Nitrogen triiodida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Nitrogen triiodida
Nitrogen triiodida (rumus struktur)
Nitrogen triiodida
Nitrogen triiodida
Nama
Nama IUPAC
Triiodoamine
Nama lain
Nitrogen iodida
Amonia triiodida
Triiodium nitrida
Triiodium mononitrida
Triiodamina
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChemSpider
Sifat
NI3
Massa molar 394,71(9) g/mol
Penampilan Padatan merah
Titik didih menyublim pada −20&nbsp°C
tak larut
Kelarutan pelarut organik,[1] seperti dietil eter
Bahaya
Bahaya utama Sangat mudah meledak
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
YaY verifikasi (apa ini YaYN ?)
Sangkalan dan referensi

Nitrogen triiodida adalah suatu senyawa anorganik dengan rumus NI3. Ia sangat peka akan kontak ledak (contact explosive): sejumlah kecil dapat meledak disertai suara keras dan tajam ketika tersentuh meski sentuhan ringan, membebaskan asam ungu uap iodium. Ledakan bahkan dapat dipicu oleh radiasi alfa. NI3 memiliki struktur kimia yang kompleks yang sulit dipelajari karena ketidakstabilan derivatifnya.

Struktur NI3 dan turunannya[sunting | sunting sumber]

Nitrogen triiodida pertama kali dikenali oleh spektroskopi Raman pada tahun 1990 ketika dibuat melalui jalur bebas amonia. Boron nitrida bereaksi dengan iodium monofluorida dalam triklorofluorometana pada suhu −30 °C menghasilkan NI3 murni dengan rendemen rendah:[2]

NI3 berbentuk piramidal (simetri molekul C3v), seperti nitrogen trihalida lainnya dan amonia.[3]

Bahan yang biasa disebut "nitrogen triiodida" dibuat melalui reaksi iodium dan amonia. Ketika reaksi ini dilakukan pada suhu rendah dalam amonia anhidrat, produk awalnya adalah NI3·(NH3)5, tetapi bahan ini kehilangan amonia ketika suhu dinaikkan menghasilkan aduk NI3·NH3 dengan perbandingan 1:1. Aduk ini pertama kali dilaporkan oleh Bernard Courtois pada tahun 1812, dan rumusnya akhirnya ditentukan pada tahun 1905 oleh Oswald Silberrad.[4] Struktur padatannya mengandung terdiri dari rantai -NI2-I-NI2-I-NI2-I-... Molekul amonia terkondisi di antara rantai. Ketika disimpan di tempat gelap dan dilembabi dengan amonia, NI3·NH3 stabil.

Dekomposisi dan ledakan[sunting | sunting sumber]

Ketidakstabilan NI3 dan NI3·NH3 dapat dikaitkan dengan besarnya efek sterik yang disebabkan oleh tiga atom iodium besar yang ditahan berdekatan satu sama lain di sekitar atom nitrogen yang relatif kecil. Ini menghasilkan energi aktivasi yang sangat rendah untuk dekomposisinya, sebuah reaksi dibuat lebih menguntungkan karena stabilitas N2 yang besar. Nitrogen triiodida praktis tidak memiliki nilai komersial karena kepekaannya terhadap goncangan yang besar, membuatnya tidak mungkin untuk disimpan, dipindahkan, dan digunakan demi mengendalikan ledakannya. Meskipun nitrogliserin murni juga peka goncangan (meskipun tidak sebesar nitrogen triiodida yang dapat dipicu oleh sentuhan selembut bulu) dan kuat, itu hanya karena flegmatisor yang peka goncangan dikurangi sehingga menjadi lebih aman untuk ditangani dan dipindahkan dalam bentuk dinamit.

Dekomposisi NI3 berlangsung sebagai berikut menghasilkan gas nitrogen dan iodium:

Namun, material keringnya bersifat kontak ledak, dekomposisinya kira-kira sebagai berikut:[3]

Sejalan dengan persamaan ini, ledakan ini meninggalkan noda jingga-ungu dari iodium, yang dapat dihilangkan dengan larutan natrium tiosulfat. Metode alternatif untuk menghilangkan noda adalah dengan memberi waktu iodium untuk menyublim.

Sejumlah kecil nitrogen triiodida kadang-kadang disintesis sebagai demonstrasi untuk mata pelajaran kimia untuk siswa SMA atau sebagai "sulap kimia".[5] Untuk menyoroti sensitivitas senyawa, biasanya diledakkan dengan menyentuhnya dengan bulu tapi bahkan semilir angin, sinar laser, atau gerakan lainnya dapat menyebabkan detonasi. Nitrogen triiodida juga terkenal sebagai satu-satunya bahan peledak kimia yang diketahui meledak saat terpapar partikel alfa dan produk fisi nuklir.[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ 4. Analytical techniques. acornusers.org
  2. ^ Tornieporth-Oetting, I.; Klapötke, T. (1990). "Nitrogen Triiodide". Angewandte Chemie International Edition. 29 (6): 677–679. doi:10.1002/anie.199006771. 
  3. ^ a b Holleman, A. F.; Wiberg, E. (2001). Inorganic Chemistry. San Diego: Academic Press. ISBN 0-12-352651-5. 
  4. ^ Silberrad, O. (1905). "The Constitution of Nitrogen Triiodide". Journal of the Chemical Society, Transactions. 87: 55–66. doi:10.1039/CT9058700055. 
  5. ^ Ford, L. A.; Grundmeier, E. W. (1993). Chemical Magic. Dover. hlm. 76. ISBN 0-486-67628-5. 
  6. ^ Bowden, F. P. (1958). "Initiation of Explosion by Neutrons, α-Particles, and Fission Products". Proceedings of the Royal Society of London A. 246 (1245): 216–219. doi:10.1098/rspa.1958.0123. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]