Sendawar (kota)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sendawar
Tugu Macan Dahan di Sendawar
Tugu Macan Dahan di Sendawar
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Timur
KabupatenKutai Barat
Luas
 • Total405,89 km2 (156,72 sq mi)
Populasi
 • Total32.438
 • Kepadatan80/km2 (200/sq mi)

Sendawar (disingkat: SDW[2]) adalah sebuah kawasan di Kabupaten Kutai Barat, provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Sendawar juga menjadi ibu kota dari kabupaten Kutai Barat.

Secara administrasi, Sendawar hanya kawasan, bukan sebuah kota yang berdiri sendiri, dan juga bukan kecamatan yang berdiri sendiri. Wilayah Sendawar mencakup sebagian atau seluruh wilayah kecamatan Barong Tongkok. Meski demikian, ada juga nama desa Sendawar di kecamatan Barong Tongkok. Jika merujuk pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Barat tahun 2021, jarak antar desa atau kelurahan di Kutai Barat ke ibu kota kabupaten, maka dua kelurahan memiliki jarak lebih dekat ke ibu kota kabupaten sekitar 1 km, yakni kelurahan Barong Tongkok dan kelurahan Simpang Raya.[3] Kantor pemerintahan Kutai Barat, termasuk kantor bupati, berada di kelurahan Simpang Raya.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa[sunting | sunting sumber]

Foto suku Dayak Bahau sekitar tahun 1898-1900.

Kabupaten Kutai Barat memiliki keberagaman suku bangsa, dengan mayoritas berasal dari suku Dayak, penduduk asli kawasan ini. Suku Dayak sendiri terdiri dari beragam sub suku asal Kalimantan dan Kutai Barat. Suku Dayak mencapai 63,90% dari populasi Kutai Barat, dengan dominan Dayak Tunjung sebanyak 24,20%. Suku Dayak lainnya adalah Suku Dayak Benuaq (19,90%), Suku Dayak Bahau (9,30%), Suku Dayak Kenyah (2,40%), Suku Dayak Bentian (2,30 %), Suku Dayak Bakumpai (1,70%), Suku Dayak Penihing atau Aoheng (1,70%), Suku Dayak Kayan (1,40%), Suku Dayak Seputan (0,60%), Suku Dayak Bukat (0,20%), dan Suku Dayak Luangan (0,20%).[4] Suku lainnya yang dominan asal Kalimantan Timur adalah Suku Kutai dengan jumlah 15,50 %. Sementara suku lainnya adalah Suku Jawa (10,70%), Suku Banjar (4,50%), Suku Bugis (3,20%), Suku Batak (0,20%) dan suku lainnya sekitar 2,00%.[4]

Agama[sunting | sunting sumber]

Merujuk pada jumlah penduduk kecamatan Barong Tongkok, jumlah penduduk Sendawar sekitar 32.438 jiwa, berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2021. Kemudian jumlah penduduk berdasarkan agama yang dianut, mayoritas menganut agama kekristenan. Adapun besaran penduduk berdasarkan agama yang dianut yakni Kristen sebanyak 64,93%, dimana Protestan 33,19% dan Katolik 31,74%. Sebagian besar lagi menganut agama Islam yakni 34,86%. Dan pemeluk agama Hindu sebanyak 0,13%, Buddha 0,03% dan kepercayaan 0,05%.[1] Untuk sarana rumah ibadah, terdapat 65 gereja Protestan, 15 gereja Katolik, 9 masjid dan 11 musala.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2020" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 11 Januari 2022. 
  2. ^ http://ftp.paudni.kemdiknas.go.id/paudni/2011/06/SNI_7657-2010_Singkatan_Nama_Kota.pdf[pranala nonaktif permanen]
  3. ^ a b "Kecamatan Barong Tongkok Dalam Angka 2021" (pdf). kubarkab.bps.go.id. hlm. 4, 31–32. Diakses tanggal 11 Januari 2022. 
  4. ^ a b (Inggris) Haug, Michaela (2009). Kemiskinan dan desentralisasi di Kutai Barat: dampak otonomi daerah terhadap kesejahteraan Dayak Benuaq. Centaurus Verlag & Media KG. hlm. 7. ISBN 9791412464. Diakses tanggal 11 Januari 2022. ISBN 9789791412469}}