Anwar Sutan Saidi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Anwar Sutan Saidi
Anwar Sutan Saidi.jpg
Lahir 19 April 1910
Bendera Belanda Sungai Puar, Agam, Hindia Belanda
Meninggal 1 Juni 1976 (umur 66)
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Pekerjaan Pengusaha
Dikenal karena - Pendiri Bank Nasional
- Aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia
Agama Islam
Anak Rustam Anwar

Anwar Sutan Saidi (lahir di Sungai Puar, Agam, Sumatera Barat, 19 April 1910 – meninggal di Padang, 1 Juni 1976 pada umur 66 tahun) adalah pengusaha dan aktivis pergerakan kemerdekaan asal Indonesia. Dia merupakan salah satu dari sedikit konglomerat Indonesia sebelum masa kemerdekaan.

Bisnis[sunting | sunting sumber]

Anwar hanya menempuh jenjang pendidikan Sekolah Dasar 5 tahun di Payakumbuh. Tak sempat melanjutkan pendidikannya, Anwar terjun ke dunia bisnis pada usia 16 tahun. Pada mulanya ia bekerja dengan pamannya, kemudian ia terus mengembangkan usahanya sendiri. Salah satu usahanya adalah mengumpulkan hasil kerajinan tangan masyarakat Agam Tuo (Oud Agam). Pada tahun 1930, dia mendirikan bank,[1] yakni Bank Tabungan Saudagar di Bukittinggi. Bank ini kemudian berubah nama menjadi Bank Nasional Abuan Saudagar, yang pada akhirnya menjadi Bank Nasional.[2] Tahun 1938 ia memprakarsai berdirinya empat perusahaan, yaitu PT Inkorba, PT Bumi Putera, PT Andalas, dan PT Fort de Kock. Di Bukittinggi, ia juga mendirikan perusahaan penerbitan NV Nusantara. Perusahaan ini banyak menerbitkan buku-buku sastra yang menjadi bacaan wajib anak-anak sekolah. Bersama putranya Rustam Anwar, ia mengelola penerbitan ini hingga menjadi salah satu yang terbesar di Sumatra. Anwar juga membangun Hotel Minang di Bukittinggi dan Danau Singkarak (Nagari Batu Taba). Pada tahun 1964 ia mengaktifkan kembali pabrik Tenun Padang Asli yang sudah lama ditutup.

Setelah Anwar wafat, perusahaan-perusahaannya banyak yang mundur. Pada akhir 1990-an, gubernur Hasan Basri Durin menjual aset Bank Nasional kepada Grup Bakrie dan Aminuzal Amin. Kelompok itu kemudian mengubah nama Bank Nasional menjadi Bank Nusa Bakri.[3]

Pergerakan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1940, Anwar pernah mengirim 3 orang pemuda untuk belajar kepada Mohammad Hatta. Pada masa itu, Mohammad Hatta memang mengajar ketiga pemuda tersebut dan seorang pemuda yang memang asli berasal dari Banda Neira.[1] Masuknya Anwar Sutan Saidi ke dalam dunia pergerakan disebabkan oleh kakaknya Djamaluddin Ibrahim, yang menjadi guru Sumatera Thawalib sekaligus aktivis Partai PARI. Anwar adalah aktivis pergerakan yang anti-Jepang. Dia tidak sepaham dengan Muhammad Sjafei dan Chatib Sulaiman, yang mendirikan Gyugun (Laskar Rakyat) untuk membantu Jepang. Namun setelah Gyugun diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Anwar aktif memberikan dukungan dana kepada organisasi militer tersebut. Pada masa kemerdekaan, Anwar duduk sebagai Dewan Eksekutif Komite Nasional Indonesia (KNI) Sumatera Barat, mendampingi Sutan Mohammad Rasjid dan Dr. Djamil. Tahun 1960 Anwar ditunjuk menjadi angota Depernas (Dewan Perancang Nasional) sebagai tenaga ahli, dan kemudian diangkat pula menjadi anggota MPRS.

Karya[sunting | sunting sumber]

  • Tugu Pemuda Sumatera : (Di Lapangan Dipo - Padang) Perintis Jalannya Sejarah Menuju Indonesia Raya, 1967
  • Bank Desa di Sumatera Barat, 1969

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Noer, Deliar (2012). Mohammad Hatta:Hati Nurani Bangsa. hal.56. Jakarta:Penerbit Kompas. ISBN 978-979-709-633-5.
  2. ^ Audrey R. Kahin, Dari Pemberontakan ke Integrasi: Sumatera Barat dan Politik Indonesia 1926-1998, 2005
  3. ^ Aziz Thaib dkk., Buku Peringatan 40 Tahun PT Bank Nasional, Bukittinggi: PT Bank Nasional, 1970