Lompat ke isi

Heptarkhia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Heptarkhia, menurut A literary & historical atlas of Europe (1914) dari Bartolomeus.

Heptarki merupakan sebutan untuk periode sejarah di Inggris Anglo-Saxon yang ditandai dengan pembagian wilayah menjadi kerajaan-kerajaan kecil. Secara konvensional, periode antara abad keenam hingga kedelapan ini diidentifikasi dengan tujuh kerajaan utama: Anglia Timur, Essex, Kent, Mercia, Northumbria, Sussex, dan Wessex.

Istilah Heptarki itu sendiri dicetuskan oleh sejarawan abad ke-12, Henry dari Huntingdon, dan telah digunakan secara luas sejak saat itu. Namun, penggunaan istilah ini mulai dipertanyakan oleh sejarawan modern karena kenyataan politiknya lebih kompleks. Jumlah kerajaan Anglo-Saxon di Britania Raya seringkali berfluktuasi, dan tidak pernah ada satu waktu pun di mana wilayah tersebut secara kaku terbagi menjadi tepat tujuh kerajaan yang masing-masing diperintah oleh satu raja.

Masa kerajaan-kerajaan kecil ini berakhir pada abad kedelapan. Pada saat itu, lanskap politik Inggris mulai menyusut dan wilayah tersebut terbagi menjadi empat kerajaan dominan saja, yaitu Anglia Timur, Mercia, Northumbria, dan Wessex.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]

    Daftar pustaka

    [sunting | sunting sumber]
    • Westermann Großer Atlas zur Weltgeschichte
    • Campbell, J. et al. The Anglo-Saxons. (Penguin, 1991)
    • Sawyer, Peter Hayes. From Roman Britain to Norman England (Routledge, 2002).
    • Stenton, F. M. Anglo-Saxon England, (3rd edition. Oxford U. P. 1971),

    Pranala luar

    [sunting | sunting sumber]