Pug

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Pug
Pugglesie.jpg
Wajah seekor pug yang masih kecil
Nama lain Pug Tionghoa
Bulldog Belanda
Mastiff Belanda
Mastiff mini
Mops
Carlin
Negara asal Dinasti Ming (Tiongkok)[1]
Ciri-ciri

Pug adalah ras anjing dengan wajah yang keriput, moncong yang pendek, tubuh berukuran sedang dan ekor yang melingkar. Anjing pug juga memiliki berbagai warna, dengan warna yang paling umum adalah warna hitam dan coklat muda kekuningan. Kata "pug" berasal dari bahasa Latin pugnus yang artinya kepalan tangan, seperti wajah pug yang kelihatan seperti kepalan tangan.

Pug dibawa dari Tiongkok ke Eropa pada abad ke-16 dan dipopulerkan di Eropa Barat oleh keluarga kerajaan Oranje dari Belanda dan keluarga kerajaan Stuart dari Britania.[2] Di Britania Raya pada abad ke-19, Ratu Victoria sangat menyukai pug dan menularkan kesukaannya ini kepada anggota keluarga kerajaan lainnya.

Pug dikenal sebagai anjing yang bersahabat dan lemah lembut.[3] American Kennel Club mendeskripsikan anjing ini sebagai anjing yang "bertabiat tenang dan menawan".[4] Pug tetap populer hingga abad ke-21 dan menjadi hewan peliharaan beberapa artis ternama. Seekor anjing pug bahkan telah dinobatkan sebagai pemenang dalam Pameran Anjing Dunia pada tahun 2004.[5]

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Seekor pug di Tallinn.

Bentuk fisik[sunting | sunting sumber]

Walaupun pug cenderung memiliki tubuh yang panjang dan kurus dalam ilustrasi dari abad ke-19,[2] ras pug modern memiliki tubuh yang pendek dengan otot-otot yang tumbuh dengan baik.[4] Warna mereka umumnya adalah coklat muda kekuningan atau hitam.[4][6] Ekornya biasa melingkar di atas panggulnya.[2]

Pug memiliki dua bentuk telinga yang berbeda, yaitu "mawar" dan "kancing". Telinga "mawar" lebih kecil daripada telinga "kancing" yang merupakan bentuk standar, dan ujung depannya sedikit terlipat. Dalam proses pengembangbiakan, bentuk telinga "kancing" biasanya merupakan bentuk telinga yang dipilih.[7]

Pug memiliki kaki yang kuat dan lurus. Pundaknya cenderung rileks, sementara pergelangan kakinya kuat. Kakinya sendiri kecil dan jari-jari kakinya terpisah satu sama lain, sementara warna kukunya adalah hitam.[4] Sementara itu, gigi bawah mereka menonjol lebih jauh daripada gigi atasnya.[1]

Tabiat[sunting | sunting sumber]

Anjing ini seringkali dideskripsikan dengan frasa Latin multum in parvo, atau "banyak dalam sedikit" atau dalam kata lain "banyak anjing dalam ruang yang kecil", karena Pug memiliki kepribadian yang menawan meskipun kecil.[1] Pug memiliki keinginan yang kuat, tetapi tidak agresif dan cocok untuk keluarga dan anak-anak. Sebagian besar ras pug sangat menyukai anak-anak dan dapat bermain dengan mereka. Anjing ini bisa menjadi anjing yang tenang, tetapi seringkali juga nakal dan menggoda .[8] Pug cenderung intuitif, sensitif terhadap suasana hati pemiliknya dan biasanya ingin menyenangkan sang pemilik.[3] Pugs are playful and thrive on human companionship.[9] Pug seringkali dijuluki "bayangan" karena mereka seringkali mengikuti pemiliknya[10] dan mencari perhatian dari kasih sayang dari sang pemilik.[11][12]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

William Hogarth dengan anjing pugnya yang bernama "Trump" pada tahun 1745.
Lukisan Putri Ekaterina Dmitrievna Golitsyna karya Louis-Michel van Loo (1759).
Penggambaran anjing pug kesukaan dari tahun 1802 karya Henry Bernard Chalon

Tiongkok[sunting | sunting sumber]

Pug dipelihara untuk menemani keluarga para penguasa di Tiongkok. Anjing pug sangat disukai oleh kaisar-kaisar Tiongkok. Anjing-anjing kerajaan hidup dalam kemewahan dan dijaga oleh para prajurit.[3] Pug kemudian menyebar ke wilayah Asia lainnya. Di Tibet, para biksu Buddha menyimpan anjing pug di biara mereka.[3] Anjing ini sudah memiliki sifat setia kepada pemiliknya semenjak zaman dahulu kala.[3]

Sejarah munculnya pug tidak diketahui secara pasti, tetapi anjing pug modern merupakan keturunan anjing pug yang diimpor dari Tiongkok ke Eropa pada abad ke-16. Anjing yang mirip dengan pug pernah menjadi anjing yang populer di istana kekaisaran Dinasti Song.[13]

Abad ke-16 hingga ke-17[sunting | sunting sumber]

Pug merupakan anjing yang populer di istana-istana Eropa dan telah menjadi anjing resmi Wangsa Oranje pada tahun 1572 setelah seekor pug yang bernama Pompey menyelamatkan nyawa Pangeran Oranje dengan memperingati sang pangeran saat para pembunuh sedang mendekati mereka dari kejauhan.[1]

Seekor anjing pug turut dibawa oleh William III dan Mary II saat mereka meninggalkan Belanda untuk menjadi penguasa di Inggris pada tahun 1688.[2] Pada masa ini, anjing pug mungkin telah dibiakkan dengan anjing spaniel Raja Charles jenis lama, sehingga menghasilkan karakteristik pug pada anjing King Charles Spaniel modern.[14]

Ras anjing ini pada akhirnya menjadi populer di negara-negara Eropa lainnya. Anjing pug dilukis oleh Goya di Spanyol, dan di Italia mereka menaiki kereta kuda pribadi di depan dan mengenakan jaket dan celana yang serupa dengan yang dikenakan oleh kusirnya. Anjing ini digunakan oleh militer untuk melacak hewan dan orang dan juga pernah digunakan sebagai anjing penjaga.[2]

Abad ke-18 hingga kini[sunting | sunting sumber]

Pelukis Inggris William Hogarth sangat menyayangi anjing-anjing pugnya. Lukisan dirinya pada tahun 1745 (yang kini disimpan di Galeri Tate di London) juga menampilkan anjing pugnya yang bernama "Trump."[15] Anjing pug juga dikenal di Italia. Pada tahun 1789, Nyonya Piozzi menulis di jurnalnya: "anjing pug kecil atau mastiff Belanda sudah meninggalkan London untuk pergi di Padua. Setiap kereta kuda yang saya lihat di sini [selalu] ada pug-nya"[16] Pug juga populer di Perancis pada abad ke-18. Sebelum menikah dengan Napoleon, Joséphine mengirim anjing pugnya yang bernama "Fortune" untuk membawa pesan tersembunyi untuk keluarganya saat ia ditahan di penjara Les Carmes.[17]

Di Inggris pada abad ke-19, anjing ini menjadi semakin populer berkat Ratu Victoria. Sang ratu memiliki banyak anjing pug yang dikembangbiakkan sendiri, seperti Olga, Pedro, Minka, Fatima dan Venus.[2] Berkat ketertarikannya kepada anjing, Kennel Club didirikan pada tahun 1873.[2] Ratu Victoria menyukai anjing pug berwarna coklat muda kekuningan. Kesukaannya terhadap pug juga ditularkan ke anggota keluarga kerajaan lainnya, termasuk cucunya Raja George V[18] dan anaknya Raja Edward VIII.

Dalam lukisan-lukisan dari abad ke-18 dan ke-19, anjing pug biasanya digambarkan dengan kaki dan hidung yang lebih panjang. Bentuk anjing pug kemungkinan berubah setelah tahun 1860 karena anjing-anjing pug mulai diimpor langsung dari Tiongkok. Anjing-anjing pug ini memiliki kaki yang lebih pendek dengan hidung yang mirip dengan anjing pug modern. Sementara itu, Lady Brassey adalah orang yang membuat anjing pug berwarna hitam menjadi terkenal setelah ia membawa pulang beberapa anjing pug hitam dari Tiongkok pada tahun 1886.[1][2]

Anjing pug tiba di Amerika Serikat pada abad ke-19 dan langsung menjadi hewan peliharaan di rumah-rumah.[2] American Kennel Club mengakui ras anjing pug pada tahun 1885. Pug Dog Club of America didirikan pada tahun 1931 dan diakui oleh American Kennel Club pada tahun yang sama. Pada tahun 1981, anjing pug yang bernama Dhandys Favorite Woodchuck berhasil memenangkan Westminster Kennel Club Dog Show di Amerika Serikat dan merupakan satu-satunya anjing pug yang memenangkan ajang tersebut semenjak tahun 1877.[19] Kemudian, Pameran Anjing Dunia yang diadakan di Rio de Janeiro, Brasil, pada tahun 2004 berhasil dimenangkan oleh seekor pug yang bernama Double D Cinoblu's Masterpiece.[5]

Masalah kesehatan[sunting | sunting sumber]

Pug tidak memiliki moncong yang panjang dan supraorbital ridge di atas rongga mata, sehingga mereka rentan mengalami luka di mata seperti proptosis, kornea yang tergores, dan entropion yang menyakitkan.[2] Mereka juga memiliki saluran pernapasan yang sempit, sehingga mereka dapat mengalami kesulitan bernapas atau tubuh mereka tidak mampu mengatur suhu melalui penguapan dari lidah saat terengah-engah. Suhu tubuh pug yang normal berkisar antara 38 °C hingga 39 °C. Jika suhu meningkat hingga mencapai 41 °C, kebutuhan oksigen akan meningkat drastis dan tubuh harus segera didinginkan. Jika suhu tubuh mencapai 42 °C, dapat terjadi kegagalan organ.[20] Kesulitan bernapas dapat diperparah saat diangkut dalam kargo udara yang memiliki suhu yang lebih tinggi. Setelah kematian anjing-anjing pug di dalam kargo, beberapa maskapai telah melarang pengangkutan anjing ini dalam kargo atau menetapkan pembatasan musiman.[21][22]

Anjing pug yang tidak banyak bergerak dapat mengalami kegemukan, tetapi hal ini dapat dihindari dengan sering-sering berolahraga dan dengan diberi makanan yang sehat.[23] Median rentang hidup anjing pug tercatat sebesar 11 tahun atau sama seperti ras-ras anjing lainnya dengan besar tubuh yang serupa.[24]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e "American Kennel Club - Pug History". AKC.org. American Kennel Club. Diakses tanggal 19 August 2006. 
  2. ^ a b c d e f g h i j Farr, Kendall; Montague, Sarah (1999). Pugs in Public. New York: Stewart, Tabori & Chang, a division of U.S. Media Holdings. ISBN 1-55670-939-0. 
  3. ^ a b c d e Morn, September (2010). Our Best Friends: The Pug. Pittsburgh: ElDorado Ink. hlm. 11, 14-15. Diakses tanggal 2 April 2015. 
  4. ^ a b c d "American Kennel Club - Pug". AKC.org. Diakses tanggal 14 October 2008. 
  5. ^ a b "Interview with Ann Joe Sampaio, owner of Double D Cinoblu's Masterpiece". World Dog Show 2015. 27 February 2014. Diakses tanggal 18 April 2016. 
  6. ^ Color: The colors are fawn or black. The fawn color should be decided so as to make the contrast complete between the color and the trace and mask.
  7. ^ "Ears". Pugs.org. Pug Dog Club of America. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 October 2008. Diakses tanggal 14 October 2008. 
  8. ^ "Pug Temperament and Personality". PugInformation.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 December 2009. Diakses tanggal 26 December 2009. 
  9. ^ "Pug: Dog Breed Information". dogtime.com. Diakses tanggal 4 November 2017. 
  10. ^ "Pug - Temperament & Personality". www.petwave.com. PetWave Corporation. Diakses tanggal 13 July 2014. 
  11. ^ "Pugminded: Personality". pugminded.com. 
  12. ^ Belmonte, Brenda (2004). The Pug Handbook. New York: Barron's Educational Series Inc. hlm. 13. 
  13. ^ Collier, V. W. F. (1921). Dogs of China & Japan, in nature and art. W. Heinemann, London. hlm. 147. The Lo-chiang dog was a "pai" dog and consequently small, "short-headed," and "short-legged" before A.D. 1000. It was very possibly the Chinese Pug and appears to have been fashionable at the Chinese court from the beginning of the eighth century to the middle of the eleventh century possibly even to the removal of the capital from Hsianfu to Peking, about A.D. 1153. 
  14. ^ Moffat, Norma. Cavalier King Charles Spaniel: Your Happy Healthy Pet (edisi ke-2nd). Howell Book House. hlm. 19. ISBN 0-471-74823-4. 
  15. ^ William Hogarth. The Painter and his Pug, 1745. Tate Gallery, London, England. www.tate.org.uk. Diakses 9 April 2013.
  16. ^ Maggitti, Phil (2000). Pugs: Everything about Purchase, Care, Nutrition, Behavior, and Training. Barron's Educational Series. hlm. 10. ISBN 978-0-7641-1045-0. Diakses tanggal 17 January 2010. 
  17. ^ Katharine Macdonogh (August 1996). "Prison Pets in the French Revolution". History Today. 46. 
  18. ^ "Royal Collection - The Duke of York holding a pug". royalcollection.org.uk. 
  19. ^ Cunliffe, Juliette. "History of the Pug". DogChannel.com. Diakses tanggal 26 December 2009. 
  20. ^ "Keeping your Pug cool during the dog days of summer". OwnedByPugs.com. 18 July 2005. Diakses tanggal 26 December 2009. 
  21. ^ "Air Travel and Short-Nosed Dogs FAQ". American Veterinary Medical Association. Diakses tanggal 7 July 2014. 
  22. ^ Haughney, Christine (26 October 2011). "Banned by Many Airlines, These Bulldogs Fly Private". The New York Times. Diakses tanggal 7 July 2014. 
  23. ^ "Obesity in Pugs". PugInformation.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 January 2010. Diakses tanggal 26 December 2009. 
  24. ^ "2004 KC/BSAVA Purebred Dog Health Survey" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 7 June 2012. Diakses tanggal 4 August 2010. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]