Air kelapa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sebuah kelapa muda yang siap untuk diminum dan dijual di Pangandaran, Indonesia.
Penjual kelapa hijau di Delhi, India, pada musim panas.
Nutrisi air kelapa
Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz)
Energi79 kJ (19 kcal)
3.71 g
Gula2.61 g
Serat pangan1.1 g
0.2 g
0.72 g
VitaminKuantitas
%DV
Vitamin A equiv.
0%
0 μg
0%
0 μg
0 μg
Tiamina (B1)
3%
0.03 mg
Riboflavin (B2)
5%
0.057 mg
Niasin (B3)
1%
0.08 mg
Asam pantotenat (B5)
1%
0.043 mg
Vitamin B6
2%
0.032 mg
Folat (B9)
1%
3 μg
Vitamin C
3%
2.4 mg
Vitamin E
0%
0 mg
Vitamin K
0%
0 μg
MineralKuantitas
%DV
Kalsium
2%
24 mg
Zat besi
2%
0.29 mg
Magnesium
7%
25 mg
Fosfor
3%
20 mg
Potasium
5%
250 mg
Seng
1%
0.1 mg
Komponen lainnyaKuantitas
Air94.99 g
Persen DV berdasarkan rekomendasi Amerika Serikat untuk orang dewasa.
Sumber: USDA FoodData Central

Air kelapa adalah cairan berwarna bening yang tersimpan di dalam buah kelapa. Kandungan utama di dalam air kelapa adalah gula. Gizi di dalam air kelapa meliputi air, karbohidrat, protein, dan lemak. Air kelapa telah dimanfaatkan sebagai minuman di kawasan tropis dan penyembuh bagi tubuh manusia yang mengalami keracunan makanan.

Pembentukan[sunting | sunting sumber]

Air kelapa terbentuk secara alami sebagai cairan berwarna bening yang tersimpan di dalam buah dari pohon kelapa. Kandungan pembentuk utamanya ialah kalium dan klorin dengan kadar yang tinggi. Keberadaan air kelapa di dalam buah kelapa akan berubah secara bertahap menjadi daging kelapa dan udara ketika dimulainya pematangan buah kelapa.[1]

Komposisi[sunting | sunting sumber]

Kandungan gula[sunting | sunting sumber]

Air kelapa mengandung gula dalam bentuk fruktosa, glukosa, dan sukrosa. Umur buah kelapa mempengaruhi komposisi gula di dalam air kelapa. Kandungan fruktosa dan glukosa dalam air kelapa akan meningkat seiring bertambah tuanya buah kelapa. Sementara sukrosa semakin mengalami penurunan kandungan di dalam air kelapa seiring bertambah tuanya buah kelapa. Selain itu, kandungan gula di dalam air kelapa menyebabkan terjadinya fermentasi secara spontan. Kondisi ini membuat rasa air kelapa cepat menjadi asam sehingga masa penyimpanannya tidak tahan lama.[2]

Nilai Gizi[sunting | sunting sumber]

Dalam 100 ml, tersedia 19 kalori, Air kelapa terdiri dari 95% air dan 4% karbohidrat, dengan protein dan jumlah lemak konten di bawah 1% masing-masing (tabel). Air kelapa mengandung vitamin serta mineral makanan dalam jumlah yang signifikan (rata-rata di bawah angka 10% dari Nilai kebutuhan gizi harian).

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Minuman[sunting | sunting sumber]

Air kelapa telah lama menjadi minuman di kawasan tropis, khususnya di India, pesisir Brasil, Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik, Afrika, dan Kepulauan Karibia.[butuh rujukan]

Pengobatan[sunting | sunting sumber]

Air kelapa dari kelapa hijau yang masih muda dapat mengatasi keracunan makanan. Caranya dengan meminum air kelapa sebanyak empat buah. Setelah diminum, air kelapa akan menetralkan racun di dalam perut dengan lama proses sekitar 15–20 menit. Setelah itu, peminum air kelapa yang sedang keracunan akan muntah. Dalam muntahan tersebut telah ikut keluar racun yang sebelumnya berada di dalam perut. Setelah muntah, tubuh yang mengalami keracunan makanan akan kembali ke keadaan normal.[3]

Air kelapa muda juga dapat mengatasi mual akibat masuk angin. Proses penyembuhannya dengan meminum langsung air kelapa dari batok kelapa sebanyak tiga buah. Reaksi penyembuhan akan terjadi sekitar 15 menit setelah meminum air kelapa. Penyembuhan ditandai dengan kondisi tubuh yang tidak lagi mual.[4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Ariyanto, dkk. 2019, hlm. 23.
  2. ^ Ariyanto, dkk. 2019, hlm. 25.
  3. ^ Pramono 2008, hlm. 4.
  4. ^ Pramono 2008, hlm. 12.

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

Bacaan tambahan[sunting | sunting sumber]

Jump the queue or expand by hand

Jump the queue or expand by hand

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Media terkait Coconut water di Wikimedia Commons