Suti Semarang, Bengkayang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Suti Semarang
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Barat
KabupatenBengkayang
Pemerintahan
 • Camat-
Populasi
 • Total- jiwa
Kode Kemendagri61.07.10 Edit the value on Wikidata
Luas- km²
Desa/kelurahan-

Suti Semarang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Indonesia.

Daftar desa[sunting | sunting sumber]

Kecamatan ini, punya desa-desa antara lain:[1]

  • Desa Cempaka Putih
  • Desa Kelayu
  • Desa Kiung
  • Desa Muhi Bersatu
  • Desa Nangka
  • Desa Suka Maju
  • Desa Suti Semarang
  • Desa Tapen

Hal ihwal infrastruktur[sunting | sunting sumber]

Di sini, infrastruktur sangat diinginkan masyarakat setempat. Mengingat jalan ke arah kecamatan yang memprihatinkan, jalan ke sana menjadi kubangan lumpur. Sebagai akibat dari itu semua, harga semen persak mencapai Rp 175.000, dan pasir perkubiknya mencapai Rp 600.000. Tribun Pontianak mencatat pada 8 Oktober 2018, harga 3 kilogram karet hanya mendapat 1 kg beras.[2] Tiap kali Musrenbang tingkat kecamatan dan kabupaten, hal yang berulang kali dibicarakan adalah soal jalan, listrik, jembatan, dan fasilitas pendidikan.[2]

Karena soal infrastruktur inilah, dari 8 desa, hanya 3 yang terpasangi listrik. Itu terjadi karena kendaraan yang bermuatan tiang listrik tidak bisa melewati jalan di sana. Selain itu, pembangunan sekolah-sekolah terhambat karena lokasi sekolah yang jauh dan terpisahkan sungai, selain keadaan jembatan penghubung yang tak memadai.[3]

Menanggapi hal ini, gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menyatakan —dalam akun Facebooknya— setelah menyelesaikan defisit anggaran Rp 691 miliar, dan hak daerah bagi hasil pajak Rp 600-an miliar, menyebut akan memulai pengerjaan "jalan Suti Semarang mulai tahun ini, tahun depan mulai ke arah Merakai, Serawai, Jelai, Tumbang Titi, Jawai, Paloh, dll jalan yang kondisinya kayak bubur."[2] Bupati Bengkayang Suryadman Gidot menyatakan bahwa jalan yang semula kewenangan kabupaten telah jadi kewenangan provinsi, dan mengharapkan agar jalan di sini jadi jalan penghubung ke Kabupaten Landak.[2]

Untuk sampai ke sini, menempuh waktu perjalanan sekitar 5 jam melewati medan berat dengan mobil yang harus sudah dimodifikasi.[4]

Direncanakan pada tahun 2018, akan dibangun jalan di daerah ini sepanjang 7 km untuk fungsional, dengan nilai kontrak Rp 13,99 miliar. Pengerjaan akan dilanjutkan pada tahun 2019 dengan panjang 18 km. Jalan yang direncanakan dibangun di sini, merupakan bagian dari ruas Bengkayang-Jangkang dengan panjang 40 km.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Damba Perhatian", Harian Tribun Pontianak (8 Oktober 2018). Hlm.1
  2. ^ a b c d "Harga Satu Sak Semen Rp 175 Ribu". Harian Tribun Pontianak, 8 Agustus 2018. Hlm.1 & 7.
  3. ^ a b "Warga Damba Jalan Mulus". Pontianak Post. 8 Oktober 2018. Hlm. 1 & 7.
  4. ^ "Daniel Kunjungi Desa ke-935". Harian Tribun Pontianak. 8 Oktober 2018. Hlm.1.