Lompat ke isi

Yayasan Paramadina

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Yayasan Wakaf Paramadina (sejak 1986)

Yayasan Wakaf Paramadina adalah sebuah lembaga keagamaan (Islam) yang berkecimpung dalam kajian keagamaan dan sosial.

Visi dan Misi

[sunting | sunting sumber]

Visi Yayasan Wakaf Paramdina

[sunting | sunting sumber]

Menatap masa depan dengan kesadaran kebhinekaan sosial (pluralisme) dalam satu wadah tatanan politik yang adil, terbuka, dan demokratis.

Hal ini terumuskan dalam:

1. Integrasi keislaman, kemodernan, dan keindonesiaan;

2. Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia;

3. Penghormatan pada harkat dan martabat manusia

Misi Yayasan Wakaf Paramdina

[sunting | sunting sumber]

1. Mewujudkan pusat keunggulan kajian Islam, sosial-budaya, sosial-ekonomi, sosial-politik dan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi;

2. Mengembangkan dan menerapkan metode-metode pengembangan cara berpikir efektif sehingga tumbuh perilaku warga Muslim Indonesia yang berperadaban, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok masyarakat;

3. Membantu memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan sumber daya manusia yang dihadapi oleh sektor-sektor pembangunan nasional yang strategis;

4. Mengembangkan Paramadina sebagai institusi yang berkemampuan tinggi. [1]

Didirikan oleh Prof. Dr. Nurcholish Madjid pada tahun 1986 di Jakarta, lembaga ini bertujuan sebagai lembaga pendidikan dan pencerahan umat dan bangsa.

Lembaga keagamaan ini mencoba memadukan antara ke-Islaman dan ke-Indonesiaan sebagai perwujudan dari nilai-nilai Islam universal dengan tradisi lokal Indonesia.

Susunan Pengurus (2023)

[sunting | sunting sumber]

Dewan Pembina

[sunting | sunting sumber]

Ketua: H.M. Jusuf Kalla

Ketua Harian: Ir. Ahmad Ganis

Anggota:

Drs. Mustafa Anis

Drs. Abdillah Toha

Poedji Rahardjo

Prof. Dr. Azyumardi Azra

M. Ahmad Rifai

Soegeng Sarjadi

Ir. Moh. Yahya

dr. Sugiat Ahmad Sumadi, SKM

Drs. Abdul Latief

Darnis Habib

Mossolly Noor

Utomo Dananjaya

Drs. Amir Imam Poero

Fahmi Idris

Prof. Dr. Emil Salim

Ir. Aburizal Bakrie

Darmin Paloan Siregar

Dewan Pengawas

[sunting | sunting sumber]

Ketua: Drs. M.A. Rifai

Anggota: Drs. Tjarda Muchtar Winarno Zein

Pengurus Yayasan

[sunting | sunting sumber]

Ketua Umum: Hendro Martowardojo

Ketua: Wijayanto Samirin

Ketua: Arif Budimanta

Ketua: Pratiwi Ibnu Tadji

Ketua: Budhy Munawar-Rachman

Ketua: M. Ichsan Loulembah

Sekretaris Umum: Silmy Karim

Wakil Sekretaris Umum: Astrid Darmawan

Wakil Sekretaris Umum: Putut Widjanarko

Bendahara Umum: Sandiaga S. Uno

Wakil Bendahara Umum: Tatat Rahmita Utami

Wakil Bendahara Umum: Yenon Orsa

Badan Otonom

[sunting | sunting sumber]

Ketua Badan Kajian Islam: M. Wahyuni Nafis, M.A

Ketua Badan Kajian Sosial-Budaya: M. Ihsan Alief, M.A

Ketua Badan Pengelolaan Media: Rani A. Dewi, M.A

Ketua Badan BMT: Alida Astarsis

Ketua Badan Pengelolaan Ekonomi Masyakat: Rifda Ammarina [2]

Yayasan Wakaf Paramadina dirancang untuk menjadi pusat kegiatan keagamaan yang kreatif, konstruktif, dan positif bagi kemajuan masyarakat, tanpa sikap-sikap defensif dan reaktif. Oleh karena itu, program pokok kegiatannya diarahkan kepada peningkatan kemampuan menjawab tantangan zaman dan menyumbang tradisi intelektual yang terus menaik dalam masyarakat. Ini berarti pertaruhan pada kualitas dan otoritas ilmiah yang tinggi.

  • Salah satu artikel yayasan membahas tentang boleh tidaknya seorang muslim mendepositokan uangnya ke bank yang ditulis oleh Jalaluddin Rakhmat.[3]
  • Yayasan juga mengembangkan dan merumuskan gagasan tentang fikih lintas agama yang dirampungkan dalam bentuk buku yang berjudul “Fiqih Lintas Agama”. Sebagai buku pertama yang secara spesifik membahas soal fikih hubungan antar-umat beragama di Indonesia. Di dalam konsep fikih ini dibahas tema-tema yang terkait langsung dengan hubungan antaragama. Misalnya dibahas soal perkawinan antaragama, doa bersama, mengucapkan salam kepada nonmuslim, menghadiri dan mengucapkan selamat Natal, dan persoalan-persoalan yang terkait langsung dengan hubungan umat Islam dengan umat agama-agama lain.[4]

Program pokok kegiatan berkisar pada meningkatkan dan menyebarkan paham keagamaan Islam yang luas, mendalam, dan bersemangat keterbukaan dengan titik berat kepada:

  • Pemahaman sumber-sumber ajaran Islam, khususnya proses pembentukannya.
  • Penyadaran tentang sejarah pemikiran Islam, suatu hubungan dialektik antara ajaran dan peradaban.
  • Apresiasi terhadap khazanah budaya dan peradaban Islam dari bangsa-bangsa muslim.
  • Penanaman semangat non-sektarianisme dan pengembangan serta pemeliharaan "ukhuwwah Islamiyah" yang berkonotasi dinamis dan kreatif.
  • Pendalaman dan perluasan studi komparatif mazhab-mazhab dan aliran-aliran dalam Islam, antara lain guna menghindari kecenderungan sikap anakronistik dan eksklusifistik.
  • Pengembangan sikap-sikap penuh toleransi dan apresiatif terhadap kelompok-kelompok agama lain untuk menciptakan masyarakat yang damai (salam) sebagaimana diajarkan oleh Islam.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ https://www.paramadina.ac.id/yayasan-wakaf-paramadina
  2. ^ https://www.paramadina.ac.id/yayasan-wakaf-paramadina
  3. ^ Artikel Yayasan Paramadina
  4. ^ Jaringan Islam Liberal Diarsipkan 2007-05-16 di Wayback Machine. Wawancara dengan Prof. Dr. Kautsar Azhari Noer: Kita Butuh Fikih Bercorak Pluralistik, 09 Desember 2003.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]