Silmy Karim

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Silmy Karim
Direktur Utama PT Barata Indonesia
Petahana
Mulai menjabat
7 Agustus 2016
Direktur Utama PT Pindad (Persero)
Masa jabatan
22 Desember 2014 – 3 Agustus 2016
Didahului oleh Sudirman Said
Digantikan oleh Abraham Mose
Informasi pribadi
Lahir 19 November 1974 (umur 42)
Bendera Indonesia Tegal, Jawa Tengah, Indonesia
Kebangsaan Indonesia
Anak Raska Emir, Keisha Samira, Siarra Kalila, Salma Safina
Alma mater Universitas Trisakti
Universitas Indonesia
Georgetown University
George C. Marshall European Center for Security Studies
NATO School
Harvard University
Naval Postgraduate School
Media sosial
Situs web www.silmykarim.com

Silmy Karim (lahir di Tegal, 19 November 1974; umur 42 tahun), adalah Direktur Utama PT. Barata Indonesia (Persero) sejak dilantik pada tanggal 7 Agustus 2016. Ia dikenal sebagai seorang profesional muda berlatar belakang ekonom yang berkecimpung dalam bidang pertahanan dan industri pertahanan. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT. Pindad Persero dan juga pernah bekerja diberbagai lembaga pemerintah seperti di Kementerian Pertahanan RI, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Karier[sunting | sunting sumber]

Setelah sukses membenahi dan meningkatkan kinerja PT Pindad (Persero) dalam waktu 1 tahun 7 bulan, Silmy Karim diberikan kepercayaan yang lebih besar untuk memperbaiki BUMN lainnya yaitu PT. Barata Indonesia (Persero). Ia dilantik di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, pada hari Senin, 7 Agustus 2014.

Sebagai Direktur Utama PT Pindad (Persero), ia menjabat sejak 22 Desember 2014 - 3 Agustus 2016. Saat itu Silmy Karim menggantikan posisi Sudirman Said yang diangkat menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia pada Kabinet Kerja.

Silmy Karim bukanlah orang baru di industri pertahanan dalam negeri. Perkenalan Silmy dengan dunia militer dimulai pada tahun 2007. Awalnya, dengan latar belakang pendidikan di bidang ekonomi, ia diminta untuk menata bisnis yang dimiliki TNI dengan menjadi anggota Tim Supervisi Transformasi Bisnis TNI pada 2007-2008. Saat itu, TNI memiliki bisnis-bisnis yang berada di bawah yayasan dan koperasi.

Pada tahun 2008, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2008 tentang Tim Nasional Pengalihan Aktivitas Bisnis TNI, Silmy Karim ditunjuk menjadi anggota tim ini untuk masa bhakti 2008-2010. Salah satu tugas tim tersebut adalah melakukan pengalihan aktivitas bisnis TNI sesuai Pasal 76 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, karena TNI tidak diperbolehkan untuk berbisnis. Karena dianggap sukses menjalankan tugas tersebut, Silmy Karim diminta Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dan Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan (Dephan) RI Sjafrie Sjamsoeddin ketika itu untuk tetap bertahan di Dephan (Saat ini disebut Kementerian Pertahanan).

Awalnya Silmy Karim tidak punya latar belakang pendidikan di bidang militer dan pertahanan, ia menempuh pendidikan kemiliteran atas prakarsa Sekjen Departement Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Sejak itu, Silmy Karim mengenyam pendidikan militer mulai dari NATO School di Oberammergau (Jerman) hingga ke Harvard University di Cambridge dan Naval Postgraduate School (Amerika Serikat). Berbekal pengetahuan dari hasil pendidikan tersebut, Silmy Karim sering diminta menjadi pembicara di sejumlah forum, baik di dalam maupun luar negeri, terutama terkait kebijakan dan isu-isu di bidang ekonomi serta pertahanan.

Di Kementerian Pertahanan RI, tugas yang diamanatkan ke Silmy pertama kali adalah sebagai Penasihat Menteri Pertahanan. Jabatan ini dimulai semenjak ia ditempatkan sebagai anggota Tim Pakar Manajemen Pertahanan Kementerian Pertahanan RI hingga tahun 2014. Lalu, sejak 2010, Silmy masuk sebagai staf ahli di Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP). Ia pun ikut merancang Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Jabatan terakhirnya di KKIP adalah Staf Ahli Bidang Kerja Sama dan Hubungan Antar Lembaga. Selain itu, ia juga pernah menjadi Anggota Dewan Analis Strategis Badan Intelijen Negara (BIN).

Selain di dalam pemerintahan, Silmy Karim juga pernah tercatat menduduki jabatan strategis di sejumlah perusahaan milik negara. Contohnya, sejak 2011-2014, ia menduduki jabatan Komisaris PT PAL (Persero), perusahaan BUMN yang membuat kapal perang dan kapal selam. Bahkan, Silmy sebelumnya juga pernah berkarier di perusahaan publik dengan menjadi Komisaris Independen PT Bentoel International Investama Tbk. (RMBA), dan PT Alfa Retailindo Tbk. (ARI). Karena reputasi profesionalisme yang dimilikinya membuat ia dipercaya oleh perusahaan global untuk duduk sebagai Komisaris Utama PT. MAN Diesel & Turbo Indonesia serta sebagai Komisaris PT. GE Power Solutions Indonesia.

Selain itu, ia dikenal aktif dalam sejumlah organisasi kepemudaan dan sosial seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), serta Yayasan Paramadina.

Riwayat Singkat Jabatan[sunting | sunting sumber]

  • Direktur Utama PT. Barata Indonesia (Persero) (Agustus 2016-Sekarang)
  • Direktur Utama PT. Pindad (Persero) (Desember 2014-Agustus 2016)
  • Staf Ahli Bidang Kerja Sama dan Hubungan Antar lembaga, Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) (2010-sekarang)
  • Anggota Dewan Analis Strategis Badan Intelijen Negara (BIN) (2013-2015)
  • Komisaris PT. PAL Indonesia (Persero) (2011-2014)
  • Anggota Tim Pakar Manajemen Pertahanan Kementerian Pertahanan RI (2010-2014)
  • Staf Khusus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI (2010-2011)
  • Anggota Tim Pengendali Aktivitas Bisnis TNI (2010-2011)
  • Anggota Tim Nasional Pengalihan Aktivitas Bisnis TNI (2008-2009)
  • Anggota Tim Supervisi Transformasi Bisnis TNI (2007-2008)

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Bintang Dharma Pertahanan dari Menteri Pertahanan (2014)

Buku[sunting | sunting sumber]

Membangun Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia

http://www.penerbitkpg.com/bukubaru/detil/901140883/Membangun-Kemandirian-Industri-Pertahanan-Indonesia

http://www.silmykarim.com/buku/

Kompas, 15 Februari 2015, hlm. 28, Ninok Leksono, Resensi Buku: "Membangun Kekuatan di Saat Tipe Perang Berubah"

Referensi[sunting | sunting sumber]