Taman Kiai Langgeng

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Taman Kyai Langgeng
Taman Kiai Langgeng.jpg
Taman Kyai Langgeng
Informasi
Lokasi
Negara Bendera Indonesia Indonesia
Dirancang oleh Pemerintah Kota Magelang
Pengelola Perusahaan Umum Daerah Objek Wisata Taman Kyai Langgeng
Awal pembangunan 1981
Penyelesaian 1987
Jenis objek wisata Wisata taman & permainan
Luas 27,5 Hektar
Fasilitas Tanaman langka, Wahana Permainan, Kolam Renang, Water Park, Water Boom, Sarana outbound

Taman Kyai Langgeng adalah objek wisata taman yang terletak di Kota Magelang, Jawa Tengah, diresmikan pada 15 September 1987 oleh gubernur Jawa Tengah, H. Ismail. Sebelumnya, taman ini merupakan lahan kritis berupa pekuburan, persawahan, dan kebun yang kurang produktif. Tapi pada tahun 1981, diubah menjadi taman bunga dengan luas mencapai 27,5 hektar.[1]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Penggagas diubahnya lahan kritis menjadi taman bunga adalah tokoh setempat, Drs. H. Bagus Panuntun. Nama Taman Kyai Langgeng diambil dari nama seorang ulama sekaligus pejuang di bawah pimpinan pahlawan nasional Pangeran Diponegoro saat bergerilya melawan penjajah Belanda (1825-1830). Dan lokasi itu dipilih karena tempat di situ merupakan makam Kyai Langgeng yang sampai sekarang masih dirawat. Objek wisata ini dikelola oleh badan usaha Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) yang bertanggung jawab langsung kepada pemerintah Kota Magelang. Dengan memegang konsep sapta pesona pariwisata (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan), Taman Kyai Langgeng mampu menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah setempat. Di Taman Kyai Langgeng, pengunjung dapat menikmati sara seperti gelanggang remaja, taman lalu lintas, rumah joglo, rumah apung, panggung terbuka, arena bermain, jembatan kaca retak, bianglala, becak mini, kereta air, jet coaster, kereta mini, komidi putar, anjungan dirgantara, dan flying fox.[2][3][4][5]

Koleksi[sunting | sunting sumber]

  • Tanaman langka yang dapat dimanfaatkan sebagai objek penelitian antara lain cempaka ganda (Mycelia campaca), dewa daru (Eugenia Sp), apel beludru (Diospiros Rabbola), nagasari (Mesua Ferrea), matoa (Pometia Pinata Ireigfost), ruser (Arthocarpus Sp), dan lobi-Lobi (Flacouritia Inermis Roxb).
  • Berbagai jenis satawa di antaranya buaya, owa, itik, burung, beberapa jenis ikan.
  • Patung-patung dinosaurus yang ditempatkan di beberapa titik.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]