Sungai Pua, Agam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Sungai Puar, Agam)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sungai Puar
Kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Barat
KabupatenAgam
Pemerintahan
 • Camat-
Luas44,2 km²
Kepadatan524 jiwa/km²
Nagari/kelurahan5
Sungai Puar (1900-1915)

Sungai Puar merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Indonesia. Kecamatan ini sebelumnya merupakan pemekaran dari kecamatan Banuhampu Sungai Pua.

Dan kemudian kecamatan Sungai Pua sekarang ini, wilayahnya adalah wilayah Kelarasan Sungai Pua yang dahulunya terbagi dalam empat nagari yaitu Batagak, Batu Palano, Sariak, Sungai Pua, dan kemudian ditambah satu jorong lagi yang kemudian menjadi nagari yaitu Padang Laweh.

Potensi Daerah[sunting | sunting sumber]

Kecamatan ini memiliki potensi pariwisata yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan daerah, di mana pada daerah ini dapat dijadikan daerah wisata alam yaitu diantaranya:

  1. Air terjun Badorai (terdapat 3 air terjun yang bertingkat dan berjarak dengan ketinggian air terjuan di atas 100 meter),
  2. Jalan Bateh (yaitu jalan batas antara kebun rakyat dan hutan negara),
  3. Lapangan Sitinjau Laut (Tanah Padang Rang Koto jika pada cuaca baik dari sini dapat terlihat pantai Pariaman dan Laut Samudra Indonesia),
  4. (Batu Anguih), yaitu hamparan endapan Batu Bekuan Lava yang berasal dari tumpahan letusan Gunung Marapi di mana pada wilayah ini memiliki panorama yang sangat indah dan menarik serta terdapat anakan Bonsai yang tumbuh pada batuan.

Selain itu daerah ini dapat juga menjadi kawasan wisata budaya karena pada daerah ini banyak terdapat pengrajin besi, kuningan, serta kerajinan lain yang dapat menjadi souvenir, konveksi pakaian dan peci.

Tokoh terkenal[sunting | sunting sumber]

Dari kecamatan ini cukup banyak tokoh-tokoh yang berperan dalam sejarah bangsa Indonesia. Beberapa tokoh pejuang yang berasal dari nagari ini antara lain:

  1. Abdul Muis, penulis novel Salah Asuhan, politisi Sarekat Islam, pendiri ITB Bandung
  2. Anwar Sutan Saidi, pendiri Bank Nasional
  3. Assaat, pejabat Presiden RI di Yogyakarta
  4. Delsy Syamsumar, pelukis Neoklasik
  5. Abdulgani, direktur utama Garuda Indonesia
  6. Johnny Swandi Sjam, direktur utama Indosat


Pranala luar[sunting | sunting sumber]