Silaen, Toba

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Silaen, Toba Samosir)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Silaen
Kecamatan Silaen, Toba.jpg
Kantor Kecamatan Silaen
(Peta Lokasi) Kecamatan Silaen, Toba Samosir.svg
Peta lokasi Kecamatan Silaen
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
KabupatenToba
Populasi
 • Total12,813 jiwa (2.019) jiwa
Kode Kemendagri12.12.03 Edit the value on Wikidata
Luas172,58 km²
Desa/kelurahan23 desa

Silaen adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Toba, Sumatra Utara, Indonesia.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Silaen memiliki luas wilayah 172,58 km² atau 8,54% dari total luas Kabupaten Toba.

Kecamatan Silaen berada pada 2°18’- 2°27’ Lintang Utara dan 99°11’ - 99°15’ Bujur Timur.

Kecamatan Silaen berada diatas sekitar 900 hingga 1.500 meter dari permukaan laut.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kecamatan Siantar Narumonda dan Pintu Pohan Meranti
Timur Kecamatan Habinsaran
Selatan Kecamatan Laguboti dan Habinsaran
Barat Kecamatan Sigumpar dan Siantar Narumonda

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Silaen terdiri dari 23 desa yang terbagi habis dalam 82 dusun. Desa Silaen adalah ibu kota dan pusat pemerintahan Kecamatan Silaen.

Desa Sibide merupakan desa dengan wilayah terluas yaitu 47,85 km² atau 27,73% dari total luas Kecamatan Silaen, sementara desa Lumban Dolok merupakan wilayah terkecil yaitu 1,50 km² atau 0,87% dari total luas Kecamatan Silaen.

Desa Silaen merupakan desa yang paling jauh dari ibu kota Kecamatan Silaen yaitu berjarak sekitar 22 kilometer.

Sejarah Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Silaen dibentuk seiring pembentukan wilayah Kabupaten Toba Samosir sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Utara pada tahun 1998.

Kecamatan Silaen memekarkan Kecamatan Sigumpar pada tahun 2004.

Sejak awal tahun 2009 Kecamatan Silaen bertambah 3 desa, karena sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Toba Samosir No. 4 Tahun 2008, 3 desa (Meranti Barat, Sibide, dan Sibide Barat) dialihkan dari Kecamatan Pintu Pohan Meranti ke Kecamatan Silaen.

Daftar desa/kelurahan di Kecamatan Silaen[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah di Kecamatan Silaen
Desa /
Kelurahan
Nama Kepala Desa /
Lurah
Luas (km²) /
Rasio Terhadap Luas Kecamatan
Jumlah penduduk /
Kepadatan (2015)
Desa Dalihan Natolu Teddy Rain Panjaitan 03,00 km² (1,74%) 566 (188,7 jiwa/km²)
Desa Huta Gurgur I Pantun Siagian 02,80 km² (1,62%) 457 (163,2 jiwa/km²)
Desa Huta Gurgur II Mangajak Siagian 02,12 km² (1,23%) 444 (209,4 jiwa/km²)
Desa Huta Namora Eben Ezer Panjaitan 04,10 km² (2,38%) 1.134 (276,6 jiwa/km²)
Desa Hutagaol Sihujur Anthon Hutagaol 01,88 km² (1,09%) 343 (182,4 jiwa/km²)
Desa Lumban Dolok Effendi Silaen 01,50 km² (0,87%) 408 (272,0 jiwa/km²)
Desa Marbulang Lalo Sitorus 02,70 km² (1,56%) 329 (121,9 jiwa/km²)
Desa Meranti Barat Rekson Panjaitan 32,25 km² (18,69%) 92 (2,9 jiwa/km²)
Desa Napitupulu Baduali Napitupulu 03,15 km² (1,83%) 534 (169,5 jiwa/km²)
Desa Natolutali Toba Hendra Sibarani 06,10 km² (3,53%) 618 (101,3 jiwa/km²)
Desa Ombur Mursal Simanjuntak 06,00 km² (3,48%) 520 (86,7 jiwa/km²)
Desa Panindii Manutur Hutagaol 01,70 km² (0,99%) 245 (144,1 jiwa/km²)
Desa Pardomuan Timbang Sianipar 04,00 km² (2,32%) 624 (156,0 jiwa/km²)
Desa Parsambilan Marlon Sauri Napitupulu 03,65 km² (2,11%) 479 (131,2 jiwa/km²)
Desa Pintu Batu Efendi Panjaitan 03,80 km² (2,20%) 909 (239,2 jiwa/km²)
Desa Sibide Charles Panjaitan 47,85 km² (27,73%) 633 (13,2 jiwa/km²)
Desa Sibide Barat Doharman Siagian 29,58 km² (17,14%) 567 (19,2 jiwa/km²)
Desa Sigodang Tua Suleman Sitorus 02,90 km² (1,68%) 455 (156,9 jiwa/km²)
Desa Silaen Baringin Silaen 03,00 km² (1,74%) 1.330 (443,3 jiwa/km²)
Desa Simanobak Anggiat Simanjuntak 03,50 km² (2,03%) 376 (107,4 jiwa/km²)
Desa Sinta Dame Marusaha Sitorus 02,60 km² (1,51%) 559 (215,0 jiwa/km²)
Desa Siringkiron Rindu Silaen 02,40 km² (1,39%) 232 (96,7 jiwa/km²)
Desa Sitorang I Sirus Panjaitan 02,00 km² (1,16%) 692 (346,0 jiwa/km²)

Daftar Camat yang pernah menjabat di Kecamatan Silaen[sunting | sunting sumber]

Sosial Kemasyarakatan[sunting | sunting sumber]

Suku[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Silaen berasal dari suku Toba.

Agama[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Silaen memeluk agama Kristen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kabupaten Toba tahun 2020 mencatat penduduk kecamatan ini yang menganut agama Kekristenan sebanyak 98,61% (Protestan 90,35% dan Katolik 8,26%), dan selebihnya memeluk agama Islam 1,26%, Budha 0,01%, Konghucu 0,01% dan kepercayaan Parmalim sebanyak 0,11%.[1]

Di Kecamatan Silaen terdapat 56 sarana ibadah yang terdiri dari 55 bangunan Gereja dan 1 Masjid.

Sarana ibadah menurut desa/kelurahan di Kecamatan Silaen[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2015, terdapat 28 bangunan sekolah di Kecamatan Silaen yang terdiri dari 21 sekolah SD, 5 sekolah SMP, 1 sekolah SMA, dan 1 Perguruan Tinggi.[2]

Sarana pendidikan menurut desa/kelurahan di Kecamatan Silaen[sunting | sunting sumber]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Silaen memiliki 60 unit sarana kesehatan yang terdiri dari:

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Pertanian & Peternakan[sunting | sunting sumber]

Sumber penghasilan utama penduduk di Kecamatan Silaen adalah di sektor pertanian dan perkebunan rakyat. Tanaman selain padi yang diupayakan adalah tanaman palawija, yaitu tanaman jagung dan ubi kayu.

Dari jenis ternak besar yang diusahakan di Kecamatan Silaen pada umumnya adalah kerbau. Sedangkan pada ternak kecil, yang paling dominan diusahakan adalah ternak babi. Untuk pemeliharaan pada ternak unggas, masyarakat di Kecamatan Silaen umumnya memelihara ternak ayam dan itik.

Perdagangan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Silaen memiliki 3 unit pasar yang terdiri dari:

Industri[sunting | sunting sumber]

Perindustrian yang ada di Kecamatan Silaen pada umumnya adalah industri mikro. Secara umum, industri yang ada di kecamatan Silaen bergerak pada bidang penggilingan padi dan juga penenunan ulos.

Sarana & Prasarana[sunting | sunting sumber]

Untuk sumber penerangan, hampir seluruh perumahan yang ada di Kecamatan Silaen sudah dialiri listrik oleh PLN, kecuali beberapa dusun di sebagian desa yang masih belum bisa dijangkau listrik oleh PLN. Desa Meranti Barat adalah satu-satunya desa yang sama sekali belum dialiri listrik PLN.

Komunikasi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Silaen hanya memiliki 2 menara BTS yaitu di Desa Ombur dan Silaen. Dengan adanya pembangunan menara BTS komunikasi melalui telepon seluler sudah terjangkau di hampir seluruh desa. Namun, karena beberapa desa di Kecamatan Silaen ada yang berada di antara perbukitan dan di dalam kawasan hutan, sehingga tidak semua wilayah bisa mendapatkan sinyal seluler dengan baik. Desa-desa tersebut antara lain Desa Meranti Barat, Panindii, Sibide dan Desa Sibide Barat.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Untuk sektor pariwisata, ada beberapa wilayah yang potensial untuk dikembangkan menjadi wilayah pariwisata, terutama untuk wisata alam. Untuk saat ini ada 2 lokasi yang sering dikunjungi oleh wisatawan sebagai tempat wisata. Yakni objek wisata Salib Holong di Desa Ombur, dan objek wisata Rumah Batak di Lumban Pea, Desa Marbulang.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Kabupaten Toba Samosir Dalam Angka 2020" (pdf). hlm. 189-190. Diakses tanggal 17 November 2020. 
  2. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-01-18. Diakses tanggal 2017-01-13. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]