Silaen, Toba Samosir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Silaen
Kecamatan
Peta Lokasi Kecamatan Silaen Kabupaten Toba Samosir.svg
Peta lokasi Kecamatan Silaen
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Utara
Kabupaten Toba Samosir
Pemerintahan
 • Camat Rajiun Tampubolon
Luas 172,58 km²
Jumlah penduduk 12.546
Kepadatan 72,70 jiwa/km²
Desa/kelurahan 23 desa

Silaen adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Indonesia.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Silaen memiliki luas wilayah 172,58 km² atau 8,54% dari total luas Kabupaten Toba Samosir.

Kecamatan Silaen berada pada 2°18’- 2°27’ Lintang Utara dan 99°11’ - 99°15’ Bujur Timur.

Kecamatan Silaen berada diatas sekitar 900 hingga 1.500 meter dari permukaan laut.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kecamatan Siantar Narumonda dan Pintu Pohan Meranti
Selatan Kecamatan Laguboti dan Habinsaran
Barat Kecamatan Sigumpar dan Siantar Narumonda
Timur Kecamatan Habinsaran

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Silaen terdiri dari 23 desa yang terbagi habis dalam 82 dusun. Desa Silaen adalah ibukota dan pusat pemerintahan Kecamatan Silaen.

Desa Sibide merupakan desa dengan wilayah terluas yaitu 47,85 km² atau 27,73% dari total luas Kecamatan Silaen, sementara desa Lumban Dolok merupakan wilayah terkecil yaitu 1,50 km² atau 0,87% dari total luas Kecamatan Silaen.

Desa Silaen merupakan desa yang paling jauh dari ibukota Kecamatan Silaen yaitu berjarak sekitar 22 kilometer.

Sejarah Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Silaen dibentuk seiring pembentukan wilayah Kabupaten Toba Samosir sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Utara pada tahun 1998.

Kecamatan Silaen memekarkan Kecamatan Sigumpar pada tahun 2004.

Sejak awal tahun 2009 Kecamatan Silaen bertambah 3 desa, karena sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Toba Samosir No. 4 Tahun 2008, 3 desa (Meranti Barat, Sibide, dan Sibide Barat) dialihkan dari Kecamatan Pintu Pohan Meranti ke Kecamatan Silaen.

Daftar desa/kelurahan di Kecamatan Silaen[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah di Kecamatan Silaen
Desa /
Kelurahan
Nama Kepala Desa /
Lurah
Luas (km²) /
Rasio Terhadap Luas Kecamatan
Jumlah penduduk /
Kepadatan (2015)
Desa Dalihan Natolu Teddy Rain Panjaitan 03,00 km² (1,74%) 566 (188,7 jiwa/km²)
Desa Huta Gurgur I Pantun Siagian 02,80 km² (1,62%) 457 (163,2 jiwa/km²)
Desa Huta Gurgur II Mangajak Siagian 02,12 km² (1,23%) 444 (209,4 jiwa/km²)
Desa Huta Namora Eben Ezer Panjaitan 04,10 km² (2,38%) 1.134 (276,6 jiwa/km²)
Desa Hutagaol Sihujur Anthon Hutagaol 01,88 km² (1,09%) 343 (182,4 jiwa/km²)
Desa Lumban Dolok Parasian Tampubolon 01,50 km² (0,87%) 408 (272,0 jiwa/km²)
Desa Marbulang Panal Sitorus 02,70 km² (1,56%) 329 (121,9 jiwa/km²)
Desa Meranti Barat Rekson Panjaitan 32,25 km² (18,69%) 92 (2,9 jiwa/km²)
Desa Napitupulu Abidan Napitupulu 03,15 km² (1,83%) 534 (169,5 jiwa/km²)
Desa Natolutali Anggiat Naiborhu 06,10 km² (3,53%) 618 (101,3 jiwa/km²)
Desa Ombur Mursal Simanjuntak 06,00 km² (3,48%) 520 (86,7 jiwa/km²)
Desa Panindii Manutur Hutagaol 01,70 km² (0,99%) 245 (144,1 jiwa/km²)
Desa Pardomuan Timbang Sianipar 04,00 km² (2,32%) 624 (156,0 jiwa/km²)
Desa Parsambilan Holden Napitupulu 03,65 km² (2,11%) 479 (131,2 jiwa/km²)
Desa Pintu Batu Efendi Panjaitan 03,80 km² (2,20%) 909 (239,2 jiwa/km²)
Desa Sibide Charles Panjaitan 47,85 km² (27,73%) 633 (13,2 jiwa/km²)
Desa Sibide Barat Doharman Siagian 29,58 km² (17,14%) 567 (19,2 jiwa/km²)
Desa Sigodang Tua Suleman Sitorus 02,90 km² (1,68%) 455 (156,9 jiwa/km²)
Desa Silaen Arifin Silaen 03,00 km² (1,74%) 1.330 (443,3 jiwa/km²)
Desa Simanobak Anggiat Simanjuntak 03,50 km² (2,03%) 376 (107,4 jiwa/km²)
Desa Sinta Dame Timbul Sitorus 02,60 km² (1,51%) 559 (215,0 jiwa/km²)
Desa Siringkiron Abidan Silaen 02,40 km² (1,39%) 232 (96,7 jiwa/km²)
Desa Sitorang I Gosen Panjaitan 02,00 km² (1,16%) 692 (346,0 jiwa/km²)

Daftar Camat yang penah menjabat di Kecamatan Silaen[sunting | sunting sumber]

Sosial Kemasyarakatan[sunting | sunting sumber]

Suku[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Silaen berasal dari suku Toba.

Agama[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Silaen memeluk agama Kristen.

Di Kecamatan Silaen terdapat 56 sarana ibadah yang terdiri dari 55 bangunan Gereja dan 1 Masjid.

Sarana ibadah menurut desa/kelurahan di Kecamatan Silaen[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2015, terdapat 28 bangunan sekolah di Kecamatan Silaen yang terdiri dari 21 sekolah SD, 5 sekolah SMP, 1 sekolah SMA, dan 1 Perguruan Tinggi.[1]

Sarana pendidikan menurut desa/kelurahan di Kecamatan Silaen[sunting | sunting sumber]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Silaen memiliki 60 unit sarana kesehatan yang terdiri dari:

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Pertanian & Peternakan[sunting | sunting sumber]

Sumber penghasilan utama penduduk di Kecamatan Silaen adalah di sektor pertanian dan perkebunan rakyat. Tanaman selain padi yang diupayakan adalah tanaman palawija, yaitu tanaman jagung dan ubi kayu.

Dari jenis ternak besar yang diusahakan di Kecamatan Silaen pada umumnya adalah kerbau. Sedangkan pada ternak kecil, yang paling dominan diusahakan adalah ternak babi. Untuk pemeliharaan pada ternak unggas, masyarakat di Kecamatan Silaen umumnya memelihara ternak ayam dan itik.

Perdagangan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Uluan memiliki 3 unit pasar yang terdiri dari:

Industri[sunting | sunting sumber]

Perindustrian yang ada di Kecamatan Uluan pada umumnya adalah industri mikro. Secara umum, industri yang ada di kecamatan Uluan bergerak pada bidang penggilingan padi dan juga penenunan ulos.

Sarana & Prasarana[sunting | sunting sumber]

Untuk sumber penerangan, hampir seluruh perumahan yang ada di Kecamatan Silaen sudah dialiri listrik oleh PLN, kecuali beberapa dusun di sebagian desa yang masih belum bisa dijangkau listrik oleh PLN. Desa Meranti Barat adalah satu-satunya desa yang sama sekali belum dialiri listrik PLN.

Komunikasi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Silaen hanya memiliki 2 menara BTS yaitu di Desa Ombur dan Silaen. Dengan adanya pembangunan menara BTS komunikasi melalui telepon seluler sudah terjangkau di hampir seluruh desa. Namun, karena beberapa desa di Kecamatan Silaen ada yang berada di antara perbukitan dan di dalam kawasan hutan, sehingga tidak semua wilayah bisa mendapatkan sinyal selular dengan baik. Desa-desa tersebut antara lain Desa Meranti Barat, Panindii, Sibide dan Desa Sibide Barat.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Untuk sektor pariwisata, ada beberapa wilayah yang potensial untuk dikembangkan menjadi wilayah pariwisata, terutama untuk wisata alam. Untuk saat ini ada 2 lokasi yang sering dikunjungi oleh wisatawan sebagai tempat wisata. Yakni obyek wisata Salib Holong di Desa Ombur, dan obyek wisata Rumah Batak di Lumban Pea, Desa Marbulang.

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/kelengkapan/3/071616