Pupuk organik cair

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Pupuk organik cair adalah pupuk yang tersedia dalam bentuk cair, POC dapat diartikan sebagai pupuk yang dibuat secara alami melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan larutan hasil pembusukan dari sisa tanaman, maupun kotoran hewan atau manusia[1] Bagi sebagian orang pupuk organik cair lebih baik untuk digunakan karena terhindar dari bahan-bahan kimia/sintetis serta dampak yang baik bagi kesehatan. Pupuk organik cair terdiri dari mikroorganisme yang berperan penting dalam membantu pertumbuhan tanaman [2]

Mikroorganisme Lokal (MOL)[sunting | sunting sumber]

Mikroorganisme merupakan makhluk hidup yang sangat kecil dengan kemampuan sangat penting dalam kelangsungan daur hidup biota di dalam biosfer. Mikroorganisme mampu melaksanakan kegiatan atau reaksi biokimia untuk melangsungkan perkembangbiakan sel. Mikroorganisme digolongkan ke dalam golongan protista yang terdiri dari bakteri, fungi, protozoa, dan algae. Mikroorganisme lokal (MOL) adalah mikroorganisme yang dimanfaatkan sebagai starter dalam pembuatan pupuk organik padat maupun pupuk cair.  Bahan utama MOL terdiri dari beberapa komponen yaitu karbohidrat, glukosa, dan sumber mikroorganisme. Mikroorganisme lokal biasanya digunakan dalam bentuk larutan.[3]

Larutan MOL[sunting | sunting sumber]

Larutan MOL adalah larutan hasil fermentasi yang berbahan dasar dari berbagai sumber daya yang tersedia setempat. Larutan MOL mengandung unsur hara mikro dan makro dan juga mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan, dan sebagai agens pengendali hama dan penyakit tanaman, sehingga MOL dapat digunakan baik sebagai dekomposer, pupuk hayati dan sebagai pestisida organik terutama sebagai fungisida.

Larutan MOL dibuat sangat sederhana yaitu dengan memanfaatkan limbah dari rumah tangga atau tanaman di sekitar lingkungan misalnya sisa-sisa tanaman seperti bonggol pisang, gedebong pisang, buah nanas, jerami padi, sisa sayuran, nasi basi, dan lain-lain. Bahan utama dalam larutan MOL teridiri dari 3 jenis komponen, antara lain : Karbohidrat: air cucian beras, nasi bekas, singkong, kentang dan gandum; Glukosa: cairan gula merah, cairan gula pasir, air kelapa/nira dan; Sumber bakteri: keong mas, buah-buahan misalnya tomat, pepaya, dan kotoran hewan [3]

Tiga bahan utama dalam larutan MOL:

  • Karbohidrat. Bahan ini dibutuhkan bakteri/ mikroorganisme sebagai sumber energi. Untuk menyediakan karbohidrat bagi mikroorganisme bisa diperoleh dari air cucian beras, nasi bekas/ nasi basi, singkong, kentang, gandum, dedak/ bekatul.
  • Glukosa. Bahan ini juga sebagai sumber energi bagi mikroorganisme yang bersifat spontan (lebih mudah dimakan mereka). Glukosa bisa didapat dari gula pasir, gula merah, molases, air gula, air kelapa, air nira dan sebagainya.
  • Sumber Bakteri (mikroorganisme lokal). Bahan yang mengandung banyak mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman antara lain buah-buahan busuk, sayur-sayuran busuk, keong mas, nasi, rebung bambu, bonggol pisang, urine kelinci, pucuk daun labu, tapai singkong dan buah maja. Biasaya dalam MOL tidak hanya mengandung 1 jenis mikroorganisme tetapi beberapa mikroorganisme diantaranya Rhizobium sp, Azospirillium sp, Azotobacter sp, Pseudomonas sp, Bacillus sp dan bakteri pelarut phospat.       

Macam-Macam POC (Pupuk Organik Cair)[sunting | sunting sumber]

POC (Pupuk Organik Cair) terdapat berbagai jenis, tergantung dari kebutuhan. POC dapat dimanfaatkan dari tumbuhan, ataupun kotoran, diantaranya yang dapat dimanfaatkan adalah POC dari nasi basi, POC dari Sisa Sayur-Sayuran, POC dari kulit kakao dan POC dari kotoran hewan

Cara Pembuatan POC dari Nasi Basi[sunting | sunting sumber]

Salah satu contoh POC yang dapat dibuat dari bahan-bahan yang mudah ditemui disekitar kita adalah POC dari nasi basi. Berikut adalah cara pembuatan POC dari Nasi Basi

  1. Penyiapan sampel, Sampel dalam pembuatan POC adalah nasi basi yang dapat diperoleh dari rumah-rumah dan kos-kos dikumpul dan disimpan kedalam toples yang akan di aplikasikan pada tanaman.
  2. Penyiapan nasi basi untuk dijamurkan, Nasi basi ditimbang sebanyak 1 kg, kemudian diletakkan dalam toples dan mendiamkan nasi tersebut selama 5 hari hingga nasi benar-benar basi dan berwarna orange kekuningan. Jauhkan nasi dari dari sinar matahari agar nasi tidak mengering.
  3. Fermentasi, Nasi basi yang telah ditumbuhi jamur (berwarna orange) ditambahkan gula dengan perbandingan 1 liter air : 5 sendok gula makan pasir. Kemudian mengaduk larutan gula dan nasi hingga adonan menjadi rata dan ditutup selama 2 hari. Fungsi gula adalah sebagai makanan untuk perkembangan mikroorganisme pada nasi, dan nasi basi sebagai starter pupuk cair.
  4. Pengemasan dan penyimpanan pupuk cair, Setelah 2 hari, toples dibuka sambil di kocok agar nasi basi dan gula tercamour merata. Pada proses pengocokkan larutan, tutup toples dan buka sesekali untuk mengeluarkan gas dan tekanan pada hasil fermentasi. Selanjutnya saring adonan menggunakan penyaring santan dan hasil fermentasi dimasukkan kedalam botol. POC disimpan dalam botol dan buatkan lubang untuk tempat keluar masuknya udara.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Balai Besar Pelatihan Peternakan, BBPP. "Pupuk Organik Cair". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-02-01. Diakses tanggal 1 Februari 2020. 
  2. ^ Gusti Ayu P, Amelia; A. W. N, Jati (2017). "Pupuk Organik Cair dari Limbah Buah Jambu Biji (Psidium guajava L.), Pisang Mas (Musa paradisiaca L. var.mas) DAN PEPAYA (Carica papaya L.)" (PDF). 
  3. ^ a b M, Purwasasmita (2009). "Mikroorganisme Lokal Sebagai Pemicu Siklus Kehidupan. Dalam Bioreaktor Tanaman. Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia".