Uluan, Toba Samosir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Uluan
Kecamatan
(Peta Lokasi) Kecamatan Uluan, Toba Samosir.svg
Peta lokasi Kecamatan Uluan
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Utara
Kabupaten Toba Samosir
Pemerintahan
 • Camat Robert Manurung
Luas 109,00 km²
Jumlah penduduk 8.325
Kepadatan 76,38 jiwa/km²
Desa/kelurahan 17 desa

Uluan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Indonesia.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Uluan memiliki luas wilayah 109,00 km² atau 5,39% dari total luas Kabupaten Toba Samosir.

Kecamatan Uluan berada pada 2°23’- 2°30’ Lintang Utara dan 99°04’ - 99°09’ Bujur Timur.

Kecamatan Uluan berada diatas sekitar 905 hingga 1.200 meter dari permukaan laut.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kecamatan Lumban Julu dan Kecamatan Porsea
Selatan Danau Toba
Barat Danau Toba
Timur Kecamatan Porsea

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Uluan terdiri dari 17 desa yang terbagi habis dalam 52 dusun. Desa Lumban Binanga adalah ibukota dan pusat pemerintahan Kecamatan Uluan.

Desa Marom merupakan desa dengan wilayah terluas yaitu 21,00 km² atau 22,95% dari total luas Kecamatan Uluan, sementara Desa Siregar Aek Nalas merupakan desa terkecil yaitu 2,00 km² atau 2,19% dari total luas Kecamatan Uluan.

Desa Sampuara merupakan desa yang paling jauh dari ibukota Kecamatan Uluan yaitu berjarak sekitar 10 kilometer.

Sejarah Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Pada Tahun 1965 Kecamatan Uluan telah berdiri sendiri sebagaimana suatu kecamatan yang defenitif sebagai pemekaran dari Kecamatan Lumban Julu yang dipimpin oleh Asisten Wedana pada saat itu. Namun dengan terjadinya pemberontakan G-30S/PKI pada tahun 1966 dan sebagai akibat dari peristiwa tersebut, maka Kecamatan Uluan bersatu kembali ke Kecamatan Lumban Julu.

Pada Tahun 1986 Kecamatan Uluan dibentuk kembali dengan nama Kecamatan Perwakilan Uluan dan jumlah desa sebanyak 23 desa yang dipimpin oleh seorang Kepala Perwakilan Kecamatan dan langsung bertanggung jawab kepada bupati dan laporan pertanggungjawaban ditembuskan kepada Camat Induk (Lumban Julu). Selanjutnya pada tahun 1995 Kecamatan Perwakilan Uluan berubah nama menjadi Kecamatan Pembantu yang dipimpin oleh seorang Camat Pembantu. Pada tahun itu juga diadakan penggabungan beberapa desa karena desa tersebut tidak memenuhi persyaratan lagi menjadi desa sebagaimana peraturan perundangundangan yang berlaku.

Pembentukan Kecamatan Uluan didasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Toba Samosir No. 7 Tahun 2002 tentang pembentukan Kecamatan Uluan (didefenitifkan menjadi kecamatan), Kecamatan Ajibata (dimekarkan dari Kecamatan Lumban Julu), dan Kecamatan Ronggur Nihuta (dimekarkan dari Kecamatan Pangururan), dan Kecamatan Pintu Pohan Meranti (didefenitifkan menjadi kecamatan).

Daftar desa/kelurahan di Kecamatan Uluan[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah di Kecamatan Uluan
Desa /
Kelurahan
Nama Kepala Desa /
Lurah
Luas (km²) /
Rasio Terhadap Luas Kecamatan
Jumlah penduduk /
Kepadatan (2015)
Desa Dolok Nagodang Togar Manurung 06,00 km² (6,56%) 449 (100,45 jiwa/km²)
Desa Dolok Saribu Arifin Dolok Saribu 03,50 km² (3,83%) 376 (94,82 jiwa/km²)
Desa Dolok Saribu Janji Matogu Hasiholan Dolok Saribu 03,50 km² (3,83%) 404 (89,67 jiwa/km²)
Desa Lumban Binanga Poltak Sitorus 04,00 km² (4,37%) 489 (100,41 jiwa/km²)
Desa Lumban Holbung Jonson Sitorus 04,00 km² (4,37%) 402 (92,34 jiwa/km²)
Desa Lumban Nabolon Lamhot Sitorus 04,00 km² (4,37%) 410 (112,44 jiwa/km²)
Desa Marom Liat Butar Butar 21,00 km² (22,95%) 931 (101,95 jiwa/km²)
Desa Parbagasan Janji Matogu Hotlan M. Manurung 06,00 km² (6,56%) 328 (100,00 jiwa/km²)
Desa Parhabinsaran Janji Matogu Helti Situmorang 05,00 km² (5,46%) 576 (89,47 jiwa/km²)
Desa Parik Jumari Sirait 13,00 km² (14,21%) 427 (100,47 jiwa/km²)
Desa Partor Janji Matogu Pangibulan Sinurat 03,50 km² (3,83%) 415 (109,60 jiwa/km²)
Desa Partoruan Janji Matogu Muksin Hasibuan 06,00 km² (6,56%) 428 (101,89 jiwa/km²)
Desa Sampuara Dingin Sitorus 14,00 km² (11,86%) 696 (100,58 jiwa/km²)
Desa Sibuntuon Maju Manurung 06,50 km² (7,10%) 603 (101,67 jiwa/km²)
Desa Sigaol Barat Hotman Butarbutar 03,50 km² (3,83%) 336 (93,10 jiwa/km²)
Desa Sigaol Timur Haposan Hasibuan 03,50 km² (3,83%) 546 (91,58 jiwa/km²)
Desa Siregar Aek Nalas Evendi Siregar 02,00 km² (2,19%) 453 (98,68 jiwa/km²)

Daftar Camat yang pernah menjabat di Kecamatan Uluan[sunting | sunting sumber]

Sosial Kemasyarakatan[sunting | sunting sumber]

Suku[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Uluan berasal dari suku Toba.

Agama[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Uluan memeluk agama Kristen.

Di Kecamatan Uluan terdapat 37 sarana ibadah yang terdiri dari 37 bangunan Gereja.

Sarana ibadah menurut desa/kelurahan di Kecamatan Uluan[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2015, terdapat 17 bangunan sekolah di Kecamatan Uluan yang terdiri dari 14 sekolah SD, 2 sekolah SMP dan 1 sekolah SMA.[1]

Sarana pendidikan menurut desa/kelurahan di Kecamatan Uluan[sunting | sunting sumber]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Uluan memiliki 41 unit sarana kesehatan yang terdiri dari:

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Pertanian & Peternakan[sunting | sunting sumber]

Sumber penghasilan utama penduduk di Kecamatan Uluan adalah di sektor pertanian dan perkebunan rakyat. Tanaman selain padi yang diupayakan adalah tanaman palawija, yaitu tanaman jagung dan ubi kayu. Masyarakat di Kecamatan Uluan juga mengupayakan dari tanaman keras, tanaman keras yang mendominasi di Kecamatan Uluan adalah kopi, kemiri, dan coklat.

Dari jenis ternak besar yang diusahakan di Kecamatan Uluan pada umumnya adalah kerbau. Sedangkan pada ternak kecil, yang paling dominan diusahakan adalah ternak babi. Untuk pemeliharaan pada ternak unggas, masyarakat di Kecamatan Uluan umumnya memelihara ternak ayam dan itik.

Perdagangan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Uluan memiliki 2 unit pasar yang terdiri dari:

Industri[sunting | sunting sumber]

Perindustrian yang ada di Kecamatan Uluan pada umumnya adalah industri mikro. Secara umum, industri yang ada di kecamatan Uluan bergerak pada bidang penggilingan padi.

Sarana & Prasarana[sunting | sunting sumber]

Untuk sumber penerangan, hampir seluruh perumahan yang ada di Kecamatan Uluan sudah dialiri listrik oleh PLN, kecuali beberapa dusun di sebagian desa yang masih belum bisa dijangkau listrik oleh PLN.

Sementara belum ada satu pun desa yang menggunakan fasilitas PDAM sehingga umumnya masyarakat mendapatkan air dari danau maupun sumur bor.

Komunikasi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Uluan hanya memiliki 1 menara BTS yaitu di Desa Lumban Binanga. Dengan adanya pembangunan menara BTS komunikasi melalui telepon seluler sudah terjangkau di hampir seluruh desa. Ada beberapa desa di Kecamatan Uluan yang tidak seluruh wilayahnya bisa menerima sinyal dengan kuat dikarenakan letak desa berada di antara maupun di dalam kawasan hutan, sehingga tidak semua wilayah dapat dijangkau sinyal dengan baik. Beberapa wilayah tersebut adalah di Desa Siregar Aek Nalas, Parik, dan Sampuara; hal tersebut

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Ada beberapa wilayah yang potensial untuk dikembangkan menjadi wilayah pariwisata di Kecamatan uluan, terutama dalam sektor wisata alam. Contohnya adalah lokasi pemandian Air Panas di Desa Siregar Aek Nalas.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]