Ajibata, Toba Samosir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Ajibata
Kecamatan
Peta Lokasi Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir.svg
Peta lokasi Kecamatan AjibataWelcome Gate To Ajibata, Toba Samosir.JPG
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Utara
Kabupaten Toba Samosir
Pemerintahan
 • Camat Tigor Sirait
Luas 72,80 km²
Jumlah penduduk 7.505 (2015)
Kepadatan 103,09 jiwa/km²
Desa/kelurahan 9 Desa
1 Kelurahan

Ajibata adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Indonesia.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Ajibata dan Danau Toba

Kecamatan Ajibata memiliki luas wilayah 72,80 km² atau 3,60% dari total luas Kabupaten Toba Samosir.

Kecamatan Ajibata berada pada 2°23’- 2°40’ Lintang Utara dan 98°56’ - 99°04’ Bujur Timur.

Kecamatan Ajibata berada di atas sekitar 908 hingga 1.300 Meter di atas permukaan laut.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kabupaten Simalungun dan Danau Toba
Selatan Kecamatan Lumban Julu
Barat Danau Toba
Timur Kabupaten Simalungun

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Ajibata terdiri dari 9 desa dan 1 kelurahan yang terbagi habis dalam 32 dusun. Desa Pardamean Ajibata adalah ibukota dan pusat pemerintahan Kecamatan Ajibata.

Desa Pardamean Sibisa merupakan desa dengan wilayah terluas yaitu 16,0 km² atau 21,98% dari total luas Kecamatan Ajibata, sementara Kelurahan Parsaoran Ajibata merupakan wilayah terkecil yaitu 3,0 km² atau 4,12% dari total luas Kecamatan Ajibata.

Desa Sirungkungon merupakan desa yang paling jauh dari ibukota Kecamatan Ajibata yaitu berjarak sekitar 13 kilometer.

Sejarah Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Ajibata adalah hasil pemekaran dari Kecamatan Lumban Julu. Pembentukan Kecamatan Ajibata didasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Toba Samosir No. 7 Tahun 2002 tentang pembentukan Kecamatan Ajibata, Kecamatan Ronggur Nihuta, Kecamatan Uluan, dan Kecamatan Pintu Pohan Meranti.

Daftar desa/kelurahan di Kecamatan Ajibata[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah di Kecamatan Ajibata
Desa /
Kelurahan
Nama Kepala Desa /
Lurah
Luas (km²) /
Rasio Terhadap Luas Kecamatan
Jumlah penduduk /
Kepadatan (2015)
Desa Horsik Nurli Sirait 05,3 km² (7,28%) 288 (54,34 jiwa/km²)
Desa Motung Edu Manurung 08,0 km² (10,99%) 846 (105,75 jiwa/km²)
Desa Pardamean Ajibata Irma Sirait 05,0 km² (6,87%) 1.523 (304,60 jiwa/km²)
Desa Pardamean Sibisa Kertina Situmeang 16,0 km² (21,98%) 852 (53,25 jiwa/km²)
Desa Pardomuan Ajibata Amran Manik 06,0 km² (8,24%) 629 (104,83 jiwa/km²)
Desa Pardomuan Motung Ridwan Manurung 06,0 km² (8,24%) 377 (62,83 jiwa/km²)
Desa Parsaoran Sibisa Agus Nadapdap 13,5 km² (18,54%) 681 (50,44 jiwa/km²)
Desa Sigapiton J.Epentus Gultom 05,0 km² (6,87%) 390 (78,00 jiwa/km²)
Desa Sirungkungon Punguan Manurung 05,0 km² (6,87%) 380 (76,00 jiwa/km²)
Kelurahan Parsaoran Ajibata Besron Dolok Saribu 03,0 km² (4,12%) 1.539 (513,00 jiwa/km²)

Daftar Camat yang penah menjabat di Kecamatan Ajibata[sunting | sunting sumber]

Sosial Kemasyarakatan[sunting | sunting sumber]

Sosial[sunting | sunting sumber]

Sepuluh tahun terakhir perkembangan Kecamatan Ajibata menjadi sebuah wilayah perkotaan baru cukup pesat, contohnya semakin bertambahnya tempat - tempat usaha baru dan semakin banyaknya pendatang baik dari luar Sumatera Utara maupun dari dalam Sumatera Utara. Sementara generasi muda asli Ajibata sebagaimana masyarakat Batak pada umumnya sebagian besar merantau ke Jawa maupun wilayah lain di Indonesia.

Suku[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Ajibata berasal dari suku Toba.

Agama[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Ajibata memeluk agama Kristen. Kecamatan Ajibata juga terdapat penduduk yang meyakini ajaran aliran kepercayaan seperti Parmalim.

Di Kecamatan Ajibata terdapat 22 sarana ibadah yang terdiri dari 21 bangunan Gereja dan 1 Langgar.

Sarana ibadah menurut desa/kelurahan di Kecamatan Ajibata[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2015, terdapat 13 bangunan sekolah di Kecamatan Ajibata yang terdiri dari 10 sekolah SD, 2 sekolah SMP dan 1 sekolah SMA.[1]

Sarana pendidikan menurut desa/kelurahan di Kecamatan Ajibata[sunting | sunting sumber]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Ajibata memiliki 26 unit sarana kesehatan yang terdiri dari:

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Ajibata hidup dari bertani, sebagian penduduk juga berdagang, pekerja hotel, dan sektor pariwisata lainnya.

Pertanian & Peternakan[sunting | sunting sumber]

Sumber penghasilan utama penduduk di Kecamatan Ajibata adalah di sektor pertanian dan perkebunan rakyat. Pertanian padi sawah sangat minim di Kecamatan Ajibata dikarenakan grafis perbukitan dan lereng gunung. Hasil dari sektor pertanian tidak hanya dari sub-sektor tanaman padi dan palawija, masyarakat di Kecamatan Ajibata juga mengupayakan dari tanaman keras, sayur-sayuran, buah-buahan, peternakan dan perikanan air tawar. Tanaman keras yang mendominasi di Kecamatan Ajibata yakni kopi, kakao, dan kemiri.

Ternak di Kecamatan Ajibata yang paling banyak dipelihara masyarakat adalah ternak babi, ayam, kerbau, sapi, kambing dan itik.

Perdagangan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Ajibata memiliki 2 unit pasar yang terdiri dari:

Industri[sunting | sunting sumber]

Perindustrian yang ada di Kecamatan Ajibata pada umumnya adalah industri mikro. Pada umumnya kegiatan industri rumah tangga meliputi industri tenun ulos dan pengasinan ikan tawar.

Sarana & Prasarana[sunting | sunting sumber]

Karena jarak yang dekat dengan Parapat dan Tiga Raja yang berada di Kabupaten berbeda yakni Simalungun, sebagian fasilitas pelayanan umum masyarakat seperti Pos, PLN, Telkom dan PDAM bersumber dari Parapat, sehingga bagi penduduk Ajibata merasa mereka bagian dari Parapat.

Masih ada beberapa dusun di 4 desa di Kecamatan Ajibata yang belum dialiri oleh listrik PLN.

Sedangkan pelayanan PDAM hanya ada di 3 wilayah yaitu Desa Pardamean Ajibata, Pardomuan Ajibata, Kelurahan Parsaoran Ajibata.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Pelabuhan ferry Ajibata

Kecamatan Ajibata memiliki salah satu pelabuhan menuju Pulau Samosir selain Balige dan Tigaras. Di Ajibata ada dua jenis pelabuhan yakni reguler (untuk kapal-kapal kayu tradisional pengangkut penumpang) dan pelabuhan ferry yang menyeberangkan mobil, barang maupun orang dari dan ke Pulau Samosir.

Terdapat 3 desa di Kecamatan Ajibata yang hanya masih terjangkau menggunakan transportasi angkutan air.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Sektor pariwisata Kecamatan Ajibata meliputi 3 obyek wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan, diantaranya Pantai Long Beach di Kelurahan Parsaoran Ajibata, Bukit Senyum di Desa Motung, dan obyek wisata spiritual yaitu Pancur Napitu di Desa Parsaoran Sibisa.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]