Letusan Kelud 2014
| Letusan Kelud 2014 | |
|---|---|
Abu vulkanik di Yogyakarta Februari 2014 | |
| Gunung api | Gunung Kelud |
| Tanggal mulai | 13 Februari 2014[1] |
| Tanggal selesai | 15 Februari 2014[1] |
| Jenis | Plinian |
| Lokasi | Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Indonesia 7°55′52″S 112°18′29″E / 7.931°S 112.308°E |
| VEI | 4 |
| Dampak | Hujan abu melanda sebagian besar Pulau Jawa, termasuk Yogyakarta, Surakarta, hingga Bandung; penutupan sementara beberapa bandara; lebih dari 100.000 orang mengungsi[2] |
| Korban jiwa | 4 orang[3] |
Letusan Kelud 2014 terjadi di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur, Indonesia, dan merupakan salah satu letusan eksplosif terbesar dalam dekade 2010-an di Indonesia. Letusan ini bermula pada tanggal 13 Februari 2014 pukul 22.50 WIB, setelah sebelumnya menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik sejak akhir tahun 2013.[4] Dalam waktu singkat, gunung api yang berada di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang ini melepaskan material vulkanik dalam jumlah besar, menciptakan kolom erupsi setinggi lebih dari 17 kilometer ke atmosfer.[5]
Erupsi ini disertai awan panas dan lontaran bom vulkanik, serta hujan abu pekat yang menjangkau radius ratusan kilometer dari pusat letusan. Material piroklastik menyebar cepat hingga menutup jalan, merusak rumah, dan merobohkan atap bangunan di wilayah sekitar.[6][7] Aktivitas vulkanik mencapai puncaknya pada malam 13 Februari dan mulai menurun pada keesokan harinya. Pemerintah segera menetapkan status awas dan melaksanakan evakuasi terhadap lebih dari 100.000 penduduk terutama warga dalam radius 10 kilometer dari kawah.[8][9][10]
Letusan ini berdampak luas secara regional, menyebabkan gangguan penerbangan di beberapa bandara besar di Jawa, termasuk di Yogyakarta, Surabaya, dan Solo.[11][12] Abu vulkanik bahkan terdeteksi hingga sebagian wilayah Jawa Barat.[13][14] Tidak seperti letusan Krakatau atau Tambora yang berdampak global, letusan Kelud 2014 bersifat lokal tetapi sangat merusak secara ekonomi dan sosial di kawasan sekitarnya.
Letusan Kelud 2014 merupakan bagian dari siklus letusan gunung ini yang telah tercatat sejak abad ke-15, dengan erupsi besar sebelumnya terjadi pada tahun 1990, 1966, dan 1919.[15] Gunung Kelud dikenal sebagai salah satu gunung berapi aktif di Indonesia, dengan karakteristik letusan yang tiba-tiba dan menghasilkan volume material piroklastik yang besar dalam waktu singkat.[16]
Latar belakang
[sunting | sunting sumber]
Fase awal
[sunting | sunting sumber]Letusan Kelud 2014 dianggap lebih dahsyat daripada tahun 1990.[17] meskipun hanya berlangsung tidak lebih daripada dua hari dan memakan 4 korban jiwa akibat peristiwa ikutan, bukan akibat langsung letusan.[18]
Peningkatan aktivitas sudah dideteksi di akhir tahun 2013.[19] Namun, situasi kembali tenang. Baru kemudian diumumkan peningkatan status dari Normal menjadi Waspada sejak tanggal 2 Februari 2014.[20]
Erupsi
[sunting | sunting sumber]Pada 10 Februari 2014, Gunung Kelud dinaikkan statusnya menjadi Siaga dan kemudian pada tanggal 13 Februari pukul 21.15 diumumkan status bahaya tertinggi, Awas (Level IV),[21] sehingga radius 10 km dari puncak harus dikosongkan dari manusia. Hanya dalam waktu kurang dari dua jam, pada pukul 22.50 telah terjadi letusan pertama tipe ledakan (eksplosif). Erupsi tipe eksplosif seperti pada tahun 1990 ini (pada tahun 2007 tipenya efusif, yaitu berupa aliran magma) menyebabkan hujan kerikil yang cukup lebat dirasakan warga di wilayah Kecamatan Ngancar, Kediri, Jawa Timur, lokasi tempat gunung berapi yang terkenal aktif ini berada, bahkan hingga kota Pare, Kediri.[22] Wilayah Kecamatan Wates dijadikan tempat tujuan pengungsian warga yang tinggal dalam radius sampai 10 kilometer dari kubah lava, sesuai rekomendasi dari Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG).[23] Suara ledakan dilaporkan terdengar hingga kota Surabaya, Solo dan Yogyakarta ( berjarak 200 km dari pusat letusan),[24] bahkan Purbalingga (lebih kurang 300 km), Jawa Tengah.[25]
Dampak berupa abu vulkanik pada tanggal 14 Februari 2014 dini hari dilaporkan warga telah mencapai Kabupaten Ponorogo. Di Yogyakarta, teramati hampir seluruh wilayah tertutup abu vulkanik yang cukup pekat, melebihi abu vulkanik dari Merapi pada tahun 2010. Ketebalan abu vulkanik di kawasan Yogyakarta dan Sleman bahkan diperkirakan lebih dari 2 centimeter.[26] Abu vulkanik juga sampai di wilayah Kabupaten Kebumen esok paginya dengan ketebalan hingga 3 cm. Hujan abu di Kabupaten Kebumen kemudian diikuti dibarengi dengan hujan air sehingga menjadi hujan lumpur.[27] Dampak abu vulkanik juga mengarah ke arah Barat Jawa, dan dilaporkan sudah mencapai Kabupaten Ciamis, Bandung dan beberapa daerah lain di Jawa Barat.[28][29] Di daerah Madiun dan Magetan jarak pandang untuk pengendara kendaraan bermotor atau mobil hanya sekitar 3-5 meter karena turunnya abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud tersebut sehingga banyak kendaraan bermotor yang berjalan sangat pelan.

Hujan abu dari letusan melumpuhkan Jawa.[30] Tujuh bandara di Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Malang, Semarang, Cilacap dan Bandung, ditutup.[31] kerugian keuangan dari penutupan bandara yang dinilai mencapai miliaran rupiah, termasuk sekitar 2 miliar rupiah di Bandara Internasional Juanda di Surabaya.[32] Kerusakan yang signifikan disebabkan untuk berbagai manufaktur dan industri pertanian. Akibat hujan abu, perusahaan seperti Unilever Indonesia mengalami kesulitan mendistribusikan produk mereka di seluruh daerah yang terdampak. Kebun apel di Batu, Jawa Timur, membukukan kerugian hingga Rp 17,8 miliar, sedangkan industri susu di provinsi ini membukukan kerugian tinggi.[33]
Pasca erupsi
[sunting | sunting sumber]Kondisi gunung setelah letusan satu malam tersebut berangsur tenang dan pada tanggal 20 Februari 2014 status aktivitas diturunkan dari Awas menjadi Siaga (level III) oleh PVMBG.[34] Selanjutnya pada tanggal 28 Februari 2014 status kembali turun menjadi Waspada (Level II).[35] Akibat letusan ini, kubah yang menyumbat jalur keluarnya lava hancur dan Kelud memiliki kawah kering.[36][37] Dimungkinkan terbentuk danau kawah kembali setelah beberapa tahun.
Pada awal Maret sebagian besar dari 12.304 bangunan hancur atau rusak selama letusan telah diperbaiki, dengan perkiraan biaya sebesar Rp 55 miliar.[38]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]- Letusan Merapi 2010 - Letusan Merapi yang berdampak wilayah Yogyakarta
- Daftar gunung berapi di Indonesia
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 "Kelut: Eruptive History". Global Volcanism Program. Institusi Smithsonian.
- ↑ "Gunung Kelud Meletus, 100.248 Jiwa Mengungsi". Republika.co.id. PT Republika Media Mandiri. 14 Februari 2014. Diakses tanggal 29 Mei 2025.
- ↑ "BNPB: Korban Tewas Letusan Gunung Kelud 4 Orang". Liputan6.com. PT Kreatif Media Karya. 14 Februari 2014. Diakses tanggal 29 Mei 2025.
- ↑ "Kronologi Letusan Gunung Kelud". Diakses tanggal 2025-05-29.
- ↑ "Tinggi Letusan Kelud Capai 17 Kilometer". Tempo. 14 Februari 2014 | 08.19 WIB. Diakses tanggal 2025-05-29.
- ↑ "Dampak Erupsi Gunung Kelud Terhadap Lahan Pertanian – Departemen Ilmu Tanah". Diakses tanggal 2025-05-29.
- ↑ Rohman, Auliyau. "Dahsyatnya Letusan Gunung Kelud, Hujan Abu Sampai Bandung". detikjatim. Diakses tanggal 2025-05-29.
- ↑ "Gunung Kelud Berstatus Awas, Radius 10 Km dari Puncak Dikosongkan". detiknews. Diakses tanggal 2025-05-29.
- ↑ "Evakuasi warga sekitar Kelud masih berlangsung". BBC News Indonesia. 2014-02-14. Diakses tanggal 2025-05-29.
- ↑ "Evakuasi Besar-besaran Pasca Letusan Kelud – DW – 14.02.2014". dw.com. Diakses tanggal 2025-05-29.
- ↑ "Kelud Meletus, 6 Bandara Ditutup Kementerian Perhubungan Republik Indonesia". dephub.go.id. Diakses tanggal 2025-05-29.
- ↑ "Abu Kelud Tutup 3 Bandara, Penerbangan Jakarta-Denpasar Normal". detiknews. Diakses tanggal 2025-05-29.
- ↑ Okezone. "Berita nasional dan internasional hari ini - Okezone News". https://news.okezone.com/. Diakses tanggal 2025-05-29.
- ↑ "Abu Kelud Sampai Ke Bandung, Civitas Academica ITB Dihimbau untuk Gunakan Masker". Institut Teknologi Bandung. Diakses tanggal 2025-05-29.
- ↑ "Sejarah letusan Gunung Kelud". BBC News Indonesia. 2014-02-14. Diakses tanggal 2025-05-29.
- ↑ Teraslampung.com (2014-02-13). "Karakteristik Gunung Kelud". Teraslampung.com. Diakses tanggal 2025-05-29.
- ↑ Kepala Pos Pemantauan: Letusan Kelud Kali Ini Paling Dahsyat
- ↑ Update Kelud: 4 Tewas dan 56.089 Jiwa Mengungsi dari Erupsi Kelud Diarsipkan 2014-02-22 di Wayback Machine. PUSAT DATA, INFORMASI DAN HUMAS BNPB• 15 Februari 2014 18:07
- ↑ Pra erupsi Gunung Kelud sekarang mirip 1990 & 2007[pranala nonaktif permanen]
- ↑ Peningkatan Status G. Kelud Dari Normal Menjadi Waspada. PVMBG 2 Februari 2014
- ↑ Status Gunung Kelud Meningkat Jadi Awas: Daerah Merah Beradius 10 Kilometer
- ↑ "Gunung Kelud Erupsi, Kediri Hujan Kerikil". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-02-22. Diakses tanggal 2015-07-12.
- ↑ Gunung Kelud Erupsi
- ↑ "Dentuman Kelud terdengar hingga Yogyakarta". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-03-02. Diakses tanggal 2015-07-12.
- ↑ "Letusan Gunung Kelud Terdengar di Purbalingga". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-02-22. Diakses tanggal 2015-07-12.
- ↑ "Hujan Abu di Yogyakarta Lebih Parah Dibanding Letusan Merapi". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-02-22. Diakses tanggal 2015-07-12.
- ↑ Di Kebumen Jawa Tengah, Abu Gunung Kelud Setebal 3 Cm
- ↑ Abu Gunung Kelud Sampai Ciamis
- ↑ "Abu Vulkanik Kelud Sampai ke Bandung". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-02-22. Diakses tanggal 2015-07-12.
- ↑ "Mt. Kelud eruption paralyzes Java". The Jakarta Post. 15 February 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-03-23. Diakses tanggal 23 March 2014.
- ↑ "7 Bandara Ditutup, 76.388 Jiwa Mengungsi Akibat Erupsi Kelud". February 14, 2014.
- ↑ "With Mount Kelud Quieter, Airports and Towns Start the Big Clean-Up". The Jakarta Globe. 17 February 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-03-23. Diakses tanggal 23 March 2014.
- ↑ Wahyoe Boediwardhana and Indra Harsaputra (17 February 2014). "Kelud causes billions in losses". The Jakarta Post. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-03-23. Diakses tanggal 23 March 2014.
- ↑ PVMBG. Penurunan Status G. Kelud Dari Awas (level IV) Menjadi Siaga (level III), 20 Februari 2014
- ↑ PVMBG. Penurunan Status G. Kelud Dari Siaga (level III) Menjadi Waspada (level II), 28 Februari 2014
- ↑ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamaLampos - ↑ Letusan Gunung Kelud Bentuk Kawah Baru Diameter 400 Meter[pranala nonaktif permanen]. Warta Kota Daring. Edisi Minggu, 2 Maret 2014 07:16 WIB
- ↑ "Buildings in Mt. Kelud shadow rise from ashes". The Jakarta Post. 9 March 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-03-23. Diakses tanggal 23 March 2014.