Lompat ke isi

Sosialis Demokratik Amerika

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sosialis Demokratik Amerika
SingkatanDSA
Direktur NasionalMaria Svart
PendiriMichael Harrington
DibentukMei 1982; 44 tahun lalu (1982-05)
Digabungkan dariDemocratic Socialist Organizing Committee
New American Movement
Kantor pusat75 Maiden Lane, Ste 702
Kota New York, New York, Amerika Serikat
Surat kabarDemocratic Left
Sayap pelajarYoung Democratic
Socialists of America
Keanggotaan (2019)56.000[1]
IdeologiSosialisme demokratik
Eko-sosialisme
Feminisme sosialis
Anti-kapitalisme
Anti-imperialisme
Anti-rasisme
Anti-fasisme
Posisi politikSayap kiri
Warna  Merah
Situs web
dsausa.org

Sosialis Demokratik Amerika (Democratic Socialists of America; DSA) adalah organisasi yang terdiri dari anggota sosialis demokratik, demokrat sosial, dan berorientasi buruh di Amerika Serikat. DSA telah berhasil menghimpun lebih dari 120.000 anggota per July 2026, menjadikan mereka organisasi sosialis terbesar dalam sejarah Amerika Serikat dan melampaui Partai Sosialis Amerika di bawah Eugene V. Debs, yang mencapai puncak keanggotaan berbayar iuran pada tahun 1912.[2] Secara ideologis, DSA menempati posisi di sayap kiri dan menganut prinsip-prinsip sosialisme demokratis sebagai landasan utamanya, sekaligus berfungsi sebagai wadah inklusif bagi berbagai kelompok progresif. Keterlibatan anggota DSA mencakup beragam ranah perjuangan, mulai dari kontestasi elektoral, penguatan gerakan serikat buruh, hingga kampanye-kampanye berbasis aksi langsung.[3][4][5][6][7][8] Berbeda dengan partai politik konvensional yang memiliki jalur pemilihan tersendiri, DSA beroperasi sebagai organisasi dengan tata kelola yang terdesentralisasi. Model ini memberikan keleluasaan yang cukup besar bagi cabang-cabang daerah maupun kelompok-kelompok ideologis di bawah naungannya untuk bergerak secara mandiri.[9] Pusat organisasi ini berada di Kota New York, yang juga menjadi rumah bagi salah satu cabangnya yang paling besar, bersama dengan cabang-cabang signifikan lainnya di Los Angeles dan kawasan Washington.[10][11]

DSA berakar pada Partai Sosialis Amerika (SPA), yang pemimpin utamanya mencakup Eugene V. Debs, Norman Thomas dan Michael Harrington.[12] Pada tahun 1973, Harrington, pemimpin sebuah faksi minoritas yang menentang perubahan SPA ke arah kanan dan transformasinya menjadi Social Democrats, USA (SDUSA) dalam konvensi nasional partai tahun 1972, membentuk Democratic Socialist Organizing Committee (DSOC). Fraksi lain yang pecah setelah konvensi itu adalah Socialist Party USA (SPUSA), yang tetap menjadi partai politik sosialis demokratik yang independen. DSOC, dalam kata-kata Harrington "sisa dari sisa", segera menjadi kelompok sosialis demokratik terbesar di Amerika Serikat. Pada tahun 1982, ia bergabung dengan New American Movement (NAM), sebuah koalisi intelektual dengan akar dalam gerakan Kiri Baru tahun 1960-an dan mantan anggota partai sosialis dan komunis Kiri Lama, untuk membentuk DSA.[13]

Awalnya, organisasi ini terdiri dari sekitar 5.000 mantan anggota DSOC dan 1.000 mantan anggota NAM. Setelah berdirinya DSA, Harrington dan penulis feminis sosialis Barbara Ehrenreich terpilih sebagai ketua bersama organisasi tersebut. DSA tidak mencalonkan kandidat pada pemilihan umum, tetapi "memperjuangkan reformasi hari ini yang akan melemahkan kekuatan perusahaan dan meningkatkan kekuatan rakyat pekerja". Reformasi ini termasuk mengurangi pengaruh uang dalam politik, memberdayakan orang-orang biasa di tempat kerja dan di dalam ekonomi dan merestrukturisasi hubungan gender dan budaya agar lebih adil.[14] DSA kadang-kadang mendukung kandidat Demokrat dalam pemilu — terutama Walter Mondale, Jesse Jackson, John Kerry, Barack Obama dan Bernie Sanders, Zohran Mamdani— dan kandidat Partai Hijau Ralph Nader.

DSA tidak hanya merupakan organisasi sosialis terbesar di Amerika Serikat pada abad ke-21, tetapi juga merupakan organisasi sosialis terbesar di Amerika Serikat dalam lebih dari satu abad.[15][16] Pada akhir 2017, keanggotaan dalam organisasi telah meningkat menjadi 32.000, terutama karena masuknya kaum muda sebagai reaksi terhadap kepresidenan Donald Trump.[butuh rujukan] Pada tanggal 2 September 2018, keanggotaan mencapai 50.000[17] dan jumlah cabang lokal meningkat dari 40 menjadi 181.[18] Pada Desember 2017, median dari usia anggotanya adalah 33, dibandingkan dengan 68 pada 2013.[19] Dalam pemilu 2017, lima belas kandidat yang menjadi anggota DSA terpilih untuk menjabat di tiga belas negara bagian, terutama Lee J. Carter di Virginia House of Delegates, menambah dua puluh anggota yang sudah memegang kantor terpilih secara nasional.[20] Pada November 2018, dua anggota DSA, Alexandria Ocasio-Cortez dan Rashida Tlaib, terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat sementara sebelas orang terpilih menjadi anggota badan legislatif negara bagian.[21]

DSA merupakan anggota dari Sosialis Internasional (SI) sejak pendiriannya pada tahun 1982. DSA memilih untuk meninggalkan SI pada bulan Agustus 2017 atas penerimaannya terhadap apa yang dianggap DSA sebagai kebijakan ekonomi neoliberal.[22]

Michael Harrington adalah ketua pertama DSA dan tokoh publik paling terkemuka hingga kematiannya pada tahun 1989.

Awal terbentuknya (1973-1982)

[sunting | sunting sumber]

Democratic Socialists of America (DSA) dibentuk pada tahun 1982 melalui penggabungan dua organisasi sayap kiri, yaitu Democratic Socialist Organizing Committee (DSOC) dan New American Movement (NAM).[23] DSOC sendiri didirikan pada tahun 1973 oleh intelektual sosialis Michael Harrington setelah ia keluar dari Partai Sosialis Amerika karena tidak setuju dengan arah partai yang semakin konservatif serta sikapnya terhadap Perang Vietnam.[24] Harrington sendiri melihat DSOC sebagai “sayap kiri dari kemungkinan yang realistis”. Strategi utama yang ia usung adalah penyusunan kembali, yaitu pendekatan yang meyakini bahwa kaum sosialis dapat berkolaborasi dengan serikat pekerja dan berbagai gerakan sosial untuk menggeser Partai Demokrat ke arah kiri, menyingkirkan pengaruh kelompok konservatif dari wilayah Selatan, dan pada akhirnya menjadikan partai tersebut berhaluan sosial demokrasi.[25]

Di sisi lain NAM didirikan pada tahun 1971 oleh Michael Lerner bersama sejumlah mantan anggota Students for a Democratic Society (SDS). NAM mewakili tradisi New Left yang menekankan sosialisme feminis, demokrasi internal, dan pengorganisasian akar rumput, serta menolak kecenderungan otoriter yang berkembang dalam sebagian gerakan sosialis revolusioner pada masa itu.[26][27] Pada awal 1980-an, kedua organisasi menyadari pentingnya persatuan. DSOC memiliki pengaruh politik dan hubungan yang kuat dengan serikat pekerja, tetapi kekurangan basis aktivis muda. Sebaliknya, NAM memiliki banyak anggota muda yang aktif, tetapi kurang memiliki pengaruh dalam politik arus utama. Melalui konvensi yang diselenggarakan di Detroit pada 20–21 Maret 1982, kedua organisasi tersebut resmi bergabung dan membentuk DSA dengan jumlah anggota sekitar 6.000 orang.[27][23] Di bawah kepemimpinan Michael Harrington, DSA menggabungkan strategi politik DSOC dengan komitmen NAM terhadap sosialisme feminis dan gerakan akar rumput untuk membangun gerakan sosialis demokratis yang lebih luas di Amerika Serikat.[26]

Era Harrington (1982–1989)

[sunting | sunting sumber]

Selama tahun 1980-an, Sosialis Demokratik Amerika (DSA) menyatukan koalisi aktivis yang luas dari latar belakang ideologi yang berbeda, termasuk sosialis demokratis, sosialis agama, mantan komunis, Fabian, dan buruh Zionis.[26] [23]Terlepas dari perbedaan-perbedaan yang ada, mereka sama-sama menentang pemerintahan Ronald Reagan dan mendukung perubahan politik yang progresif. Daripada membentuk partai politik tersendiri, DSA terus bekerja di dalam Partai Demokrat dengan mempromosikan kandidat dan kebijakan progresif. Meskipun tidak mendukung kampanye kepresidenan Jesse Jackson pada tahun 1984, mereka bergabung dengan Koalisi Pelangi untuk mendukung kampanyenya pada tahun 1988[27][23]. Di bawah kepemimpinan Michael Harrington, organisasi tersebut juga berupaya membangun koalisi para profesional terpelajar, kelompok buruh, dan komunitas berpenghasilan rendah untuk memperkuat gerakan progresif.[26]

Keangotaan DSA pada era ini dipenuhi oleh tokoh-tokoh intelektual, gerakan buruh, dan politik. Tokoh-tokoh yang terlibat dalam DSA tidak lain lagi adalah tokoh-tokoh seperti Irving Howe, Michael Walzer, Frances Fox Piven, Richard Rorty, and Iris Marion Young.[26]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Joel Meyerson, "What the Socialists Just Did — And Why," The American Prospect, Aug. 9, 2019.
  2. "DSA Boasts—on July 4—That It Has More Members Than Any Socialist Organization in US History" (dalam bahasa American English). 2026-07-06. Diakses tanggal 2026-07-07.
  3. Barkan, Ross (2022-06-15). "The Future of American Socialism Is Local". Intelligencer (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-24.
  4. Springfield, Bryce (2023-11-23). "An Introduction to the Internal Politics of DSA". The Prog (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-06-24.
  5. Azizi, Arash (2024-07-20). "The Left's Self-Defeating Israel Obsession". The Atlantic (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-24.
  6. Koehler, Daniel (2023). From traitor to zealot: exploring the phenomenon of side-switching in extremism and terrorism (Edisi First paperback edition). Cambridge, United Kingdom New York, NY Melbourne New Delhi Singapore: Cambridge University Press. ISBN 978-1-108-84294-5. {{cite book}}:
  7. Bergin, Brigid; CruzShare, David (2020-07-22). "Torres Declares Victory In Bronx Contest As Board Of Election Ballot Counting Continues". Gothamist (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-24.
  8. "FBI warns of possible US election violence in protest-riven Portland". The Straits Times (dalam bahasa Inggris). 2020-11-03. ISSN 0585-3923. Diakses tanggal 2026-06-24.
  9. Sterne, Peter (2026-01-26). "Understanding DSA's structure". City & State NY (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-24.
  10. "New York City Democratic Socialists of America (NYC-DSA)". socialists.nyc (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-06-24.
  11. "Chapters". Democratic Socialists of America (DSA) (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-06-24.
  12. Svart, Maria (November 7, 2011). "Let's Talk Democratic Socialism, Already". In These Times. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-10-30. Diakses tanggal 2019-10-09. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. The New York Times reported on the Convention for three other days:
  14. "What Is Democratic Socialism?". Democratic Socialist of America. Diakses tanggal Januari 10, 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. DSA North Texas chapter's twitter account (April 30, 2018). "With about 37,000 dues-paying members spread across 200 local groups, DSA now dwarfs all other far-left organizations in America. There are at least 11 chapters in Texas, including in Houston, Dallas, San Antonio, Austin and El Paso." #Yallidarity". {{cite web}}: |author= mempunyai nama umumPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. Otterbein, Holly (November 18, 2017). "The Kids Are All Red: Socialism Rises Again in the Age of Trump". Philly Mag. Diakses tanggal Desember 13, 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. DSA 🌹 [@DemSocialists] (2 September 2018). "It's official -- we now have 50,000 members!" (Kicauan). Diakses tanggal 2 September 2018 via Twitter.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. Stockman, Farah (April 20, 2018). "'Yes, I'm Running as a Socialist.' Why Candidates Are Embracing the Label in 2018". The New York Times. Diakses tanggal April 20, 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. Heyward, Amy (Desember 1, 2017). "Since Trump's Victory, Democratic Socialists of America Has Become a Budding Political Force: Why an army of young people is joining DSA". The Nation. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-11-12. Diakses tanggal Desember 25, 2017. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. Goldberg, Michelle (November 10, 2017). "Revenge of the Obama Coalition". The New York Times. Diakses tanggal November 10, 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. Vyse, Graham (November 9, 2018). "Democratic Socialists Rack Up Wins in States: Alexandria Ocasio-Cortez and Rashida Tlaib made headlines for their congressional wins. But a number of Democratic Socialists also won state-level races this election". Governing: The States and Localities. Diakses tanggal Januari 19, 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. "DSA Votes for BDS, Reparations, and Out of the Socialist International". Diakses tanggal Agustus 8, 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. 1 2 3 4 Wadlin, Laura (2025-08-06). "A Political History of DSA, 1982-2025". The Call (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-06-24.
  24. "SOCIALISTS DEPLORE HARRINGTON ACTION". The New York Times (dalam bahasa American English). 1972-10-24. ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2026-06-24.
  25. Hagan, Patrick (2025-05-19). "The Left-Wing Activists Who Want to Change American Politics". New Lines Magazine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-24.
  26. 1 2 3 4 5 Dorrien, Gary J. (2021). American democratic socialism: history, politics, religion, and theory. New Haven: Yale University Press. ISBN 978-0-300-25376-4.
  27. 1 2 3 Schwartz, Joseph M. (Juli 2017). "A History of Democratic Socialists of America 1971-2017". Democratic Socialists of America (DSA) (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-06-24.

Bacaan lanjutan

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]