Samalantan, Bengkayang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Samalantan
Kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Barat
KabupatenBengkayang
Pemerintahan
 • CamatDodi Waluyo
Luas420,5 kilometer persegi
Kepadatan51 jiwa per kilometer persegi
Desa/kelurahan7

Samalantan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Indonesia. Kecamatan ini terletak di barat daya dari Kabupaten Bengkayang. Tidak jauh dari kantor kecamatan, berdiri Tugu Perdamaian Suku Dayak dengan Suku Madura, hal ini menandakan kecamatan ini adalah salah satu saksi bisu dari Konflik Sampit pada tahun 1997.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Secara geografis, Kecamatan Samalantan terletak pada 0°42'42" Lintang Utara hingga 1°03'14" LU dan 109°07'98" Bujur Timur hingga 109°23'14". Secara administratif, Kecamatan Samalantan berbatasan langsung dengan wilayah:

  1. Utara: Kecamatan Lembah Bawang
  2. Selatan: Kabupaten Landak
  3. Timur: Kecamatan Sungai Betung
  4. Barat: Kecamatan Monterado

Kecamatan ini mempunyai luas wilayah sebesar 420,5 km2 atau sekitar 7,79 persen dari keseluruhan luas Kabupaten Bengkayang. Kecamatan Samalantan terbagi ke dalam tujuh desa, yaitu:

  1. Desa Sabau
  2. Desa Tumiang
  3. Desa Pasti Jaya
  4. Desa Babane
  5. Desa Bukit Serayan
  6. Desa Marunsu
  7. Desa Samalantan

Dari ketujuh desa tersebut, membawahi 28 dusun dan 87 rukun tetangga.

Jenis tanah di Kecamatan Samalantan didomininasi oleh jenis Pedsoled Merah Kuning dan sebagian kecil OGH. Selain itu, tekstur tanah di wilayah Kecamatan Samalantan kebanyakan bertekstur sedang.

Jenis Permukaan Tanah di Kecamatan Samalantan
Jenis Permukaan Tanah Luas

(dalam km2)

1 OGH 11,22
2 Aluvial 0,00
3 Regosol 0,00
4 Pedsolik Merah Kuning 409,28
5 Podsol 0,00
6 Latosol 0,00
Jumlah 420,5
Jenis Tekstur Tanah di Kecamatan Samalantan
No Jenis Tekstur Tanah Luas

(dalam km2)

1 Halus 57,96
2 Sedang 318,12
3 Kasar 16,36
4 Gambut 28.06
Jumlah 420,5

Demografis[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kecamatan Samalantan berjumlah sebanyak 21.625 jiwa. Dengan luas Kecamatan Samalantan mencapai 420,5 km2, kecamatan ini mempunyai tingkat kepadatan penduduk sebesar 80 jiwa per kilometer persegi.

Suku Bangsa dan Bahasa[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar penduduk di Kecamatan Samalantan berasal dari Etnis Dayak, lalu disusul dengan Etnis Tionghoa, Etnis Melayu, dan Etnis Jawa. Orang-orang Jawa yang hidup di kecamatan ini sebagian besar sebagai transmigran dari Cilacap. Bahasa Dayak menjadi bahasa sehari-hari penduduk di Kecamatan Samalantan.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Perekonomian penduduk Kecamatan Samalantan adalah sektor pertanian. Komoditi yang paling banyak ditanam adalah tanaman padi dengan luas 3.449 hektar, dibagi menjadi 2.811 hektar untuk komoditi padi sawah dan 638 hektar untuk padi ladang. Produktivitas tanaman padi mencapai 25,57 kuintal per hektar. Lalu, jenis tanaman palawija yang cukup dominan dihasilkan di Kecamatan Samalantan adalah ubi kayu dan jagung. Produktivitas tanaman jagung mencapai 33,79 kuintal per hektar dan tanaman ubi kayu mencapa 201,57 kuintal per hektar. Selain ketiga komoditas tersebut, komoditi ubi jalar, kacang tanah, durian, duku, dan kacang hijau juga komoditas utamadi kecamatan ini.

Selain sektor pertanian, sektor perternakan juga menggerakkan perekonomian penduduk Kecamatan Samalantan. Penduduk banyak berternak sapi, kambing. babi, dan ayam. Babi menjadi komoditas utama untuk perhelatan pesta ada setempat.

Bangunan Penting[sunting | sunting sumber]

Di Samalantan terdapat dua bangunan yang cukup mencolok, yaitu Rumah Bentang Samalantan dan Paroki Santo Yosep Samalantan. Kedua bangunan ini saling berdekatan, berjarak 300 meter dari kantor Kecamatan Samalantan. Rumah Bentang Samalantan digunakan untuk berbagai macam ritual keagamaan dan upacara adat naik dango pasca musim panen tiba[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]