sumber]
# Wakil Perdana Menteri Lahir Umur di awal menjabat Umur di akhir jabatan Rentang masa hidup pasca menjabat Masa hidup
KematianUmur
1 Abdul Razak Hussein 11 Maret 1922 35 tahun, 173 hari
31 Agustus 1957
48 tahun, 195 hari
22 September 1970
5 tahun, 114 hari 14 Januari 1976 53 tahun, 309 hari
2 Ismail Abdul Rahman 4 November 1915 54 tahun, 322 hari
22 September 1970
57 tahun, 271 hari
2 Agustus 1973[a]
0 hari 2 Agustus 1973 57 tahun, 271 hari
3 Hussein Onn 12 Februari 1922 51 tahun, 182 hari
13 Agustus 1973
53 tahun, 337 hari
15 Januari 1976
14 tahun, 134 hari 29 Mei 1990 68 tahun, 106 hari
4 Mahathir Mohamad 10 Juli 1925 50 tahun, 239 hari
5 Maret 1976
56 tahun, 6 hari
16 Juli 1981
44 tahun, 212 hari (masih hidup) 100 tahun, 218 hari
5 Musa Hitam 18 April 1934 47 tahun, 91 hari
18 Juli 1981
51 tahun, 332 hari
16 April 1986
39 tahun, 334 hari (masih hidup) 91 tahun, 301 hari
6 Abdul Ghafar Baba 18 Februari 1925 61 tahun, 81 hari
10 Mei 1986
68 tahun, 286 hari
1 Desember 1993
12 tahun, 143 hari 23 April 2006 81 tahun, 64 hari
7 Anwar Ibrahim 10 Agustus 1947 46 tahun, 113 hari
1 Desember 1993
51 tahun, 23 hari
2 September 1998
27 tahun, 164 hari (masih hidup) 78 tahun, 187 hari
8 Abdullah Ahmad Badawi 26 November 1939 59 tahun, 43 hari
8 Januari 1999
63 tahun, 339 hari
31 Oktober 2003
21 tahun, 165 hari 14 April 2025 85 tahun, 139 hari
9 Mohammad Najib Abdul Razak 23 Juli 1953 50 tahun, 168 hari
7 Januari 2004
55 tahun, 254 hari
9 April 2009
16 tahun, 310 hari (masih hidup) 72 tahun, 205 hari
10 Muhyiddin Muhammad Yassin 15 Mei 1947 61 tahun, 330 hari
10 April 2009
68 tahun, 75 hari
29 Juli 2015
10 tahun, 199 hari (masih hidup) 78 tahun, 274 hari
12 Wan Azizah Wan Ismail 3 Desember 1952 65 tahun, 169 hari
21 Mei 2018
67 tahun, 83 hari
24 Februari 2020
5 tahun, 354 hari (masih hidup) 73 tahun, 72 hari
13 Ismail Sabri Yaakob 18 Januari 1960 61 tahun, 170 hari
7 Juli 2021
61 tahun, 210 hari
16 Agustus 2021
4 tahun, 181 hari (masih hidup) 66 tahun, 26 hari

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "PM and cabinet ministers salary". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-10-16. Diakses tanggal 2014-10-12.
  2. "Ismail Sabri appointed DPM, Hishammuddin now senior minister". Malaysiakini. 2021-07-07. Diakses tanggal 2021-12-23.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
  1. Meninggal dunia pada saat menjabat
Kesalahan pengutipan: Ditemukan tanda <ref> untuk kelompok bernama "lower-alpha", tapi tidak ditemukan tanda <references group="lower-alpha"/> yang berkaitan