Lompat ke isi

Mercia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kerajaan Mercia

Miercna rīce
Merciorum regnum
527–918
Bendera Mercia
Bendera
Kerajaan Mercia (garis tipis) dan wilayah kerajaannya pada masa Sumpremasi Mercia (hijau)
Kerajaan Mercia (garis tipis) dan wilayah kerajaannya
pada masa Sumpremasi Mercia (hijau)
StatusKerajaan independen (527–879)
Negara klien Wessex (s. 879–918)
Ibu kotaTamworth
Bahasa yang umum digunakanInggris Lama, Latin
Agama
Paganisme, Kekristenan
PemerintahanMonarki absolut
Penguasa 
 527–?
Icel (pertama)
 s. 626–655
Penda
 716–757
Ethelbald
 757–796
Offa
 s. 881–911
Ethelred
 918
Ælfwynn (terakhir)
LegislatifWitenagemot
Era SejarahHeptarkhia
 Didirikan
527
 Dibubarkan
918
Didahului oleh
Digantikan oleh
Sub-Britania Romawi
Hwicce
krjKerajaan
Lindsey
krjKerajaan
Northumbria
krjKerajaan
Wessex
Sekarang bagian dari Britania Raya
  West Midlands
  East Midlands
  East of England
  Greater London
  bagian utara South East
of England
(termasuk Oxon. dan Bucks.)

  Cheshire
Sunting kotak info
Sunting kotak info Lihat Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Mercia (bahasa Inggris Kuno: Miercna rīce) merupakan salah satu kerajaan utama yang didirikan oleh bangsa Anglo-Saxon pada akhir masa Britania Pasca-Romawi, tepatnya di era yang disebut Heptarki. Wilayah kerajaan ini berpusat di aliran Sungai Trent beserta anak-anak sungainya, di kawasan yang kini dikenal sebagai Midlands, Inggris.

Selama tiga abad (antara tahun 600 hingga 900 M), Mercia mengalami masa yang disebut sebagai Supremasi Mercia atau "Zaman Keemasan". Pada periode ini, Mercia mendominasi wilayah Inggris di selatan muara Humber dengan cara menganeksasi atau menundukkan lima dari enam kerajaan Heptarki lainnya, yakni Anglia Timur, Essex, Kent, Sussex, dan Wessex. Sejarawan Sir Frank Stenton meyakini bahwa penyatuan Inggris di selatan muara Humber tercapai pada masa pemerintahan Raja Offa, di mana sebuah tanggul besar juga dibangun sebagai batas wilayah antara Mercia dan kerajaan-kerajaan Wales. Nicholas Brooks mencatat bahwa bangsa Mercia adalah bangsa yang paling sukses di antara berbagai masyarakat Anglo-Saxon awal hingga akhir abad kesembilan.

Pusat pemerintahan kerajaan ini bersifat nomaden atau berpindah-pindah tanpa ibu kota yang tetap. Pada masa awal, Repton menjadi lokasi estat kerajaan yang penting, sementara Raja Offa tampaknya lebih menyukai Tamworth; di sanalah ia dinobatkan dan kerap menetap selama perayaan Natal. Dari sisi keagamaan, agama Kristen mulai kokoh di kerajaan ini pada akhir abad ke-7 setelah Raja Peada memeluk Kristen sekitar tahun 656. Pada tahun yang sama, Keuskupan Mercia didirikan dengan Diuma sebagai uskup pertamanya yang berbasis di Repton. Pada tahun 669, Santo Chad memindahkan takhta uskup ke Lichfield, sehingga pada tahun 691 nama keuskupan berubah menjadi Keuskupan Lichfield. Keuskupan ini sempat berstatus sebagai keuskupan agung dalam periode singkat (787–799 atau 803) dan keberadaannya masih bertahan hingga kini, dengan Michael Ipgrave menjabat sebagai uskup ke-99.

Kejayaan Mercia mulai runtuh pada akhir abad ke-9 akibat invasi bangsa Viking dengan Pasukan Besar Orang Kafir (Great Heathen Army). Menurut Kronik Anglo-Saxon, pasukan inilah yang menggulingkan Raja Mercia di Repton pada tahun 873–874. Sebagian besar wilayah Mercia kemudian terserap ke dalam wilayah hukum Danelaw, yang pada puncaknya mencakup London, seluruh Anglia Timur, dan sebagian besar Inggris Utara. Setelah raja terakhir Mercia, Ceolwulf II, wafat pada tahun 879, kerajaan ini kehilangan kemerdekaan politiknya. Mercia kemudian diperintah oleh seorang Lord atau Ealdorman di bawah kekuasaan Alfred Agung yang menggelari dirinya "Raja Bangsa Anglo-Saxon". Meskipun sempat merdeka sejenak pada pertengahan abad ke-10 dan tahun 1016, Mercia akhirnya dianggap hanya sebagai provinsi dengan kemerdekaan sementara. Wessex kemudian menyatukan seluruh kerajaan menjadi Kerajaan Inggris, dan status Mercia berubah menjadi earldom (wilayah kekuasaan earl) hingga tahun 1071.

Referensi

[sunting | sunting sumber]

    Bacaan tambahan

    [sunting | sunting sumber]
    • Ian W. Walker. Mercia and the Making of England (2000) ISBN 0-7509-2131-5 (also published as Mercia and the Origins of England (2000) ISBN 0-7509-2131-5)
    • Sarah Zaluckyj & Marge Feryok. Mercia: The Anglo-Saxon Kingdom of Central England (2001) ISBN 1-873827-62-8
    • Michelle Brown & Carol Farr (eds). Mercia: An Anglo-Saxon Kingdom in Europe (2005) ISBN 0-8264-7765-8
    • Margaret Gelling. 'The Early History of Western Mercia'. (p. 184–201; In: The Origins of the Anglo-Saxon Kingdoms. S. Bassett. 1989) (Western Mercia and the upper Trent being the probable cradle of early Mercia).
    • Simon Schama. A History of Britain: At the Edge of the World? – 3000 BC–AD 1603 Vol 1 BBC Books 2003
    • Elmes, Simon (2005). Talking for Britain: A Journey Through the Nation’s Dialects. Penguin. ISBN 0-14-051562-3.
    • Baxter, Stephen (2007). The earls of Mercia: lordship and power in late Anglo-Saxon England. Oxford University Press. ISBN 0-19-923098-6.
    • McWhirter, Norris (1976). The Guinness Book of Answers. Enfield: Guinness Superlatives Ltd. ISBN 0-900424-35-4.
    • Bateman, John (1971). The Great Landowners of Great Britain and Ireland. Leicester University Press. ISBN 0-391-00157-4.
    • Cottle, Basil; Sherborne, J.W. (1951). The Life of a University. University of Bristol.
    • Dow, George (1973). Railway Heraldry.

    Pranala luar

    [sunting | sunting sumber]

    52°36′N 1°36′W / 52.6°N 1.6°W / 52.6; -1.6