Raja-udang biru

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Raja-udang Biru
Alced coeru 190317-P901065 cks.JPG
Alcedo coerulescens
dari Muara Cikeas, Babelan, Bekasi
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Coraciiformes
Famili: Alcedinidae
Genus: Alcedo
Spesies: A. coerulescens
Nama binomial
Alcedo coerulescens

Raja-udang biru[3] atau burung udang biru[4] (Alcedo coerulescens) adalah spesies burung dari keluarga Alcedinidae, dari genus Alcedo. Burung ini, yang biasa ditemui di rawa pesisir, mangrove, dan muara sungai, menyebar terbatas di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Nusa Tenggara.

Ciri-ciri[sunting | sunting sumber]

Raja-udang dengan tubuh berukuran sangat kecil (14 cm), berwarna biru dan putih. Tubuh bagian atas dan pita di dada biru kehijauan mengkilap agak gelap. Mahkota dan penutup sayap bergaris-garis hitam kebiruan. Sejalur warna biru terang keperakan terdapat di tengah punggung hingga tunggir; acap tertutupi sayap yang melipat ketika bertengger. Kekang, petak belakang telinga, dagu, tenggorokan, perut hingga ke pantat berwarna putih. Begitu pula penutup bawah sayap.[3][5]

Iris cokelat gelap, paruh kehitaman, kaki merah-cokelat gelap.[5]

Terbang cepat sambil bersuara dengan nada agak tinggi, "tyiiw.. tyiiw".[4]

Habitat dan kebiasaan[sunting | sunting sumber]

Sepasang rajaudang biru sedang bercumbu. Muara Cikeas.

Raja-udang biru umum dijumpai di rawa-rawa pesisir, hutan mangrove, dan muara sungai. Acap kali terlihat bertengger pada pohon-pohon di tepi sungai, saliran, tambak ikan, dan pinggiran hutan mangrove.[3]

Mangsanya adalah ikan-ikan kecil, serangga akuatik, dan krustasea.[3][5]

Sarangnya berupa liang yang dibuat di tebing tanah. Telurnya berwarna keputih-putihan, berjumlah 3-5(-6) butir. Di Jawa, raja-udang biru tercatat berbiak pada bulan April-Juni, Agustus, dan Oktober.[4][5] Di Surabaya, perilaku berpasangan burung ini telah teramati pada awal bulan Februari.[6]

Penyebaran[sunting | sunting sumber]

Raja-udang biru hanya ditemukan di Indonesia, mulai dari Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Lombok, dan Sumbawa.[3][4][5] Juga di Kangean dan Flores.[7] Burung ini monotipik, tidak memiliki anak jenis.[7]

Umumnya ditemukan di wilayah pesisir, burung ini juga tercatat dari habitat-habitat yang sesuai hingga ketinggian 800 m dpl.[5] Di Sumatera, kemungkinan merupakan pendatang yang relatif baru dari Jawa yang kemudian menetap.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ BirdLife International (2016). Alcedo coerulescens. The IUCN Red List of Threatened Species 2016: e.T22683117A92976544. http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22683117A92976544.en. Diakses pada 29 Maret 2019.
  2. ^ Vieillot, L.J.P.. (1818). "Le Martin-pècheur-bleuātre". Nouveau dictionnaire d'histoire naturelle, appliquée aux arts, à l'agriculture, à l'économie rurale et domestique, à la médecine, etc. t. 19: 401.
  3. ^ a b c d e f MacKinnon, J., K. Phillipps, dan B. van Balen. (2000). Burung-burung di Sumatra, Jawa, Bali dan Kalimantan. Bogor:Puslitbang Biologi LIPI dan BirdLife IP. Hlm. 223. ISBN 979-579-013-7
  4. ^ a b c d MacKinnon, J. (1993). Panduan lapangan pengenalan burung-burung di Jawa dan Bali. Jogyakarta:Gadjah Mada University Press. Hlm. 222-3. ISBN 979-420-150-2
  5. ^ a b c d e f Fry, C.H., K. Fry & A. Harris (1992). Helm identification guides: Kingfishers, Bee-eaters and Rollers, p.210-1. London:A & C Black. ISBN 978-1-4081-3525-9
  6. ^ Martin, I. & A.K.S. Putera (2017). "Presumed courtship behaviour of the Cerulean Kingfisher, Alcedo coerulescens". BirdingASIA 27 (2017): 114-115.
  7. ^ a b Woodall, P.F. (2019). "Cerulean Kingfisher (Alcedo coerulescens)". In: del Hoyo, J., Elliott, A., Sargatal, J., Christie, D.A. & de Juana, E. (eds.). Handbook of the Birds of the World Alive. Lynx Edicions, Barcelona. (laman https://www.hbw.com/node/55794, diakses pada 24 Maret 2019).

Pranala luar[sunting | sunting sumber]